
" Kita,,,"
Clarissa tidak sabar mendengar keputusan putranya itu. " Kita apa?"
" Kita,,,"
" Ngomong yang benar Darren! jangan bikin mommy naik darah!" kata Clarissa yang mulai kesal sama putranya itu.
" Tenang Mom" kata Jonathan sambil menggenggam tangan sang istri.
" Tenang gimana? daritadi anak itu hanya bilang, ' kita "
" Ya elah Mom nggak sabaran banget" kata Darren.
" Oh Tuhan, kenapa aku bisa punya putra se durhaka ini"
Jonathan terkekeh mendengar ucapan sang istri. Bagaimana bisa dia mengatakan putranya sendiri sebagai anak durhaka.
" Jangan tertawa Dad, mommy lagi esmosi nih"
Jonathan langsung diam, dia tidak ingin kena amuk sang istri. Lebih baik dia diam daripada nanti nggak di kasih jatah.
" Cepat katakan keputusan kalian?" tanya Clarissa lagi.
" Kita akan menikah Mom"
Mata Clarissa berkaca-kaca, dia tidak menyangka akan mendapatkan menantu yang dia kagumi saat pertama kali bertemu. Ah Tuhan memang baik kepada dia dan keluarganya.
" Benarkah kalian akan menikah?"
" Iya Mom. Tapi aku harus meminta izin kedua orang tua Kiran dulu" kata Darren.
" Tentu saja. Secepatnya mommy dan Daddy akan menemui calon besan kami" kata Clarissa sambil tersenyum.
" Sekarang mommy dan daddy silakan keluar dulu" kata Darren.
" Nggak! yang harus keluar itu kamu dan Daddy. Karena malam ini mommy akan tidur dengan calon mantu mommy yang cantik ini. Iya kan sayang?"
" Apa! tapi aku ingin tidurnya sama Kiran malam ini Mom"
" Tidak! kamu tidur dengan Dad mu"
Ah baru aja membayangkan bisa tidur dengan gadisku, mommy langsung jadi penghalang. Untung aja kamu mommy ku, kalau tidak! udah aku karungin dan ku buang ke laut.
" Berani kamu mengumpat mommy, mommy kutuk kamu jadi candi"
" Seram amat kutukannya Mom"
" Makanya jangan sekali kali kamu mengumpat mommy. Kalau tidak? kamu akan berubah menjadi candi besok pagi"
Kiran tersenyum melihat tingkah lucu mommy dan juga putranya. Dia teringat sama Abangnya yang sering berdebat dengan Daddy-nya.
" Dad, cepat bawa putra kamu keluar dari kamar ini" titah sang istri.
" Dia kan juga putramu Mom" kata sang suami.
" Malam ini mommy pensiun dulu jadi mommy-nya Darren. Besok pagi baru balik lagi jadi mommy-nya"
" Berarti malam ini boleh dong Daddy cari mommy baru untuk Darren"
" Coba saja kalau daddy tidak mau burungnya berkicau lagi"
Gleg.
__ADS_1
Jonathan menelan ludahnya mendengar ucapan sang istri barusan.
" Kok bawa-bawa burung sih Mom"
" Makanya jangan coba-coba mencari sarang baru kalau tidak mau terjadi sesuatu dengan burungnya. Sudah, cepat keluar sana!" usir Clarissa.
" Yuk Ren kita keluar" ajak sang daddy.
" Kalau daddy mau keluar pergi aja sendiri. Aku mau tidur di sini sama mommy dan juga gadisku" kata Darren.
" Mommy tidak nambah anggota sekarang. Jadi cepat keluar dari kamar ini?!"
" Berasa kek punya Mak tiri gue" kata Darren sambil bangkit dari duduknya.
" Berani kamu bilang mommy Mak tiri"
" Iya, ibu kandung mana tega mengusir anaknya sendiri"
" Ada, buktinya mommy tega ngusir kamu"
" Ya itulah Mak tiri"
" Berani kamu bilang mommy Mak tiri lagi, bukan besok kamu berubah jadi candi, tapi seka--"
" Stop! jangan di lanjutkan. Aku nggak mau berubah jadi candi. Apa kata dunia nanti pewaris tunggal keluarga Narendra berubah jadi candi karena di kutuk mommy-nya, kan nggak elegan banget" kata Darren sambil berjalan keluar kamar.
Jonathan mengikuti putranya keluar dari kamar itu. Malam ini terpaksa burungnya puasa dulu masuk ke sarang.
Setelah ayah dan anak itu keluar, Clarissa langsung mengunci pintu kamarnya. Kalau tidak nanti ayah dan anak itu masuk kedalam kamar di saat dia terlelap.
" Sekarang hanya tinggal kita berdua. Mari kita berkenalan, karena dari tadi kita belum sempat berkenalan dengan baik" kata Clarissa.
" Baik Tante"
" No, panggil mommy"
" Begitu baru bener. Siapa nama kamu cantik?"
" Aku Kiran, Tan. Eh Mom"
Clarissa tersenyum melihat tingkah Kiran yang lucu. " Mulai sekarang kamu harus biasakan panggil mommy Clarissa"
" Iya Mom"
" Kamu tau saat mommy pertama kali bertemu kamu, mommy sudah mengagumi kamu"
Kiran kaget mendengar ucapan mommy Clarissa. Bagaimana bisa mommy yang baru bertemu dengannya bisa mengagumi dirinya.
" Kamu kaget ya?"
" Iya Mom"
" Mommy sudah pernah melihat kamu di supermarket saat kamu memecahkan kaca supermarket"
Pikiran Kiran menerawang jauh pada kejadian saat di supermarket itu. Setelah itu dia tersenyum. " Maaf sudah membuat mommy sudah melihat sisi buruk aku"
" Tidak, justru mommy bangga sama kamu. Karena sikap dan kepribadian kamu yang seperti itulah yang membuat mommy kagum sama kamu"
" Semenjak hari itu juga mommy ingin kamu jadi menantu mommy. Dan Tuhan mengabulkan doa mommy"
Kiran terharu mendengar ucapan wanita paruh baya yang masih terlihat muda dan cantik itu. Dia tidak menyangka dia masuk kriteria wanita cantik itu.
" Kamu tau, mommy dulu berpikir putra mommy itu tidak normal"
__ADS_1
" Eh,, kenapa mommy bisa berpikiran begitu?"
" Karena dia tidak pernah dekat dengan lawan jenisnya. Hingga mommy menjodohkan dia dengan anak-anak teman mommy, tapi tidak ada satu pun yang bisa memikat hati Darren. Sampai beberapa tahun kemudian mommy mendengar rumor dia sudah menjadi Casanova"
Kiran masih setia mendengarkan wanita cantik itu bercerita. " Apa mommy tidak kecewa atau marah mendengar Darren menjadi Casanova?"
" Tidak! mommy justru senang dan bahagia"
Kiran kaget mendengar jawaban yang keluar dari mommy Darren. Bagaimana wanita itu senang melihat putranya menjadi seorang Casanova.
" Kamu pasti kaget ya mendengar jawaban mommy"
" I-iya Mom"
" Nggak usah kaget. Mommy tau dan mengenal sangat baik putra mommy itu. Walaupun rumor di luar sana mengatakan dia playboy atau Casanova, mommy tidak pernah mempercayai itu. Kamu tau kenapa?"
" Tidak Mom"
" Darren itu sama seperti daddy-nya, tidak bisa di sentuh sembarangan wanita. Kalau ada wanita lain yang menyentuhnya, maka kulit Darren akan gatal-gatal dan berbintik-bintik merah"
Berarti dia tidak bohong sama aku. Kalau aku wanita kedua yang pernah dia sentuh. Tapi ada rasa takut di hati Kiran. Apakah itu tidak berbahaya untuk Darren, kalau dia tidak sengaja menyentuh wanita lain.
" Apa itu tidak berbahaya untuk Darren?" tanya Kiran dengan nada khawatir.
Clarissa tersenyum mendengar pertanyaan gadis cantik itu. " Sejauh ini sih tidak, jadi kamu nggak perlu khawatir"
Kiran menganggukkan kepalanya.
" Sekarang kita tidur yuk, udah malam"
" Baik Mom"
Kiran dan Clarissa tidur di bed yang ada di sana. Clarissa membelai kepala Kiran dengan lembut. Kiran merasa di peluk sama mommy-nya sendiri. Tak berselang lama Kiran pun terlelap.
Sedangkan di ruang tamu Darren tidak bisa memejamkan matanya. Begitu juga dengan Jonathan Daddy-nya Darren.
" Ini semua gara-gara daddy" kata Darren.
" Kok daddy"
" Iya. Coba daddy nggak mau di ajak mommy kesini, pasti aku dan wanita ku sudah tidur berdua sekarang"
" Emang kamu pikir kalau daddy nggak mau ikut kesini, mommy mu nggak akan pergi gitu?"
" Daddy bener, mommy kan orangnya nekad"
" Apes banget sih. Belum apa-apa mommy sudah memonopoli calon istri aku"
" Sabar. Tapi kamu belum bobol gadis cantik itu kan?"
" Ya belum lha Dad, dia itu wanita yang susah di taklukkan. Jangankan tidur, cium bibirnya aja aku nggak pernah"
" Kok bisa"
" Karena aku menghargainya sebagai wanitaku Dad, jadi aku tidak ingin merusaknya sebelum aku menghalalkannya"
" Good boy. Itu baru anaknya Daddy" kata Jonathan bangga.
Darren tidak ingin merusak wanitanya hanya karena nafsu sesaat. Karena dia sangat mencintai dan menghargai gadis kecilnya itu.
To be continue.
Misi-misi Abang tampan mau lewat π€
__ADS_1
Happy Reading ππ