
Pagi hari.
Darren bangun dari tidurnya, saat sang mommy membangunkannya ingin pamit pulang. Nanti siang mereka akan datang lagi. Setelah orang tua dan mertuanya pergi, ia pun menghampiri bed sang istri.
" Apa masih sakit?"
" Sedikit By"
" Aku nggak ingin nambah anak lagi"
" Kenapa?"
" Aku nggak sanggup liat kamu kesakitan kayak tadi. Apalagi melihat kamu langsung tertidur tadi, seakan dunia aku runtuh. Aku benar-benar khawatir kamu kenapa-napa"
Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya itu. Ia mengelus pipi suaminya. " Rasa sakitnya hilang ketika melihat baby twins, By"
" Ya tetap aja aku nggak sanggup sayang" kata Darren sambil menitikkan air matanya.
Kiran kaget melihat suaminya menangis. Walaupun tadi di ruang persalinan suaminya juga menangis. " Hubby"
Darren memeluk istrinya dengan erat. Dia benar-benar tidak ingin kehilangan sang istri. Kiran pun membalas pelukan suaminya itu. Ia menepuk-nepuk punggung sang suami.
Setelah suaminya mulai tenang, Kiran melepaskan pelukannya. " Makasih, karena hubby udah mengkhawatirkan aku. Sekarang aku udah baik-baik aja By"
" Tapi tetap aja karena aku, kamu merasakan sakit seperti tadi"
" Hubby nggak salah. Nggak ada yang salah disini. Kita sama-sama menginginkan baby, dan Alhamdulillah Allah mengabulkan doa kita. Jadi hubby nggak boleh merasa bersalah gitu"
" Makasih karena sudah mau melahirkan baby twins. I love you my wife"
" Love you more hubby. Sekarang hubby mandi ya, soalnya udah bau acem"
" Masa sih?" kata Darren sambil mencium aroma tubuhnya.
" Udah buruan mandi sana. Ntar baby twins nggak mau di gendong sama hubby, karena bau"
" Baiklah istriku yang cantik. Suami tampan kamu ini mau mandi dulu"
" Hhmm"
Darren mengecup kening sang istri. Setelah itu dia pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Baru saja Darren masuk kedalam kamar mandi. Para sahabatnya pun datang.
" Princess" panggil Serly dengan suara nyaringnya.
" Ssssttt, jangan berisik. Ntar baby twins gue bangun"
" Ups sorry" kata Serly sambil menutup mulutnya.
" Kok Lo nggak bilang sama kita punya baby twins?"
" Jangankan kalian. Orang tua dan mertua gue aja, nggak gue kasih tau"
Nadia dan Serly menghampiri box bayi yang ada di samping bed Kiran. Kedua sahabat Kiran sangat terpesona dengan ketampanan dan kecantikan baby Kiran.
" Cantik dan tampan sekali ponakan Aunty" puji Nadia.
" Makasih aunty Nadia"
" Yang cowok mirip Darren banget ya"
" Iya, kata mommy gue juga gitu"
" Berarti Darren punya saingan nih sekarang"
" Sepertinya begitu"
" BTW, siapa nama baby twins nya nih?" tanya Nadia.
" Yang perempuan Alexa Kirania Narendra, dan yang laki-laki namanya Axel Evan Narendra"
" Bagus banget nama ponakan Aunty"
" Kalau baby twins manggil gue, kakak aja ya" kata Serly.
__ADS_1
" Idih, mana mau baby twins punya kakak kek Lo. Lagian ingat umur, udah tua juga" kata Nadia.
" Enak aja lo bilang gue udah tua. Emang lo liat rambut gue ada ubannya?"
" Ya siapa tau aja lo warnai, jadi ubannya ke tutup lha"
" Sembarangan lo kalau ngomong. Rambut gue belum pernah di warnai. Tapi bulu ketek gue udah"
" Tapi kan ketek kamu nggak ada bulunya" kata Doni.
Nadia dan yang lain menatap kearah Doni. Doni menelan saliva-nya karena mendapatkan tatapan seperti itu dari nona muda dan yang lainnya.
" Emang kamu pernah liat ketek Serly Don?" tanya Kiran.
" Pe-pernah nona" jawab Doni.
" Jangankan liat, cium ketek gue aja udah pernah dia" kata Serly.
" What!"
" Kenapa kalian kaget begitu? "
" Apa lo nggak pingsan saat cium ketek Serly?" tanya Nadia.
" Nggak, kan ketek Serly wangi "
" Denger tu apa kata bodyguard tampan gue"
" Ya wajar lha dia bilang wangi. Wong dia cinta sama kamu" kata Nadia.
" Karena cinta tai kucing pun terasa coklat" kata Romy.
" Emang lo udah pernah coba tai kucing?" tanya Doni.
" Ya kagak lha"
" Terus lo tau darimana kalau tai kucing rasa coklat?"
" Ngapain lo nanyain gue? kangen?" kata Darren yang baru keluar dari kamar mandi.
" Najis banget gue kangen ama Lo"
" Wah, kayaknya masih kesal nih?"
" Banget"
" Ya elah, masih banyak waktu bro" kata Darren sambil duduk di sofa. Diikuti sama Romy dan Doni.
" Emang lo kesal kenapa?" tanya Doni.
" Gara-gara bos lo yang nggak ada akhlak itu. Acara malam pertama gue di pending. Padahal gue lagi on on nya"
Tawa Darren dan Doni pun pecah. Doni tidak menyangka tuan mudanya jahil juga.
" Senang banget lo liat temen lagi susah" kata Romy pada Doni.
" Kan lo bisa lanjutkan lagi acara malam pertamanya" kata Darren.
" Gimana mau lanjutin, bini gue udah keburu molor"
Tawa Darren kembali pecah. Kasihan sekali sahabatnya itu. Ibarat jatuh tertimpa tangga pula.
" Pokoknya gue harus minta kompensasi"
" Kompensasi?"
" Iya, gue rugi besar karena kejahilan Lo"
" Eh, gue juga nggak bermaksud ganggu lo. Lagian semalam itu istri gue mau melahirkan"
" Nggak ada alasan. Pokoknya lo harus beri gue kompensasi"
" Ntar gue kasih tiket bulan madu ke Bali"
__ADS_1
" No, harga tiket ke Bali nggak seberapa dengan kerugian gue"
" Terus lo mau kompensasi apa?"
" Tiket pesawat ke Maldives"
" Yakin tiket pesawat ke Maldives?"
" Nggak, Lo juga harus membayarkan semua biaya penginapan kami selama honeymoon di sana"
" Oke, gue akan tanggung semua biaya honeymoon Lo"
" Nah gitu dong. Lo buruan nikah Don, ntar minta uang kompensasi juga sama bos kita yang sultan ini"
" Tenang, semuanya dapat hadiah pernikahan dari gue dan juga istri gue"
" Benarkah?" tanya Serly.
" Hhmm"
" Bodyguard tampanku, yuk buruan ke KUA" kata Serly.
" Udah di ajak ke KUA noh sama si Serly" kata Romy.
" Sabar gadis bar-bar ku, ntar lagi kita ke KUA"
Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol. Siang hari para sahabat Kiran dan Darren pun pamit. Karena Nadia dan Romy akan membawa Mama Nadia ke dokter. Sedangkan Serly ada meeting dengan klien. Dan Doni diminta Darren untuk menemani Serly.
" Kita pamit dulu ya princess" pamit Nadia.
" Maaf ya udah ngerepotin kalian" kata Kiran.
" Kamu ngomong apa sih. Kita berdua nggak repot kok. Lagian ini memang kerjaan kita dan lo bosnya. Jadi sudah seharusnya aku sama Serly yang kerjakan"
" Makasih ya Nad, Ser"
" Sama-sama princess"
" Yang penting habis ini gaji kami naik" canda Serly.
" Aman, ntar gaji kalian gue naikin dua kali lipat"
" Beneran nih? padahal tadi gue cuma bercanda lho?" kata Serly.
" Benar, gaji kalian bulan ini gue naikin dua kali lipat"
" Makasih princess, kamu emang bos yang royal"
" Lo nggak mau naikin gaji gue sama Doni juga Ren?" tanya Romy.
" Nggak"
" Dasar bos pelit"
Setelah berpamitan, para sahabat mereka pun keluar dari ruang rawat Kiran. Mereka akan pergi ke tujuan mereka masing-masing. Nadia dan Serly pun berpisah di parkiran.
To be continue.
Banyak yang protes karena kemarin dikasih visual kaki doang๐คญ๐คญ
Baby twins ( Alexa dan Axel )
Hot Daddy.
Hot mommy.
Happy reading ๐๐.
__ADS_1