
Darren kaget melihat 10 kali panggilan tidak terjawab dari istrinya. Ia tidak bisa membayangkan amarah istrinya nanti, karena telponnya sudah diabaikan. Tanpa menunggu lama ia langsung menghubungi sang istri.
" Hallo, assalamualaikum honey"
" Wa'alaikum salam. Ingat juga kalau punya istri?"
" Maaf, tadi ponselnya aku silent"
" Kenapa di silent? takut aku ganggu waktu kencannya sama wanita lain. Iya?"
" Nggak honey. Tadi itu aku lagi meeting"
" Jangan bohong?"
" Beneran, kalau nggak percaya tanya aja sama Romy"
" Nggak, kalian berdua itu udah kongkalikong"
" Beneran sayang su'er"
" Kalau bohong, di sambar geledek"
" Gosong dong"
" Jadi abu sekalian"
" Sadis banget istri ku ini. Untung cinta"
" Hubby kapan pulang?"
" Besok honey "
" Nggak bisa sekarang pulangnya?"
" Nggak bisa. Oh iya, mau dibawakan oleh-oleh apa?"
" Nggak mau apa-apa, maunya hubby aja"
" Kalau itu udah pasti honey. Ntar aku beliin oleh-oleh khas Bandung, ya?"
" Hhmm"
" Aku tutup telponnya dulu. Love you my wife "
" Love you more hubby "
Panggilan telepon pun berakhir. Darren menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Istri lo?"
" Hhmm"
" Dia bilang apa?"
" Nanya kapan gue balik"
" Nadia kok nggak ada telpon gue ya?"
" Mana gue tau. Kenapa nggak lo aja yang telpon dia?"
" Ntar aja kalau udah sampe di hotel. Kalau di sini ntar lo denger lagi"
" Ck,, pede banget lo"
" Iya, soalnya kan lo kepo banget sama kisah cinta gue"
" Najis!"
Tawa Romy pun pecah mendengar perkataan Darren barusan. Ia tau kalau sahabatnya itu lagi kesal sekarang.
" Mau langsung ke hotel atau gimana nih?"
" Langsung ke hotel "
" Nggak nongkrong dulu kita?"
" Ck,, kek ABG aja lo"
" Siapa bilang nongkrong itu cuma untuk ABG aja. Lagian kita belum tua-tua amat"
" Gue emang belum tua " kata Darren.
Di tempat lain.
Clarissa bersiap untuk pergi ke mansion menantunya. Semenjak pulang dari honeymoon ia belum bertemu dengan menantu kesayangannya itu.
__ADS_1
" Sudah siap berangkat nyonya?" tanya Jhon.
" Sudah, yuk kita berangkat"
" Siap nyonya" kata Jhon sambil membukakan pintu mobil untuk nyonya besarnya.
Mobil mewah itu melaju meninggalkan mansion utama. Jhon melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Jhon kita mampir ke toko kue dulu ya"
" Baik nyonya"
Jhon menghentikan mobilnya tepat di depan toko kue langganan nyonya nya. Clarissa turun dari mobil setelah Jhon membukakan pintu itu.
Kedatangan Clarissa langsung di sambut oleh pemilik toko.
" Selamat datang nyonya"
" Terima kasih "
" Kebetulan nyonya datang, kami ada kue dengan rasa dan varian terbaru"
" Benarkah?"
" Iya nyonya, mari saya tunjukkan"
Mereka masuk kedalam toko itu. Pemilik toko memotong kue itu untuk di cicipi oleh Clarissa. Dengan senang hati Clarissa mau mencicipi kue dengan rasa dan varian terbaru itu.
" Bagaimana nyonya?" tanya sang empunya toko setelah Clarissa mencicipi kue itu.
" Enak, manisnya juga pas. Saya suka"
" Terima kasih nyonya"
" Tolong bungkus satu untuk saya"
" Baik nyonya "
Pemilik toko itu langsung membungkus beberapa kue untuk Clarissa. Ia tidak perlu bertanya lagi kue apa yang diinginkan nyonya besar dari keluarga Narendra itu. Karena ia sudah tau kue favorit Clarissa.
" Ini nyonya kuenya"
" Terima kasih"
Selesai memasukkan semua kue itu. Jhon melajukan mobilnya dan melanjutkan kembali perjalanan yang sempat tertunda karena membeli kue tadi.
Mobil itu sudah sampai di depan pintu gerbang. Jhon membunyikan klakson mobilnya. Saat mendengar bunyi klakson mobil itu, alat sensor yang ada di pintu gerbang itu langsung mendeteksi plat mobil mewah itu.
Pintu gerbang terbuka setelah sensor itu mengenali identitas mobil itu. Jhon melajukan mobilnya masuk kedalam mansion milik tuan dan nona mudanya.
Para bodyguard menyambut kedatangan nyonya besar keluarga Narendra. Mereka semua menundukkan kepala memberi hormat saat nyonya besar itu keluar dari mobil.
" Selamat datang nyonya besar"
Clarissa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Ia berjalan melewati para bodyguard yang berbaris rapi itu.
" Assalamualaikum, mantu kesayangan mommy datang"
" Eh nyonya datang"
" Iya Bik. Mantu saya mana ya Bik"
" Itu nyonya tadi nona muda pergi ke supermarket, sampai sekarang belum kembali"
" Emang udah berapa lama dia pergi?"
" Sudah hampir tiga jam nyonya"
" Apa menantu saya memborong semua isi supermarket itu ya Bik"
" Saya tidak tau nyonya"
" Ya sudah, saya telpon dulu"
Clarissa langsung mengambil ponselnya, kemudian ia langsung menghubungi nomor telepon menantu kesayangannya itu.
" Assalamualaikum Mom"
" Wa'alaikum salam, kamu dimana sayang?"
" Aku lagi di rumah Mom"
" Mommy ada di mansion kamu nih sekarang?"
" Ma-mansion?"
__ADS_1
" Iya. Apa mommy ke rumah kamu aja sayang?"
" Jangan!"
" Kenapa?"
" Karena aku sama Nadia lagi beres-beres Mom, jadi rumah agak berantakan gitu"
" Nggak apa-apa, nanti mommy bantu juga berberes nya, ya?"
" Jangan Mom, ya udah kalau gitu mommy tunggu aku di mansion aja. Aku jalan ke sana sekarang"
" Oke sayang, mommy tunggu"
Clarissa menyimpan kembali ponselnya, setelah sambungan teleponnya berakhir. Ia duduk di ruang tamu menunggu kedatangan menantu kesayangannya itu.
πππ
Kiran baru sampai di mansion-nya, setelah melalui drama yang panjang dengan dokter. Ia semakin heran sama sikap dokter itu yang berusaha untuk menahannya untuk tidak pulang.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam. Sayang kamu sudah datang"
" Iya Mom. Maaf sudah membuat mommy menunggu"
" Nggak apa-apa sayang. Yuk ke ruang makan, mommy ada beli kue dengan rasa terbaru. Mommy yakin kamu pasti suka"
Kedua wanita cantik beda usia itu langsung menuju ruang makan. Sesampainya di meja makan, Kiran melihat berbagai macam jenis kue sudah terhidang di sana.
" Wah sepertinya enak nih Mom?"
" Tentu saja sayang "
Clarissa memotong kue itu untuk menantu kesayangannya. " Ini sayang kuenya"
" Makasih mommy"
Belum sempat Kiran mencicipi kuenya, tiba-tiba ia merasa mual saat mencium aroma kue itu. Iya juga tidak tau kenapa aroma dari kue itu membuatnya mual.
" Kenapa belum dicicipi sayang?"
" Iya Mom"
Kiran yang tidak ingin mengecewakan mertuanya itu. Mencoba menahan supaya tidak muntah karena mencium aroma kue itu.
Suapan pertama masuk kedalam mulut Kiran. Saat mengunyah kue itu, ia tidak dapat menahan rasa mualnya lagi. Kiran langsung berlari menuju wastafel yang ada di dapur.
Kiran memuntahkan kue yang ia makan tadi. Clarissa segera menyusul menantunya ke dapur saat mendengar Kiran muntah-muntah.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Clarissa dengan nada khawatir.
" Aku nggak apa-apa Mom"
" Terus kenapa kamu muntah-muntah gitu?"
" Aku juga nggak tau Mom. Tadi saat mencium aroma kue itu perut aku langsung kek di aduk-aduk gitu"
Clarissa yang mendengar penuturan mantunya langsung tersenyum. Tapi ia juga tidak bisa memastikannya, karena ia harus memeriksanya terlebih dahulu.
" Sayang"
" Ya Mom"
" Mommy boleh tanya?"
" Boleh, tanya apa Mom?"
" Kamu kapan terakhir datang bulan?"
Kiran memikirkan kapan dia terakhir datang bulan. " Aku juga lupa Mom"
" Apa bulan ini sudah datang?"
" Belum Mom, makanya aku juga bingung kenapa tamu bulanan aku belum datang bulan ini"
Berarti menantu kesayanganku memang sedang mengandung pewaris keluarga Narendra. Ini akan menjadi kabar yang membahagiakan untuk semua orang. Dan anak nakal, mommy lha yang pertama tau kalau istri kamu hamil.
Kiran bingung melihat mertuanya yang sedang senyum-senyum sendiri. Tiba-tiba ia merasa sedikit horor.
Sepertinya mommy ke sambet penghuni dapur ini.
To be continue.
Happy Reading ππ
__ADS_1