
Kiran sangat kesal sama suaminya itu. Bagaimana tidak niatnya mau mandi, taunya ngajak olahraga di kamar mandi.
" Udah dong ngambeknya?"
" Aku nggak mau lagi deket-deket sama kamu"
" Kok gitu"
" Habisnya kamu nerkam mulu"
" Bagus dong, biar Darren juniornya cepat hadir di sini" kata Darren sambil mengelus perut sang istri.
" Iya, tapi kan aku capek"
" Mau aku pijitin?" tawar lelaki tampan itu.
" Boleh, tapi jangan macem-macem lagi"
" Iya honey, cepat baring sini"
Kiran membaringkan tubuhnya di atas kasur. Kapan lagi bisa di pijit sama tukang pijit yang tampannya luar biasa itu.
" Aku jamin kamu pasti ketagihan sama pijitan aku"
" Coba buktikan"
" Ok nyonya Narendra, suami tampan kamu ini akan mulai memijit"
Tangan Darren mulai memijat tubuh sang istri. Kiran tersenyum menikmati pijatan dari suami tampannya itu. Ia tidak menyangka kalau suaminya itu pintar memijat.
" Kek nya kamu punya bakat untuk jadi tukang pijit deh "
" Jangan ngaco honey"
" Beneran, pijatan kamu itu enak banget lho"
" Aku maunya cuma pijitin kamu"
" Gimana kalau kita bukan tempat pijat"
" Nggak!" tolak Darren.
" Bagus lho "
" Emang kamu mau tangan aku pegang tubuh wanita lain"
Kiran memikirkan ucapan suaminya itu. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi para wanita itu nanti kalau di pijat sama suaminya. Dia tidak bisa membayangkan itu.
" Nggak mau "
" Makanya jangan ngomong gitu lagi"
" Hhmm"
Karena istrinya sudah mulai rileks, Darren pun menggunakan kesempatan itu untuk menyentuh gunung kembar milik sang istri.
Kiran mend*s*h saat tangan suaminya sudah mulai menyentuh bagian sensitif tubuhnya. Darren merasa senang mendengar suara d*s*h*n sang istri yang terdengar seksi di kupingnya.
" Hu-hubby "
" Hhmm"
Darren sudah tidak tahan melihat ekspresi sang istri yang sedang menggigit bibir bawahnya itu. Ia segera menyambar bibir milik sang istri. Dia mengecup dan m*l*m*t bibir yang semerah Cherry itu. Kiran pun membalas ciuman sang suami.
Mata mereka sama-sama sudah di selimuti oleh gairah. Saat Darren akan melancarkan aksinya, ponselnya berdering.
" ****!" umpat Darren.
Kenapa selalu ada yang menggangu saat dia akan mengarungi indahnya surga dunia bersama sang istri. Tidak lama ponselnya berhenti berdering.
" Lanjut lagi ya"
__ADS_1
Kiran hanya menganggukkan kepalanya. Tanpa menunggu lama Darren langsung membungkam mulut sang istri dengan ciuman yang memabukkan.
Darren mulai membuka pakaian yang di pakai sang istri satu per satu. Sekarang tubuh istrinya sudah terpampang dengan indahnya. Ia kembali memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada sang istri.
Karena sang istri juga sudah berkabut gairah. Ia pun segera membuka pakaian yang menempel di tubuhnya.
Kiran menutup matanya ketika melihat milik sang suami udah berdiri dengan gagahnya. Pantas saja dia kewalahan untuk mengimbangi sang suami.
Darren siap memasukkan miliknya kedalam milik sang istri. Baru menyentuh pintunya, ponsel Darren kembali berdering.
" Sialan!"
Lagi dan lagi kegiatan menyenangkannya harus terganggu. Ia mengutuk orang yang sudah mengganggu kegiatannya. Kiran menutup tubuhnya dengan selimut.
" Awas kalau tidak ada yang penting"
Darren melihat nama salah satu bodyguardnya yang dia tugaskan untuk menjaga Nadia dan Nando. Kalau mereka menelpon pasti ada yang penting. Tanpa menunggu lama, Darren segera menggeser tombol hijau itu.
" Katakan!"
" Ada beberapa orang yang sedang mengawasi rumah nona muda tuan?"
" Mengawasi?"
" Iya tuan. Tapi sudah dua jam mereka belum juga bergerak"
" Terus awasi mereka, jangan sampai lengah. Kita tidak tau apa yang akan terjadi nanti"
" Baik tuan muda"
" Apa Nadia dan Nando ada keluar rumah?"
" Untuk sekarang belum tuan. Kami rasa, nona Nadia juga tau kalau mereka sedang di awasi"
" Perketat keamanan di sana, terutama untuk Nando. Saya punya firasat yang buruk soal ini"
" Baik tuan muda"
" Apa ada yang terjadi sama Nadia dan Nando?" tanya Kiran.
" Nggak, tapi ada orang yang mengawasi mereka"
" Siapa?"
" Aku belum tau honey. Bodyguard aku lagi menyelidiki mereka"
" Mungkin yang mereka cari adalah aku" kata Kiran.
" Kamu? kenapa?"
" Karena mereka orang itu tidak suka sama aku"
" Apa orang itu mantan kamu?"
" Ngaco kamu"
" Kenapa?"
" Daffin tidak akan pernah melakukan hal seperti itu"
" Sepertinya kamu tau banget soal mantan kamu itu"
Kiran tersenyum, ia tau suaminya itu sedang jealous. " Nggak usah jealous, aku itu udah milik kamu"
" Hhmm"
Cup.
Satu kecupan mendarat di bibir Darren. Wajah yang tadinya cemberut langsung tersenyum, karena mendapatkan vitamin dari sang istri.
" Jangan merayuku "
__ADS_1
Cup.
Cup.
Cup.
Kiran mengecup berulang kali bibir suaminya. Dia tau suaminya itu tidak akan bisa menahan serangan yang dia berikan itu. Benar saja, wajah Darren merona karena dicium berulang kali.
" Kamu menggoda ku, honey"
" Anggap saja begitu"
" Kamu udah nakal ya sekarang " kata Darren sambil mengecup bibir istrinya.
Kiran tersenyum penuh kemenangan. Ternyata cukup mudah untuk untuk membujuk suaminya itu. Liat saja sekarang, benteng yang tadi di pertahankan langsung roboh hanya karena beberapa ciuman.
" Jadi siapa orang yang ingin menyakiti kamu?" tanya Darren.
" Aku hanya curiga pada satu orang. Karena dia juga pernah menyewa pembunuh bayaran untuk menyingkirkan aku, tapi rencananya itu gagal"
" Monica" kata Darren.
" Hhmm"
" Ck,, ulat keket itu masih belum menyerah"
" Walaupun Nadia bisa beladiri. Tapi kalau lawannya banyak dia pasti tidak akan sanggup"
" Kamu tenang aja, aku sudah memperketat penjagaan di sana"
" Terima kasih"
" Aku tidak akan membiarkan siapapun mengusik ketenangan dan kebahagiaan kita" kata Darren.
Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya. Dari sekian kata-kata yang di ucapkan Darren mungkin kata-kata inilah yang paling romantis menurut dirinya.
Darren tidak akan membiarkan siapapun melukai keluarganya. Dia akan menghancurkan orang itu sampai ke akar-akarnya jika itu sampai terjadi.
" Apa kamu ingin kita pulang?"
" Apa boleh?"
" Tentu saja, apapun yang membuat kamu bahagia akan aku lakukan."
" I love you hubby " kata Kiran sambil memeluk suaminya.
" Love you more my wife " kata Darren sambil membalas pelukan sang istri.
Mereka berdua memutuskan untuk pulang sore ini. Karena percuma kalau mereka masih tetap di sini. Kalau istrinya tidak tenang.
" Sekarang kamu mandi dulu ya, nanti aku minta bibik untuk mengemas pakaian kita" kata Darren.
" Beneran nggak apa-apa kalau kita pulang sore ini?"
" Nggak apa-apa honey"
" Maaf ya "
" Untuk?"
" Ya karena aku acara honeymoon nya jadi terganggu "
" Honeymoon bisa kita lakukan kapan saja honey. Lagian memproses Darren junior juga bisa di lakukan di rumah atau di mansion kita"
" Ck,, pikiran mesum kamu nggak pernah ilang"
" Hei, pikiran yang bagus itu mana boleh dihilangkan. Lagian mesum-mesum kek gini kamu suka kan" kata Darren sambil mencubit gemas hidung sang istri.
To be continue.
Happy Reading ππ
__ADS_1