
Satu Minggu kemudian.
Para wartawan sudah berkumpul di rumah sakit. Mereka mendapatkan kabar kalau cucu orang terkaya di Eropa dan juga Asia, hari ini akan keluar dari rumah sakit.
Para bodyguard Darren sudah berjaga di depan pintu rumah sakit. Mereka harus mengamankan para wartawan yang akan mengambil foto baby twins.
" Apa pintu masuk rumah sakit sudah di amankan?" tanya Darren pada Doni.
" Sudah tuan"
" Bagus. Saya tidak ingin satu orangpun yang mengambil foto baby twins"
" Saya sudah memberi tahu pada teman-teman yang lain "
" Kalau ada yang berani mengambil fotonya, kalian langsung hancurkan kamera mereka"
" Siap tuan muda"
" Sudah siap sayang?"
" Sudah By"
Darren menutup kereta dorong baby twins dengan tirai. Hingga orang-orang tidak bisa melihat wajah baby twins. Ia mendorong kereta baby twins keluar dari ruangan sang istri. Kiran berjalan di samping suaminya.
Doni mengikuti di belakang sambil membawa koper milik nona mudanya. Beberapa bodyguard juga mengikuti di belakang.
Para staf, dokter dan juga suster yang bekerja di rumah sakit itu membungkukkan badan, memberikan hormat pada cucu pemilik rumah sakit itu.
Para dokter yang membantu proses persalinan Kiran juga tidak boleh memberikan informasi apapun tentang penerus keluarga Narendra itu. Kalau mereka melanggar, siap-siap menerima hukuman dari keluarga Narendra.
" Liat, itu tuan dan nona Narendra sudah datang"
Wartawan bersiap dengan mic dan juga kameraman sudah siap dengan kamera mereka masing-masing saat melihat sang penguasa Eropa berjalan menuju pintu keluar.
Lampu Blitz kamera pun terdengar di sana. Kiran dan Darren menghentikan langkah mereka. Mereka akan memberikan waktu untuk wartawan bertanya.
" Tuan kenapa wajah baby anda ditutup?"
" Apa anda tidak ingin publik mengetahui wajah anak anda?"
" Benar. Mengingat musuh saya sangat banyak diluar sana, dan demi keamanannya, jadi wajah baby kami harus di sembunyikan "
" Apa jenis kelamin penerus keluarga Narendra ini tuan?"
" Kalau itu juga rahasia "
" Tolong beri tau kami jenis kelaminnya tuan?"
" Nanti kalian akan tau setelah anak saya berusia 17 tahun"
Para wartawan itu langsung lemas mendengar jawaban dari Darren. Mereka tidak menyangka akan sulit mendapatkan informasi tentang penerus keluarga Narendra itu.
Darren dan istrinya masuk kedalam mobil. Setelah tuan dan nona mudanya masuk kedalam mobil, Doni menutup pintu mobilnya.
Mobil mewah itu melaju meninggalkan rumah sakit. Diikuti mobil para bodyguard di belakang. Mereka harus memastikan keamanan tuan dan nona muda mereka sampai ke mansion.
__ADS_1
Darren membuka tirai yang menutup wajah baby twins-nya. Baby twins tersenyum pada Daddy mereka.
" Sayang liat, baby twins tersenyum"
" Mungkin baby twins senang melihat wajah tampan Daddy-nya"
" Benarkah?"
" Hhmm"
Darren sangat senang karena baby twins tidak rewel. Bahkan mereka terlihat sangat senang saat berada di dalam mobil.
" Don, apa Romy sudah berangkat?"
" Sudah tuan, mungkin nanti malam mereka sudah sampai di Indonesia"
" Emang mereka jadi pulang hari ini By?"
" Jadi sayang. Aku udah baik hati sama dia, dengan menambah waktu cutinya dua hari. Kalau dia nggak pulang hari ini, maka siap-siap ambil surat pemecatan"
Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya. Walaupun suaminya ngomong seperti itu, tapi ia tidak pernah memecat asisten sekaligus sahabatnya itu.
" Kamu kapan mau nikahi Serly, Don?"
" Rencananya dalam waktu dekat ini tuan muda"
" Apa nggak ada acara lamaran dulu?" tanya Kiran.
" Tidak nona, Serly pengennya langsung menikah saja"
" Tapi lebih baik kamu lamar aja dulu Don. Kadang cewek bilang nggak mau di lamar, tapi dalam hatinya dia ingin sekali dilamar"
" Kamu tenang aja, nanti kita suruh aja manten baru itu untuk menyiapkan semuanya. Jadi kamu tinggal siapkan cincin sama satu buket bunga aja"
" Baik tuan"
Tanpa terasa mereka pun sampai di depan pintu gerbang mansion. Doni membunyikan klakson mobilnya. Pintu gerbang terbuka secara otomatis.
Di depan mansion semua keluarga sudah berkumpul. Begitu juga para pelayan dan bodyguard. Mereka semua sudah menunggu kedatangan baby twins.
Salah satu bodyguard membukakan pintu mobil. Kiran turun dari mobil dengan menggendong baby Axel. Di susul sama Darren yang menggendong baby Alexa.
" Selamat datang baby Axel dan Alexa" ucap semuanya.
" Terima kasih semuanya"
" Dek sini Abang sama kakak Mel gendong baby twins-nya" kata Melodi.
" Apa nggak merepotkan Kak"
" Ya nggak lha Dek. Kakak malah senang bisa gendong mereka, Apalagi si Alexa"
Baby twins pun sudah berpindah tangan ke Melodi dan juga Kenzo. Clarissa dan Anggun hanya bisa pasrah, karena mereka belum dapat giliran untuk menggendong cucu mereka.
Kiran sangat senang dan juga bahagia, karena begitu banyak orang yang menyayangi baby twins-nya. Begitu juga dengan Darren, ia sangat bersyukur karena baby twins memberikan kebahagiaan untuk semua orang.
__ADS_1
Kiran kaget melihat seorang lelaki dan juga wanita yang masih terlihat tampan dan juga cantik walaupun sudah tidak muda lagi.
" Kakek, nenek" panggil Kiran sambil memeluk kakek dan neneknya.
Diana dan Dwipangga membalas pelukan cucu bontot mereka itu. Mereka sudah lama tidak bertemu dengan cucu mereka yang cantik itu. Karena kesehatan Dwipangga kemarin memburuk, jadi dia harus banyak istirahat.
" Cucu kesayangan kakek"
" Jadi adek aja nih yang di sayang. Abang nggak?" kata Kenzo pura-pura merajuk.
" Tentu saja tidak, Abang juga cucu kesayangan kakek"
Setelah memeluk Kakek dan neneknya Kiran dan Kenzo memeluk Opa sama Oma mereka. Kiara dan Wiguna membalas pelukan kedua cucu kesayangan mereka.
Anggun dan Vandy tersenyum melihat pemandangan yang ada di depan mata mereka. Sudah lama sekali mereka tidak melihat pemandangan seperti ini.
Ya karena kesibukan masing-masing, jadi mereka jarang bisa kumpul bersama. Apalagi Diana dan Dwipangga, mereka sudah jarang sekali bisa berkumpul dengan cucu mereka.
Darren bersalaman dengan kakek, nenek, Oma dan Opa dari istrinya secara bergantian. Dwipangga dan Diana memeluk cucu mantunya itu. Mereka sangat bersyukur memiliki cucu mantu seperti Darren.
Mereka semua duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Darren dan Kiran membawa baby twins ke dekat nenek dan kakek buyut mereka.
" Apa ini cicit kakek?"
" Iya, Axel dan Alexa"
" Mereka sangat tampan dan juga cantik, seperti kedua orang tuanya"
" Sepertinya Abimanyu akan ada saingan" kata Diana.
" Sepertinya begitu " kata Kiara.
" Orang yang di omongin asik dengan baby twins" kata Anggun.
Clarissa dan Jhonatan ikut senang karena bisa berkumpul dengan keluarga besar besan mereka. Karena mereka mereka sudah tidak punya orang tua lagi. Ya kedua orang tua Clarissa dan Jonathan sudah meninggal.
" Mommy kenapa?" tanya Darren.
" Nggak apa-apa, mommy cuma ingat sama Grandma dan juga Grandpa kamu"
Darren memeluk mommy-nya, Grandma sama Grandpa sudah tenang di sana "
" Hhmm"
Darren bersyukur karena baby twins masih memiliki anggota keluarga yang lengkap. Bahkan mereka masih bisa bertemu dengan kakek dan nenek buyut mereka.
To be continue.
Kangen nggak sama mereka berdua.
Daddy Vandy.
Mommy Anggun.
__ADS_1
Happy reading ππ