Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Perasaan aneh


__ADS_3

Daffin mengepalkan tangannya menahan emosi. Ya dia melihat semua kejadian yang ada di taman antara Darren dan juga Kiran. Dia tidak menyangka akan melihat adegan Darren mencium Kiran. Sakit rasanya.


" Sayang" panggil Monica.


" Jangan pernah panggil aku dengan sebutan itu lagi, karena kau bukan siapa-siapa ku lagi"


" Tapi aku masih mencintai kamu Daffin"


" Sayangnya aku tidak mencintai kamu lagi, jadi aku mohon menjauh lha dariku "


" Tidak! aku tidak akan pernah menjauh dari kamu"


" Terserah kamu" kata Daffin sambil berlalu pergi meninggalkan Monica.


Monica tidak terima di acuhkan seperti itu oleh Daffin. Dia akan melakukan apapun supaua Daffin mencintainya kembali. Walaupun itu harus menyingkirkan wanita manja itu untuk selamanya.


Kiran sudah kembali ke tempat pesta. Walaupun tadi sempat terjadi keributan, tapi itu tidak terlalu mempengaruhi para tamu yang datang. Dia berjalan menghampiri sang empunya pesta.


" Maaf tuan James membuat keributan di acara anda?"


" It's ok nona Kiran, saya maklum. Lagian wajar saja mereka berkelahi, karena yang di perebutkan oleh dua lelaki itu wanita cantik, pintar dan sukses seperti anda"


" Tuan terlalu memuji saya"


" Tapi saya salut dengan tuan Narendra, dia cepat bertindak saat melihat wanitanya di ganggu lelaki lain"


" Eh" kaget Kiran.


" Kenapa anda kaget begitu nona? bukankah anda tunangannya tuan muda Narendra?"


" I-itu,,,,"


Belum sempat Kiran menyelesaikan ucapannya Darren datang dan langsung melanjutkan ucapan Kiran tadi. " Benar tuan James. Bahkan sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Wah,, kalau begitu selamat, dan jangan lupa undangan" kata James.


" Pasti tuan, mana mungkin saya melupakan partner bisnis seperti anda"


Kiran tidak habis pikir sama lelaki yang ada disampingnya itu. Bisa-bisanya dia berbohong pada tuan James.


" Baiklah tuan dan nona James, saya permisi ke sana dulu"


" Baiklah nona"


Setelah berpamitan dengan tuan rumah. Kiran bergabung kembali dengan sahabatnya dan juga Nando.


" Lo habis darimana?" tanya Nadia.


" Taman" jawab Kiran sambil meneguk minuman yang ada di sana.


" Ngapain lo di taman malam-malam?"


" Nenangin diri dari kedua lelaki aneh itu"


" Seharusnya lo senang di perebutkan oleh dua lelaki tampan. Walaupun gue di pihak tuan muda Narendra" kata Nadia.


" Kenapa nggak lo aja yang sama mereka"


" Gue sih mau-mau aja, tapi sayangnya mereka berdua sukanya sama kamu"


" Kalau kamu mau ambil aja"


" Ngaco kamu, perasaan itu tidak bisa di paksa"


" Betul itu" kata Darren yang tiba-tiba sudah ada di sana.

__ADS_1


" Astagfirullah, anda mengagetkan saya saja tuan" ucap Nadia.


" Maaf nona Nadia" ucap Darren sambil merebut minuman Kiran.


" Kamu kebiasaan banget sih main comot minuman aku" protes Kiran.


" Aku suka minum dari gelas kamu, karena itu secara tidak langsung kita sudah berciuman" bisik Darren di telinga Kiran.


Deg.


Jantung Kiran berdegup lebih cepat dari biasanya. Dia teringat kejadian di taman hotel beberapa menit lalu. Seketika wajahnya merona membayangkan kejadian itu.


" Kak Kiran kenapa?" tanya Nando.


Sontak Darren dan Nadia menoleh kearah Kiran.


" Ah, kakak nggak apa-apa kok"


" Terus kenapa wajahnya merah kek gitu?"


" Iya princess. Apa kamu nggak enak badan?" tanya Nadia.


" A-aku baik-baik saja"


Darren tersenyum melihat Kiran yang salah tingkah begitu. Dia pun tidak sabar ingin menggoda wanitanya itu.


" Mungki dia membayangkan kejadian di taman tadi" kata Darren.


" Emang ada kejadian apa di taman?" tanya Nadia.


" Sahabat kamu nanya tu, ayo jawab" kata Darren.


" Ng-nggak ada kejadian apa-apa kok Nad. Kamu jangan dengerin omongan dia" kata Kiran sambil menatap tajam Darren. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum memamerkan sederetan giginya yang putih.


" Perhatian para tamu semuanya. Sekarang kita masuk ke acara dansa. Bagi yang ingin berdansa silakan mengambil tempatnya. Karena nanti ada hadiah dari tuan rumah untuk pasangan yang dansanya bagus" ucap MC.


Para tamu yang mendengar ada hadiah, langsung mengambil tempat dengan pasangan mereka masing-masing.


" Kami?" jawab Kiran serentak dengan Darren.


" Iya kalian berdua, emang siapa lagi?" kata Nadia.


" Boleh juga ide anda nona Nadia" kata Darren sambil melirik Kiran.


" Nggak! lagipula aku tidak bisa dansa" kata Kiran.


" Ntar aku ajari, yuk ambil tempat honey"


" Berhenti memanggilku dengan sebutan itu"


Darren menarik tangan Kiran ke arena dansa. Mereka berdua bergabung dengan pasangan lainnya.


" Baiklah, apa semua peserta sudah siap?"


" Siap"


Musik pun mulai mengalun merdu di ballroom hotel itu. Para peserta dansa pun satu persatu menunjukkan bakat dansa mereka. Tak terkecuali pasangan unik Darren dan Kiran.


" Tarok tangan kamu di bahu aku" pinta Darren.


" Kenapa harus di bahu?"


" Iya, karena dansa emang kek gitu. Nanti tangan aku di pinggang kamu"


" Apa!"


" Jangan berteriak honey"


" Habis kamu ngomongnya ngawur"

__ADS_1


" Ngawur gimana? cabo liat sekeliling kamu. Semua pasang juga kek gitu"


Kiran mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Benar apa yang di bilang Darren, semua tangan pria berada di pinggang pasangannya.


" Emang kita harus kek gitu juga?" tanya Kiran.


" Of course baby " jawab Darren.


" Baiklah"


Kiran meletakkan tangannya di bahu Darren. Sedangkan Darren meletakkan tangannya di pinggang Kiran.


Saat tangan Darren menyentuh pinggangnya Kiran merasa geli dan juga ada perasaan aneh yang menjalar di hatinya.


" Tatap mata aku sayang" pinta Darren.


" Kenapa harus tatap mata?"


" Biar romantis dan chemistry juga dapat "


Mau tak mau Kiran pun melakukan apa yang di pinta Darren. Walaupun pertama-tama pergerakan Kiran agak kaku, tapi lama kelamaan dia bisa mengikuti pergerakan Darren.


Alunan musik yang tadinya agak slow, sekarang agak di percepat temponya. Banyak para pasangan lain yang tidak bisa mengimbangi musiknya dan akhirnya mereka gugur. Sekarang tersisa tiga pasangan lagi, termasuk pasangan Kiran dan Darren.


" Mau coba gaya dansa yang lain?" tanya Darren.


" Boleh"


Darren memutar tubuh Kiran. Mereka berdansa mengikuti alunan musik. Semua tamu yang ada di sana terpesona melihat gerakan dansa Kiran dan juga Darren. Mereka berdua terlihat seperti orang yang sudah profesional.


" Ternyata kamu cepat belajar juga honey" kata Darren.


" Hhmm"


" Aku semakin mencintai kamu"


" Jangan ucapkan kata omong kosong itu lagi Darren"


" Itu bukan ucapan omong kosong honey, tapi itu kenyataan. Karena dari dulu dan selamanya aku selalu mencintai kamu"


" Dulu?" tanya Kiran.


" Hhmm"


" Apa kamu sudah mengenalku dari dulu?" tanya Kiran.


" Tentu saja"


" Sejak kapan?"


" Sejak usia kamu delapan tahun dan aku sebelas tahun. Kamu saja yang tidak ingat sama aku"


" Benarkah?"


" Hhmm"


Kiran mencoba mengingat dimana dia pernah bertemu dengan Darren. Tapi hasilnya nihil. Dia tidak dapat mengingatnya.


" Jangan di paksakan untuk mengingatnya"


Karena dulu kamu menganggap aku lelaki aneh. Gumam Darren dalam hati.


Kiran menganggukkan kepalanya. Tapi dia juga berharap bisa mengingat kejadian dimana dia bisa bertemu dengan Darren.


Daffin merasa panas melihat keromantisan dan keintiman Kiran dan Darren di lantai dansa. Seharusnya dia yang berdansa dengan Kiran, bukannya Darren.


To be continue.


Feby mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA...πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2