
4 bulan kemudian.
Sekarang usia kandungan Kiran sudah berjalan 18 Minggu. Perutnya pun juga sudah terlihat membuncit. Rasa mual dan ngidamnya pun tidak dirasa lagi.
Sekarang pasutri itu sedang bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Ya hari ini adalah jadwal untuk periksa kandungannya. Sekalian nanti dia akan mendengar detak jantung calon anak-anaknya.
" Sudah siap sayang?" tanya Darren sambil memeluk istrinya dari belakang.
" Sudah"
Darren berjongkok menyamakan tingginya dengan perut sang istri. Ia membelai dan juga mengecup perut sang istri.
" Anak-anak Daddy apa kabar?"
Kedua bayi di sana memberikan respon pada Daddy mereka. Darren kaget saat merasakan pergerakan kedua calon anaknya.
" Sayang, apa kamu merasakannya? mereka bergerak" kata Darren dengan mata berkaca-kaca.
" Iya By, aku bisa merasakannya"
" Apa mereka mendengarkan ucapan ku?"
" Mungkin"
Darren pun mengajak kembali ke dua calon anaknya bicara. Dan lagi-lagi kedua calon anaknya merespon ucapannya itu.
" Sehat-sehat terus anak-anak daddy. Sekarang kita berangkat ke rumah sakit"
" Hhmm"
Pagi ini Darren ada meeting. Tapi karena ingin menemani sang istri, ia memundurkan jadwal meeting nya. Karena ia tidak ingin melewatkan moments seperti ini. Melihat perkembangan calon anak-anaknya.
" Mobilnya sudah siap tuan" kata Doni.
Pasutri itu masuk kedalam mobil. Kalau menyebut nama Doni pasti ke ingat ama Serly ya kan?. Hubungan Serly dan Doni masih jalan di tempat. Padahal mereka berdua sudah sering jalan bareng. Tapi Doni belum berani untuk menyatakan cintanya pada wanita cantik itu.
Ya Doni memang tidak bisa menolak pesona wanita cantik itu. Walaupun sikapnya rada-rada gimana gitu ya. Tapi Doni akui kalau Serly punya daya tarik yang sangat kuat. Saking kuatnya magnet pun kala.
" Don"
" Ya nona"
" Kapan kamu mau menyatakan perasaan kamu sama Serly?"
" Saya belum berani nona"
" Kenapa? takut di tolak?"
" I-iya nona. Lagipula dia belum tentu mau sama saya nona?"
" Emang kamu tau darimana kalau dia nggak mau. Kamu aja belum mencoba?"
Doni berpikir. Apa yang di katakan nona mudanya ada benarnya. Ia belum mencoba, jadi ia belum tau bagaimana perasaan Serly yang sebenarnya pada dirinya.
" Apa kamu mencintai Serly?" tanya Darren.
" Saya tidak tau pasti tuan muda, tapi saya merasa nyaman berada disisi dia"
" Kalau kamu mencintainya dan ingin bersama dengannya kamu harus segera menyatakan cinta kamu. Karena pria sejati tidak akan membiarkan seorang wanita untuk menyatakan cinta duluan. Kalau soal di terima atau nggak nya itu masalah belakangan"
__ADS_1
" Baik tuan muda, saya akan coba"
" Lebih cepat lebih baik. Ntar keburu Serly diambil sama orang"
Benar apa yang di bilang tuan mudanya. Ia harus cepat mengambil tindakan. Karena diluar sana banyak yang menginginkan wanita cantik itu.
Tanpa terasa mereka sampai di rumah sakit. Darren membantu istrinya untuk turun dari mobil. Pasutri itu pun langsung masuk kedalam rumah sakit.
Menjadi pusat perhatian sudah biasa bagi pasutri itu. Mereka terus saja berjalan menuju ruangan dokter kandungan. Karena Kiran sudah membuat janji terlebih dahulu.
" Selamat datang tuan, nona"
" Makasih Dok"
" Udah siap untuk pemeriksaannya?"
" Sudah Dok"
" Yuk langsung saja berbaring"
Kiran pun berbaring di bed yang ada di ruangan itu. Seperti biasanya sebelum melakukan USG dokter akan mengoleskan gel terlebih dahulu.
Darren dan Kiran fokus menatap layar monitor yang ada di samping kanan sang istri. Sekarang kedua janin yang ada di kandungan istrinya sudah mulai ada bentuknya.
Bentuk tubuhnya sudah mulai terbentuk. mulai dari kepala, telinga dan juga kakinya juga sudah terlihat jelas di sana.
" Keadaan kedua bayi anda sangat sehat ya nona. Dan air ketubannya juga bagus. Dan coba liat dia menguap"
Mata Darren dan Kiran tidak berkedip melihat calon bayi mereka yang bergerak aktif di dalam sana.
" Apa nona sudah merasakan pergerakan bayi nona?"
" Itu sangat bagus. Berarti sang bayi merespon ucapan anda tuan muda. Sering-sering lha mengajak mereka berbicara. Anda juga bisa mendengarkan musik pada mereka nona"
" Benarkah?"
" Iya, dan itu juga sangat bagus untuk tumbuh kembang mereka"
" Baik Dok, nanti saya akan coba "
" Apa kami sudah bisa mendengarkan detak jantungnya Dok?" tanya Darren.
" Tentu saja bisa"
Dokter itu menggerakkan lagi alat itu. Ia mencari posisi jantung kedua janin itu. Tak berselang lama terdengar bunyi detak jantung kedua calon bayi itu.
Darren tidak dapat menahan air matanya. Ia sangat terharu bisa mendengar detak jantung kedua buah hatinya. Begitu juga dengan Kiran. Darren mengecup kening sang istri.
" Apa nona dan tuan ingin mengetahui jenis kelaminnya?"
" Nanti saja dokter. Biar jadi kejutan"
" Baiklah"
Karena keadaan janin dan calon ibunya sehat. Sesi pemeriksaan pun selesai. Darren membantu istrinya untuk turun dari bed. Setelah itu mereka kembali duduk.
" Vitaminnya masih harus diminum ya nona"
" Baik Dok"
__ADS_1
Setelah semuanya selesai. Darren dan istrinya pamit undur diri. Karena ia akan ada meeting sebentar lagi, jadi tidak bisa berlama-lama.
Darren terus memandang foto USG yang ada di tangannya. Kedua calon anaknya sehat di dalam kandungan sang istri.
" Apa hubby mau langsung ke kantor?"
" Iya. Tapi aku harus mengantarkan kamu ke mansion dulu. Setelah itu baru aku pergi ke kantor"
" Maaf ya sudah merepotkan hubby"
" Kamu ngomong apa sih? aku tu nggak pernah merasa direpotkan sama kamu. Lagi pula kamu istriku, jadi jangan pernah berkata seperti itu"
" Hhmm"
Doni segera bangkit dari duduknya saat melihat tuan dan nona mudanya keluar dari rumah sakit. Ia membukakan pintu mobil untuk pasutri itu.
" Mau langsung ke kantor, atau ke mansion dulu tuan?"
" Mansion dulu Don"
Doni mulai menghidupkan mesin mobil. Setelah itu ia melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.
Kiran menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. Akhir-akhir ini ia memang sering kelelahan.
" Kamu ngantuk sayang?"
" Hhmm"
" Tidurlah, nanti kalau sudah sampai aku bangunkan"
" Nggak, nanti aja kalau udah di mansion"
" Ya sudah"
Kiran menghirup aroma wangi tubuh suaminya. Darren menekan tombol yang ada di samping kanannya. Seketika tirai tertutup. Ia tidak ingin Doni melihat ia dan istrinya sedang berciuman atau melakukan hal lain.
" Sayang jangan seperti ini"
" Kenapa?"
" Karena nanti kamu bisa membangunkannya"
Kiran tidak mendengarkan ucapan suaminya. Ia masih terus mengecup leher suaminya. Darren bersusah payah menahan hasratnya. Ia tidak boleh terpancing, karena hari ini dia akan meeting.
" Kenapa aku nggak bisa membuat stempel seperti hubby?"
Darren terkekeh mendengar pertanyaan sang istri. Mau aku ajarin gimana cara buatnya?"
" Mau" jawab Kiran antusias.
Darren mulai mengajari istrinya cara membuat stempel kepemilikan. Ia menyesap dengan lembut leher jenjang sang istri.
Suara d*s*h*n pun lolos dari bibir Kiran. Darren tersenyum saat mendengar suara yang barusan keluar dari mulut sang istri. Pasutri itu tidak sadar kalau didepan sana ada Doni yang berusaha untuk tidak mendengar suara tadi.
To be continue.
Calon hot mommy.
__ADS_1
Happy reading ππ.