
Kiran tidak menyangka cinta Darren begitu besar untuk dirinya. Semua itu terlihat dari semua yang di lakukan lelaki tampan itu untuknya.
Setelah puas melihat kamar Darren. Kiran diajak untuk berkeliling mansion mewah itu. Sekarang mereka sedang berkeliling di lantai tiga mansion itu.
Kiran takjub melihat kolam renang yang ada di lantai tiga mansion milik Darren.
" Wow,, di sini ada kolam berenang juga?"
" Iya, ini kolam renang khusus untuk kita berdua" kata Darren.
" Kamu selalu bilang gitu, padahal aku belum ada bilang mau untuk tinggal di mansion ini"
" Karena kamu hanya punya satu pilihan di sini, yaitu mau"
" Ck,, dasar tukang paksa"
Mereka melanjutkan ke tempat yang lain. Sekarang Darren mengajak wanitanya ke ruang kerja sekaligus ruang baca pribadinya.
" Ini ruang kerja kamu?"
" Iya, bagaimana menurut kamu honey?"
" Bagus, desainnya aku suka"
Kiran membuka kaca jendela yang terhubung langsung dengan taman buatan. Di taman itu itu sangat sejuk. Di sana juga ada berbagai tanaman tropis dan juga bunga-bunga.
" Siapa yang bikin konsep taman ini?"
" Aku, kenapa?"
" Nggak percaya aja, cowok sedingin kamu bisa bikin konsep taman sebagus ini" kata Kiran sambil melirik lelaki tampan yang ada di sampingnya itu.
" Taman ini ibaratkan kamu"
" Aku?"
" Hhmm"
" Kenapa harus aku?"
" Karena kamu itu cantik, smart dan juga dingin. Jadi cocok dengan konsep taman ini. Cantik, sejuk dan juga sangat bagus untuk mencari inspirasi di sini"
" Jadi menurut kamu aku dingin?"
" Hhmm,, dan yang pasti, kamu susah untuk di taklukkan"
" Oh ya, padahal aku nggak merasa gitu?"
" Tapi itulah kenyataannya, coba ingat sudah berapa kali aku mengungkapkan perasaan aku sama kamu?"
" Nggak tau?"
" Yang pasti sudah tidak terhitung. Tapi sampai saat ini aku juga belum bisa mendapatkan hati kamu"
" Nama sudah sedikit terukir di sini" tunjuk Kiran ke dada Darren.
Darren kaget sekaligus bahagia mendengar ucapan wanitanya. Dia bilang kalau namanya sudah terukir di sana.
" Tidak masalah kalau cuma sedikit. Aku akan pastikan seluruh hati kamu akan terisi penuh oleh namaku"
" Buktikan"
" Apa ini artinya kamu memberikan lampu hijau untuk aku"
__ADS_1
" Hhmm"
" Terima kasih honey. Aku memang tidak bisa memberikan isi dunia ini pada kamu, tapi aku akan memberikan dunia aku hanya untuk kamu"
" Aku harap kamu tidak akan pernah mengecewakan atau menyakiti aku Darren"
" Pasti honey"
Kiran tersenyum pada Darren, dia akan membuka hatinya untuk lelaki yang dulu dia bilang menyebalkan itu.
" Sekarang, aku antar kamu pulang. Karena hari sudah mau petang"
" Hhmm"
Sejoli itu keluar dari ruang kerja itu. Kiran memutuskan untuk turun dengan mengunakan lift. Darren pun menyetujui permintaan calon istrinya itu.
Sampai di bawah, para pelayan dan juga bodyguard sudah berbaris rapi di sana. Mereka akan melepas kepergian tuan dan nona muda mereka.
" Apa tuan muda akan makan malam di sini?"
" Tidak, saya akan makan malam di luar"
" Baiklah"
Dua orang bodyguard Darren membukakan pintu mobil untuk tuan dan nona muda mereka. Setelah nona mudanya duduk dengan aman, mereka menutup kembali pintu mobilnya.
Darren melajukan mobilnya meninggalkan mansion miliknya. Hari ini dia sangat bahagia karena nggak sia-sia dia membawa Kiran ke sana.
" Mau makan di luar sama aku?" tawar Darren.
" Boleh, tapi aku yang tentuin tempat makannya"
" Ok, aku ngikut aja"
Kiran akan mengajak Darren makan di warung tenda yang ada pinggir jalan. Kira-kira lelaki tampan itu bisa nggak makan makanan yang ada di warung tenda itu.
" Siap"
Darren menepikan mobilnya ke pinggir jalan. Dia memarkirkan mobilnya tidak jauh dari warung tenda tempat mereka makan nanti.
Para pembeli terpesona melihat ketampanan dan juga kecantikan Darren dan juga Kiran. Mereka baru pertama kali melihat cowok dan cewek cantik makan di warung tenda itu.
Itu bisa mereka lihat dari penampilan Darren dan juga Kiran. Sejoli itu tidak terlihat seperti orang susah, jadi mereka bertanya-tanya kenapa sepasang insan itu mau makan di warung tenda itu.
" Kita duduknya di pojok sebelah kanan"
" Siap ratuku"
Setelah Kiran dan Darren duduk, pelayan pun datang menghampiri mereka.
" Mau pesan apa nona, tuan?"
" Menunya ada apa Kang"
" Ayam penyet balado, ikan tongkol balado, ayam bakar, bebek bakar, tahu, tempe goreng"
" Saya pesan ayam penyet balado. Kamu mau pesan apa?" tanya Kiran pada Darren.
" Samain aja sama kamu"
" Ayam penyet balado dua, terus minumnya teh hangat "
" Baik, tunggu sebentar ya nona"
Setelah mencatat pesanan Kiran dan Darren, pelayan itu pamit undur diri untuk membuatkan pesanan sejoli itu.
" Kamu pernah nggak makan di warung tenda kek gini?" tanya Kiran.
__ADS_1
" Nggak, ini kali pertama aku makan di warung tenda kek gini"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Apa nggak masalah kamu makan di sini?"
" Nggak. Bagi aku yang penting tempatnya bersih dan makanannya enak dan makannya bareng sama kamu"
" Ck,, masih sempat aja menggombal"
" Itu bukan gombalan. By the way di sini rame juga ya pembelinya"
" Hhmm, itu menandakan makanan yang di jual disini enak"
Tak berselang lama pelayan pun datang dengan membawa pesanan Darren dan juga Kiran. Setelah menata makanan itu, mereka pun pamit undur diri.
Sejoli itu mulai menyantap makanan yang sudah ada di meja itu. Darren mencuci tangannya dengan air kobokan. Seperti yang di lakukan Kiran.
Suapan pertama masuk kedalam mulut lelaki tampan itu. Dia terdiam sejenak menikmati makanan yang ada di dalam mulutnya itu.
" Gimana?" tanya Kiran.
" Enak" jawab Darren sambil memasukkan suapan yang ke dua.
Kiran tersenyum melihat ekspresi Darren. Dia tidak menyangka cowok tampan dan juga kaya itu mau di ajak makan di tempat seperti itu. Apalagi ini kali pertamanya lelaki tampan itu makan di warung tenda.
" Lain kali aku mau ngajak mommy sama daddy makan di sini" kata Darren.
" Ide bagus"
Sepasang insan manusia itu menikmati makan malam mereka dengan di temani kendaraan yang berlalu lalang. Darren tidak akan melupakan momen makan malam ini.
" Kamu makannya kayak bocah" kata Darren sambil mengusap sudut bibir Kiran.
Wajah Kiran seketika memerah mendapatkan perlakuan lembut seperti itu. Jantungnya seakan ingin melompat dari tempatnya.
Oh God, kenapa jantungku berdetak kencang seperti ini. Dia nggak mendengar suara detak jantungku kan?.
" A-aku aja yang lap sendiri" kata Kiran sambil merebut tissue dari tangan Darren.
Darren tersenyum melihat tingkah lucu wanitanya. Dia tidak menyangka Kiran akan malu. Padahal dia hanya mengusap sudut bibir wanita cantik itu.
Selesai makan mereka pergi meninggalkan warung tenda itu. Tapi sebelum itu, Darren membayar makanan yang mereka pesan tadi. Dia agak terkejut mendengar total pesanan makanan mereka tadi. Ia tidak menyangka kalau harganya akan semurah itu.
" Apa mereka tidak salah menjumlahkan pesanan kita tadi?" tanya Darren setelah mereka di dalam mobil.
" Tidak, emang harga makanannya segitu"
" Murah sekali. Apa mereka tidak rugi menjual dengan harga murah begitu?"
" Tidak, buktinya mereka masih bertahan jualan di sana"
" Iya juga sih. Sekarang kamu mau langsung pulang atau gimana?"
" Langsung pulang aja"
" Ok"
Darren melajukan mobilnya meninggalkan warung tenda itu. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena dia tidak ingin cepat sampai di rumah.
To be continue.
Abang tampan minta hadiah nya dongπ€
__ADS_1
Happy Reading ππ