Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Amarah Nando


__ADS_3

Anak buah penjahat itu tidak sabar untuk mencicipi tubuh kedua wanita cantik yang ada di depan mereka itu.


" Apa kalian sudah siap bermain dengan kami semua gadis cantik?" tanya salah satu anak buah penjahat itu.


" Kami tidak kuat melayani kalian yang sebanyak ini?. Bagaimana kalau kalian bertarung satu sama lain?" tawar Nadia.


" Iya, siapa diantara kalian yang menang, akan kami service dengan memuaskan" kata Serly dengan nada manja.


" Baiklah, kami akan bertarung satu lawan satu" kata salah satu anak buah penjahat itu.


" Tunggu apalagi, cepat mulai"


Anak buah penjahat itu pun bertarung satu lawan satu. Nadia dan Serly hanya diam dan menonton mereka yang sedang bertarung.


" Dasar lelaki-lelaki bodoh!" kata Serly.


" Benar. Jadi kita tidak perlu buang-buang tenaga untuk melawan mereka" kata Nadia.


Kedua cewek cantik itu pun tertawa melihat kebodohan para penjahat itu. Karena ***** mengalahkan logika.


Sekarang hanya tersisa 10 penjahat lagi yang masih bertahan. Sedangkan yang lain sudah terkapar. Karena mereka main baku hantamannya pake otot.


" Hajar terus! " kata Serly memprovokasi.


" Iya, apa kalian tidak ingin mencicipi tubuh kami yang mulus ini" tambah Nadia.


Para penjahat yang merasa terprovokasi itu langsung semangat menyerang satu sama lain. Bahkan wajah mereka sudah penuh dengan luka lebam karena terkena pukulan.


Tersisa dua orang penjahat yang masih bertahan. Mereka terlihat sudah tak bertenaga lagi. Ya itulah tujuan Nadia dan Serly, jadi mereka tidak menghabiskan banyak waktu untuk menghadapi mereka.


" Sepertinya kalian berdua tidak bertenaga lagi" kata Serly.


" Iya, bagaimana kalian mau bermain-main dengan kami?" kata Nadia.


" Kami masih bisa bermain dengan kalian nona cantik" kata salah satu penjahat itu.


Serly dan Nadia bangkit dari duduknya. Mereka berdua menghampiri kedua lelaki yang tidak berdaya itu. Dua penjahat itu sangat senang karena mereka akan menikmati tubuh kedua wanita cantik itu.


Bug.


Serly dan Nadia meninju perut kedua penjahat itu bersamaan. Penjahat itu tersungkur, karena pukulan dari dua wanita itu sangat kuat.


" Mau mencicipi kami? mimpi!" kata Serly sambil menginjak perut salah satu penjahat itu.


Huk..


Penjahat itu langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya. Nadia tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.


" Sadis amat lo " kata Nadia.


" Masa sih Nad, padahal gue nginjak nya nggak kuat kok"


Nadia menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sahabatnya itu. Bagaimana dia bilang nggak kuat, lelaki itu sudah muntah darah begitu.


" Kalian berdua wanita iblis" kata penjahat yang masih shock melihat sahabatnya yang sudah sekarat.


" Sssstt,, jangan bilang iblis di sini" kata Nadia.


" Iya, ntar ratu iblis denger kalau namanya si sebut" kata Serly.


Lelaki itu mengambil pisau yang di selipkan di celananya. " Ayo maju!"


" Ck,, kau mau masak pake bawa pisau segala " kata Serly.


" Jangan banyak bacot Lo!" kata lelaki itu.


" Ngegas dia Nad"


" Udah, hajar aja. Kita nggak punya banyak waktu" kata Nadia.


Kedua cewek cantik itu memutar tubuh mereka dan memberikan tendangan pada lelaki itu.


Bruk..

__ADS_1


Tubuh lelaki itu terpental hingga membentur dinding gudang. Lelaki itu pun terkapar dan tidak sadarkan diri. Atau mungkin sudah meregang nyawa.


" Selesai" kata Serly.


" Yuk cabut. Kita harus bantu ketiga cowok tampan itu" kata Nadia.


" Siap"


Kedua cewek cantik itu keluar dari gudang. Mereka langsung menuju tempat ketiga lelaki tampan itu.


" Doni awas!"


Bug..


Doni kaget melihat salah satu penjahat sudah terkapar di belakangnya. Tapi bukan itu yang membuat dia kaget, tapi seorang wanita cantik yang ada di belakangnya.


" Serly"


" Jangan lengah bodyguard tampanku"


Doni tersenyum. " Makasih "


" Sama-sama, boleh bergabung?" kata Serly.


" Tentu saja boleh, gadis bar-bar ku"


" Woii lagi perang. Malah kojom Lo berdua" kata Romy.


" Iri? bilang bos" kata Doni.


" Kalian berdua, buruan hajar mereka" kata Nadia.


" Siap sayang" kata Romy.


Kedua lelaki itu tambah semangat untuk menghajar para penjahat itu. Karena penyemangat mereka sudah ada di samping mereka.


" Dasar asisten dan bodyguard nggak ada akhlak. Beraninya kalian pamer kemesraan di depan gue" kata Darren.


Darren kembali fokus pada para penjahat itu. Ia harus segera menghampiri istrinya. Walaupun Nando bisa beladiri, tapi tetap saja tidak tenang.


Serly dan Doni sungguh pasangan yang solid. Bahkan para penjahat itu tidak bisa masuk ke dalam lingkaran yang mereka buat.


" Aku nggak nyangka kalau kamu beneran jago beladiri" kata Doni.


" Lebih hebat kamu. Aku mah butuh banyak belajar lagi"


Doni tersenyum mendengar ucapan kekasihnya itu. Tak berselang lama mereka semua mendengar suara tembakan dari tempat Kiran dan Nando.


Dor.


Darren dan yang lainnya kaget mendengar bunyi tembakan. Ia khawatir terjadi sesuatu pada istrinya. Begitu juga dengan Nadia dan Serly.


Kiran.


Darren segera menghajar penjahat itu. Setelah itu ia menyusul istrinya. Sedangkan Romy dan yang lain masih melawan para penjahat itu. Setelah itu mereka akan menyusul Darren.


Di tempat Kiran.


Tembakan bos penjahat itu meleset mengenai guci yang ada di samping Kiran. Alhasil guci itu pun bolong.


Kiran tersenyum. " Kau bisa menembak atau tidak" kata Kiran.


" Diam Kau!"


Saat bos penjahat itu akan menembak lagi. Dengan gerakan cepat Nando menendang tangan bos penjahat itu. Alhasil pistol itu terlempar ke bawah meja.


" Kau!"


" Jangan coba-coba menyentuh kakakku" kata Nando.


" Cih,, kau pikir aku tidak mempunyai senjata yang lain" kata bos penjahat itu mengeluarkan pisau yang dia selipkan di celananya.


Set...

__ADS_1


" Eeeiittss,, hampir saja" kata Nando.


Bos penjahat itu karena dia dipermainkan oleh seorang anak kecil. Ia pun langsung menyerang Nando dengan membabi buta. Tapi dengan kecepatan dan kepandaiannya Nando bisa menghindari setiap serangan bos penjahat itu.


Kiran tersenyum melihat kelincahan Nando dalam menghindar maupun menyerang. Ternyata adiknya itu sudah besar. Jadi ia bisa mempercayakan si kembar untuk di jaga olehnya.


Darren merasa tenang, saat melihat istrinya masih baik-baik saja. Bahkan istrinya itu sedang asik menikmati sepiring buah-buahan. Ia ternyata terlalu khawatir dengan keadaan sang istri. Ia pun menghampiri istrinya.


" Kamu baik-baik saja sayang?"


" Astagfirullah, hubby. Bikin kaget aja"


" Aku khawatir sama kamu. Tapi ternyata orang yang aku khawatirkan malah asik makan buah"


" Hubby nggak usah khawatir. Ada Nando yang menjaga aku"


" Ya, sepertinya bocah itu sudah besar"


" Tentu saja. Dia akan jadi uncle yang akan menjaga baby twins"


" Hhmm"


Darren duduk di samping istrinya. Pasutri itu menyaksikan pertunjukan yang ada di hadapan mereka.


Bos penjahat itu sudah kewalahan menghadapi Nando. Padahal Nando hanya seorang anak kecil, tapi dia sangat lincah dan sulit di hadapi.


Bug.


Satu pukulan Nando mengenai pipi bos penjahat itu. Bos penjahat itu pun meringis kesakitan.


" Yeii,,, Adek kakak memang hebat " puji Kiran sambil bangun dari duduknya.


" Sayang hati-hati" kata Darren dengan nada khawatir.


" Hehehe,, maaf By"


" Eh bocah, buruan habisi dia jangan buang-buang waktu lagi" teriak Darren.


Nando yang mendengar ucapan semangat dari Darren pun langsung menyerang bos penjahat itu dengan membabi buta.


" Kau tau, gara-gara ibumu yang serakah itu. aku dan teman-temanku menderita"


Bug.


" Ini untuk teman-teman ku"


Bug.


Bug.


Bug.


" Dan ini untuk rasa sakit yang di berikan oleh ibumu" kata Nando.


Bruk..


Tubuh bos penjahat itu pun langsung terkapar. Karena Nando menyerang dia tanpa ampun. Nando mengambil pistol yang ada di bawah meja.


Kiran langsung bertindak. Ia segera menghampiri adiknya itu. Ia tidak ingin Nando menjadi seorang pembunuh.


" Jangan lakukan itu. Kakak nggak ingin kamu jadi seorang pembunuh"


" Tapi ibunya sudah menyakiti aku dan teman-teman. Sekarang anaknya ingin membunuh kakak"


" Bukankah kamu sudah membalas rasa sakit itu. Coba lihat, dia sudah tidak berdaya"


Darren segera merebut pistol itu dari tangan Nando. Kiran membawa Nando duduk di kursi. Tak berselang lama, para sahabat Kiran juga sudah ada di sana.


To be continue.


Udah up dua ya..πŸ€—πŸ€—


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2