Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Pengganggu


__ADS_3

Keesokan harinya, Kiran membantu mommy Darren untuk menyiapkan sarapan. Istri tuan James juga ikut membantu.


" Saya tidak menyangka anda jago masak juga nyonya?" puji istri James pada Clarissa.


" Anda terlalu memuji saya"


" Tapi benar lho nyonya, masakan anda ini sangat lezat" kata istri James.


" Saya memang hobi masa, walaupun di rumah kami sudah ada bibik. Tapi urusan memasak tetap saya yang mengerjakan" kata mommy Darren.


Kiran merasa mommy Darren sangat mirip dengan mommy-nya. Karena mommy-nya juga begitu, walaupun sudah ada sang bibik. Dia tetap memasak untuk keluarga kecilnya.


" Sayang tolong tata makanan ini di atas meja dong"


" Siap Mom" kata Kiran.


Kiran membawa masakan yang sudah di masak sama mommy Darren tadi. Dia mulai menata makanan itu satu persatu di atas meja.


" Wah,, benar-benar calon istri idaman" kata Darren yang datang tiba-tiba.


" Astagfirullah, kamu ngagetin aku aja"


" Senam jantung sayang. Gimana tidurnya semalam?" tanya Darren.


" Nyenyak, kamu?"


" Aku nggak bisa tidur"


" Kenapa?"


" Nggak ada kamu di samping aku"


" Ck.. gombal. Lagipula biasanya kamu juga tidurnya nggak sama aku"


" Iya, tapi sekarang keadaannya beda"


" Beda gimana?"


" Ya seharusnya semalam kita tidur bareng, tapi Mak tiri itu mengacaukan segalanya"


" Siapa yang kamu bilang Mak tiri?" tanya mommy Darren yang muncul secara tiba-tiba.


" Siapa juga yang bilang Mak tiri" kata Darren.


" Mommy denger tadi kamu ngomong Mak tiri "


" Mungkin mommy salah denger kali"


" Dasar anak nakal" kata Clarissa sambil menjewer kuping Darren.


" Aww,, sakit Mom" rengek Darren.


" Ck.. baru di cubit dikit aja udah sakit, payah kamu" ledek sang mommy.


Darren meminta bantuan sama Kiran dengan isyarat mata. Tapi sayang seribu kali sayang, Kiran tidak melihat kode yang di berikan Darren padanya.


" Wah pagi-pagi udah rame aja nih" kata tuan James.


" Eh iya tuan James. Maaf kita bikin rusuh di sini" kata Clarissa.


" Tidak apa-apa nyonya. Justru kami yang minta maaf karena tidak menyambut anda dan suami dengan baik"


" Baiklah kalau begitu mari kita sarapan bersama" ajak Clarissa.


" Tunggu daddy dulu Mom" kata Darren.


" Oh iya mommy lupa kalau Daddy kamu juga ada di sini"


" Jahat banget kamu Mom, tidak menganggap keberadaan Daddy" kata Jonathan yang baru datang.

__ADS_1


" Ya elah gitu aja ngambek kamu Dad"


" Rasanya sakit tau, karena nggak dianggap" kata Jonathan dengan wajah sedih.


" Udah dramanya, nggak bakal di ajak syuting film juga"


" Istri nggak ada akhlak kek begini nih, suami merajuk bukannya di bujuk malah tambah di bikin kesal"


Clarissa tidak menghiraukan ocehan suaminya. Dia mengambilkan nasi untuk Kiran, setelah itu barulah untuk dirinya.


" Aku sama Daddy nggak diambilin juga Mom?" tanya Darren.


" Kamu sama Daddy kamu kan punya tangan, jadi ambil sendiri ya" kata Clarissa sambil menyodorkan nasi pada putranya.


" Ck.. benar-benar Mak tiri yang kejam" kata Darren.


Sang mommy hanya cuek, dia tidak mendengarkan rengekan sang suami dan juga putranya itu. James dan istrinya hanya terperangah melihat tingkah keluarga Danendra itu.


" Auto cari istri baru ini mah" kata Jonathan.


" Silakan kalau mau burungnya tidak berkicau lagi" kata Clarissa.


Gleg.


Jonathan menelan ludahnya dengan susah payah. Dia tidak bisa membayangkan jika sang istri membuktikan ucapannya. Bisa-bisa dia nggak bisa merasakan surga dunia lagi.


James tidak menyangka keluarga yang ditakuti para pebisnis itu ternyata bisa bersikap absurd juga. Bahkan tidak ada kesan kejamnya.


Kiran tersenyum melihat kelakuan kedua orang tua Darren. Tingkah mereka berdua sama persis kek mommy dan Daddy-nya. Kiran tidak bisa membayangkan bagaimana kalau kedua orang tuanya dan kedua orang tua Darren bertemu, pasti seru. Kiran senyum-senyum sendiri membayangkannya.


" Kamu kenapa?" tanya Darren.


" Ng-nggak apa-apa" jawab Kiran.


" Terus kenapa senyum-senyum gitu?"


" Ada yang lucu"


" Mommy dan daddy kamu"


Huufftt.


" Mereka setiap hari emang seperti itu. Tapi justru sikap kek gitulah yang membuat hubungan mereka awet sampai sekarang"


" Mereka berdua sama kek mommy sama daddy aku"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Berarti kita memang berjodoh sayang" kata Darren penuh percaya diri.


" Entahlah"


" Kok entahlah. Sekarang coba kamu pikir, begitu banyak kesamaan antara kita dan juga orang tua kita"


" Mudah-mudahan apa yang kamu bilang itu benar"


" Tentu saja benar, jangan menutup hati kamu terlalu rapat honey. Karena bisa saja orang yang selalu mengetuk pintu hati kamu merasa lelah dan aku harap pada saat itu kamu tidak terlambat" kata Darren sambil tersenyum pada Kiran.


Deg.


Kata-kata Darren barusan mampu membuat hati Kiran ter-sentil. Ada rasa tidak nyaman saat Darren bilang tidak terlambat. Apa mungkin suatu saat Darren akan merasa lelah menunggunya?.


" Habiskan sarapannya, aku mau ke depan sebentar" kata Darren sambil beranjak dari duduknya.


" Eh, kok sarapannya nggak di habiskan. Apa kamu masih merajuk?" tanya sang mommy.


Darren tidak mendengarkan ucapan sang mommy. Dia terus berjalan menuju kolam berenang yang ada di villa itu. Sedangkan Kiran menatap sendu kepergian Darren.

__ADS_1


Kiran memang merasa nyaman saat bersama Darren. Masalah perasaan, dia memang belum bisa memberikan hatinya untuk lelaki tampan itu. Dia masih takut untuk memulai kisah cinta yang baru.


" Aku selesai" kata Kiran sambil bangkit dari duduknya.


" Sarapan kamu belum habis sayang?" tanya Clarissa.


" Aku udah kenyang Mom" jawab Kiran.


" Terus kamu mau kemana?"


" Nyusul Darren" jawab Kiran sambil berlalu pergi dari ruang makan itu.


Kiran melihat Darren sedang berenang. Tubuh Darren yang atletis itu sangat memanjakan mata kaum hawa. Kiran duduk di pinggir kolam itu. Kaki Kiran mulai menyentuh air kolam yang jernih itu.


Darren yang menyadari kehadiran Kiran pun segera menghampiri gadisnya itu.


" Kamu mau berenang?"


" Nggak!" tolak Kiran.


" Kenapa? ini seru lho?"


" Aku sudah selesai mandi"


" Mandi dua kali nggak ada salahnya" kata Darren sambil menyiram Kiran dengan air.


" Darren!"


" Makanya buruan turun?"


" Nggak!"


" Kalau gitu aku juga nggak mau berhenti siram kamu"


Akhirnya Kiran menyerah, dia masuk kedalam kolam bergabung bersama Darren. Darren tersenyum penuh kemenangan.


Kiran mulai bergerak menyusuri kolam renang itu. Kemudian Darren mengikuti dari belakang. Sesekali dia juga menggoda Kiran dengan menggelitik kaki Kiran.


" Darren! awas kamu ya"


Kiran pun membalas kejahilan Darren tadi. Aksi balas membalas pun tak terelakkan, mereka saling menggelitik satu sama lain.


" Darren lepas"


" Minta ampun dulu, kalau nggak aku nggak akan lepasin" kata Darren yang masih asik menggelitik pinggang Kiran.


Suara tawa terus terdengar di sana. Darren baru pertama kali ini melihat Kiran tertawa lepas seperti itu.


" Ok,, ok. Darren ampun, aku udah nggak kuat lagi"


" Nah gitu dong"


Darren menatap wanita cantik yang ada di hadapannya. Kiran pun menatap Darren. Mata mereka saling mengunci satu sama lain.


Kiran mengagumi ketampanan Darren. Wajah lelaki yang ada di hadapannya itu sangat putih mulus tanpa celah.


Begitu juga dengan Darren, dia mengagumi kecantikan wanita yang ada di hadapannya itu. Kulit putih, mulus tanpa celah. Tangan Darren refleks membelai pipi putih nan mulus itu.


Dia mendekat lagi wajahnya ke wajah Kiran, hingga jarak wajah mereka hanya beberapa Senti saja. Dia menarik pinggul Kiran untuk lebih mendekat lagi padanya. Sekarang tubuh mereka tidak ada jarak.


" Darren!"


Kiran tersadar dan segera mendorong tubuh Darren menjauh darinya.


Oh God kenapa Mak tiri itu selalu mengacaukan suasana romantisku.


To be continue.


Reader kecewa Bang..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2