Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Planning


__ADS_3

Akhirnya acara sesi foto-fotonya selesai juga. Para penjahat itu sangat senang bisa berfoto bareng idola mereka. Sedangkan Darren sudah kesal karena di suruh berpose yang macam-macam sama penjahat itu.


" Aku mau cetak foto ini nanti ah, habis itu aku pajang di ruang tamu" kata bos penjahat itu.


" Jangan ada yang berani mencetak foto saya. Kalau kedapatan, habis kalian!" ancam Darren.


" Ba-baik tuan"


Para penjahat itu hanya bisa mengubur impian mereka untuk memajang foto mereka bersama dengan lelaki tampan itu. Karena kalau mereka mereka nekad mencetaknya maka mereka akan tinggal nama saja.


" Baiklah, karena kalian sudah mendapatkan foto suami saya. Maka sekarang kalian harus membayarnya"


Para penjahat itu kaget mendengar ucapan Kiran tadi. Mereka harus membayar foto yang sang idola. Pasti uang yang di minta tidaklah sedikit.


" Ma-maaf nona, kami tidak punya uang untuk membayarnya"


" Saya tidak minta kalian untuk membayar dengan uang. Karena uang suami saya sudah banyak, jadi untuk apa saya mengambil uang kalian yang tidak seberapa itu"


" Lantas kami harus membayar dengan apa nona"


" Saya ingin kalian melakukan apa yang di suruh Monica"


" Ma-maksud nona?"


" Ulet keket itu kan ingin membunuh saya. Jadi kita akan kabulkan"


Para penjahat itu kaget mendengar ucapan Kiran. Begitu juga dengan Darren dan Nadia.


" Honey jangan becanda?!"


" Aku tidak becanda hubby"


" Nggak! aku tidak setuju dengan ide kamu itu. Kamu mau meninggalkan aku begitu!" Darren mulai emosi.


" Siapa yang mau meninggalkan kamu, hhmm?"


" Itu tadi kamu bilang akan mengabulkan keinginan ulet keket itu"


" Aku bilang mengabulkan keinginannya bukan berarti aku harus mati. Tapi kita akan kembalikan semua pada ulet keket itu"


" Maksud kamu, kita akan membalikkan keadaan"


" Hhmmm. Kita akan membiarkan dia terbang dulu, karena rencananya sudah berhasil. Setelah itu baru kita akan menjatuhkannya hingga dia tidak mampu untuk bangkit lagi"


Darren tersenyum mendengar ucapan istrinya. Ternyata istrinya punya rencana yang brilian.


" Baiklah, kita akan kabulkan keinginan si ulet keket itu"


" Saya dan anak buah saya akan melakukan apapun yang tuan perintahkan" kata bos penjahat itu.


" Good, kita akan melakukan tugasnya besok" kata Kiran.


" Bisakah nona jelaskan pada kami seperti apa rencana nona?"

__ADS_1


" Saya akan jelaskan"


Kiran mulai menjelaskan rencana yang akan di lakukan oleh para penjahat itu. Karena mereka sudah biasa melakukan tugas kejahatan, jadi tidak terlalu susah untuk menjelaskan pada mereka rencana yang di bikin.


" Kalian paham?" tanya Kiran setelah selesai menjelaskan rencana.


" Paham nona. Kami akan melakukan tugas ini dengan sangat baik"


" Ok. Sekarang kalian boleh pergi, karena kami bertiga mau istirahat" kata Kiran.


" Baik nona. Kami permisi dulu, dan terima kasih untuk fotonya tuan Darren"


" Iya, cepat pulang sana!" usir Darren.


Para penjahat itu keluar dari rumah Kiran. Mereka tidak menyangka kalau suami dari Kiran adalah Darren. Kalau mereka tau dari awal, pasti mereka tidak akan menyetujui permintaan Monica. Sekarang tinggallah sepasang suami istri dan juga Nadia diruang tamu itu.


" Aku nggak nyangka kalau para penjahat itu nge-fans sama kamu?" kata Kiran.


" Iya. Padahal aku udah ingin melihat kolaborasi saat menghabisi musuh"


" Aku juga ingin perang tadi. Kamu sih pake keluar dari persembunyian" kata Kiran.


" Kok jadi aku yang salah?"


" Emang! coba tadi kamu diam dan duduk manis di sana, pasti tadi aku sudah menjadikan mereka samsak tinju "


" Ya mau gimana lagi, udah terlanjur" kata Darren.


" Hah!"


" Tidur di kamar tamu" ulang Kiran.


" Jangan dong honey. Masa kamu tega sama aku"


" Tentu saja tega"


Darren melirik Nadia meminta bantuan dari sahabat istrinya itu.


" Aku nggak mau ikut campur urusan ranjang kalian berdua" kata Nadia sambil bangkit dari duduknya.


" Pelit amat sih lo Nad"


" Aku mau tidur dulu. Udah ngantuk" kata Nadia sambil berlalu pergi.


" Honey, kamu boleh pukul aku karena sudah mengacaukan rencana kamu. Tapi tolong jangan suruh aku tidur di luar, aku nggak sanggup"


Kiran yang notabenenya memiliki sifat yang lembut dan juga baik hati. Melihat suaminya memohon seperti itu menjadi tidak tega. Lagipula suaminya juga tidak tau kalau para penjahat itu nge-fans dengannya.


" Baiklah kamu boleh tidur sama aku"


" Terima kasih honey. Makin cinta deh" kata Darren sambil mengecup bibir istrinya sekilas.


" Tapi kamu libur olahraga malam"

__ADS_1


" Apa!"


" Kalau nggak mau, berarti tidur di luar"


" Mau. Nggak apa-apa puasa satu malam, asalkan bisa tidur sama kamu"


" Sekarang kita tidur, karena besok pagi kita akan membalas ulet keket itu"


" Baik istriku"


Walaupun kecewa karena tidak bisa olahraga malam. Tapi Darren senang karena malam ini dia tidak jadi tidur di luar. Jujur dia tidak akan bisa tidur kalau tidak memeluk istrinya.


Sampai di kamar, Kiran tidak langsung tidur. Dia ke kamar mandi dulu untuk menggosok gigi dan membersihkan wajahnya. Begitu juga dengan Darren.


Selesai menggosok gigi dan membersihkan wajahnya, mereka berdua memakai baju tidur. Setelah itu barulah mereka menuju pembaringan.


Darren mematikan lampu kamarnya dan menggantinya dengan lampu tidur. Kemudian dia menarik selimut hingga dadanya.


" Selamat tidur istriku" ucap Darren sambil mengecup kening dan juga bibir istrinya sekilas.


" Selamat tidur juga hubby"


Kiran membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami. Sungguh nyaman berada dalam dekapan suaminya itu. Tidak berselang lama dia pun tertidur.


Sedangkan Darren tidak bisa tidur karena menahan sesuatu yang sudah bangun dari tadi. Ia tidak ingin menyerang istrinya saat ini. Karena kalau tidak dia akan kena hukum sama sang istri"


Darren mencoba menahan hasratnya dengan memejamkan matanya. Dia harus bisa menahan malam ini.


"Come on Darren, kamu pasti bisa. Ini hanya semalam, besok kamu udah bisa menggempur lagi" kata Darren menyemangati dirinya sendiri.


Setelah susah payah menahan hasratnya. Akhirnya Darren bisa juga terlelap menyusul istrinya ke dunia mimpi, dengan posisi tidur sambil berpelukan.


Pagi hari.


Matahari sudah menampakkan dirinya pada penduduk bumi. Cahayanya masuk melalui celah-celah fentilasi kamar mewah itu. Ya cahaya itu langsung menyapa sang empunya kamar.


Kiran mengejapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya. Setelah penglihatan dan kesadarannya sepenuhnya kembali, baru ia bisa melihat wajah tampan suaminya.


Dalam keadaan tidur seperti itu aja suaminya tetap aja terlihat tampan. Dia tidak menyangka kalau suaminya tidak bisa tidur kalau tidak memeluk dirinya.


" Kamu kayak anak kecil yang polos kalau lagi tidur kek gini. Tapi berubah mesum kalau udah bangun"


Kiran bangun dari tidurnya. Ia langsung berjalan menuju kamar mandi. Pagi ini dia akan membuatkan sarapan untuk suaminya dan juga yang lain.


Setelah Kiran menghilang ke dalam kamar mandi. Darren membuka matanya. Ya dia sudah bangun dari tadi. Tapi dia pura-pura tidur karena melihat sang istri lagi memandang wajah tampannya.


" Walaupun aku mesum, tapi kamu suka kan honey. Saking sukanya, kamu mengeluarkan suara yang indah sekali" gumam Darren.


To be continue.


Mana nih dukungannya untuk cerita iniπŸ€—πŸ€—


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2