Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Keceriaan Nando


__ADS_3

" Setelah ini kalian mau kemana?" tanya Darren.


" Mungkin ke toko tas dan juga sepatu" jawab Kiran.


" Kamu mau beli tas sama sepatu?"


" Bukan aku, tapi Nando"


Darren melirik bocah berumur 9 tahun itu. " Biarkan bocah itu pergi bersama Nadia untuk membeli sepatu dan juga tas. Kamu pergi sama aku"


" Pergi kemana?" tanya Kiran.


" Ke mansion ku"


" Ngapain?"


" Ada yang mau aku perlihatkan sama kamu"


" Nggak bisa"


" Kenapa?"


" Aku tadi pergi bersama Nadia dan juga Nando. Jadi aku nggak bisa ikut kamu"


" Nggak apa-apa princess, kamu ikut sama Darren aja. Biar aku yang nemenin Nando cari sepatu sama tasnya" kata Nadia.


" Nggak, aku ikut cari sepatu sama tas untuk Nando dulu. Setelah itu baru aku ikut sama kamu, gimana?" tanya Kiran pada Darren.


" Baiklah sesuai keinginan kamu ratuku"


" Ok, sekarang kita pergi ke toko sepatu dan tas" kata Kiran.


Setelah Darren membayar makanan yang mereka pesan tadi. Mereka keluar dari restoran itu. Sekarang mereka akan pergi membeli sepatu dan tas untuk Nando.


" Selamat datang nona, tuan" sapa pelayan toko.


" Makasih mbak"


Mereka berempat pun masuk kedalam toko. Mata Nando berbinar melihat banyaknya tas dan sepatu tertata rapi di rak-rak yang ada di sana.


" Nando boleh pilih tas dan sepatu yang di inginkan" kata Kiran.


" Beneran Kak"


" Benar"


" Makasih Kak"


" Mba, tolong adek saya mencari tas dan sepatu. Pastikan bahan dan kualitas barangnya bagus ya mba"


" Baik nona. Mari Dek"


Nando mengikuti langkah kaki pelayan toko itu. Mereka akan mencari tas dan sepatu yang berkualitas. Kiran bahagia melihat Nando tersenyum seperti sekarang.


" Kapan kita akan membalas kejahatan wanita tua itu?" tanya Darren.


" Aku juga" kata Nadia.


" Besok pagi. Kita akan memberikan hukuman yang pantas untuk wanita itu"


" Apa rencana kamu honey?"


" Kita akan mengantarkan sembako untuk anak-anak yang ada di sana"


" Terus"


" Setelah ibu panti itu menerima sembakonya, kita pura-pura pergi dari sana. Kita akan lihat kemana sembako itu akan dia bawa. Dengan begitu kita bisa tau dimana dia menimbun semua sembakonya"


" Wah,, kamu memang pintar memberi umpan honey"


Kiran tersenyum mendengar ucapan Darren tadi. Dia tidak akan memberi ampun pada wanita kejam itu. Berani sekali dia mencuri hak anak yatim.

__ADS_1


Ternyata aku memang tidak salah memilih kamu sebagai pendamping hidupku gadis kecil.


Tak berselang lama Nando kembali dengan pelayan toko yang membawa tas dan sepatu di tangannya.


" Sudah dapat tas sama sepatunya?" tanya Kiran.


" Sudah Kak"


" Kok beli tas sama sepatunya cuma satu?" tanya Nadia.


" Satu aja sudah cukup Kak. Lagian untuk apa punya tas sama sepatu banyak-banyak, kalau nggak terpakai kan mubazir"


" Pintar adek kakak" puji Kiran.


" Kak"


" Hhmm"


" Bolehkah aku membelikan untuk teman-teman yang ada di panti?"


" Tentu saja boleh. Mbak tolong pilihkan tas dan sepatu yang berkualitas ya" pinta Kiran.


" Baik nona. Tapi berapa tas dan sepatu yang harus saya pilihkan nona"


" Pilihkan saja seratus tas dan juga seratus sepatu"


" Baik nona"


Beberapa karyawan toko itu bergegas mengemas tas dan sepatu yang diminta oleh Kiran tadi.


Darren melirik wanita cantik yang ada di sampingnya itu. Ia tambah mengagumi dan juga mencintai gadisnya itu. Gadis kecilnya itu bagaikan malaikat tak bersayap.


" Kenapa kamu liatin aku terus?" tanya Kiran.


" Karena kamu cantik, jadi aku betah menatap wajah kamu terus"


" Gombal" kata Kiran sambil bangkit dari tempat duduknya. Kemudian berjalan menuju kasir untuk membayar semua belanjaannya. Darren dan Nadia mengekor di belakang.


" Terima kasih sudah belanja di toko kami"


" Kalau kualitas barangnya bagus saya akan berlangganan belanja di toko ini"


" Beneran nona"


" Hhmm"


" Sekali terima kasih"


" Sama-sama"


Setelah semua urusan di toko itu selesai. Kiran pergi dari toko itu. Diikuti sama yang lainnya di belakang.


" Udah selesai kan belanjanya?" tanya Darren.


" Hhmm"


" Sekarang kamu ikut aku, nggak ada lagi penolakan"


" Baiklah tuan muda tukang paksa"


Mereka berempat berjalan keluar dari mall besar itu. Sesampainya di luar, Darren mengambil mobilnya di parkiran. Begitu juga dengan Nadia. Sekarang tinggallah Kiran dan juga Nando di sana.


" Hai cantik, ikut sama Abang yuk" kata seorang lelaki yang ingin mendambakan Kiran tadi.


Kiran menatap tajam kelima lelaki yang datang tanpa di undang itu.


" Jangan menatap kami seperti itu manis"


" Menjauh lah kalau kalian tidak ingin kehilangan nyawa"


" Wah,, kalian dengar, si cantik ini sedang mengancam kita. Tapi sayangnya ancaman kamu itu tidak membuat kita takut"

__ADS_1


" Tunggu apalagi cepat kita bawa gadis ini" kata salah satu teman lelaki itu.


Empat orang lelaki maju untuk menangkap Kiran.


" Kak, aku takut"


" Jangan takut, ada kakak. Sekarang Nando duduk di sana dulu ya"


" Terus kakak gimana?"


" Duduk manis di sana dan liat saja. Ok"


" Iya Kak, kakak hati-hati"


" Hhmm"


Nando duduk di kursi panjang yang tidak jauh dari sana. Sekarang Kiran bisa leluasa untuk menghajar para lelaki itu.


" Karena kamu tidak mau ikut baik-baik dengan kami, maka jangan salahkan kami kalau membawa kamu dengan paksa"


" Coba saja kalau kalian bisa" kata Kiran.


Para lelaki itu langsung menangkap Kiran. Tapi belum sempat tangan mereka menyentuhnya, Kiran sudah lebih dulu memelintir tangan mereka.


" Aaarrrggg,, tanganku"


" Sudah saya peringatkan, tapi kalian malah ngeyel" kata Kiran.


Ketiga teman lelaki itu kaget melihat kedua teman mereka tangannya di patahkan oleh gadis cantik itu. Wanita yang mereka sangka lemah itu ternyata bisa beladiri.


" Kalian itu bukanlah tandingan ku" kata Kiran kata Kiran sambil mendorong kedua lelaki yang tangannya sudah dia patahkan tadi.


" Kakak hebat " kata Nando sambil berlari menghampiri Kiran.


Kiran hanya membalas dengan senyuman ucapan adiknya itu. " Bagaimana? apa kalian mau mencoba membawa saya lagi?"


" Tidak! maaf sudah menyinggung anda nona"


" Sekarang cepat pergi dari sini, sebelum saya mematahkan kaki kalian!"


" Ba-baik"


Kelima lelaki itu pergi dari sana. Daripada nanti mereka tidak punya kaki pulang ke rumah.


" Tunggu!" kata Kiran.


" I-iya nona"


" Nih uang untuk mengobati tangan kedua teman kalian" kata Kiran sambil melemparkan segepok uang.


" Terima kasih nona"


Kelima lelaki itupun pergi dari sana. Sepeninggal para lelaki tadi, barulah Darren dan Nadia datang.


" Sorry telat, ada sedikit masalah tadi di parkiran" kata Darren.


" Masalah apa?" tanya Kiran.


" Ban mobil aku pecah, jadi aku ganti bannya dulu. Yuk masuk" kata Darren sambil membuka pintu mobilnya untuk Kiran.


" Princess, kita duluan ya. Sampai jumpa kembali di rumah" kata Nadia, sebelum Kiran masuk kedalam mobil.


" Ok"


Mereka pun berpisah di depan pintu masuk mall. Darren melajukan mobilnya menuju mansion-nya. Ia sudah tidak sabar melihat reaksi Kiran saat melihat ratusan boneka Pikachu yang ada di mansion-nya itu.


To be continue.


Sorry ya kemarin nggak up. Masih ada yang baca nggak ya🀭🀭


Mudah-mudahan hari ini Feby bisa up dua.

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2