
Sore hari.
Anggun dan Clarissa baru sampai di mansion Kiran. Kedua wanita cantik itu bertemu didepan pintu gerbang mansion. Jadi mereka memutuskan untuk bareng masuk kedalam mansion.
Seperti biasa, para bodyguard memberi hormat kepada kedua wanita cantik itu. Anggun dan Clarissa berjalan melewati para bodyguard itu. Sedangkan para suami mereka sedang mengeluarkan oleh-oleh untuk baby twins.
" Assalamualaikum. Baby twins, Grandma sama Oma dateng nih?" teriak Clarissa.
" Mommy ngapain sih, teriak-teriak kek di goa"
" Perasaan tadi mommy manggil baby twins. Tapi yang nongol kok malah baby gajah"
" Ck,, dasar emak tiri. Eh mommy mertua"
Darren segera menyalami kedua wanita cantik yang berstatus ibu dan ibu mertuanya itu. Ia mengajak mommy dan mertuanya duduk di ruang keluarga.
Para pelayan datang dengan membawa beberapa paper bag di tangan mereka. Semua paper bag itu di letakkan di ruang keluarga.
" Ini apaan Mom?"
" Itu oleh-oleh untuk cucu mommy. Bukan untuk kamu"
" Aku juga nggak mau"
Tak berapa lama, muncul Daddy dan juga Daddy mertua. Ia pun menyalami kedua lelaki tampan yang berstatus sebagai ayah dan juga mertua itu.
Mak tiri mau buka toko kali ya.
" Kemana mantu sama cucu mommy?"
Belum sempat Darren menjawab, istrinya datang dengan baby twins.
" Wah ada Oma sama Grandma"
" Oh cucu kesayangan Grandma"
Clarissa dan Anggun mengambil ahli baby Axel dan juga Alexa dari gendongan si mbak. Baby twins terlihat anteng bersama kedua neneknya.
" Ini apa Dad?" tanya Kiran pada Daddy-nya.
" Ini pakaian baby twins" jawab Vandy.
" Kenapa banyak sekali. Pakaian yang kemarin saja masih banyak yang belum ke pake"
" Daddy sudah bilang begitu, tapi mommy kamu selalu kalap kalau melihat pakaian bayi. Bahkan ia juga membelikan Abimanyu banyak mainan. Sampai-sampai Abang kamu juga protes karena mommy selalu memanjakan dia"
Kiran menatap mommy-nya yang sedang asik dengan cucu-cucu mereka. Ia teringat saat dia masih kecil dulu. Oma dan neneknya juga seperti ini pada dirinya dan juga abangnya.
" Coba liat kedua wanita yang sudah tidak muda itu. Kalau sudah bersama cucunya, pasti dia lupa sama suaminya?" kata Jhonatan.
" Tentu saja kami lupa. Karena kami jarang bertemu dengan cucu nan tampan dan juga cantik ini. Sedangkan sama Daddy setiap hari mommy ketemunya"
" Jadi mommy sudah bosan ketemu sama Daddy?"
" Itu Daddy yang bilang ya, bukan mommy"
" Intinya mommy mau bilang begitu"
" Nggak, Daddy aja yang sensitif"
" Udah Dad, cari mommy baru aja" saran Darren.
" Mana bisa Daddy kamu cari wanita lain"
" Kenapa?"
__ADS_1
" Karena burungnya itu tidak cocok sama sarang yang baru"
Anggun dan Vandy tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah besan mereka. Untung saja Nando tidak ada di sana. Karena kalau tidak, pendengarannya pasti sudah terkontaminasi.
" Assalamualaikum
" Wa'alaikum salam"
" Tumben sore pulangnya Nan?" tanya Kiran.
" Iya Kak, tadi ada pelajaran ektra kurikuler"
" Ya udah, sekarang kamu mandi dulu. Setelah itu kita makan malam bareng"
" Siap Kak"
Setelah bersalaman sama kedua orang tua kakak dan juga orang tua Abangnya. Ia pun pamit pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.
" Nando udah kelas berapa sekarang Dek?" tanya Vandy.
" Kelas satu SMA Dad"
" Umurnya udah berapa?"
" 14 tahun"
" Apa dia loncat kelas juga?"
" Iya loncat di kelas 5 SD sama kelas 2 SMP"
" Wah hebat, sama kek Abang dulu"
" Emang Kenzo pernah loncat kelas?" tanya Jhonatan.
" Beda banget sama putraku"
" Emang Darren gimana?"
" Bandelnya minta ampun. Saya dan istri selalu dipanggil ke sekolah karena ulahnya. Tapi setelah itu entah karena dapat angin darimana, ia ingin sekolah di luar negeri"
" Itu karena putri Daddy yang cantik ini" kata Darren pada sang mertua.
" Karena Kiran?" tanya Vandy.
" Iya Dad"
" Kok bisa?"
" Karena aku sudah suka putri daddy dari kecil. Dan pertemuan kami juga tidak di sengaja"
" Benarkah?"
" Iya. Pertemuan awal aku sama Kiran itu, sewaktu di perusahaan Dwipangga Group"
" Iya, hanya karena aku nggak sengaja nabrak dia. Eh taunya semenjak itu, dia nggak bisa lupain aku" kata Kiran.
" Iya, sampai-sampai dia jadi kolektor boneka Pikachu" kata Clarissa.
" Benarkah?" tanya Anggun.
" Iya. Apa kamu nggak tau di kamar atas sebelah ujung. Semua boneka itu di taruh di sana"
" Beneran Dek?"
" Iya Mom. Tadinya sih di kamar utama. Tapi semenjak ada baby twins, jadi semua boneka Pikachu nya di pindahkan ke ruangan khusus untuk boneka Pikachu"
__ADS_1
" Pernah aku curi juga untuk mahar kemarin" kata Clarissa.
" Tapi kok aku nggak liat" kata Anggun.
" Keburu di ambil lagi sama tuh bocah. Dan diberikan langsung pada putri kamu"
Anggun tidak menyangka kalau menantunya sangat mencintai putrinya. Ia sangat bersyukur memiliki menantu seperti Darren.
...............................
Doni dibuat pusing sama istrinya. Bagaimana tidak, dia sudah tidak kali naik turun pohon mangga hanya karena ingin mengambilkan mangga muda untuk sang istri. Tapi satupun dari mangga yang ia ambil itu tidak ada yang sesuai keinginan sang istri.
" Ambil lagi"
" Lagi?"
" Iya. Soalnya yang ini ada getahnya"
" Namanya juga mangga muda, ya pasti ada getahnya lha"
" Makanya kamu ambil lagi yang tidak ada getahnya"
Doni menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia bingung bagaimana cara mengambil mangga muda supaya tidak kena sama getahnya.
" Jadi ambil lagi nih?"
" Iya, buruan ambil"
" Baiklah "
Doni pun kembali lagi ke kebun yang ada di samping rumahnya. Tapi sampai di dekat pohon mangga, ia tidak langsung naik. Ia memikirkan cara untuk mengambil mangga tanpa kena getahnya.
" Kenapa bos?" tanya salah satu bawahannya.
" Kamu tau cara mengambil mangga muda tanpa kena getahnya"
" Bungkus aja buah mangga nya dengan plastik atau kertas"
" Coba kamu ambilkan saya koran bekas sama plastik"
" Sebentar, saya ambilkan dulu"
Tak berselang lama, bodyguard itu kembali dengan membawa koran dan juga plastik.
" Ini bos"
" Coba, kamu bungkus buah mangga nya dengan koran dan juga plastik itu"
Bodyguard itu pun melakukan titah sang bos. Pertama ia membungkus mangga muda itu dengan koran. Dan terakhir dengan plastik.
Setelah buah mangga itu tertutup dengan sempurna. Barulah ia memetik buah mangga itu. Dan menyerahkan pada bos nya.
" Ini bos"
" Terima kasih"
" Sama-sama bos"
Doni membiarkan getah yang ada di tangkai mangga itu mengering. Setelah itu barulah ia membuang koran bekas dan juga plastik yang membungkus buah mangga itu. Kemudian ia membawa ke tempat istrinya. Dan ia berharap istrinya menyukai mangga itu.
To be continue.
Yang minat visual Nando. Feby udah pernah kasih di bab sebelumnya ya.π€π€
Happy reading ππ
__ADS_1