
Satu Minggu kemudian.
Darren terbangun dari tidurnya karena mendengar suara sang istri yang lagi muntah-muntah di kamar mandi. Ia segera menghampiri istrinya.
" Sayang"
" Stop! hubby jangan kesini"
" Kenapa?"
" Ntar hubby jijik"
" Jijik kenapa? aku malah khawatir sama kamu"
" Pokoknya hubby nggak boleh ke sini. Tetap diam di sana"
" Baiklah"
Keadaan seperti ini setiap pagi terjadi. Darren benar-benar tidak tega melihat istrinya seperti ini terus. Walaupun sudah mengkonsumsi obat untuk penghilang rasa mual dan juga muntah, tapi istrinya tetap saja mual dan muntah setiap pagi.
Kiran membersihkan mulutnya dan juga
wastafel yang kena muntahnya. Setelah selesai barulah ia mengizinkan Darren mendekatinya.
" Wajah kamu pucat banget sayang. Apa nggak sebaiknya kita ke dokter?"
" Aku nggak apa-apa By, ini udah biasa. Bukankah hubby selalu mendengar dan melihatnya?"
" Iya, tapi aku nggak tega liat kamu kek gini"
" Aku baik-baik saja. Hubby nggak usah khawatir"
" Ya udah aku temenin kamu di rumah ya"
" No. Hubby harus pergi kerja"
" Aku libur. Lagipula aku pemilik perusahaan, jadi mau aku kerja atau pun nggak, tidak akan jadi masalah"
" Walaupun hubby pemilik perusahaan, hubby harus memberikan contoh yang baik untuk para karyawan hubby"
" Tapi aku nggak tega ninggalin kamu sendirian di mansion"
" Aku nggak sendirian By. Ada pelayan sama bodyguard di sini. Apa hubby lupa?"
" Tetap saja aku nggak bisa sayang. Apalagi liat wajah kamu pucat kek gini"
" Hubby mau ke kantor atau nggak usah tidur di kamar ntar malam"
" Kok ngancamnya gitu?"
" Cepat pilih salah satu"
" Ya udah aku ke kantor"
" Nah gitu dong. Sekarang hubby mandi gih"
" Hhmm"
Darren berjalan menuju kamar mandi. Ia tidak ingin pergi ke kantor. Ia ingin menemani istrinya di rumah, tapi istrinya malah ngancam. Jadi mau nggak mau ia harus pergi ke kantor.
Setelah suaminya menghilang ke dalam kamar mandi, Kiran tidur kembali. Ia benar-benar merasa lemas setelah muntah-muntah tadi. Ia mulai memejamkan matanya. Tak berselang lama ia pun mulai memasuki alam mimpinya.
Darren baru selesai mandi. Ia melihat istrinya kembali tidurpun sedikit tenang. Setidaknya istrinya sang istri bisa beristirahat. Ia berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya.
__ADS_1
Selesai berpakaian Darren menyisir rambutnya. Tak lupa ia memberikan Pomade pada rambutnya. Sekarang penampilan Darren sudah rapi, ia sudah siap berangkat ke kantor.
Darren menghampiri istrinya yang sedang terlelap. Ia memberikan kecupan di kening sang istri. Setelah itu ia mengelus perut istrinya.
" Sehat-sehat ya anak-anak daddy. Jangan nakal dan bikin mommy muntah-muntah lagi. Daddy berangkat kerja dulu" kata Darren sambil mengecup perut sang istri.
Setelah berpamitan sama istri dan juga calon anak-anaknya, Darren keluar dari kamarnya. Ia masuk ke dalam lift menuju lantai satu mansion-nya.
" Pagi tuan" sapa kepala pelayan saat Darren sudah berada di ruang makan.
" Pagi"
" Nona muda tidak ikut sarapan tuan"
" Istri saya lagi tidur Bik, mungkin lelah karena muntah-muntah tadi"
" Tuan muda mau sarapan sama apa?"
" Roti aja deh Bik " kata Darren sambil mengambil satu lembar roti tawar. Ia mengoleskan selai ke coklat ke roti tawar itu.
Selesai sarapan Darren berangkat ke kantor. Tapi sebelum itu dia berpesan pada pelayan dan juga para bodyguardnya untuk menjaga istrinya.
" Kalau terjadi sesuatu cepat hubungi saya" kata Darren sambil masuk kedalam mobilnya.
" Baik tuan muda"
Darren melaju meninggalkan mansion-nya. Walaupun istrinya bilang dia baik-baik saja, tapi tetap saja membuatnya tidak tenang. Ia kembali fokus pada jalan, karena kalau tidak bisa terjadi kecelakaan.
Di tempat lain.
Nadia bersiap untuk pergi ke kantor. Ya hari ini ia akan kembali bekerja. Karena kantor cabang perusahaan milik sahabatnya sudah selesai di renovasi.
" Kakak udah mau berangkat?" tanya Nando.
" Iya, kamu libur ya"
" Hhmm"
" Senang, boring yang ada"
" Kenapa boring. Bukannya enak libur"
" Karena nggak ada kegiatan "
" Gimana kalau kamu ikut kakak ke kantor. Sekalian kamu belajar juga"
Nando memikirkan ucapan kakaknya itu. Darimana di rumah nggak ada kegiatan, jadi nggak ada salahnya dia ikut ke kantor.
" Baiklah kalau kakak maksa "
" Ck,, siapa juga yang maksa kamu"
" Ya udah, yuk berangkat"
" Idih malah dia yang ngebet"
Tapi tak urung juga Nadia mengikuti langkah kaki Nando. Mereka berdua masuk kedalam mobil.
" Kapan kakak bisa duduk di kursi penumpang"
Nando tersenyum. " Ntar kalau aku udah bisa bawa mobil dan punya SIM"
" Ah masih lama"
__ADS_1
" Sabar ya Kak"
" Untuk sekarang hanya itu yang bisa kakak lakukan"
" Yuk Kak jalan"
Nadia melajukan mobilnya menuju perubahan. Hari ini dia akan melihat siapa-siapa saja yang akan melamar di perusahaan milik sahabatnya itu.
Suasana jalan raya pagi itu cukup padat. Ya ini bertepatan dengan jam kerja, jadi orang berlomba-lomba ingin segera cepat sampai di kantor tempat mereka bekerja.
" Kapan kota ini tidak akan macet"
" Kakak mau nggak kena macet?"
" Ya mau lha"
" Besok berangkat kerjanya pake helikopter aja"
" Jangan! ntar gempar seisi kantor melihat helikopter berhenti di perusahaan"
Mereka pun sampai di area parkir perusahaan. Nadia dan Nando turun dari mobil. Mereka berdua berjalan masuki kantor.
Kedatangan Nadia dan Nando langsung di sambut sama orang kepercayaan Kiran yang beberapa hari lalu datang. Karena di minta sama bos mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Kiran.
" Pagi Buk " sapa wanita itu ramah
" Pagi Serly "
Ya Serly juga merupakan sahabat Nadia dan Kiran. Wanita itu juga di selamatkan Kiran saat mereka baru menjejaki kota London. Waktu itu Serly akan diperkosa oleh beberapa pri. Beruntung Kiran cepat menyelamatkannya, kalau tidak mungkin wanita yang berdiri di hadapannya sekarang ini sudah menjadi piala bergilir para pria hidung belang itu.
" Apa calon karyawan baru sudah datang?" tanya Nadia.
" Belum, mungkin sebentar lagi "
Mereka berempat masuk kedalam kantor. Suasana di kantor sudah ramai, karena ini memang sudah masuk waktu bekerja.
Orang-orang yang ingin mendaftar ke perusahaan sangat banyak. Karena ini merupakan salah satu cabang perusahaan yang terbesar di Eropa yaitu perubahan Black pearl.
" Apa bos akan datang ke sini hari ini?" tanya Serly.
" Sepertinya tidak. Kamu kan tau bos kita sekarang sedang hamil, dan itu membuat dia sering kelelahan"
" Gue belum pernah bertemu dengan bos semenjak dia memutuskan untuk tinggal dan menetap kembali di Indonesia"
" Nanti sepulang kerja kita ke mansion-nya "
" Baiklah. Oh iya, adek ini siapa?"
" Ini adikku. Nando kenalkan ini Kak Serly, teman kakak" kata Nadia.
" Kenalin Kak, aku Nando"
" Serly. Kamu tampan juga ya"
" Jangan coba-coba ganggu adek gue. Dia masih di bawah umur"
" Ck,, lo pikir gue penyuka daur muda"
" Oh iya gue lupa, lo kan pecinta lelaki dewasa"
" Nah itu lo tau"
Nando hanya jadi pendengar diantara kedua wanita cantik itu. Karena ia juga tidak mengerti apa yang di bicarakan kedua orang dewasa itu.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading ππ