
" Wah,, sepertinya ada yang ketimpa durian runtuh nih" kata Romy yang baru masuk kedalam ruangan sahabatnya.
" Hhhmm"
" Bagi-bagi dong duriannya"
" Noh di supermarket banyak durian"
" Ya elah nggak bisa di ajak bercanda Lo. Bagi-bagi dong cerita bahagianya"
" Rencana gue berhasil" kata Darren.
" Serius Lo?"
" Hhmm"
" Sayang sekali kita tidak bisa melihat bagaimana kecewanya lelaki itu" kata Romy.
" Iya, coba aja kalau kita bisa liat. Pasti tambah seru"
" Wait! kalau dia kasih tau lo pernah pacaran sama Monica gimana?"
" Sial! kenapa gue lupa soal itu" kata Darren sambil mengambil kunci mobilnya.
" Lo mau kemana?" tanya Romy.
" Nemuin wanita gue, ntar dia salah paham sama gue" kata Darren sambil keluar dari ruangannya.
" Tapi bentar lagi kita ada meeting!" teriak Romy.
" Lo aja yang handle "
" Dasar bos nggak ada akhlak!"
Darren tentu saja tidak bisa mendengarkan ucapan sahabatnya itu, karena ia sudah menghilang ke dalam lift. Romy hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.
Sesampainya di lobi, Darren bergegas menuju parkiran. Ia tidak menghiraukan sapaan para karyawannya, karena sekarang keadaan lagi urgent.
Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman orang tua wanitanya. Ia berharap belum terlambat sampai di sana. Dia sangat beruntung karena suasana jalan cukup sepi.
Tidak butuh lama mobil mewah itu sampai di depan pintu gerbang rumah calon mertuanya. Darren membunyikan klakson mobilnya, dan pintu gerbang pun terbuka. Mobil itu melaju menuju rumah utama.
Darren memarkirkan mobilnya dengan asal-asalan. Suasana di rumah calon mertuanya sangat ramai. Ia tau sekarang ada acara di sana. Tanpa menunggu lama ia segera masuk kedalam rumah utama itu.
Kedatangan Darren membuat semua tamu terpesona akan ketampanannya. Tapi dia tidak menghiraukan tatapan orang-orang itu. Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok wanitanya.
Darren tidak melihat keberadaan wanitanya di sana. Dia ingin bertanya pada pelayan, tapi suara seseorang menghentikannya.
__ADS_1
" Darren"
Darren mendengar namanya di panggil, langsung menoleh kearah suara. " Tante"
" Kamu mau ketemu sama Kiran?" tanya mommy Kiran.
" Iya Tan"
" Kiran ada di taman, kamu samperin aja ke sana"
" Kalau gitu, aku ke sana dulu ya Tan"
" Hhmm"
Setelah tau dimana keberadaan sang pujaan hati. Darren langsung meluncur ke TKP. Walaupun agak cemas dengan apa yang akan terjadi nanti, tapi dia tetap optimis.
Darren melihat kekasihnya sedang bicara dengan seorang lelaki. Ia tau betul siapa lelaki itu. Dia adalah lelaki dari masa lalu Kiran. Walaupun di sana tidak hanya ada Kiran dan juga lelaki itu, tapi tetap aja membuat dia cemburu.
" Honey "
Kiran sangat kenal dengan suara itu. Dia langsung menoleh kearah suara yang sudah satu Minggu ini tidak pernah dia dengar.
" Darren"
Lelaki tampan itu langsung menghampiri pujaan hatinya. Semua orang di sana kaget melihat Darren, termasuk Daffin.
" Menemui calon istri gue" jawab Darren sambil tersenyum pada wanitanya.
" Lo nggak pantas dengan princess" kata Daffin.
" Emang lo siapa berani ngomong gue nggak pantas untuk Kiran"
Daffin terdiam. Dia bingung harus menjawab apa. Karena dia tidak tau posisinya apa di mata Kiran.
" Lo hanya bagian masa lalu Kiran, sedangkan gue masa depannya Kiran. Jadi yang nggak pantas untuk Kiran itu elo!"
" Sudah-sudah jangan ribut " kata Kiran.
" Dia duluan honey yang ngajak ribut"
" Lo udah nyakitin princess dengan selingkuh dengan Monica" kata Daffin.
Darren tersenyum mendengar ucapan Daffin barusan. " Monica hanya kekasih bayaran gue, dan gue juga sudah membayar mahal dia untuk itu, dengan membelikan apapun yang dia mau. Dan satu lagi, gue nggak selingkuh. Karena waktu itu gue belum pacaran dengan Kiran"
" Bullshit! itu cuma akal-akalan lo aja"
" Gue tidak minta lo untuk percaya. Gue cuma mau menjelaskan sama calon istri gue supaya nanti tidak ada kesalahpahaman diantara kami"
__ADS_1
" Apa kamu percaya dengan yang dia katakan?" tanya Daffin pada Kiran.
" Tentu saja aku percaya. Bukankah aku sudah katakan sama kamu, kalau aku menerima semua kekurangan dan kelebihannya" kata Kiran sambil tersenyum pada lelaki tampan yang sudah berhasil masuk kedalam hatinya.
Daffin merasa sakit melihat Kiran tersenyum hangat pada lelaki itu. Senyum yang tidak pernah lagi dia selama tiga tahun ini, tapi sekarang Kiran tersenyum pada lelaki itu.
" Apa karena dia lebih kaya dari aku makanya kamu lebih memilih bersama dia?" tanya Daffin.
" Tidak? kalau pun dia miskin dan tidak punya apa-apa aku akan tetap bersama dengan dia"
" Bohong! ternyata kamu sama saja dengan wanita-wanita diluar sana. Aku lupa kalau kamu dan keluarga kamu memang seperti itu"
Plak.
Daffin memegang pipinya yang terasa panas karena tamparan yang di berikan Kiran padanya.
Semua orang yang ada di sana kaget melihat Kiran yang menampar Daffin. Terutama Daffin, dia tidak menyangka kalau wanitanya akan menampar lelaki yang pernah dia cintai itu.
" Kau boleh menghinaku sesuka mu, tapi jangan pernah kau menghina keluargaku. Daripada aku berbuat lebih kejam dari ini, mending sekarang kamu pergi dari sini dan jangan pernah tampakkan lagi wajahmu di hadapanku. Aku membenci mu Daffin Putra Hermansyah!"
Deg.
Lagi dan lagi dia menyakiti hati wanita cantik itu. Dia tidak tau kenapa tidak bisa mengontrol ucapannya ketika sedang emosi. Apa dia benar-benar harus melupakan wanita yang sedari kecil tumbuh dan bermain bersama dengannya.
" Pri- princess aku-- "
Belum sempat Daffin melanjutkan ucapannya Kiran sudah menyela duluan. " Aku sudah memaafkan mu, pergilah"
" Kau memang lelaki pengecut Daffin. Kalau tidak mengingat mama dan papa, mungkin aku sudah membunuh mu sekarang. Abang benar-benar kecewa sama" kata Gian sang Abang sambil berlalu pergi dari sana.
" Dulu kamu sangat menyukai Kiran. Tapi karena banyak wanita yang mengelilingi mu, kau berubah. Kau membuang berlian demi batu kali yang jauh harganya dari berlian" kata Tristan yang juga ikut pergi.
" Kamu memang nggak pantas untuk Kiran. dilihat dari segi apapun kau memang tidak akan pernah pantas. Karena Kiran terlalu berharga untuk lelaki pecundang seperti kamu" kata Melodi kakak ipar Kiran.
" Sekarang kamu pulanglah, introspeksi diri" kata Keyra kakak ipar Daffin.
Darren membawa Kiran pergi dari sana. Diikuti sama Nadia dan yang lainnya. Sekarang hanya tinggal Daffin seorang diri di sana.
Daffin menatap punggung Kiran yang semakin jauh dan perlahan menghilang. Dia benar-benar tidak punya kesempatan lagi. Wanita yang dia cintai sudah membencinya. Hubungannya dengan sang Abang juga tambah memburuk. Dia benar-benar sendirian sekarang. Semua orang sudah pergi. Tubuh Daffin lemas dan terkulai ke lantai.
Maaf, lagi-lagi aku menyakiti perasaan kamu. Maafkan aku princess.
To be continue.
Masih ada yang baca nggak ya.
Buat yang belum masuk GC Feby, mana nihπ€
__ADS_1
Happy Reading ππ