Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Kesal


__ADS_3

Nadia merasa gugup karena ini kali pertamanya ia berada satu kamar dengan lelaki. Walaupun sekarang lelaki itu sudah berstatus sebagai suaminya.


" Aku mandi duluan ya sayang"


" I-iya Bee"


Romy melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah sang suami menghilang dari kamar mandi, Nadia membersihkan make up yang ada di wajahnya.


Nadia menatap pantulan dirinya di cermin. Ia tidak tau harus melakukan apa setelah ini. Apakah suaminya itu akan meminta haknya sekarang?.


Saat Nadia sedang asik dengan lamunannya, Romy keluar dari kamar mandi. Lelaki tampan itu keluar dengan memakai handuk yang melilit di pinggangnya.


" Sayang"


Nadia tersadar dari lamunannya saat mendengar ada yang memanggil namanya.


Deg.


Nadia menelan saliva-nya saat melihat pemandangan yang ada di pantulan cermin yang ada di hadapannya. tubuh yang atletis dengan roti sobek yang menggoda iman.


Ia tidak menyangka suaminya mempunyai tubuh yang sangat sempurna. Ditambah lagi dengan rambutnya yang masih basah dengan airnya yang masih menetes terlihat sangat seksi di matanya.


Oh Tuhan, kenapa suamiku terlihat begitu menggoda. Ah, bisa-bisa aku khilaf sama suamiku yang tampan itu.


" Sayang panggil Romy lagi"


" I-iya"


" Kamu mau mandi atau mau langsung tidur aja?"


Mendengar kata tidur? otak Nadia langsung bertraveling. Ia membayangkan bagaimana perkasanya sang suami dengan postur tubuh yang begitu wow itu. Ia tidak bisa membayangkan, tubuhnya pasti akan terasa remuk.


Romy heran melihat tingkah istrinya. Entah kenapa semenjak sampai di kamar hotel, sang istri selalu terlihat bengong.


Apa istri gue lagi ke sambet penghuni hotel.


Romy menghampiri istrinya itu. Ia tidak ingin istrinya kenapa-napa. Kan nggak lucu pengantin baru kesurupan saat malam pertama.


" Sayang" panggil Romy lagi sambil menyentuh pundak sang istri.


" Ah i-iya "


" Kamu kenapa?"


" Aku?"


" Iya kamu? kenapa daritadi bengong terus?"


" A-aku nggak apa-apa Bee"


" Yakin?"


" Iya. Kamu kenapa belum pake baju? apa nggak takut masuk angin?"


" Nggak, lagian kalau aku masuk angin kan ada kamu yang kerokin"


" Udah pakai baju sana!"


Romy tidak mendengarkan ucapan sang istri. Ia malah sengaja menggoda istrinya dengan meniup leher sang istri. Bulu kuduk Nadia meremang saat merasakan hembusan nafas sang suami.


Nadia merasa kesal karena suaminya itu belum juga menghentikan aksinya. Terlebih ia juga merasa geli dengan itu.


" Bee"

__ADS_1


" Ya " jawab Romy tanpa menghentikan aktivitasnya.


" Jangan seperti ini?"


" Seperti apa?"


" Iya kek tadi itu"


" Kenapa?"


" Aku geli"


" Geli, apa itu?"


" Geli "


" Itu kali. Kalau iya juga nggak apa-apa kali Yank"


" Ngaco kamu "


" Beneran nih kamu nggak itu pas aku cium kek tadi?"


" Hhmm"


" Masa?"


" Iya Bee"


" Aku nggak percaya? coba kita buktikan lagi"


Romy tersenyum licik, ia tau istrinya itu berbohong. Ia pun melanjutkan aksinya tadi, bahkan aksi yang kali ini agak sedikit lebih menantang.


Nadia menggigit bibir bawahnya dan juga meremas ujung gaunnya. Ia tidak menyangka suaminya akan melakukan hal seperti itu. Ia tidak bisa menahan sensasi yang diberikan suaminya itu.


" Kenapa?"


" A-aku--"


" Mau melakukan yang lebih dari ini?"


" Maksudnya?"


" Aku ingin meminta hak ku, boleh?"


Nadia tidak tau harus menjawab apa. Namun beberapa detik kemudian ia menganggukkan kepalanya. Karena kewajibannya sebagai istri untuk menyanggupi permintaan itu.


" Kamu ikhlas nggak, kita melakukannya sekarang?"


" Ikhlas Bee. Lagian itu hak kamu sebagai suami aku"


" Makasih sayang" ucap Romy sambil mengecup kening sang istri.


Romy menuntun istrinya ke atas ranjang yang sudah di persiapkan oleh orang tua Kiran untuk malam pengantin mereka. Lelaki tampan itu membuka resleting gaun yang di pakai oleh istrinya. Perlahan jarinya membuka resleting gaun itu. Gaun indah nan mahal itu sudah tergeletak di lantai.


Kulit putih nan mulus tanpa celah milik sang istri sekarang terpampang nyata di depan matanya. Romy susah payah menelan saliva-nya.


Nadia menundukkan wajahnya. Ia sangat malu saat suaminya menatapnya dengan intens. Apalagi sekarang tubuhnya yang sekarang polos.


Romy mengangkat dagu sang istri. Ia tau istrinya itu malu karena di tatap seperti tadi olehnya.


" Jangan nunduk gitu dong, liat aku"


" A-aku malu?"

__ADS_1


" Kenapa harus malu? aku ini suami kamu, bukannya orang lain?"


" Ya tetap aja malu"


" Mulai sekarang kamu harus terbiasa. Karena aku ini suami kamu bukannya orang lain" kata Romy sambil mengecup bibir nan merah bak Cherry itu.


Mata Nadia membulat sempurna kala bibir suaminya sudah menempel di bibirnya. Namun beberapa detik kemudian ia memejamkan matanya.


Romy berusaha menyingkirkan penghalang yang menggangunya. Walaupun sedikit ke susahan. Akhirnya penghalang itu bisa ia singkirkan.


Ia merebahkan tubuh istrinya di atas kasur empuk yang sudah di hiasi dengan kelopak bunga mawar merah. Ia membaringkan tubuh istrinya dengan sangat hati-hati.


Dia mulai memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada istrinya. Nadia menikmati sentuhan yang diberikan oleh suaminya itu.


Tangan Romy tidak tinggal diam. Tangannya menyentuh apapun yang dia temukan. Bahkan tangan itu sekarang sedang berada di squishy yang tidak terlalu besar, tapi pas di tangannya.


Romy membuka penghalang terakhir milik sang istri. Tak butuh waktu lama semua penghalang itu sudah terlepas. Sekarang tubuh Nadia benar-benar polos.


Ia kembali menghujani tubuh sang istri dengan ciuman. Setelah istrinya merasa rileks, barulah Romy membuka handuk yang menempel di tubuhnya.


Nadia melotot melihat sesuatu yang sudah menonjol, tapi bukan bakat. Tapi bukan itu yang membuat dia kaget, tapi ukurannya yang membuat dia kaget. Lagi-lagi ia menelan saliva-nya.


" Bee"


" Iya sayang"


" A-apa itu muat?"


" Nggak tau. Nih mau di coba. Apa kamu udah siap?"


Nadia menganggukkan kepalanya.


Romy mengarahkan juniornya ke gawang milik sang istri. Karena melihat wajah istrinya masih agak tegang, ia pun memberikan sentuhan-sentuhan yang lembut lagi, supaya istrinya rileks kembali.


Setelah istrinya rileks, Romy memulai aksinya. Namun belum sempat benda nan siap tempur itu masuk. Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi.


Ting nong.


" Bee, sepertinya ada orang diluar?"


" Nggak sayang, kamu salah denger"


Saat Romy akan melanjutkan aksinya. Bel kembali berbunyi. Dan itu terdengar berulang kali dan membuat ia jengkel.


" Bee, bel nya bunyi lagi?"


" Biarkan saja sayang, mungkin orang iseng"


" Coba liat dulu, siapa tau itu penting"


" Tuh bunyinya udah nggak ada lagi"


" Buka dulu pintunya, sana" kata Nadia sambil mendorong tubuh suaminya.


Dengan kesal akhirnya Romy bangkit dan segera melangkah keluar dari kamarnya dan membukakan pintu untuk si pengganggu itu. Ia akan memberikan pelajaran untuk si pengganggu itu.


Ceklek.


...….…...


To be continue.


Siapa ya kira-kira?.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2