Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Kehebohan pasangan absurd


__ADS_3

Keesokan harinya.


Darren dan Doni sedang berada di salah satu toko pakaian bayi. Mereka menemani istri mereka berbelanja pakaian bayi. Hari ini mereka akan pergi ke rumah sakit untuk melihat anak Romy dan Nadia.


Tangan para bodyguard sudah terisi penuh sama belanjaan nona muda mereka. Begitu juga dengan bodyguard yang mengikuti Serly, tangan mereka sudah penuh sama belanjaan istri ketua mereka.


" Sayang udah ya belanjanya?" tanya Darren.


" Belum By"


" Tapi tangan mereka sudah penuh sama barang belanjaan"


Kiran melihat kebelakang. Dan benar apa yang dibilang sama suaminya. Tangan beberapa bodyguardnya sudah penuh sama barang belanjaannya. Bahkan terlihat jelas dari raut wajah para bodyguard itu kalau mereka ingin acara belanja ini segera dihentikan.


" Baiklah, sekarang kita ke kasir"


Terdengar helaan nafas sang bodyguard. Mereka sangat bersyukur karena sesi belanja ala bini sultan sudah selesai. Mereka bergegas menuju kasir. Kalau tidak, nanti nona muda mereka berubah pikiran.


Setelah membayar semua barang belanjaan sang istri. Darren meminta para bodyguard untuk memindahkan semua barang belanjaan


ke bagasi mobil.


Doni juga sudah selesai membayar semua belanjaan istrinya. Dan ia juga meminta anak buahnya untuk memasukkan semua barang belanjaan kedalam mobil.


Karena mereka sudah selesai berbelanja, jadi mereka melanjutkan perjalanan kembali menuju rumah sakit.


Iringan mobil mewah itu menjadi pusat perhatian para pengendara lain. Mereka bertanya-tanya hendak pergi kemana iringan mobil mewah itu.


" Ini gara-gara kamu By, kita jadi pusat perhatian orang-orang "


" Nggak apa-apa. Lagipula kalaualau kita tidak bawa bodyguard, mobil kita juga udah jadi pusat perhatian orang-orang"


" Iya juga sih. Apa besok-besok kita pake mobil yang biasa aja "


" Yang menurut kita biasa pun akan terlihat wah di mata mereka"


Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya. Benar apa yang dibilang suaminya itu, mobil biasa mereka pun harganya lumayan fantastis. Ya kira-kira bisa buat beli rumah gedong yang dua lantai.


Mereka pun sampai di rumah sakit terbesar di kota itu. Atau lebih tepatnya di rumah sakit Wiguna internasional. Ya rumah sakit itu memang milik opanya Kiran.


Kiran dan Darren masuk kedalam rumah sakit dengan mendorong kereta baby twins. Diikuti sama Serly dan juga Doni di belakang.


Seperti biasanya setiap Kiran pergi ke rumah sakit itu, para staf dan karyawan lainnya selalu membungkukkan badan memberi hormat pada cucu sang pemilik rumah sakit.


Para bodyguard mengeluarkan satu persatu belanjaan dari mobil. Begitu juga dengan belanjaan Serly. Setelah itu mereka membawa semua belanjaan itu kedalam rumah sakit.


Semua orang yang ada di sana kaget melihat para bodyguard membawa begitu banyak barang belanjaan. Tapi setelah itu mereka tersenyum, karena lucu melihat orang-orang berbadan kekar membawa barang belanjaan.


Para bodyguard itu tetap berjalan dengan santai. Walaupun sebenarnya mereka ingin lari dari sana. Karena melihat ibu-ibu menertawakan mereka.


Tok..


Tok..


Tok..


Romy membuka pintu saat mendengar suara pintu di ketuk.


" Kalian sudah datang?"


" Hhmm"


Darren dan baby twins masuk duluan, diikuti sama Kiran dan yang lainnya di belakang. Saat Romy akan menutup pintu, di tahan sama Kiran.


" Jangan tutup dulu pintunya?"


" Kenapa?"

__ADS_1


" Rombongan masih ada di luar"


" Rombongan?"


Belum sempat Kiran menjawab, para bodyguard datang dengan menenteng barang belanjaan di tangan mereka. Romy kaget melihat begitu banyak barang belanjaan yang di bawa sama bodyguard itu.


Kiran dan Serly menghampiri box bayi Nadia. Sedangkan para suami duduk di sofa yang ada di sana.


" Masya Allah tampan banget anak Lo, Nad" puji Kiran.


" Iya, kek bapaknya banget" kata Serly.


" Makasih aunty Kiran dan aunty Serly"


" Siapa nama baby nya nih Nad?"


" Farel Putra Wijaya aunty cantik. Panggilannya Farel "


" Nama yang bagus"


" Farel nanti teman gelud nya Axel, Yank" kata Darren.


" Jangan dong By"


" Nad gue gendong baby Farel ya" kata Serly.


" Gendong aja Ser"


" Hati-hati perutnya bumil" pesan Kiran.


" Ok princess"


Ketiga istri cantik itu sibuk dengan baby Farel dan juga baby twins. Sedangkan para suami ngobrol masalah lain.


" Ren kenapa semua barang belanjaan ini di bawa kesini?"


" Nggak kebanyakan"


" Tadi aja istri gue bilang masih kurang, untung gue tahan"


" Bini Lo mau buka toko kali ya"


" Maybe"


" Oh iya, istri lo kapan brojolnya Don?" tanya Romy.


" Tiga bulan lagi"


" Istri lo nggak ngidam lagi kan?"


" Alhamdulillah udah nggak. Lagian kan kandungannya udah enam bulan, jadi nggak ngidam lagi"


" Siapa tau, bini lo spesies langka"


" Lo kata istri gue Dinosaurus"


" Ya galak-galak nya hampir sama ama T-rex"


" Sialan lo"


Para istri hanya menggelengkan kepala mereka melihat ketiga suami tampan itu. Mereka akan selalu seperti itu kalau sudah ketemu.


" Belanjaan segini banyak untuk siapa?" tanya Nadia..


" Untuk baby Farel "


" Banyak amat"

__ADS_1


" Nggak apa-apa Nad. Soalnya liat bajunya yang gemoy membuat gue sama Serly kalap"


" Kalian ini"


" Tapi ini terlalu banyak"


" Nggak apa-apa, ini semua rejeki anak Lo"


" Makasih ya " ucap Nadia sambil memeluk kedua sahabatnya itu.


" Sama-sama Nad"


" Oh iya, mama lo kemana?" tanya Kiran. Karena dari tadi dia datang, tidak melihat mama sahabatnya itu.


" Pulang, soalnya mama aku nggak bawa pakaian ganti"


" Oh"


" Baby twins udah bisa ngapain?"


" Merangkak, dan itu membuat Daddy-nya kesusahan saat menjaga mereka. Apalagi Alexa, anaknya nggak mau diem. Beda sama Axel"


" Axel kayaknya kalem banget ya " kata Serly.


" Iya. Gue pikir kemarin itu Axel yang bakal aktif banget, eh taunya Alexa yang lebih aktif"


" Mungkin kalem bapaknya kali yang dapat Ama dia".


" Menurut gue, Darren nggak kalem banget deh. Tapi kalau dingin, iya" kata Nadia.


" Iya, kek kulkas dua pintu"


" Dia dinginnya mungkin sama orang lain. Tapi kalau sama keluarga dia sosok yang hangat"


" Apalagi kalau di ranjang, iya nggak?" tanya Serly.


" Uh, kalau itu jangan ditanya lagi. Hot banget malah" jawab Kiran.


" Eits, jangan ngomong soal ranjang di dekat putra gue"


" Ah iya, ntar baby Lo matang sebelum waktunya lagi"


" Lo kata baby gue buah "


" Oh iya, mumpung lagi ngomongin buah. Gue ada beliin Lo buah yang segar-segar tadi untuk lo"


" Mana, kebetulan buah yang dibeliin suami gue udah habis"


" By, buah yang kita beli tadi mana ya?"


" Itu dalam kantong plastik dekat barang belanjaan"


" Tolong ambilin dong By"


Darren bangkit dari duduknya. Ia mengambil kantong plastik yang berisi buah-buahan. Kemudian ia memberikan pada istrinya.


" Makasih By"


" Sama-sama sayang" kata Darren sambil mengecup kening sang istri.


" Eleh eleh romantis sekali pasangan yang satu ini. Bikin kita pengen cip*k laki kita juga" kata Serly.


" Ya udah cip*k sana" kata Kiran dan Nadia berbarengan.


Serly segera menghampiri suaminya. Ia nggak mau kalah sama Darren dan juga Kiran. Sedangkan Doni segera mengambil ancang-ancang untuk lari.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2