Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Detik-detik persalinan


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama dua jam. Akhirnya mereka sampai di mansion dengan selamat. Karena Doni melajukan mobilnya di atas kecepatan rata-rata.


" Kamu bisa pulang sendiri kan?" tanya Doni pada Nando.


" Bisa. Lagian kan ini sudah di depan mansion"


" Ah iya. Kalau begitu Abang pulang dulu"


" Hhmm"


Doni bergegas menuju rumahnya yang ada di belakang mansion. Ia ingin melihat keadaan istrinya. Karena nona mudanya tadi bilang di telpon kalau sang istri sudah mau melahirkan.


" Sayang" teriak Doni saat sampai di depan pintu.


" Mau masuk rumah itu ucapkan salam. Bukan ucapkan sayang" kata Romy.


" Lo di sini?"


" Hhmmm"


" Eh, tuan muda"


" Kenapa kamu kaget gitu liat saya?" tanya Darren.


" Wajah Lo killer " jawab Romy.


Pletak.


Aawwww...


" Lo apa-apaan sih Ren, main getok aja"


" Suka-suka gue dong. Oh iya, gimana tugas yang saya berikan sama kamu?"


" Alhamdulillah sudah selesai tuan muda"


" Good. Sekarang segera temui istri kamu"


" Terima kasih tuan muda"


Doni bergegas masuk kedalam rumah. Ia sudah tidak sabar ingin melihat keadaan istrinya. Gara-gara Romy dan tuan mudanya ngajak ngobrol, ia jadi telat menemui sang istri.


" Sayang"


Serly yang sedang mengobrol dengan kedua sahabatnya menoleh kearah suara yang sangat ia kenal itu. Ia melihat suaminya sedang tersenyum padanya.


" Kamu udah pulang?"


" Iya. Alhamdulillah tugas yang diberikan tuan muda cepat selesai, jadi aku bisa cepat pulang"


" Terus Nando dimana? dia baik-baik aja kan? dia nggak terluka kan?"


Apa-apaan pertanyaan itu. Dia malah nanyain dan mengkhawatirkan Nando?. Sedangkan aku suaminya sendiri nggak di khawatirkan.


" Jangan bilang kalau kamu lagi ketempelan demit yang ada di tempat proyek"


" Ngaco kamu"


" Habisnya ditanyain kamu malah bengong?"


" Habisnya kamu nanyain Nando, bukan aku" jawab Doni sambil berlalu pergi meninggalkan istrinya.


" Ih, apa-apaan dia main pergi gitu aja"

__ADS_1


" Ya jelas laki Lo pergilah. Wong kamu nanyanya gitu" kata Nadia.


" Emang ada yang salah?"


" Salah sih nggak. Cuma? dia itu suami Lo. Jadi Lo harus nanyain keadaan dia dulu"


" Oh astaga. Jadi suami gue merajuk ceritanya"


" Hhmm"


" Gue susul suami gue dulu ya"


" Ok sip"


" Bujuknya nanti jangan pake ngadon ya. Lo udah mau melahirkan" pesan Kiran.


" Lo kok tau sih kalau gue bujuknya dengan itu?"


" Tau lha. Cepat sana bujuk laki Lo yang lagi merajuk"


" Siap bos"


Serly segera menyusul suaminya yang sedang merajuk. Ia tidak boleh membiarkan suaminya merajuk lama-lama.


Sesampainya di kamar, Serly tidak melihat keberadaan suaminya. Tapi dia mendengar suara gemericik air. Itu tandanya suaminya sedang mandi.


Serly yang tidak mau menunggu lama. Ia langsung menyusul suaminya ke kamar mandi. Beruntung suaminya itu kalau mandi selalu tidak mengunci pintu. Jadi ia bisa leluasa masuk.


Wanita hamil itu menelan saliva-nya kala melihat pemandangan yang terpampang nyata di depan matanya itu. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna. Serly langsung memeluk suaminya itu.


Aaaaa..


" Jangan berteriak, ntar orang pikir aku perkosa kamu"


" Habisnya kamu ngagetin aja"


" Ck kamu ini. Cepat keluar sana, kasian dedeknya nanti kedinginan"


Emang bisa bayi dalam perut kedinginan?. Sepertinya suaminya ini ketempelan demit di proyek.


" Baby bilang mau mandi bareng papanya"


" Baby, atau Emaknya yang mau mandi bareng?"


" Dua-duanya" jawab Serly dengan nada manja.


" Tapi kamu lagi hamil gede Yank. Aku takutnya, kamu melahirkan di sini"


" Apa hubungannya hamil gede ama mandi bareng coba?"


" Ya kan kamu tau aku mainnya gimana. Aku takut nyakitin calon anak kita"


Serly tersenyum. Ia tau kemana arah pembicaraan suaminya itu. " Aku bilangnya kan mandi bareng. Bukan ngadon bareng"


" Lha biasanya juga kita mandi barengnya juga sambil ngadon "


" Itu kemarin-kemarin. Sekarang udah nggak lagi"


" Baiklah kita mandi bareng"


" Eh nggak jadi deh. Aku udah selesai mandi tadi"


" Tanggung Yank. Lagian kamu udah basah juga"

__ADS_1


" Nggak apa-apa, nanti bisa ganti. Kamu lanjutkan lagi mandinya"


" Bener nih nggak mau mandi bareng?"


" Hhhmm"


Serly segera keluar dari kamar mandi. Ia takut kalau berlama-lama di dalam kamar mandi, ia bisa khilaf dan bisa memperkosa suaminya. Doni hanya bisa pasrah di tinggal saat lagi on on nya.


Setelah mengganti pakaiannya yang basah tadi. Serly kembali ke tempat sahabatnya. Namun belum sampai di depan pintu, perutnya kembali terasa sakit.


Aaaaww..


Ia memegang perutnya yang semakin terasa sakit. Ia berpegangan pada sofa yang ada di sana.


" Sayang"


Doni yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri istrinya. Ia sangat khawatir melihat istrinya yang seperti menahan rasa sakit.


" Apa udah saatnya?"


" Sepertinya begitu"


" Kamu duduk dulu, aku mau pakai pakaian aku dulu"


Doni membantu istrinya duduk di sofa. Sebenarnya ia sangat khawatir dengan istrinya. Tapi ia tidak boleh terlihat panik. Karena sekarang istrinya sedang membutuhkan dirinya.


Ia segera memakai pakaiannya. Setelah memakai pakaiannya, Doni langsung menggendong istrinya keluar dari kamar.


" Don, Serly kenapa?"


" Sepertinya sudah mau melahirkan nona muda"


" Cepat bawa ke rumah sakit"


Doni segera membawa istrinya ke mobil. Kiran dan Nadia mengikuti di belakang.


" By, tolong bawa mobil"


" Siap sayang"


Darren segera mengambil alih kemudi. Kiran duduk di kursi depan di samping suaminya. Sedangkan Doni duduk di kursi penumpang. Ia menemani istrinya.


" Gue nyusul pake mobil di belakang"


" Jangan lupa bilang sama Nando ya Nad untuk jaga baby twins"


" Siap bos"


Darren segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Mobil mewah itu perlahan meninggalkan mansion mewah itu.


Kiran menghubungi dokter Linda untuk menyiapkan semua keperluan untuk persalinan. Jadi pas Serly sampai nanti bisa langsung di bawa ke ruang persalinan.


Serly menahan rasa sakitnya dengan menggenggam erat tangan suaminya. Ia tidak ingin melakukan adegan seperti dalam drama yang ia tonton. Karena sayang wajah tampan suaminya harus di cakar.


Doni tidak tega melihat istrinya menahan sakit seperti itu. Andai rasa sakit itu bisa di gantikan, maka dengan senang hati ia akan menggantikan rasa sakit itu.


" Sayang sabar ya, sebentar lagi kita sampai"


Hanya itulah yang dapat ia katakan pada istrinya saat ini. Karena jujur, saat ini ia sangat khawatir dengan istrinya.


Mereka pun sampai di rumah sakit. Doni segera membawa istrinya keluar dari mobil. Dokter dan suster sudah menunggu kedatangan mereka di depan pintu masuk.


Doni membaringkan istrinya di atas Brankar yang sudah disediakan oleh suster. Serly segera di bawa ke ruang persalinan. Doni mengikuti istrinya ke ruang persalinan. Begitu juga dengan Kiran dan suaminya.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2