Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Shopping time


__ADS_3

Siang hari.


Kiran dan mommy Darren sedang berada di mall yang ada di Bali. Sedangkan Darren dan sang Daddy menjadi bodyguard untuk kedua wanita cantik yang beda usia itu.


" Dad, jauhkan mommy dari calon istriku dong?" pinta Darren.


" Kamu kan tau gimana mommy mu, bisa-bisa Daddy puasa lagi"


" Ck.. dasar Isti " kata Darren.


" Isti?"


" Iya, ikatan suami takut istri" kata Darren lagi.


" Daddy bukannya takut, tapi menghargai mommy mu. Kamu kalau sudah menikah nanti pasti lebih parah dari Daddy"


" Nggak "


" Iya, sekarang sudah bisa dilihat bagaimana bucin-nya kamu sama Kiran"


Darren tersenyum, mungkin apa yang di katakan daddy-nya benar. Dia memang tidak bisa menolak apapun keinginan wanitanya itu.


" Apa Kiran gadis kecil yang kamu maksud dulu itu?"


" Hhmm"


" Apa dia sudah tau kalau kamu juga mengoleksi boneka Pikachu favoritnya"


" Belum" jawab Darren sambil menatap gadis kecilnya yang sedang asik memilih baju dengan sang mommy.


" Tunjukkan keseriusan kamu pada dia" kata Jonathan sambil menepuk pundak sang anak.


" Pasti Dad. Oh iya, Daddy duluan aja masuk kedalam tokonya. Aku mau ke toilet dulu"


" Baiklah"


Darren dan Daddy-nya berpisah. Sang daddy masuk kedalam toko, sedangkan Darren pergi ke toko perhiasan. Ya dia berbohong pada Daddy-nya. Dia tidak ingin Daddy-nya tau kalau dia akan melamar Kiran. Kalau Daddy-nya tau Sudah pasti mommy-nya juga akan tau, bisa-bisa nanti sang mommy mengacaukan lagi suasana romantisnya dengan Kiran.


" Selamat datang tuan. Ada yang bisa kami bantu?"


" Saya mau cari cincin yang paling bagus dan juga tidak banyak di produksi"


" Wah,, kebetulan sekali tuan. Kami punya cincin terbaru. Cincin ini hanya di produksi satu"


" Coba saya liat "


" Tunggu sebentar tuan"


Karyawan toko itu mengambilkan cincin yang baru datang itu. " Ini tuan "


Darren melihat cincin yang diperlihatkan karyawan itu. Dia tertarik dengan desain cincin itu. " Saya ambil cincinnya"


" Baik tuan. Saya kemas dulu"


Sambil menunggu cincin yang dia pesan itu selesai di kemas, dia melihat-lihat perhiasan yang ada di etalase kaca itu. Mata Darren tertuju pada kalung berlian berbentuk finger heart.


" Tolong bungkus kalung yang itu juga" tunjuk Darren pada kalung yang dia inginkan itu.


" Baik tuan"


Kalung itu di masukkan ke dalam kotak beludru. Setelah itu barulah di masukkan ke paper bag.


" Ini tuan"


Darren memberi black card-nya pada karyawan toko. Setelah selesai membayar, diapun meninggalkan toko perhiasan itu. Dia kembali ke toko baju, tempat kedua orang tua dan juga wanitanya berada sekarang. Tapi sebelum itu, dia menyembunyikan perhiasan yang dia beli tadi.


" Kamu darimana saja?" tanya sang mommy saat Darren sampai di sana.


" Toilet Mom"


" Lama amat ke toiletnya"


" Maklumlah Mom, antre"

__ADS_1


" Cepat bayarin belanjaan mommy sama mantu mommy"


" Belanjaan mommy masa aku juga yang bayar?"


" Iya dong, terus siapa lagi?"


" Daddy"


" Dompet Daddy kamu ketinggalan"


" Alasan ajalah itu"


" Udah, mau nggak nih bayarin belanjaan mommy sama mantu mommy?"


" Kalau belanjaan Kiran, aku mau bayarin. Tapi kalau mommy aku agak berat membayarnya"


" Dasar anak durhakim. Bayar atau kamu tidak mommy izinkan menikah dengan mantu mommy"


" Ngancam nya gitu banget"


" Iya dong. Jadi mau atau nggak?"


" Mau. Daripada aku nggak jadi kawin"


" Nikah, bukan kawin!"


" Sama aja Mom"


" Mana ada sama. Itu jelas berbeda Ferguson"


Kiran dan Jonathan hanya menggelengkan kepala mereka melihat perdebatan antara ibu dan anak itu.


Darren mengambil black card dari dompetnya, kemudian memberikan pada mommy-nya.


" Nih ambil"


" Nggak ikhlas nih?"


" Nah gitu dong, itu baru anak yang baik. Yuk sayang kita bayar belanjaannya" ajak Clarissa sama mantunya.


" Daddy harus ganti uang aku yang di pake sama mommy" kata Darren.


" Kok minta gantinya sama Daddy"


" Jelas dong! kan suami mommy itu Daddy"


" Yang kerja kan kamu, Daddy hanya pengangguran. Jadi Daddy nggak bisa bayar"


" Suami istri kompak banget meras anak sendiri"


Jonathan terkekeh mendengar ucapan putranya itu. " Yuk susul mommy dan kekasih kamu"


" Bukan kekasih Dad, yang benarnys calonnya istri"


" Iya kalau orang tua dia mengizinkan putrinya di pinang sama kamu"


" Ya pasti di izinin dong Dad"


" Percaya diri sekali kamu. Emang kamu sudah pernah bertemu dengan orang tua Kiran"


" Tentu saja sudah. Bahkan mommy-nya mendukung aku "


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Baguslah, jadi mommy dan daddy akan percepat waktu untuk pernikahan kalian berdua"


" Beneran nih Dad?"


" Benarlah"


" Thank's Dad " ucap Darren sambil memeluk Daddy-nya.

__ADS_1


" Widiih,, udah kek Teletubbies aja nih, peluk-pelukan " goda sang mommy yang baru datang setelah selesai membayar belanjaannya.


" Mommy sudah selesai?" tanya sang suami.


" Sudah, tolong bawakan belanjaan mommy ya Dad. Dan kamu bawa belanjaan menantu mommy"


" Iya Mom. Card aku mana?" tanya Darren.


" Mommy masih mau belanja sepatu. Jadi mommy mau pake lagi card nya"


" Belanja lagi?"


" Iya, lagian kamu pelit amat sama mommy sendiri"


" Bukan masalah pelit, tapi belanjaan mommy sudah banyak"


" Belum ada separuh mall ini belanjaan mommy. Iya kan sayang?" tanya Clarissa pada Kiran.


" Iya Mom"


" Yuk sayang, kita ke toko sepatu dulu" kata Clarissa sambil menarik tangan mantunya masuk kedalam toko sepatu dan juga tas.


Darren dan Daddy-nya hanya bisa pasrah mengikuti langkah kaki kedua wanita cantik itu. Kalau urusan shopping mommy Darren emang paling suka. Mungkin bukan hanya sang mommy, tapi semua wanita emang suka belanja. Termasuk para reader juga.


Setelah menguras pundi-pundi uang yang ada di black card putranya, barulah Clarissa memberikan black card itu pada putranya.


" Nih card kamu, mommy udah nggak perlu lagi"


" Nggak sekalian di habiskan aja Mom isinya?"


" Nggak sanggup mommy ngabisin nya"


Darren tersenyum, dia memasukkan kembali black card-nya kedalam dompetnya.


" Sekarang udah bisa pulang?"


" Sudah dong?"


" Mommy satu mobil sama daddy ya"


" Terus kamu?"


" Aku mau satu mobil sama Kiran"


" Berdua aja?"


" Iya Mom"


" Nggak bisa"


" Kenapa? dari tadi mommy terus memonopoli calon istri aku. Sehingga aku nggak punya waktu untuk berduaan sama dia"


" Udahlah Mom, biarkan mereka satu mobil berdua" kata sang suami.


" Baiklah"


Darren langsung menarik tangan Kiran pergi dari mall itu. Clarissa menggelengkan kepalanya melihat tingkah putranya itu.


" Anak kamu tuh Dad ganjen banget"


" Anak kita berdua Mom"


" Oh iya ya, kalau daddy sendiri mana bisa jadi bocah tampan itu"


" Itu mommy tau"


Pasutri itu pun tertawa bersama.


To be continue.


Masih ada yang melek nggak ya jam segini?🀭


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2