Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Lamaran


__ADS_3

Prok... prok..


Semua orang yang ada di sana bertepuk tangan setelah lagunya selesai. Mereka semua penasaran siapa pemilik suara merdu itu. Kecuali Anggun, karena dia sudah tau siapa sosok misterius yang bernyanyi tadi.


Lampu mulai menyala, menampakkan sosok tampan yang masih duduk di depan piano. Kiran kaget melihat siapa sosok yang bersuara merdu tadi. Dia tidak menyangka kalau sosok itu adalah lelaki yang dia cari sedari tadi.


Darren.


Darren tersenyum pada semua orang yang ada di sana. " Hallo, selamat malam semuanya "


" Dia siapa?" tanya Kenzo.


" Calon adek ipar kamu" jawab Anggun sambil tersenyum pada putranya.


" Apa!" Kenzo dan yang lainnya kaget.


" Jadi dia orangnya?"


" Iya, tampan bukan?"


Kenzo dan yang lainnya menganggukkan kepala. Sedangkan Kiran masih diam tanpa mampu berkata-kata. Lelaki tampan nan dingin itu ternyata bisa bernyanyi.


" Nad, coba cubit pipi aku" kata Kiran.


" Buat apaan?"


" Untuk nyadarkan aku dari mimpi"


Nadia tersenyum mendengar jawaban sahabatnya itu. Jelas-jelas ini nyata, tapi sahabatnya malah bilang mimpi. Nadia pun mencubit pipi Kiran.


Aaaaww..


" Sakit kan? berarti ini bukan mimpi"


" Jadi dia beneran Darren?"


" Hhmm"


Darren tersenyum melihat ekspresi wajah Kiran. Dia berjalan menghampiri belahan jiwanya. Semua mata masih mengikuti langkah kaki Darren.


" Kenapa, kaget ya?"


Kiran menganggukkan kepalanya.


" Keren nggak penampilan aku?"


Lagi-lagi Kiran menganggukkan kepalanya.


" Ngomong dong, jangan cuma menganggukkan kepala"


" Aku speechless "


" Why ?"


" Suara kamu merdu banget"


" Menyanyi untuk orang yang spesial tentu harus bagus dan juga merdu"


" Terima kasih" ucap Kiran sambil memeluk Darren.


" Eh" Darren kaget, tapi beberapa detik kemudian dia membalas pelukan pujaan hatinya itu.


Darren tidak menyangka akan mendapatkan respon yang sangat bagus dari wanitanya. Dia melihat di mata Kiran sudah ada cinta untuk dirinya.


Ehem!

__ADS_1


Kenzo berdehem untuk menyadarkan dua insan yang saling berpelukan itu. Kiran langsung melepaskan pelukannya dari Darren. Ia sangat malu karena berpelukan di depan semua keluarga dan juga keluarga Darren.


" Ternyata putra mommy lebih romantis daripada Daddy" puji Clarissa.


" Tentu saja, dan lagi aku lebih tampan daripada Daddy"


Anggun tersenyum sambil melirik putra sulungnya. Kenzo pun membalas senyuman sang mommy.


" Sifat Darren mirip Abang ya" kata Anggun pada putranya.


" Hhmm"


" Mommy harap Darren bisa membahagiakan Kiran. Karena sudah cukup dia menderita, dan sekarang saatnya untuk dia bahagia"


" Abang harap juga gitu Mom"


Vandy ikut bahagia melihat besarnya cinta Darren untuk putrinya. Dia bisa melihat semua itu dari cara Darren melihat dan juga memperlakukan putrinya.


" Mari kita mulai acaranya" kata Vandy.


Semua orang duduk di sofa yang ada di sana. Kiran duduk di samping mommy-nya. Sedangkan Darren duduk di sebelah Daddy-nya.


Acara penyerahan seserahan pun segera di mulai. Kiran menerima semua seserahan yang di berikan oleh kedua orang tua Darren. Setelah itu dilanjutkan dengan acara tukar cincin.


Darren menyematkan cincin bertahtakan berlian itu ke jari manis Kiran yang sebelah kanan. Karena yang sebelah kiri sudah ada cincin yang dia sematkan saat melamar Kiran secara tidak resmi kemarin. Sekarang giliran Kiran yang menyematkan cincin di jari manis Darren.


Prok...prok.


Semua orang bertepuk tangan, karena acara lamaran berjalan dengan lancar. Sekarang mereka akan menentukan tanggal pernikahan. Para orang tua berembuk dahulu. Jadi anak-anak harus memisahkan diri dulu.


Kenzo dan Aska mengajak Darren ke gazebo yang ada di taman untuk menginterogasi lelaki tampan itu. Tidak jauh beda dengan Darren, Melodi dan Fira membawa Kiran ke ruang tamu untuk diinterogasi.


Di sinilah Darren sekarang di gazebo. Dia duduk di sofa ya ada di sana. Dia di apit oleh paman dan juga abangnya Kiran. Berarti dia duduk di tengah-tengah.


" Iya Bang"


" Umur kamu berapa?" tanya Aska.


" 23 Tahun "


Kok gue kek terdakwa yang sedang di adili ya.


" Apa tujuan kamu melamar adik saya?" tanya Kenzo.


" Nggak ada tujuan apa-apa Bang. Saya hanya mencintai adek Abang"


" Benar kamu nggak punya motif apa-apa mendekati ponakan saya?" tanya Aska.


" Benar paman. Lagipula saya menyukai Kiran sejak dia berumur 8 tahun"


" Apa!" kaget Kenzo dan Aska.


Lagi-lagi Kenzo dibuat kaget oleh calon adik iparnya itu. Dia tidak menyangka Darren menyukai adiknya sedari kecil.


" Apa buktinya kalau kamu mencintai adik saya dari kecil"


Darren mengambil ponselnya di saku jasnya. Dia melihatkan foto Kiran yang dia ambil diam-diam saat acara pertunangan Kenzo.


" Ini?" kata Kenzo.


" Hhhmm,, foto itu aku ambil saat pertunangan Abang"


" Tapi aku nggak melihat kamu ada di sana?"


" Saya ke sana tidak untuk menghindari pertunangan Abang, tapi saya datang ke sana untuk menemui Kiran"

__ADS_1


Kenzo menatap lelaki yang tidak lama lagi akan berubah status menjadi adik iparnya. Dia tidak melihat kebohongan di sana, melainkan dia melihat cinta yang begitu besar. Itu bisa terlihat saat Darren menyebutkan nama adiknya.


" Apa kamu juga tau dia pernah dikecewakan oleh laki-laki"


" Aku tau, dan aku sangat berterima kasih pada lelaki bodoh itu"


" Kenapa?"


" Karena berkat dia, saya bisa mendapatkan wanita cantik, pintar dan juga tangguh"


Kenzo dan Aska tersenyum mendengar jawaban Darren. Mereka yakin lelaki tampan itu bisa membahagiakan Kiran.


" Aku sebagai Abangnya dan dia sebagai paman Kiran. Kami berdua merestui hubungan kalian berdua"


" Terima kasih Bang, paman"


" Tapi ingat, jika kamu menyakitinya. Aku orang pertama yang akan maju untuk menghajar atau bahkan membunuhmu " kata Kenzo.


" Silakan, tapi aku tidak akan pernah menyakiti orang yang aku cintai. Lagipula aku juga butuh perjuangan untuk mendapatkan cinta adik kamu"


Sampai saat ini aku belum juga bisa mendapatkan hati adik kamu sepenuhnya.


" Semoga kamu bisa membuktikan semua ucapan kamu"


" Tentu"


Hening.


Ketiga cowok tampan itu larut dalam pikiran mereka masing-masing. Darren memikirkan bagaimana caranya dia kabur dari sana, karena dia ingin menemui pujaan hatinya itu.


Sama halnya dengan Darren. Kiran juga sedang di sidang sama kakak ipar dan juga tantenya. Dia tidak bisa kabur karena kedua wanita cantik itu mengapit tubuhnya.


" Jadi sejak kapan adek pacar sama Darren?" tanya Melodi kakak ipar Kiran.


" Adek nggak ada pacaran sama Darren. Dia langsung melamar""


Tapi adek belum berani mengatakannya.


" Kakak kaget saat mommy bilang adek mau tunangan karena setau kakak, adek nggak pernah dekat sama seseorang. Apa adek mencintai Darren?" tanya Melodi kakak ipar Kiran.


" Hhmm"


" Aunty ikut bahagia karena adek sudah menemukan seseorang yang mencintai adek"


" Terima kasih aunty"


" Udah saatnya adek bahagia" kata Melodi.


" Makasih Kak"


" Sama-sama sayang"


Melodi memeluk adek iparnya itu. Diikuti sama Fira. Kiran membalas pelukan kakak ipar dan juga auntynya. Ia bersyukur kerena di kelilingi sama orang-orang yang menyayanginya.


To be continue.


Babang tampan nanya, masih ada yang melek nggak🀭



Gomawo untuk kalian yang sudah kasih vote dan juga hadiah untuk babang tampan.


Sayang kalian banyak-banyak....😘😘😘


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2