
Akhirnya ciuman pasutri itupun selesai. Para bodyguard langsung mengambil nafas banyak-banyak. Karena tadi mereka sempat menahan nafas melihat kejadian romantis secara live.
" Mereka kenapa By?"
" Mungkin habis lari "
Mereka tidak tau kalau para bodyguard itu dehidrasi gara-gara ulah mereka yang tidak tau tempat saat bermesraan. Apa mereka tidak tau para jomlo sedang menangisi nasib mereka sekarang.
" Bang latihannya masih mau dilanjutkan atau gimana?" tanya Nando.
" Untuk sekarang cukup sampai di sini. Besok kita lanjut lagi"
" Ok, kalau gitu aku mau mandi dulu. Soalnya udah gerah banget"
Nando segera meninggalkan tempat latihan. Sebelum ke dalam mansion, ia menghampiri baby twins dulu.
" Hai baby twins uncle "
" Nando jangan dekat-dekat baby twins saat tubuh kamu berkeringat kek gitu" teriak Darren.
" Ya Bang. Nanti main sama uncle ya, sekarang uncle mau mandi dulu"
Alexa tersenyum pada Nando, sedangkan baby Axel asik menghisap jempolnya. Nando benar-benar gemas melihat keponakannya itu. Ia yakin, jika besar nanti banyak yang jatuh hati pada mereka berdua.
" By"
" Hhmm"
" Kapan kita mau ketempat Nadia?"
" Kenapa nggak suruh dia aja yang ke sini"
" Nggak boleh gitu. Nadia sekarang lagi hamil muda, jadi nggak boleh pergi kemana-mana dulu"
" Ya udah besok kita pergi ke sana?"
" Bener ya"
" Iya"
" Oh iya, sayur sama buah yang dibawa sama Norman tadi kasih sebagian sama Serly ya. Soalnya kebanyakan"
" Kasih aja, apapun yang ingin kamu lakukan. Selagi itu hal yang baik, aku akan selalu mendukung kamu sayang"
" Makasih By. Makin cinta deh" kata Kiran sambil mencubit pipi suaminya.
" Jangan di cubit dong?"
" Terus?"
" Cium"
" Ck,, dasar mesum!"
" Aku mesumnya cuma sama kamu"
" Weekend besok kita ke rumah kakek yuk. Udah lama kita nggak ke sana"
" Boleh. Mau nginap atau gimana?"
" Nginap, soalnya kasihan baby twins kalau bolak-balik"
" Ok. Sekarang kita masuk ke dalam, karena udara sudah mulai dingin. Kasihan baby twins"
" Hhhmm"
__ADS_1
Pasutri itu pun masuk kedalam mansion. Diikuti para pelayan yang membawa baby twins dan juga bodyguard yang selalu setia mengawal keamanan baby twins.
Kiran membawa baby twins ke kamar. Karena sudah waktunya untuk ia menyusui kedua bayinya itu. Para pelayan hanya mengantarkan sampai depan pintu lift.
Sesampai di kamarnya. Kiran langsung menyusui baby twins secara bergantian. Ia sangat beruntung mempunyai baby seperti Alexa dan juga Axel. Karena kalau salah satu dari mereka sedang menyusu, yang satunya dengan sabar menunggu gilirannya.
Ia tidak bisa membayangkan akan seperti apa ramainya mansion ini nanti karena kedua anaknya itu. Pasti sangat menyenangkan melihat mereka berlarian ke sana kemari.
" Kamu kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Darren.
" Lagi bayangin Alexa sama Axel kalau udah bisa jalan. Pasti seru, melihat mereka main kejar-kejaran"
" Tentu saja. Aku akan buatkan arena untuk mereka bermain. Jadi nanti mereka bebas mengkreasikan semua keinginan mereka"
" Tapi kamu jangan terlalu memanjakan mereka"
" Itu bukan memanjakan sayang. Tapi salah satu bentuk kasih aku sama mereka. Lagipula dengan adanya arena bermain, melatih tumbuh kembang mereka juga"
Kiran tidak menyangka kalau suaminya sudah memikirkan semua itu dari sekarang. Ia benar-benar bersyukur memiliki suami seperti suaminya itu. Lelaki yang menyebalkan, yang selalu mengikuti dirinya dari kecil, ternyata sosok suami dan juga Daddy yang hebat untuk dirinya dan baby twins.
πππ
Romy dibuat pusing oleh sang istri. Ini udah ke dua kalinya ia memasak nasi goreng untuk sang istri. Tapi belum juga sesuai dengan selera sang istri. Padahal dia sudah membuat sesuai permintaan sang istri.
" Ini aku udah bikin sesuai permintaan kamu lho yank?"
" Tapi aku maunya telor ceplok Bee"
" Ini kan telor ceplok yank"
" Bukan, itu telor mata sapi"
" Ya sama aja itu"
Romy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Emang apa bedanya telor ceplok sama telor mata sapi coba.
" Jadi bikin lagi nih"
" Hhmm"
" Telornya mata sapi kan?"
" Iya"
" Ok, aku akan buatkan yang baru dengan telor mata sapi"
" Buruan ya. Soalnya baby sudah lapar"
" Iya sayang"
Romy membawa piring berisi nasi goreng itu ke dapur. Sampai di sana, Romy menata ulang riasan nasi gorengnya. Setelah itu ia membawa kembali ke tempat sang istri.
" Ini, nasi goreng spesial telor mata sapi"
" Nah ini baru bener"
Romy merasa lega. Untung dia mengganti sebutan telornya. Kalau tidak ia pasti akan membuat nasi goreng spesial itu lagi.
Sandra tersenyum melihat tingkah putrinya yang sedang mengerjai suaminya. Ia sangat senang karena Romy selalu sabar menghadapi sikap ibu hamil yang sering berubah-ubah itu.
" Habiskan ya"
" Siap Bee"
Nadia sangat lahap menyantap nasi goreng spesial buatan suaminya. Rasa lelah karena masak tadi hilang, karena melihat sang istri makan dengan lahapnya.
__ADS_1
Pelan-pelan aja makannya. Nggak ada yang minta"
" Habisnya nasi goreng buatan kamu enak"
" Benarkah?"
" Iya. Ini nasi goreng terenak yang aku makan setelah nasi goreng buatan mama dan juga Kiran"
" Berarti aku yang ketiga dong"
" Hhmm"
" Kenapa nggak yang pertama aja?"
" Karena masakan kamu emang nomor tiga enaknya dari masakan mama sama Kiran"
" Ya deh"
" Kamu mau coba nggak?"
" Nggak untuk kamu aja"
" Cobain dulu"
Romy pun menerima suapan yang diberikan sang istri. Mata Romy terbelalak saat merasakan nasi goreng buatannya. Ia segera berlari menuju wastafel dan memuntahkan nasi goreng buatannya itu.
" Gila, asin banget! tapi kenapa istrinya bilang enak? apakah istrinya tidak ingin mengecewakan dirinya?"
Ia segera kembali ke meja makan. Ia mengambil nasi goreng yang tersisa di piring sang istri.
" Bee kok diambil sih?"
" Ini asin banget sayang. Nanti kita minta mama bikinin lagi "
" Nggak mau! aku maunya nasi goreng buatan kamu"
" Tapi ini asin sayang?"
" Nggak kok, ini enak"
" Kamu nggak usah merasa nggak enak sama aku. Aku nggak apa-apa"
" Apaan sih kamu. Ini beneran enak, calon baby suka"
" Jangan bohong"
" Beneran. Calon baby kita suka nasi goreng buatan papanya"
" Ini nggak akal-akalan kamu kan?"
" Nggak Bee, ini beneran kata baby-nya"
" Ya udah nih. Tapi kalau emang nggak kuat makannya jangan dipaksa"
" Iya Bee"
Romy menyerahkan kembali nasi goreng buatannya tadi. Walaupun ia sangat khawatir karena rasa nasi goreng itu benar-benar asin. Tapi karena calon anaknya yang minta ia pun pasrah. Ia berharap calon anaknya akan baik-baik saja setelah memakan nasi goreng yang asin itu.
To be continue.
Nih yang minta visual Nando.
Happy reading ππ
__ADS_1