
Clarissa tersenyum bangga pada putranya itu. Ya begitulah cara elegan menyingkirkan wanita tidak tau malu seperti Monica. Sakitnya mungkin tidak seberapa, tapi malunya itu sangat luar biasa.
" Siapa wanita yang nyungsep tadi ?" tanya Anggun pada Clarissa.
" Mantan pacar bayaran Darren" jawab Clarissa jujur.
Anggun menatap wajah wanita itu. Dia seperti pernah melihatnya, tapi dimana.
" Kamu jahat banget sih" kata Kiran pada Darren.
" Jahat darimana, aku cuma kasih salam untuk dia"
Kiran menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya itu. Bisa-bisanya lelaki tampan itu melakukan hal konyol seperti itu. Dia kasihan juga melihat Monica yang jadi bahan tertawaan orang-orang.
Akhirnya acara resepsi sudah sampai puncaknya. Par tamu yang masih tersisa di minta untuk menerbangkan lampion ke udara. Mereka semua berjalan menuju pinggiran pantai.
Kiran dan Darren memegang lampion yang besar. Pasutri itu memegang lampion satu berdua. Sedangkan para tamu memegang masing-masing satu lampion.
Mereka semua menunggu aba-aba untuk bersiap menerbangkan lampion itu ke udara. Darren dan Kiran berdiri di barisan paling depan.
Satu
Dua
Tiga
Darren dan Kiran melepaskan lampion milik mereka. Kemudian diikuti oleh para keluarga dan juga tamu yang ada di sana. Setelah lampion itu di terbangkan, para tamu mengabadikan momen itu melalui ponsel mereka masing-masing.
Suasana di pinggir pantai itu menjadi indah. Lampion-lampion itu terus terbang mengikuti kemana angin membawa mereka. Para tamu yang biasanya menyaksikan lampion-lampion terbang seperti itu di televisi, tapi sekarang mereka menyaksikannya secara live. Bahkan mereka ikut berpartisipasi untuk menerbangkan lampion itu.
Akhirnya acara resepsi pernikahan Kiran dan Darren pun usai. Para tamu satu persatu sudah meninggal tempat resepsi. Sekarang yang tinggal hanya keluarga inti saja.
" Semuanya, kita pamit istirahat dulu ya" pamit Darren.
" Iya, mau nyicil ya Ren?" tanya sang mommy.
" Nyicil?"
" Hhmm, nyicil ngadon Darren junior" kata Clarissa.
" Kek utang aja Mom di cicil"
" Anggap aja gitu. Udah cepat bawa istri kamu istirahat, kasian dia udah kelelahan"
" Baiklah, pamit dulu semuanya"
" Ren tunggu"
" Apaan sih Mom"
" Nanti di laci nakas ada obat, ntar kamu minum ya" bisik sang mommy.
" Obat apaan?"
" Nanti kamu juga tau, udah sana tidur"
Manten baru itu pergi ke kamar khusus pengantin baru. Kamar itu sudah di siapkan untuk mereka berdua. Tapi Darren dan Kiran tidak tau seperti apa kamar yang di siapkan mommy-nya itu.
Ceklek.
Darren tidak bisa melihat apa-apa, karena kamarnya gelap. Ia mencari dimana letak saklarnya. Ia meraba dinding kamar mencari keberadaan saklar. Dia menemukan tombol saklar nya. Tanpa menunggu lama, ia segera menekan tombol saklar itu. Lampu pun menyala.
__ADS_1
Tampaklah tampilan kamar yang akan mereka tempati. Kelopak bunga mawar bertaburan di lantai kamar itu. Aroma wangi bunga mawar pun tercium oleh indra penciuman mereka.
Niat banget Mak tiri nyiapin kamar pengantinnya.
Tidak hanya di lantai, kasur pun penuh dengan kelopak bunga mawar dan juga ada sepasang angsa bertengger di sana. Bukan angsa beneran ya. Tapi angsa yang terbuat dari selimut.
Berasa kek tidur di kebon mawar gue.
Beda dengan Darren. Kiran sangat menyukai kamar itu. Wangi dari bunga mawar yang segar, bikin pikirannya tenang. Rasa capeknya pun sedikit berkurang.
" Honey"
" Hhmm"
" Kamu suka kamarnya"
" Suka. Apa mommy yang menyiapkannya?"
" Iya. Aku mau mandi dulu, atau kamu mau mandi bareng" goda Darren.
" Ng-nggak! kamu aja yang mandi duluan, aku mau bersihkan make up dulu"
" Ok. Kalau udah selesai, nyusul ya" goda Darren lagi.
" Darren!"
Tawa Darren pun pecah. Dia suka sekali menggoda istrinya itu. Entah kenapa saat melihat wajah memerah sang istri sangat menggemaskan di matanya.
" Bagaimana bisa aku menikah sama lelaki mesum kek dia"
Darren mulai mengguyur tubuhnya di bawah guyuran air shower. Ia mulai membersihkan dirinya dari keringat dan juga kuman yang menempel.
Kiran mulai membersihkan wajahnya. Inilah kenapa dia tidak suka pakai make up. Karena membersihkannya sangat lama. Untung dia tidak memakai make up terlalu tebal.
Kiran dapat melihat suaminya dari cermin besar yang ada di meja riasnya. Ia dapat melihat dengan jelas tubuh profesional milik suaminya. Tidak lupa dengan roti sobek yang sangat menggoda iman itu.
Saat suaminya menyugar rambutnya. Tampak seperti gerakan slow motion di matanya. Sungguh godaan yang sangat berat baginya. Kiran hanya bisa menelan saliva-nya.
" Honey, apa sudah selesai membersihkan make up nya" kata Darren sambil berjalan menghampiri sang istri.
" Stop! jangan mendekat"
" Kenapa?"
Karena aku nggak kuat melihat tubuh kamu yang seksi menggoda iman itu. Bisa-bisa aku perkosa kamu. Gumam Kiran dalam hati.
" Apa aku masih bau ya, makanya nggak boleh dekat-dekat sama kamu" kata Darren lagi.
" Bu-bukan kamu yang bau, tapi aku. Ya aku" kata Kiran sambil tersenyum kikuk.
" Ya udah, kamu mandi dulu gih"
" Ini mau mandi " kata Kiran sambil beranjak dari duduknya.
Kiran agak kesusahan berjalan karena gaunnya. Darren kasihan melihat istrinya itu, diapun menawarkan bantuan.
" Butuh bantuan?"
" Nggak, terima kasih. Aku bisa sendiri "
" Yakin"
" Hhmm"
__ADS_1
" Tapi aku liat, kamu agak kesulitan"
" Kamu pake baju aja. Apa kamu nggak takut masuk angin karena pake handuk aja"
" Baiklah, ntar kalau butuh bantuan panggil aku aja"
" Hhmm"
Mari kita liat, apa kamu benar-benar bisa buka gaun itu tanpa bantuan aku.
Kiran berjalan menuju kamar mandi. Tapi sampai di sana, dia tidak bisa membuka resleting gaunnya. Ia pun bingung harus bagaimana. Masa dia harus merobek gaun yang mahal dan juga indah itu. Tapi dia juga gengsi dan malu minta bantuan suaminya.
" Ren"
Baru aja masuk kamar mandi udah manggil. Dasar wanita gengsian.
" Iya honey"
" Bisa bantu aku nggak?"
" Bantu apa?" tanya Darren pura-pura bodoh.
" Gaun aku"
Darren dengan semangat 45 berjalan menuju kamar mandi. " Katanya tadi bisa sendiri?"
" Mau bantuin atau nggak nih? lagian tadi kamu sendiri yang bilang, kalau butuh bantuan bilang aja"
" Iya,, iya bawel. Sini aku bantu"
" Setelah itu kamu langsung keluar ya"
" Kejam banget sih kamu. Aku kan udah bantuin kamu buka gaunnya, setidaknya biarkanlah aku memandang tubuh kamu semenit saja"
" Nggak! langsung keluar "
" Baiklah, sesuai keinginan kamu ratuku"
Darren mulai membuka resleting gaun pengantin itu. Dia sangat hati-hati membuka resletingnya.
Deg.
Jantung Darren berdegup kencang ketika melihat punggung putih nan mulus itu terpampang nyata di depan matanya. Ia memberanikan diri untuk menyentuhnya. Dia mengelus punggung nan mulus tanpa celah itu.
Lembut, itulah yang dia rasakan saat kulit tangannya menyentuh punggung mulus itu. Dia tidak tau kenapa kulit sang istri sangat lembut seperti ini. Apakah istrinya sering melakukan perawatan?.
Tubuh Kiran menegang saat merasakan sentuhan lembut dari tangan suaminya. Ini kali pertamanya ada yang menyentuh tubuhnya. Rasanya seperti tersengat aliran listrik ribuan volt.
Entah kerasukan setan mesum dari mana Darren mengecup punggung nan mulus itu. Tubuh Kiran merinding merasakan sensasi yang aneh itu.
Darren mengecup beberapa kali. Tapi beberapa menit kemudian ia tersadar. Dia tidak boleh khilaf, karena dia tau istrinya belum siap untuk melakukan hal yang lebih intim lagi.
" Mandilah, aku akan keluar"
" Hhmm"
Jujur saat ini Darren sedang mati-matian menahan hasratnya. Ia segera keluar dari kamar mandi. Kalau tidak segera keluar, dia akan benar-benar khilaf nantinya.
To be continue.
...Nungguin ya π€...
Happy Reading ππ
__ADS_1