Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Surprise untuk Darren 2


__ADS_3

Semua persiapan untuk surprise nanti malam sudah selesai. Darren sangat berterima kasih pada keluarga, pelayan dan juga bodyguardnya. Mereka semua telah bekerja dengan sangat giat demi terwujudnya acara surprise untuk sang istri.


" Sayang bangun " kata Darren sambil mencium seluruh wajah istrinya.


" By geli"


" Makanya bangun"


Kiran membuka matanya. Ia melihat wajah tampan suaminya sangat dekat dengan wajahnya.


" Bangun tidur aja kamu tetap cantik "


" Ck, gombal banget sih kamu By"


" Beneran sayang"


" Minggir, aku mau mandi "


" Bentar lagi aja mandinya" kata Darren sambil mengecup bibir istrinya sekilas.


" Terus kenapa tadi kamu bangunin aku?"


" Karena aku ingin main sebentar sama kamu sayang" kata Darren sambil menarik selimut yang menutupi tubuh polos sang istri.


Kiran menahan selimut itu dengan tangannya. Ia mendorong tubuh suaminya supaya menjauh darinya.


" Aku mau mandi dulu"


" Mandi bareng yuk?"


" Nggak! kalau mandi bareng jadi lama"


" Aku janji cuma mandi aja. Nggak olahraga"


" Janji ya"


" Iya sayang, aku janji"


" Tunggu apalagi. Buruan gendong"


Tanpa menunggu lama, Darren langsung menggendong istrinya ke kamar mandi. Kiran mengalungkan tangannya di leher suaminya supaya tidak jatuh.


" By, mandinya pake shower aja"


" Yakin?"


" Hhmm"


Pasutri itu pun mandi dibawah guyuran shower. Kiran senang karena suaminya menepati janjinya. Ia tau kalau suaminya itu sedang susah payah menahan hasratnya.


" Kenapa senyum-senyum gitu, hhmm?"


" Nggak apa-apa"


" Jangan bohong"


" Emang aku nggak bohong"


" Sini aku menyabunkan"


" A-aku bisa sendiri"


" Aku aja"


Kiran pun pasrah. Ia membiarkan suaminya memberikan sabun ke seluruh tubuhnya. Ia juga mau lihat suaminya itu kuat atau tidak menahan hasratnya saat menyentuh bagian tertentu dari tubuhnya.


" Kamu kuat juga ya By?"


" Tentu saja. Kan kamu juga tau seberapa kuatnya aku"


" Maksud aku kuat dalam hal itu"

__ADS_1


" Lalu?"


" Kuat dalam menahan ini" kata Kiran sambil menyentuh sesuatu yang sudah mengeras dibawah sana.


" Sayang, jangan mancing-mancing"


" Aku suka melihat ekspresi kamu kek gini By"


Darren susah payah menahan semuanya. Istrinya itu seperti sengaja menggodanya. Bukankah ia tidak boleh melewatkan kesempatan ini. Tapi dia sudah berjanji pada istrinya kalau mereka cuma mandi saja.


Kiran sangat senang melihat suaminya yang susah payah menahan hasratnya. Kapan lagi bisa menyiksa raja singa itu. Sungguh ini sangat menyenangkan.


" Sa-sayang"


" Hhmm"


" Berhenti main-main di sana"


" Kenapa?"


" Karena bahaya"


" Aku suka hal yang berbahaya"


Darren benar-benar frustrasi. Istrinya benar-benar menguji keimanannya. Tapi ia tetap berusaha menahannya. Karena ia tidak ingin merusak janji yang sudah ia ucapkan.


Kiran berjinjit supaya bisa mencium bibir suaminya. Darren kaget karena tiba-tiba saja istrinya menciumnya.


" Lakukanlah jika kamu sudah tidak bisa menahannya" bisik Kiran di telinga suaminya.


" Kamu yakin?"


" Hhhmm"


Tanpa menunggu lama, Darren pun melakukan penyatuannya. Ia sangat bahagia karena istrinya sendiri yang meminta untuk melakukannya.


Suara d*s*h*n terdengar memenuhi kamar mandi itu. Dinginnya air shower tidak menyurutkan semangat pasutri itu untuk sampai ke puncak nirwana.


Bermacam gaya pun mereka coba. Hingga suara lenguhan panjang pun mengakhiri aktivitas mereka.


" Sama-sama By"


Darren membantu istrinya membersihkan diri. Setelah selesai, ia menggendong istrinya ke luar dari kamar mandi. Ia tau, sekarang istrinya itu sudah lemas tak bertenaga karena aktivitas mereka tadi.


" Tunggu di sini, biar aku yang ambilkan pakaian kamu" kata Darren sambil mendudukkan istrinya di pinggir ranjang.


" Hhmm"


Darren berjalan menuju walk in closet mengambil pakaian untuk istrinya. Ia mencarikan dress yang cocok untuk dipakai sang istri. Karena nanti akan ada surprise yang menanti sang istri. Selesai memakai baju. Darren membawakan dress untuk istrinya.


" Sini aku bantu pakaikan bajunya"


Kiran hanya pasrah saat suaminya membantu memakaikan dress. Entah kenapa ia merasa suaminya itu agak berbeda hari ini.


" Selesai. Sekarang kita turun ya, karena yang lain sudah menunggu"


" Apa twins sudah selesai mandi?"


" Kamu tenang saja, selama ada Grandma sama Oma nya twins tidak perlu kita"


" Hubby benar"


Ya, kalau ada orang tua dan mertuanya, Kiran dan Darren tidak akan di boleh kan untuk memegang twins. Karena mereka lha yang akan mengurus twins.


Suasana di ruang keluarga sangat ramai. Dan ramenya ngalahin pasar malam. Para orang tua sibuk mengobrol. Sedangkan anak-anak sibuk bermain.


" Kalian berdua lama banget sih?" kata Serly.


" Tau, kita sampe lumutan nih karena nunggu lo berdua" kata Nadia.


" Maaf guys"

__ADS_1


" Oh iya, kapan nih kita di ajak keliling pulau?" tanya Serly.


" Ntar malam" jawab Darren.


Kiran duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Nadia. Sedangkan Darren duduk di samping Doni.


" Adelle sama Farel mana?" tanya Kiran.


" Noh sama Nando dan El" jawab Serly.


" Kami punya perawat tampan" kata Nadia.


Romy melirik Darren. Sepertinya ada yang beda dengan penampilan sahabatnya itu.


" Lo kenapa liatin gue terus. Naksir?"


" Najis! gue masih normal kali"


" Terus kenapa lo liatin gue terus. Gue tau kalau gue itu tampan"


" Lo habis olahraga ya tadi?"


" Kepo banget sih Lo"


" Bukan kepo, tapi melihat rambut lo yang setengah basah dan juga raut wajah lo yang sangat bahagia seperti menangngin lotre itu. Membuat jiwa kepengen tau gue meronta-ronta"


" Bukannya itu juga sama, kepo"


" Lo kenapa diam aja Don, bantuin gue " kata Romy pada sahabatnya itu.


" Bantuin apa? lagian benar kata tuan muda, Lo kepo banget"


" Nggak asik banget sih Lo "


" Kalau mau asyik-asyik ajak sono istri Lo" kata Darren.


El dan Nando yang melihat perdebatan ketiga lelaki tampan itu hanya bisa geleng kepala. Beruntung mereka tidak ikut bergabung di sana, kalau tidak mereka berdua akan jadi sasaran bully ketiga lelaki tampan itu.


" Kamu udah kelas berapa sekarang Nad?" tanya El..


" Kelas satu SMA Bang"


" Kamu loncat kelas juga?"


" Iya satu kali waktu kelas dua SMP"


" Pinter juga kamu ya. Apa kamu sudah punya pacar?"


" Belum Bang. Kenapa?"


" Syukurlah kalau belum. Karena pacaran itu sangat menyakitkan"


" Menyakitkan?"


" Iya. Sebenarnya bukan pacarannya sih yang menyakitkan. Tapi di tinggal pas lagi sayang-sayang nya yang sangat menyakitkan"


" Abang curhat?"


" Bukan curhat, tapi berbagi pengalaman"


" Apa Abang lagi patah hati?"


El menghela nafasnya. Serasa beban di pundaknya menghilang saat ia menghela nafas.


" Abang boleh cerita kok sama aku"


" Abang memang sedang patah hati. Makanya Abang ikut liburan ke sini untuk menghibur hati Abang yang lagi sakit karena dikhianati oleh orang wanita yang sangat kita cintai"


Nando menatap lelaki tampan yang ada di sampingnya itu. Padahal tidak ada yang kurang dari Abangnya itu. Tapi kenapa ia bisa di khianati oleh kekasihnya. Nando jadi berpikir ulang lagi untuk berpacaran. Karena ia tidak ingin mengalami hal yang sama seperti Abangnya.


To be continue.

__ADS_1


Beberapa chapter lagi novelnya akan tamat ya..


Happy reading 😚😚


__ADS_2