Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Terluka lagi


__ADS_3

Prok..Prok..


Suara tepuk tangan pun menggema di ballroom hotel itu, setelah pemenang lomba dansa di umumkan. Saking senangnya Kiran memeluk Darren. Dengan senang hati Darren membalas pelukan Kiran.


" Kita menang" kata Kiran masih memeluk Darren.


" Hhhmm"


Beberapa menit kemudian dia pun tersadar dan segera melepaskan pelukannya dari lelaki tampan itu.


" Kenapa di lepas?" tanya Darren.


" Ng-nggak apa-apa"


" Aku suka liat kamu yang malu-malu"


" Apaan sih"


Darren membelai lembut rambut panjang milik Kiran. Entah kenapa dia sangat suka melakukan hal itu.


" Selamat tuan Darren dan juga nona Kiran " ucap tuan James dan istrinya.


" Terima kasih tuan" ucap Darren.


" Oh iya, ini hadiah untuk kalian berdua" kata istri tuan James sambil memberikan amplop pada Darren.


" Apa ini tuan James?" tanya Darren.


" Buka saja"


Darren membuka isi amplop itu. Dia melihat ada dua lembar tiket pesawat dan juga kartu akses untuk masuk ke villa.


" Tiket?"


" Iya itu tiket liburan dan juga kartu akses untuk masuk ke villa pribadi saya yang ada di Bali"


" Maksud tuan, saya nggak ngerti?"


" Anda berdua liburan bersama di pulau Bali, dan menginap nanti di villa milik saya"


" Wah,, sepertinya menyenangkan bisa liburan bersama orang yang kita sayang. Benar nggak honey?" tanya Darren pada Kiran.


" Liburan? aku nggak bisa" tolak Kiran.


" Kenapa?"


" Aku sibuk"


" Kita tidak boleh menolak pemberian tuan James. Jadi kita akan pergi liburan bersama"


" Emang harus?"


" Iya sayang. Apa kamu tidak liat betapa senangnya mereka saat memberikan hadiah ini pada kita" kata Darren.


Kiran menoleh ke arah pasutri itu. Benar apa yang di bilang Darren, mereka terlihat sangat bahagia. " Baiklah aku ikut"


" Gitu baru bener" kata Darren sambil tersenyum pada Kiran.


" Jadi kapan kalian akan pergi?" tanya tuan James.


" Mungkin hari Sabtu tuan" kata Darren.


" Kami tunggu kedatangannya" kata James.


" Kalau begitu kami pamit pulang dulu tuan, karena hari sudah malam" kata Darren sambil melirik jam tangannya.

__ADS_1


" Baiklah, terima kasih karena sudah datang"


" Sama-sama tuan"


Setelah berpamitan dengan pasutri itu, Kiran dan Darren pergi dari hotel itu. Diikuti sama Nadia dan Nando di belakang.


Darren dan Nadia pergi mengambil mobil di parkiran, sedangkan Kiran dan Nando menunggu di depan hotel.


Daffin yang melihat Kiran tidak bersama dengan Darren, dia pun mengambil kesempatan itu untuk membawa Kiran pergi dengannya. Dia melajukan mobilnya ke tempat Kiran sedang berdiri.


" Princess yuk naik " kata Daffin.


" Makasih, tapi aku pulang sama Darren" tolak Kiran.


Daffin turun dari mobilnya, kemudian dia menarik tangan Kiran masuk kedalam mobilnya.


" Lepasin Kak Kiran" kata Nando sambil memukul tangan Daffin.


" Minggir kamu anak kecil" kata Daffin sambil mendorong tubuh Nando, hingga bocah itu terjatuh.


" Nando!" teriak Kiran.


" Cepat masuk princess"


Kiran menghempaskan tangan Daffin dengan kasar. Setelah itu dia membantu Nando berdiri.


" Apa ada yang luka?" tanya Kiran pada Nando sambil memeriksa keadaan Nando dari atas ke bawah.


" Aku baik-baik saja kok Kak"


Kiran menatap tajam kearah Daffin. " Berani sekali kau menyakiti anak kecil?!"


" Aku tidak bermaksud menyakitinya" kata Daffin.


" Nggak bermaksud kata kamu?!"


" Itu karena kamu nggak mau aku suruh masuk kedalam mobil"


" Aku sudah katakan padamu. Kalau aku pulang sama Darren"


" Kenapa kamu nggak mau pulang sama aku. Lagipula rumah kita berdekatan"


" Aku tidak tinggal di rumah mommy lagi. Jadi pergilah"


" Terus kamu tinggal dimana? apa jangan-jangan kamu tinggal bersama lelaki itu"


" Aku tinggal atau tidak dengan dia, tidak ada urusannya dengan kamu"


" Apa kamu sudah berubah menjadi perempuan murahan princess"


Plak.


Satu tamparan keras mendarat di pipi Daffin.


" Jangan ucapan mu tuan Daffin"


" Kenapa? apa yang aku ucapkan benar?"


" Kalau iya kenapa? sekarang kau sudah tau siapa aku kan. Jadi mulai detik ini jangan pernah tampakkan wajahmu di hadapanku" kata Kiran sambil berlari pergi dari sana.


" Princess, maafkan aku" kata Daffin setelah sadar apa yang dia ucapkan pada wanita cantik itu.


Kiran tidak menghiraukan ucapan Daffin. Dia terus berlari menjauh dari sana. Luka yang pernah di goreskan Daffin dulu sekarang terbuka lagi. Bahkan luka itu bertambah besar. Tanpa terasa air matanya menetes.


Mobil mewah milik Darren berhenti di depan hotel. Nando yang melihat mobil Darren berhenti, segera menghampiri mobil Darren.

__ADS_1


" Kak Kiran"


" Kenapa dengan Kak Kiran?!" tanya Darren dengan nada khawatir.


" Dia pergi kata Nando" kata Nando sambil menangis.


" Pergi kemana?" tanya Darren cemas.


" Ini gara-gara orang itu" kata Nando sambil menunjuk kearah Daffin.


Darren melihat arah tunjuk Nando. " Lo lagi?!"


Ingin rasanya dia menghajar Daffin, tapi dia teringat akan Kiran. " Kamu tunggu Kak Nadia di sini. Abang mau cari Kak Kiran dulu"


" Tolong bawa Kak Kiran kembali"


" Hhmm"


Darren melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan wanitanya.


" Kemana kamu sayang, jangan bikin aku khawatir?"


Mobil mewah Darren terus melaju membelah jalanan. Dia semakin mempertajam penglihatannya. Tiba-tiba matanya menangkap sosok wanita yang sangat dia kenal. Dia segera menepikan mobilnya ke pinggir jalan.


Darren berlari menghampiri Kiran. Sampai di dekat Kiran, dia segera membawa Kiran kedalam pelukannya.


" Aku menemukan kamu" kata Darren yang masih memeluk Kiran.


Kiran hanya diam, dia tidak membalas pelukan Darren. Karena tidak ada balasan dari Kiran, Darren pun mengurai pelukannya.


" Sayang " panggil Darren.


Hiks..hiks..


" Kenapa dia selalu menyakiti aku" kata Kiran dalam tangisnya.


Darren merasa sakit melihat wanitanya menangis seperti itu. Dia lebih suka melihat Kiran bawel daripada menangis seperti sekarang ini.


" Siapa yang berani menyakiti kamu, maka aku akan menghancurkannya"


" Apa aku terlihat seperti wanita murahan?"


" No, kamu wanita terhebat yang pernah aku temui" kata Darren sambil memeluk Kiran kembali.


" Tapi kenapa dia bilang aku seperti itu?"


" Siapa yang bilang kamu seperti itu, biar aku bunuh orang itu" kata Darren.


Kiran menggelengkan kepalanya. " Jangan"


Darren membelai rambut wanitanya, dan sesekali mencium puncak kepala Kiran.


" Jangan menangis lagi, aku ikut sakit melihat kamu seperti ini" kata Darren sambil menghapus air mata Kiran.


Kiran menatap lelaki yang ada di hadapannya itu. Dia tidak menyangka kalau melihatkan sisi lemahnya pada lelaki tampan itu.


" Aku tau kalau aku ini memang tampan, jadi wajar mata kamu nggak berkedip seperti itu"


" Ck.. pede banget kamu"


Darren tersenyum, akhirnya sifat asli wanita sudah kembali. Kalau Kiran sudah bicara seperti itu, berarti wanitanya sudah baik-baik saja.


To be continue.


Dapat Ilham pas nunggu daging kurban 🀭

__ADS_1


Happy Reading 😚😚.


__ADS_2