
Sore hari.
Kiran dan Nadia membawa Nando jalan-jalan ke mall. Sekalian mereka akan membelikan perlengkapan sekolah untuk Nando. Ya Kiran akan mendaftarkan Nando ke sekolah.
" Udah siap berangkat ?" tanya Kiran pada Nando.
" Siap Kak"
Kiran melajukan mobilnya menuju mall terbesar yang ada di kota itu. Mobil itu perlahan meninggalkan kediamannya.
" Nando nanti mau beli apa aja di mall?" tanya Nadia.
" Nggak tau Kak, soalnya aku juga nggak tau mall itu seperti apa"
" Apa kamu belum pernah sekalipun pergi ke mall?" tanya Kiran.
" Nggak Kak" jawab Nando sambil menggelengkan kepalanya.
Kiran melirik anak kecil yang ada di sampingnya itu. Dia berpikir, kehidupan seperti apa yang sudah di jalani sama anak kecil itu.
" Mall itu tempat menjual semua kebutuhan kita. Mulai dari pakaian minuman semuanya ada di sana"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Apakah makanan seperti iklan-iklan yang ada di tv ada juga di sana?"
" Tentu saja. Nanti kamu boleh beli apa saja di sana"
" Benarkah Kak?"
" Iya sayang"
" Asik,, terima kasih Kak"
" Sama-sama sayang"
Tanpa terasa mereka pun sampai di mall terbesar di kota itu. Setelah memarkirkan mobilnya, Kiran, Nadia dan Nando berjalan memasuki mall.
Mata Nando berbinar ketika melihat pemandangan yang ada di dalam mall. Dia melihat begitu banyak orang ada di sana.
" Kak apa kita akan naik itu juga?" tunjuk Nando pada eskalator.
" Iya sayang, ayo"
Nando sangat antusias, itu terlihat dengan reaksi dia yang berlari menuju eskalator itu. Kiran dan Nadia tersenyum melihat tingkah lucu bocah berumur 9 tahun itu.
" Kenapa kamu berhenti? apa kamu takut?" tanya Kiran.
" Hhmm"
" Sini pegangan sama kakak dan juga Kak Nadia"
Nando segera menggenggam tangan kedua kakak cantiknya. Kiran bisa merasakan tangan Nando yang dingin dan juga sedikit gemetaran.
" Jangan takut, ada kakak. Yuk naik"
Nando memijakkan kakinya di eskalator itu. Dia tersenyum saat berhasil memijakkan kakinya di atas eskalator itu. Kiran dan Nadia juga tersenyum melihat wajah berseri bocah tampan itu.
" Gimana? apa masih takut?" tanya Kiran.
" Sudah tidak lagi"
" Good boy, sekarang apa sudah bisa kakak melepaskan tangan kakak?"
__ADS_1
" Sudah" jawab Nando sambil menganggukkan kepalanya.
Kiran melepaskan tangannya dari genggaman tangan Nando. Bukan apa-apa, dia ingin Nando menjadi anak yang kuat, tidak penakut. Karena kita tidak tau kedepannya akan seperti apa, jadi Ia harus membuat Nando menjadi kuat.
Mereka sampai di lantai 3 mall itu. Di lantai tiga itu memang khusus menjual pakaian anak-anak, terutama seragam sekolah. Tapi mereka tidak akan membeli seragam di mall itu, karena seragam sekolahnya sudah di sediakan oleh pihak sekolah. Jadi sekarang dia akan membeli alat tulis saja.
" Sekarang kita beli alat tulis dulu ya"
" Hhmm"
Kiran dan Nadia sangat senang melihat Nando yang sangat semangat untuk membeli alat tulisnya. Berarti, Nando memang ingin bersekolah.
Mereka bertiga masuk ke toko yang menjual alat-alat tulis. Pelayan yang ada didepan pintu toko menyambut kedatangan Kiran dengan sangat ramah.
" Selamat datang nona"
" Makasih"
Mata Nando tidak berkedip melihat buku-buku yang ada di sana. Dia berlari menghampiri buku-buku yang ada di depan matanya itu.
" Kakak"
" Hhmm"
" Apa aku boleh membeli buku ini?" tanya Nando sambil menunjuk buku yang bergambar anime kesukaannya.
" Tentu saja boleh, Nando boleh pilih buku mana aja yang Nando inginkan"
" Terima kasih Kak"
Bocah berumur 9 tahun itu segera berburu alat tulis yang ada di sana. Kiran dan Nadia mengikuti di belakang sambil membawa keranjang untuk mempermudah dia membawa alat tulis yang di beli Nando.
Setelah puas berkeliling, dan semu alat tulis yang di perlukan Nando sudah di dapatkan. Kiran berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaannya.
Petugas kasir itu menghitung semua belanjaan milk Kiran. Dia memberikan black card nya pada petugas kasir itu. Setelah proses pembayaran selesai, mereka pergi dari toko itu.
" Ke Timezone " jawab Kiran.
Nadia tersenyum mendengar jawaban Kiran. Ya setiap ke mall sahabatnya itu selalu menyempatkan diri untuk pergi bermain di Timezone.
" Kenapa kamu tersenyum gitu?" tanya Kiran.
" Kamu semangat sekali saat mengatakan Timezone"
" A-aku cuma ingin Nando mencoba permainan yang ada di sana"
" Yakin cuma Nando aja yang ingin bermain di Timezone"
" Sudah cepat jalan, nanti tempat itu penuh"
Mereka segera menuju Timezone yang ada di lantai empat mall. Nando sudah tidak takut lagi naik eskalator.
" Kamu sudah tidak takut lagi?" tanya Nadia.
" Hhmm"
" Pintar " puji Kiran sambil membelai rambut Nando.
Mata Nando terlihat tidak berkedip melihat tempat yang akan mereka masuki. Di dalam itu banyak permainan. Ini kali pertama dia menginjakkan kaki di tempat itu.
" Waaw,, banyak bagus banget. Tidak seperti permainan di pasar malam" kata Nando.
" Kamu suka tempat ini?" tanya Nadia.
" Suka Kak"
__ADS_1
" Sekarang kamu boleh main sepuasnya di sini" kata Nadia"
" Benarkah?"
" Iya sayang"
" Yey,, main. Tapi aku nggak bisa memainkan permainan itu?"
" Tenang, nanti kakak ajarin" kata Nadia.
" Asik, yuk Kak" kata Nando sambil menarik tangan Nadia ke salah satu tempat bermain yang ada di sana"
Nadia tersenyum sambil mengikuti langkah kaki anak kecil itu. Sedangkan Kiran sudah lebih dulu memainkan permainan yang ada di sana.
" Sudah lama nggak bermain permainan seperti ini, sekarang aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan langka ini" kata Kiran.
Nadia menggelengkan kepalanya saat melihat sahabatnya sedang asik bermain pump it up. Ya sahabatnya itu sangat suka bermain itu. Nadia mulai mengajarkan Nando cara bermain permainan yang ada di sana.
Nadia mulai mengajarkan Nando untuk bermain permainan itu. Terbukti hanya satu kali Nadia mempraktekkannya, Nando sudah bisa bermain permainan itu.
" Wah,, kamu cepat juga belajarnya. Cuma satu kali liat kamu sudah bisa memainkannya"
" Berkat Kak Nadia, aku bisa memainkannya"
" Lanjutkan, kakak mau coba permainan yang ada di sini juga"
" Ok Kak"
Belum sempat Nadia pergi menuju permainan yang akan dia coba, tiba-tiba tangannya di tarik. Siapa lagi pelakunya kalau tidak sahabatnya.
" Kita due main pump it up " kata Kiran.
" Nggak! aku mau main permainan lain"
" Ayolah, kita kan sudah lama nggak main"
" Baiklah"
" Nah gitu dong"
Kiran tersenyum. Kedua cewek cantik itu bersiap untuk memainkan permainan pump it up. Mereka mulai mengerakkan kaki mereka sesuai instruksi di layar itu.
Para pengunjung yang ada di sana tidak fokus lagi bermain. Mereka melihat kedua wanita cantik yang sedang asik memainkan pump it up.
" Wah,, mereka hebat sekali"
" Iya, skor mereka tinggi terus"
Kiran dan Nadia masih asik menari. keduanya tidak menyadari kalau mereka sudah di kelilingi oleh anak-anak, remaja dan bahkan juga ada orang dewasa.
Mata para lelaki dewasa itu tidak berkedip melihat kecantikan Kiran dan Nadia. Mata mereka seperti mendambakan kedua wanita cantik itu.
" Gue menginginkan wanita cantik itu" kata salah satu lelaki yang ada di sana.
" Gue juga" kata temannya.
Kedua lelaki itu saling lirik, kemudian mereka tersenyum licik. Ya mereka sepertinya merencanakan sesuatu untuk bisa mendapatkan Kiran dan juga Nadia. Kedua lelaki itu pergi meninggalkan Timezone.
To be continue.
Hallo leader terzayang, jumpa lagi di bulan Agustus π€π€
Maaf kemarin nggak upππ», karena kondisi Feby lagi tidak fit. Gomawo untuk kalian yang sudah mendoakan Feby.
Zayang kalian banyak-banyak ππ
__ADS_1
Happy Reading ππ