Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Sunset keberuntungan


__ADS_3

Matahari sudah mulai kembali ke peraduan. Sepasang anak manusia itu masih betah menatap matahari yang sudah mulai menghilang itu.


Mata Kiran masih menatap langit yang berwarna jingga itu. Sungguh pemandangan yang sangat indah di sore itu.


" Honey"


" Hhhmm"


Darren tersenyum bahagia, karena Kiran tak lagi protes kalau di panggil honey atau sayang oleh dirinya. Itu tandanya Kiran sudah menerima kehadirannya.


" Balik yuk, udah gelap" kata Darren.


" Hhmm"


Darren menggendong Kiran kembali ke villa. Entah sadar atau tidak, Kiran merebahkan kepalanya di bahu Darren.


" Kamu ngantuk?" tanya Darren.


" Nggak"


" Aku berasa kek gendong anak SD "


" Anak SD?"


" Soalnya kamu tu ringan banget"


Pletak.


" Aww,, sakit honey"


" Rasain"


" Untung cinta, kalau nggak udah aku jatuhin juga kamu"


" Udah cepat aku udah gerah mau mandi" kata Kiran.


Setelah menaiki beberapa anak tangga, mereka pun sampai di villa. Darren langsung membawa Kiran kedalam kamar.


" Kamu mau mandi?" tanya Darren.


" Hhmm"


" Kan kakinya belum boleh kena air"


" Bungkus pake plastik gampang kan"


" Mau aku bantuin nggak mandinya?"


" Nggak usah! aku bisa mandi sendiri. Sekarang gendong aku ke kamar mandi"


" Minta tolong itu baik-baik"


" Itu kan udah baik-baik"


" No, bukan kek gitu"


" Terus?"


" Darren sayang yang tampan sejagat raya tolong bantu aku ke kamar mandi dong. Coba bilang kek gitu"


" Nggak mau!"


" Ya udah, berarti nggak usah mandi"


" Kok gitu "


" Makanya buruan bilang "


" Darren sa-sayang yang ta-tampan sejagat raya tolo--"


Belum sempat Kiran menyelesaikan ucapannya Darren sudah menyela. " Ngomongnya yang benar dong honey, jangan terbata-bata gitu"


" Darren sayang yang tampan sejagat raya, tolong gendong aku ke kamar mandi dong"


" Siap honey"


Kiran merinding setelah memanggil Darren dengan sebutan sayang. Sedangkan Darren tersenyum bahagia karena berhasil mengerjai Kiran. Dia berharap setelah ini, Kiran akan terbiasa memanggilnya dengan sebutan sayang.


" Ntar kalau sudah selesai panggil ya honey"


" Hhmm"

__ADS_1


Kiran membanting pintu kamar mandi tepat di depan wajah Darren.


" Waduh,, hampir saja kena hidung mancung gue. Serem amat calon bini gue" kata Darren sambil berjalan menuju bed.


Baru saja Darren akan berbaring di atas kasur, tiba-tiba dikagetkan sama bunyi ketukan pintu. Dia segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu.


Ceklek..


Darren kaget sekaligus shock melihat siapa yang berdiri di depan pintu.


" Mommy, daddy"


" Dasar anak nakal, dimana wanita itu kamu sembunyikan?" tanya mommy Darren sambil menjewer telinga sang putra.


" Aaww,, sakit Mom"


" Di mana wanita itu" kata sang mommy sambil nyelonong masuk kedalam kamar itu.


" Dad, what happen?"


" Mommy kamu ngotot mau melihat wanita yang kamu tiduri"


" Oh God, aku nggak ada tidur sama wanita Dad"


" Darren, dimana kamu sembunyikan wanita itu!"


Belum sempat Darren menjawab terdengar suara lembut dari kamar mandi.


" Sayang aku udah selesai"


Mamp*s.


" Ternyata dia di kamar mandi"


Mommy Darren segera berjalan menuju kamar mandi. Sang mommy kaget melihat gadis melihat gadis cantik yang pernah dia temui di supermarket seminggu yang lalu.


Menantu idaman kenapa bisa ada di sini. Eh tunggu, apa anak nakal itu sudah tidur dengan gadis cantik ini. Akhirnya punya menantu yang diinginkan.


" Eh" kaget Kiran.


" Baru selesai mandi cantik?"


" Perkenalkan saya Clarissa, calon mertua kamu"


" Me-mertua?"


" Iya sayang, bukankah kamu sudah tidur dengan anak Tante"


" Tidur sama anak Tante. Siapa?"


" Itu, anak nakal yang ada di sana" tunjuk Clarissa.


Kiran melihat ke arah tunjuk wanita paruh baya yang ada di depannya itu. " Darren. Apa Darren yang Tante maksud?"


" Iya cantik, siapa lagi"


" Tapi kami tidak per--"


Belum sempat Kiran melanjutkan ucapannya, Mommy Darren sudah menyela duluan. " Pasti anak nakal itu sudah memaksa kamu untuk tidur dengannya kan?"


" Iya, tapi--"


" Tenang, Tante akan suruh dia untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah dia lakukan sama kamu"


" Mom, lebih baik kita bicara sambil duduk. Kasihan calon mantu kita berdiri terus" kata sang suami.


" Ah iya hampir saja lupa. Ayo sayang kita duduk"


" Aku susah jalan Tante"


" Oh astaga Daddy, liat perbuatan anak nakal itu. Dia pasti nggak membiarkan calon mantuku istirahat, sampai-sampai dia tidak bisa berjalan"


Kiran bingung dengan apa yang terjadi. Dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba orang tua Darren datang.


" Daddy tidak menyangka kamu buas juga kalau di ranjang"


" Apaan sih Dad"


" Kamu nggak usah malu-malu gitu. Kamu gempur teruskan gadis itu?"


Darren tidak menjawab pertanyaan sang daddy, karena dia tau maksud ucapan dari kedua orang tuanya itu. Tapi kenapa kedua orang tuanya bisa berpikir seperti itu. Sedangkan Kiran hanya bengong. Dia tidak tau harus bicara apa, karena memang dia tidak tau apa yang di bicarakan sama kedua orang tua itu.

__ADS_1


" Anak nakal, cepat bawa calon mantu mommy ke sofa"


" Iya Mom"


Clarissa berjalan duluan menuju sofa. Sedangkan Darren menggendong Kiran ke sofa yang ada di sana.


" Itu mommy kamu?" bisik Kiran.


" Hhmm"


" Mereka ngapain ke sini?"


" Menggerebek kita"


" Menggerebek?"


" Iya honey"


" Kita kan nggak ngapa-ngapain, kenapa di grebek"


" Kalian ngapain bisik-bisik di sana? cepetan kesini" kata Marissa.


" Iya Mom"


Darren mendudukkan Kiran di sofa, kemudian dia duduk di samping Kiran.


Coba liat, mereka berdua sungguh pasangan yang serasi. Nggak kebayang cucuku akan secantik dan setampan apa nanti.


" Kamu tau kesalahan yang sudah kamu lakukan anak nakal?" tanya sang mommy.


" Tidak!" jawab Darren.


" Coba liat putra kamu itu Dad, dia tidak tau kesalahannya apa"


" Ya kan emang aku nggak tau salah kau apa Mom"


Bug.


Bantal sofa itu melayang mengenai kepala Darren.


" Apa kamu sudah tau kesalahan kamu?" tanya sang mommy lagi.


" Enggak!"


" Oh Tuhan, kenapa aku mempunyai putra bodoh"


" Aku nggak bodoh Mom"


" Kalau kau nggak bodoh, berarti kau tau kesalahan mu?"


Darren menggelengkan kepalanya.


" Coba liat itu. Kamu bilang nggak bodoh, tapi kamu tidak tau kesalahan yang sudah kamu lakukan?"


" Ya karena aku emang nggak tau Mom. Dan setau aku juga, aku nggak ada melakukan kesalahan"


" Jadi kalian melakukannya atas suka sama suka?"


" Melakukan apa maksud Mommy?"


" Kalian berdua tidur satu kamar kan?" tanya sang mommy.


" Iya" jawab Darren singkat.


" Itu kesalahan kamu, tidur sekamar dengan gadis cantik ini"


" Apa salahnya, kan kami cuma tidur sekamar?"


" Ya jelas salah. Sekarang mommy tidak mau tau kamu harus tanggung jawab!"


" Tanggung jawab apa?"


" Kalian berdua harus menikah"


" MENIKAH!" kata Darren dan Kiran serentak.


To be continue.


Nah lho...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2