
Darren dan Romy sedang berada di pusat oleh-oleh yang ada di kota Bandung. Ya Darren akan membelikan oleh-oleh khas kota itu untuk istri tercintanya.
Para pembeli dan juga karyawan yang bekerja di toko itu terpesona dengan ketampanan kedua lelaki yang baru saja memasuki toko itu.
" Mimpi apa gue semalam bisa melihat cowok tampan"
" Iya, ketampanan mereka sungguh mengalihkan duniaku"
" Mereka benar-benar ciptaan Tuhan yang sempurna"
" Betul, sungguh memanjakan mata kita"
Para wanita itu langsung tebar pesona pada kedua lelaki tampan itu. Bahkan ada sebagian dari mereka yang membuka beberapa kancing kemejanya hingga menampakkan belahan gunung kembar milik mereka. Kemudian ada juga yang mengibaskan rambutnya seperti iklan shampo yang ada di dalam tv.
Darren dan Romy ingin muntah melihat wanita yang terang-terangan mau menggodanya. Kedua cowok tampan itu terus berjalan melewati para wanita penggoda itu.
" Kalau istri gue yang melakukan hal kek gitu di depan gue, sudah pasti gue akan tergoda. Tapi melihat mereka membuat gue jijik sekaligus mau muntah" kata Darren.
" Punya mereka itu murah bro, makanya dijajakan kek gitu"
" Pasti, mending di obral aja sekalian"
" Iya, pasti banyak lelaki hidung belang yang mau beli. Ketimbang dijajakan di hadapan kita"
" Betul sekali" kata Romy.
Kedua cowok tampan itu mengambil keranjang untuk memudahkan mereka membawa belanjaan mereka nanti.
" Lo beli apa bro?" tanya Romy.
" Gue juga nggak tau, bingung soalnya. Mana nama makannya unik-unik gini lagi"
" Kita minta tolong karyawannya aja untuk memilihkan oleh-oleh yang paling enak dan laris"
" Ide bagus "
Romy langsung memanggil karyawan yang kebetulan sedang berdiri tidak jauh dari mereka.
" Ada yang bisa saya bantu tuan?"
" Tolong carikan kita oleh-oleh yang paling banyak di cari "
" Baik tuan. Tapi umumnya semua oleh-oleh yang ada di sini banyak peminatnya"
" Benarkah?"
" Iya, terutama bolu susu ini" kata karyawan itu.
" Baiklah kami ambil itu"
" Tahu susu ini juga enak tuan"
" Kamu pilih saja mana yang paling di orang, terus taruh di keranjang ini. Kami tunggu di sana"
" Baik tuan"
Karyawan itu dengan senang hati melakukan tugas yang di berikan oleh lelaki tampan itu. Ia mulai memasukkan semua oleh-oleh khas Bandung yang paling banyak di cari.
Setelah lima menit, karyawan itu kembali dengan keranjang yang sudah terisi penuh. Ia kemudian menghampiri kedua lelaki tampan itu.
" Ini tuan belanjaannya"
" Terima kasih. Ini tips untuk kamu"
" Nggak usah tuan, saya ikhlas membantu tuan" tolak wanita itu dengan halus.
__ADS_1
" Saya juga ikhlas memberi kamu" kata Darren.
" Terima kasih tuan"
" Sama-sama"
Karyawan itu tidak menyangka akan diberikan tip sebanyak itu. Ia berdoa semoga kedua lelaki tampan itu selalu di berikan Rezeki yang berlimpah.
Darren dan Romy membawa barang belanjaan mereka ke kasir. Setelah membayar semua barang belanjaannya. Kedua lelaki tampan itu pergi meninggalkan toko oleh-oleh itu.
" Kita jadi berangkat malam ini?" tanya Romy setelah mereka berada di dalam mobil.
" Iya, lagipula masalah perusahaan sudah selesai"
" Apa kita nggak akan beri pelajaran pada mereka?"
" Kita tidak perlu mengotori tangan kita untuk memberikan pelajaran pada mereka. Cukup petikan jari saja, semuanya kelar" kata Darren.
" Lo benar-benar kejam bro"
" Mereka duluan yang mulai menabuh genderang perang sama gue. Ya gue cuma ngikutin permainan mereka saja"
" Setelah ini tidak akan ada lagi yang mau bekerja sama dengan perusahaan itu"
" Sudah pasti. Lagian investor tidak akan menyia-nyiakan uang mereka untuk perusahaan yang culas kek begitu"
" Berarti kita menunggu perusahaan itu bangkrut "
" Tidak hanya bangkrut, gue juga akan ratakan perusahaan mereka "
Romy tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Sahabatnya itu memang tidak pernah main-main dalam memberikan hadiah untuk orang-orang yang berani mengusiknya.
Bunyi dering ponsel mengagetkan sang empunya. Darren segera mengambil ponselnya itu, takut kalau sang istri yang menelpon lagi. Ternyata panggilan telepon itu bukan dari istrinya, tapi dari ibu negara.
" Hallo Mom"
" Assalamualaikum ibu negara"
" Wa'alaikum salam. Nah gitu baru bener"
" Ada apa mommy telpon aku?"
" Mommy punya kabar gembira dan juga mengejutkan untuk kamu"
" Oh ya, apakah Daddy nikah lagi"
" Dasar anak nakal. Daddy kamu itu tidak akan bisa mencari istri baru lagi, karena dia sudah mommy pelet dan tidak bisa pindah ke lain hati lagi"
" Wah ternyata pesona mommy nggak alami"
" Nggak alami gundul mu. Justru kecantikan dan pesona mommy ini alami dan juga murni"
" Ya,,ya. Jadi hal apa yang akan ibu negara beritahukan pada putra tampan mu ini?"
" Ini soal istri kamu"
" Istri aku? kenapa dengan istri aku "
" Makanya dengerin dulu mommy sampe kelar ngomongnya, jangan main potong aja"
" Sorry Mom, maklum kalau masalah istri putra tampan mu ini agak sensitif"
" Eleh,, anak sama bapaknya sama aja. Sama-sama bucin"
" Nanti aja bahas bucin-nya. Sekarang cepat bilang istri aku kenapa?"
__ADS_1
" Sepertinya istri kamu hamil"
" Benarkah? tapi sayangnya aku nggak kaget Mom"
" Kenapa?"
" Karena aku udah tau dari dokter tadi. Tapi jangan bilang-bilang sama Kiran dulu ya Mom"
" Emang kapan dokter bilang sama kamu?"
" Tadi pas istri aku pingsan di supermarket"
" Apa! mantu kesayangan mommy pingsan?"
" Iya, terus dibawa sama bodyguard aku ke rumah sakit"
" Wait.. wait, tadi kamu bilang istri kamu di bawa ke rumah sakit. Seharusnya istri kamu juga sudah tau dong?"
" Nggak, karena aku udah bilang sama dokter untuk tidak mengatakan apapun pada istriku"
" Berarti mommy bukan orang yang pertama tau soal kehamilan istri kamu"
" Iya Mom, karena aku lha orang yang pertama tau"
" Ck,, sia-sia dong mommy telpon kamu"
" Sepertinya begitu. Mommy tau darimana kalau istri aku lagi hamil?"
" Tadi istri kamu muntah-muntah"
" Muntah-muntah?"
Terdengar nada khawatir dari seberang sana.
" Iya, tapi sekarang udah nggak lagi kok"
" Syukurlah, tolong jaga istri aku dulu ya Mom"
" Tanpa kamu minta pun mommy akan jaga mantu mommy. Kamu kapan pulang?"
" Rencananya ntar malam Mom"
" Emang masalah di sana sudah kelar"
" Udah Mom, sisanya aku serahkan sama bawahan aku"
" Good, kita harus memberikan pelajaran sama orang yang berani mengusik kita"
" Sudah pasti Mom. Ya udah Mom, aku tutup dulu telponnya, soalnya aku mau berkemas dulu"
" Baiklah, mommy juga mau menelpon Daddy kamu"
Clarissa menutup sambungan teleponnya. Ia segera menghubungi nomor suaminya untuk memberi tau kalau dirinya sekarang sedang berada di mansion mantunya.
To be continue..
Ini yang minta visual Romy sama Nadia kemarin yaπ€π€.
Romy.
Nadia.
__ADS_1
Happy Reading ππ