Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Akhirnya halal


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Setelah satu bulan kejadian penyerangan di mansion-nya. Keadaan kembali tentram dan damai. Begitu juga dengan para sahabatnya. Apalagi sekarang adalah hari pernikahan Nadia dan juga Romy.


Sekarang Darren dan Kiran akan bersiap pergi ke acara akad nikah sahabat mereka itu. Darren sudah terlihat tampan dengan memakai jas berwarna navy. Begitu juga dengan Kiran, ia terlihat sangat cantik dengan dress yang sama warnanya dengan jas suaminya.


Darren tersenyum melihat istrinya. Perut istrinya sudah sangat besar, seperti habis nelan drum besar. Tapi kadang ia kasihan dengan istrinya karena kehamilan sang istri sudah delapan bulan, jadi ia sudah semakin kesusahan untuk berjalan.


" Aku udah jelek ya By"


" Nggak, malah tambah cantik"


" Idih bohong banget. Masa badan udah mengembang kek gini masih di bilang cantik"


" Justru karena kamu lagi hamil, jadi aura kecantikan kamu lebih terpancar dengan sempurna"


" Aduh manisnya omongan my hubby ini" kata Kiran sambil mencubit pipi suaminya dengan gemas.


" Yuk turun, mommy sama yang lain udah nungguin kita"


" Hhmm"


Darren menggenggam tangan istrinya. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Pasutri itu masuk ke dalam lift.


Sesampainya di bawah. Clarissa segera menghampiri menantunya yang baru ke luar dari lift. Menantunya itu sudah susah berjalan karena kehamilannya.


" Mantu mommy cantik sekali"


" Makasih Mom. Mommy juga cantik " puji balik Kiran.


" Gimana keadaan calon cucu mommy?"


" Alhamdulillah baik Mom. Sekarang cucu mommy tambah aktif di dalam" jawab Kiran.


" Saking aktifnya membuat istri aku meringis kesakitan" kata Darren.


" Benarkah, cucu Grandma sangat aktif?" tanya Clarissa sambil mengelus perut mantunya.


Baby twins memberikan respon pada calon nenek mereka dengan menendang perut mommy mereka.


" Wah Dad, cucu mommy menendang"


" Berarti mereka menyukai Grandma-nya " kata sang suami.


" Yuk Mom, Dad, kita jalan. Kasian calon manten nya lama menunggu" kata Darren.


" Oh iya hampir saja lupa. Ntar si Romy nggak jadi nikah lagi" kata Clarissa.


" Bukan takut nggak jadi nikah Tante" jawab Romy.


" Terus apa?"


" Takut calon mempelainya di tikung ama yang lain"


" Sama aja dodol" kata Darren sambil menoyor kepala Romy.


" Sudah-sudah cepat buruan masuk, ntar daddy tinggal nih" kata Jonathan.


" Kalau bos besar sudah bicara kita nggak bisa ngelawan" kata Darren.

__ADS_1


Darren dan sang istri duduk di kursi penumpang. Begitu juga dengan Clarissa dan suaminya. Sedangkan Romy duduk di depan karena dia tidak mau jadi obat.


Semua orang pun sudah masuk kedalam mobil. Jhon pun melajukan mobilnya menuju hotel tempat acara akad nikah akan dilaksanakan. Dan malamnya akan diadakan acara resepsi.


" Doni kok nggak keliatan By?" tanya Kiran.


" Doni sama bodyguard yang lain berjaga di hotel, sayang"


" Pantas nggak kelihatan"


" Lo udah hafal belum Rom ucapan ijab kabulnya?" tanya Darren.


" Udah dong. Gue bakal mengucapkan ijab kabul nanti dengan satu tarikan nafas"


" Harus dong. Jangan sampe malu-maluin gue lo "


" Siap bos. Pokoknya lo pasti bangga sama gue"


" Oke, buktikan aja nanti"


Clarissa tersenyum mendengarkan perdebatan Darren dengan Romy. Yang satu udah mau jadi calon ayah, dan yang satu lagi mau jadi calon suami. Tapi kelakuan mereka masih saja seperti anak kecil.


" Mommy kenapa, senyum-senyum gitu?" tanya Jhonatan.


" Lucu liat tingkah putra-putra kita" jawab Clarissa. Ya ia sudah menganggap Romy sebagai putranya sendiri.


" Iya, mereka tidak berubah. Masih saja sering berdebat. Tapi itulah yang membuat mereka berdua terlihat sangat saling menyayangi"


" Benar banget Pa"


Tanpa terasa mereka pun sampai di hotel tempat akad akan di laksanakan. Doni yang melihat mobil tuannya datang, segera menghampiri mobil mewah itu.


" Makasih Rom" ucap Clarissa.


" Tuan, dan nona muda"


" Tumben kamu tampan Don" kata Darren.


" Saya kan memang tampan dari dulu tuan muda"


" Ck,, nyesel saya muji kamu " kesal Darren sambil berlalu pergi.


" Tuan muda lagi PMS ya nona?" tanya Doni pada Kiran.


" Kurang jatah dia" jawab Romy.


" Pantas agak spaning kek gitu"


" Siapa yang kamu bilang spaning?" tanya Darren yang kembali karena sadar istrinya tertinggal di belakang.


" A-anu tuan muda, listrik tetangga" jawab Doni.


" Berani kamu ghibah in saya di belakang, habis kamu"


" Eh, dimana-mana ghibah ya di belakang lha" kata Romy.


" Oh iya ya. Yuk sayang kita masuk. Ntar kalau kita lama-lama di sini, kita bisa ketularan gila" kata Darren sambil merangkul pinggang istrinya.


" Yang mau nikah itu gue, kenapa lo yang mau masuk duluan" kata Romy.

__ADS_1


" Suka-suka gue dong. Kan gue bosnya di sini"


" No, Lo tamu di sini. Karena ini tidak di jam kerja" kata Romy sambil berlalu meninggalkan Darren.


" Dasar asisten nggak ada akhlak lo"


Kiran hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah kedua lelaki tampan itu. Mereka berdua tidak kenal waktu dan tempat untuk bisa berantem.


Di depan pintu masuk hotel. Anggun dan suaminya menyambut kedatangan besannya. Kiran yang melihat mommy-nya segera menghampiri sang mommy.


" Mommy"


" Kesayangan mommy" kata Anggun sambil memeluk putrinya.


Setelah itu dia beralih memeluk Daddy-nya. Dengan senang hati Vandy membalas pelukan putri kesayangannya itu.


" Adek kangen sama Daddy"


" Daddy lebih kangen lagi sama adek"


" Tapi kenapa Daddy sama mommy jarang datang ke mansion adek"


" Maaf sayang, dua hari kemarin daddy sama mommy pergi ke rumah kakek dan nginap di sana"


" Apa kabar kakek sama nenek?"


" Alhamdulillah nenek sehat. Kakek kemarin sempat sakit, tapi sekarang udah baikan kok"


" Adek belum sempat berkunjung ke tempat kakek sama nenek"


" Nggak apa-apa, lagian mereka tau kamu lagi hamil besar"


Setelah acara kangen-kangenan nya selesai. Mereka semua pun masuk kedalam ballroom hotel yang sudah di sulap menjadi tempat akad nikah.


Tamu yang datang tidak terlalu banyak. Karena para tamu akan hadir saat acara resepsi nanti malam.


Darren, kedua orang tuanya dan juga sang mempelai pria langsung menuju tempat akad. Sedangkan Kiran dan mommy-nya pergi ke kamar tempat Nadia sekarang berada.


Karena Pak Penghulu, wali nikah dan juga para saksi sudah hadir maka acara akad nikah pun akan segera di mulai.


Karena Ayah Nadia sudah meninggal, jadi Vandy pun bertugas untuk menjadi wali hakim Nadia.


" Nak Romy sudah siap?" tanya Vandy.


" Sudah Om"


Kedua lelaki tampan beda usia itu pun langsung berjabat tangan. Vandy tersenyum karena merasakan tangan Romy yang dingin. Ia mengerti apa yang di rasakan Romy sekarang, karena ia juga pernah berada di posisi itu.


" Sah........"


Akhirnya kata sah pun menggema di ballroom hotel itu. Semua orang mengucap syukur. Terutama Romy. Ia bersyukur karena bisa mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan nafas.


Pengantin wanita pun segera di bawa keluar kamar untuk di pertemukan dengan suaminya. Nadia tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bahagianya. Karena sekarang statusnya sudah berubah menjadi seorang istri.


To be continue.


Sorry ya telat up nya..πŸ€—πŸ€—


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2