
Satu tahun kemudian.
Kiran menatap lelaki tampan yang sedang berdiri di atas podium. Ia tidak menyangka anak kecil yang ia tolong dulu. Sekarang sudah tumbuh menjadi lelaki tampan. Dan sekarang lelaki itu sudah menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama (SMA).
" Nggak terasa Nando sudah tumbuh menjadi lelaki tampan ya" kata Nadia.
" Iya, rasanya baru kemarin "
" Apa Nando sudah punya kekasih?" tanya Serly.
" Kayaknya belum. Karena gue belum pernah liat dia jalan ataupun mengajak seorang gadis ke mansion" kata Kiran.
" Tapi itu bagus sih. Karena ia lebih bisa fokus pada studi nya" kata Nadia.
" Lagipula umur Nando baru mau tujuh belas tahun. Jadi masih kecil "
" Benar "
Tibalah saatnya untuk kepala sekolah untuk mengumumkan siapa lulusan terbaik di sekolah itu. Semua murid dan juga wali murid mendengarkan dengan seksama.
" Baiklah saya akan segera mengumumkan tiga teratas lulusan terbaik SMA Tunas Bangsa" ucap kepala sekolah sambil menatap murid kelas XII satu persatu.
Para murid-murid kelas XII tambah deg-degan. Mereka ingin cepat mengetahui siapa yang akan mendapatkan nilai tertinggi diantara mereka semua.
" Kita mulai dari peringkat tiga dulu. Peringkat tiga jatuh kepada anak kita Gita Purnama Putri"
Suara tepuk tangan mengiringi siswa yang bernama Gita naik keatas podium. Gadis itu berdiri di tempat yang sudah di sediakan oleh pihak sekolah.
" Peringkat kedua di raih oleh Jihan Kusuma Ningrum"
Suara riuh tepuk tangan lebih kencang terdengar daripada yang pertama tadi. Setelah siswa yang bernama Jihan itu berdiri di atas podium, tepuk tangan pun masih menggema di aula itu.
" Saya akan mengumumkan siapa peringkat pertama tahun ini di sekolah ini"
Kiran dan para sahabatnya deg-degan. Mereka tidak sabar menunggu nama siapa yang akan terpanggil untuk berada diurutan pertama.
" Peringkat pertama diraih sama anak kita yang bernama Nando Pratama"
Kiran dan para sahabatnya memberikan tepuk tangan yang meriah untuk Nando. Begitu juga dengan Twins.
" Itu bukannya paman?" kata Alexa.
" Ya, itu paman" jawab Darren.
" Kenapa paman berdiri di atas sana?"
" Karena paman kita mendapatkan nilai terbaik"
" Eca ingin seperti itu juga nanti. Biar semua orang bisa melihat Eca"
" Tentu saja semua orang akan melihat putri Daddy yang cantik ini"
" Mereka tidak akan melihat Acel kan?" Tanya Alexa dengan suara cadel nya.
" Mereka juga akan melihat Axel, tapi mereka lebih terpesona melihat putri cantik ini"
" Daddy benar, karena Eca lebih memesona dari pada Acel"
Ya Alexa memang belum bisa menyebut nama Axel dengan benar. Jadi ia memanggil Axel dengan Acel. Tapi Axel tidak marah atau pun kesal pada saudara kembarnya itu.
Darren tersenyum pada putri cantiknya itu. Putrinya itu memang tidak akur dengan saudara kembarnya itu. Ada saja yang diperebutkan oleh balita itu. Dan yang paling sering membuat kesal itu adalah Alexa.
" Daddy mau naik ke atas sana, boyeh?"
" Nanti kita naik ke sana setelah acaranya selesai ya. Sekarang kita mau lihat paman kecil dulu"
Alexa menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Karena yang dapat peringkat dari kelas yang berbeda. Kepala sekolah meminta wali kelas masing-masing untuk memberikan piagam penghargaan pada siswa yang mendapatkan peringkat.
" Selamat ya Gita atas pencapaiannya. Pesan ibuk, jangan mudah puas kejar terus cita-cita kamu. Dan tetap rendah hati"
" Terima kasih Buk"
" Selamat ya Jihan untuk pencapaiannya. Pesan ibuk kepada kamu, jangan pernah berhenti sampai di sini, raih terus cita-cita kamu dan tetap rendah hati"
" Terima kasih Buk" ucap Jihan.
Khusus untuk peringkat pertama, para guru meminta bapak kepala sekolah yang menyerahkan piagam penghargaannya.
" Selamat ya Nak. Semoga kamu menjadi orang yang sukses dan tetap lha rendah hati"
" Terima kasih Pak"
Acara inti pun telah selesai. Sekarang giliran orang tua untuk memberikan selamat pada anak-anak mereka.
Kiran dan para sahabatnya naik keatas podium. Begitu juga dengan para suami dan anak-anak mereka. Sampai di atas podium ketiga wanita cantik itu langsung memeluk Nando.
" Selamat ya sayang"
" Makasih Kak"
Twins, Farel dan juga Adele tidak mau ketinggalan. Mereka bertiga pun juga ikut memeluk Nando.
" Oh para kesayangan paman "
" Kita mau rayakan dimana nih keberhasilan Nando?" tanya Serly.
" Di mansion Darren saja" kata Romy.
" Lo milih mansion gue karena nggak mau keluar duit kan?" kata Darren.
" Wah Lo udah kek cenayang aja bro" kata Romy.
" Sepakat dong"
" Sekarang kami turun dulu ya. Kamu foto-foto dulu aja sama teman-teman kamu" kata Kiran.
" Baik Kak"
Sepeninggal kakak-kakaknya, Nando bergabung dengan teman-teman sekelasnya. Untuk kenang-kenangan mereka pun berfoto bersama.
Jihan menatap lelaki tampan yang jarang senyum itu. Mereka sudah beberapa kali bertemu. Tapi lelaki itu selalu tidak mengenalinya. Ia pun menghampiri lelaki tampan itu.
" Hai"
" Hhmm"
" Apa kamu nggak ingat sama aku?"
Nando menatap gadis yang ada di hadapannya itu. " Tidak"
Jihan tersenyum kecut. Ternyata lelaki itu sangat muda melupakan. Padahal mereka sudah beberapa kali bertemu.
" Sepertinya daya ingat kamu sangat buruk?"
" Maksud kamu?"
" Ya. Kita sudah beberapa kali bertemu, tapi kamu tidak mengingat ku"
" Kenapa saya harus mengingat kamu?"
" Karena kita teman"
" Teman?"
__ADS_1
" Hhhmm"
" Aku tidak merasa begitu"
" Bagaimana kalau sekarang kita berteman?" kata Jihan sambil mengulurkan tangannya.
Nando menatap gadis itu. Ia melihat ketulusan di matanya. Ia pun membalas uluran tangan Jihan.
" Baiklah, kita berteman"
Jihan tersenyum karena Nando mau berteman dengannya.
" Oh iya, yang tadi itu keluarga kamu ya?" tanya Jihan.
" Iya. Kenapa?"
" Nggak apa-apa. Rame juga ya keluarga kamu"
" Itu belum semuanya"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Apa keempat anak kecil itu ponakan kamu?"
" Ya" jawab Nando sambil menatap empat balita yang sedang asik memakan camilan.
" Kenapa dua ponakan kamu memakai masker?"
" Karena wajah mereka tidak boleh terekspos sama orang lain"
" Kenapa? apa wajah mereka, maaf, cacat?"
" Tidak. Wajah merupakan sangat sempurna"
" Lantas kenapa nggak boleh orang lain melihat mereka?"
" Kamu bawel banget sih "
" Ah maaf "
Jihan menatap kedua anak kecil yang memakai masker itu. Ia benar-benar penasaran dengan sosok anak kecil yang memakai masker itu. Kalau memang wajah mereka sempurna seperti yang dikatakan Nando, lalu kenapa mereka memakai masker.
Ia kaget melihat seorang wanita cantik menggendong salah satu dari anak kecil itu. Dan ia sangat kenal dengan siapa wanita cantik itu. Karena wajah wanita cantik itu selalu muncul di majalah bisnis.
" Jadi dua anak kecil itu anaknya nona Kiran?"
" Ya. Sekarang kamu sudah tau kan kenapa mereka memakai masker"
" Iya. Berarti nona Kiran itu?"
" Dia kakak aku"
Jihan tidak menyangka kalau lelaki tampan yang ada di hadapannya itu ternyata anak orang kaya. Karena ia melihat Nando selalu berpakaian sederhana. Dan juga lelaki itu tidak pernah memakai kendaraan pribadi ke sekolah.
" Maaf aku tinggal dulu ya. Ponakan aku udah manggil"
" Ah I-iya"
Jihan menatap punggung Nando yang semakin menjauh dari pandangannya.
To be continue
Nando.
__ADS_1
Happy reading ππ