Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Siaga 1


__ADS_3

Kiran berharap di dalam kamar itu ada dua bed, jadi dia tidak harus tidur satu bed dengan Darren. Namun harapannya hanya tinggal harapan, karena di dalam kamar itu hanya ada satu bed.


Masa aku harus tidur seranjang sama dia.


" Honey password kopernya apa?" tanya Darren.


" Untuk apa kamu tanya password koper aku?" tanya balik Kiran.


" Mau masukin pakaian kamu ke dalam lemari"


" Nggak usah, biar aku aja yang masukin ke dalam lemari" kata Kiran.


" Ya udah, kalau gitu aku mau mandi dulu"


" Hhmm"


" Kamu mau ikut nggak?"


" Nggak!" tolak Kiran dengan cepat.


" Padahal aku berharap kamu bilang iya" kata Darren sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


Kiran bisa bernapas lega. Setidaknya dia bisa terbebas dari Darren. Kiran mulai menyusun pakainya ke dalam lemari yang ada di sana. Dia melihat pakaian Darren tersusun rapi di dalam lemari itu. Kiran menyusun pakainya di sebelah pakaian Darren.


Setelah selesai menyusun pakaiannya, Kiran berjalan menuju balkon kamar yang di tempati itu. Dia terpukau melihat pemandangan dari atas balkon itu.


" Nyaman banget tinggal di sini. Tempatnya masih asri dan pemandangannya juga bagus lagi"


Dari atas balkon itu, Kiran juga bisa melihat laut. Sore nanti dia akan pergi ke sana untuk melihat sunset. Pasti menyenangkan.


" Honey"


" Apaan sih Darren manggil aku honey honey terus"


" Honey" panggil Darren lagi.


" Apaan"


" Tolong ambilkan handuk dong?"


" Apa!"


" Ayolah, aku lupa membawanya tadi"


" Bilang aja kamu sengaja"


Terdengar tawa lepas dari dalam kamar mandi. Darren tidak menyangka kalau rencananya akan cepat di ketahui oleh gadisnya itu.


" Ya udah, buruan ambilkan"


" Sebentar"


Kiran mengambil handuk di dalam lemari. Dia berjalan menuju kamar mandi.


" Aku taruh handuknya di lantai ya"


" Jangan! nanti handuknya kotor"


" Terus harus gimana"


Darren membuka pintunya sedikit, kemudian dia mengulurkan tangannya keluar. " Sini handuknya"


Kiran memberikan handuknya ke tangan Darren. Setelah itu dia kabur ke tempat tidur. Dia tidak ingin Darren berbuat hal yang aneh-aneh.


Pintu kamar mandi terbuka. Kiran melihat ke arah kamar mandi. Darren keluar hanya dengan memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Kiran segera menutup matanya, karena dia tidak ingin matanya terkontaminasi oleh bentuk tubuh yang sempurna itu.


" Kenapa kamu tutup mata gitu?"


" Cepat pake baju kamu"


Darren tersenyum licik. Ide jahil pun muncul dalam kepalanya. Ia tau tak ada yang mampu menolak bentuk tubuhnya yang atletis itu.


" Aku udah selesai kok pake bajunya"


" Cepat amat"


" Untuk apa lama-lama cuma pake baju doang"


Kiran membuka matanya. Alangkah kagetnya dia melihat Darren berdiri tidak jauh darinya. Dan yang parahnya dia bertelanjang dada.


" Aaaaaa,, Darren!" teriak Kiran sambil berlari keluar kamar.


Tawa Darren pun pecah melihat tingkah lucu Kiran. Dia tidak menyangka reaksi Kiran akan seperti itu. Ada rasa kebahagiaan tersendiri baginya.


" Penakut amat sih kamu honey"

__ADS_1


" Biarin! cepat pake baju kamu"


" Iya sayangku, cintaku, ratuku. Aku akan segera melaksanakan titah mu"


Kiran tidak habis pikir dengan lelaki tampan itu. Bisa-bisanya dia bertelanjang dada di depan wanita lugu seperti dirinya.


" Hampir saja mata aku ternodai oleh laki-laki mesum itu"


Darren sudah selesai memakai pakaiannya. Sekarang dia sudah terlihat tampan dan juga lebih fresh.


" Udah selesai, cepat masuk"


" Nggak! kamu pasti ngerjain aku lagi"


" Nggak sayang, kali ini beneran. Aku nggak bohong"


Kiran perlahan memutar handle pintu itu. Dia melihat Darren duduk di pinggir tempat tidur sambil memainkan ponselnya.


" Percaya kan?"


" Apa?"


" Kalau aku udah pake baju"


" Hhmm"


" Sekarang kamu mandi gih. Setelah mandi baru aku ajak jalan-jalan"


" Jalan-jalan kemana?"


" Pantai, sambil nanti liat sunset "


" Beneran?" tanya Kiran antusias.


" Hhmm "


" Baiklah aku akan segera mandi"


Kiran bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Dia sudah tidak sabar ingin melihat sunset.


Darren berbaring di atas kasur empuk itu. Sambil menunggu Kiran mandi dia memainkan game yang ada diponselnya. Tapi baru mau membuka games ponselnya berbunyi. Darren segera menjawab panggilan telepon itu.


" Hallo Mom"


" Dasar anak nakal, beraninya kamu tidak menghubungi mommy"


" Sekarang kamu lagi dimana?"


" Bali Mom"


" Ngapain di sana? apa ada kerjaan di sana?"


" Nggak Mom. Lagi liburan"


" Liburan?"


" Hhmm"


" Terus pekerjaan kamu di kantor gimana?"


" Ada Romy Mom yang ngerjain"


" Sama siapa kamu liburan ke sana"


Belum sempat Darren menjawab pertanyaan sang mommy.


" Darren tolong ambilkan handuk dong" Tiba-tiba Kiran meminta tolong.


" Kok mommy denger suara cewek minta tolong ambilkan handuk?"


" Ya emang aku lagi liburan sama calo mantu mommy"


" Apa! terus kalian tidur sekamar?!"


" Iya Mom. udah dulu ya Mom, aku mau pergi ke pantai dulu sama pacar aku"


Tut.


Darren mematikan sambungan teleponnya.


" Kenapa kamu ikut-ikutan nggak bawa handuk?"


" Namanya juga buru-buru tadi. Sini handuknya"


" Buka dululah pintunya"

__ADS_1


Kiran membuka pintu kamar sedikit, kemudian dia mengulurkan tangannya keluar. " Mana?"


" Nih" kata Darren sambil meletakkan handuk itu di tangan Kiran.


" Sekarang kamu keluar dulu dari kamar"


" Kenapa harus keluar?"


" Aku mau ganti baju, jadi keluar dulu"


"Baiklah, aku tunggu di luar"


" Hhmm"


Darren berjalan keluar kamar. Setelah langkah kaki Darren sudah menjauh, barulah Kiran membuka pintu kamar mandi. Dia melihat sekeliling, dia takut nanti Darren muncul tiba-tiba.


" Alhamdulillah aman"


Kiran bergegas menuju lemari pakaian untuk mengambil pakaiannya. Dia segera memakai baju. Takut lelaki mesum itu masuk tiba-tiba.


Setelah berpakaian, Kiran keluar dari kamarnya. Dia siap pergi jalan-jalan ke pantai bersama dengan Darren.


" Udah siap berangkat?" tanya Darren sambil memakai kacamata hitamnya.


" Siap"


" Gandeng tangan aku" titah Darren.


" Emang harus?"


" Iya sayang"


Kiran yang malas berdebat langsung menggandeng tangan Darren. Darren tersenyum penuh kemenangan. Mereka berjalan menuju pantai yang ada di belakang villa itu.


Di tempat lain.


Setelah mendengar ucapan putranya melalui telepon tadi. Mommy Darren langsung menemui suaminya.


" Dad,, daddy!"


" Ada apa sih Mom, teriak-teriak gitu"


" Gawat Daddy"


" Gawat kenapa?"


" Putra kamu yang nakal itu sudah tidur bersama wanita"


" Bagus dong"


" Kok bagus sih Dad?!"


" Ya kalau dia sudah tidur bersama wanita. Tinggal kita nikahkan saja mereka"


" Nikahkan?"


" Hhmm"


" Tapi kita tidak tau wanita seperti apa yang dia ajak tidur"


" Perempuan baik-baik pastinya Mom"


" Darimana daddy tau kalau perempuan itu adalah perempuan baik-baik"


" Karena daddy sangat mengenal siapa putra Daddy"


" Baiklah, sekarang ayo kita susul anak nakal itu ke Bali dan segera kita nikahkan mereka"


" Sekarang?"


" Tahun depan"


" Oh taun depan"


" Sekarang daddy!"


" Tadi bilangnya taun depan, gimana sih mommy"


" Buruan!"


" Iya, nih Daddy lagi telpon orang bandara untuk menyiapkan pesawat jet kita"


" Bagus, sekarang kita berangkat ke bandara"


To be continue.

__ADS_1


Wah gawat nih mommy sama daddy Darren mau nyusul ke Bali 🀭


Happy Reading 😚😚


__ADS_2