Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Darren panik


__ADS_3

Para bodyguard yang menatap wajah istrinya tadi. Di suruh berbaris di lapangan yang ada di belakang mansion. Mereka semua akan menerima hukuman dari tuan muda mereka.


" Hubby, ini bukan salah mereka"


" Diam, dan duduk manis di sana"


" Nggak mau! kalau kamu mau menghukum mereka, maka hukum juga aku"


" Kamu belain mereka?"


" Nggak"


" Lantas kenapa ingin dihukum?"


" Kan aku yang salah, bukankah yang salah yang harus di hukum?"


" Benar. Kamu juga akan terima hukuman, tapi nanti. Sekarang aku mau kasih mereka hukuman dulu. Kamu duduk manis di sana "


" Sebelum hubby membebaskan mereka dari hukuman maka aku nggak akan duduk"


" Sayang jangan membantah, atau hukuman mereka aku tambah"


" Cih"


Mau tak mau Kiran pun duduk. Daripada suaminya itu menambah hukuman untuk para bodyguard itu.


Awas saja nanti, nggak aku kasih jatah.


Serly juga merengek pada suaminya untuk membebaskan para bodyguard tampan yang sedang di jemur sama Darren.


" Ini salah aku, jadi jangan hukum mereka"


" Ini sudah keputusan tuan muda. Lagipula mereka juga sudah jarang latihan. So anggap aja sebagai latihan untuk mereka"


" Kasian mereka"


" Nggak apa-apa. Mereka itu kuat, jadi hukuman seperti ini tidak ada apa-apanya bagi mereka. Sekarang kamu duduk di sebelah nona muda"


Serly pun pasrah. Ini gara-gara dia, jadi semua bodyguard kena hukuman. Ia bingung harus melakukan apa sekarang. Kasian para bodyguard itu.


" Ser gimana ini? kita tidak boleh membuat bodyguard itu di hukum?"


" Gue juga nggak tau gimana caranya. Laki gue nggak mau dengerin gue"


" Kita harus cari cara. Kalau tidak kita tidak bisa menyelamatkan bodyguard itu"


Kedua wanita cantik itu memikirkan bagaimana cara untuk membantu para bodyguard itu. Mereka tidak boleh membiarkan cowok-cowok tampan itu kena hukum.


" Gue punya ide?"


" Apa?"


" Lo pura-pura pingsan"


" Pingsan?"


" Iya, suami Lo itu kan bucin akut. Jadi kalau lo pura-pura pingsan, pasti dia akan panik tingkat dewa"


" Boleh juga tu ide Lo "


Kiran pun bangkit dari duduknya. Ia akan melakukan akting pura-pura pingsan seperti yang ada di film-film. Ia harus melakukan dengan baik, kalau tidak bisa gagal rencananya menyelamatkan para lelaki tampan yang sebentar lagi akan kena hukum.


Bruk..


Aaaaa....

__ADS_1


Darren yang mendengar bunyi dentuman keras. Dan juga suara teriakkan Serly, langsung saja menoleh ke arah suara. Ia kaget melihat istrinya sudah tergeletak di lantai.


" Sayang!"


Ia segera berlari menuju tempat istrinya. Ia tidak ingin istrinya kenapa-napa.


" Sayang, bangun!" kata Darren sambil menepuk pelan pipi sang istri.


Panik nggak tuh.


Tidak ada respon dari sang istri. Dan itu membuat Darren tambah panik. Bukankah tadi istrinya itu baik-baik saja. Tapi kenapa bisa pingsan.


" Don, cepat hubungi dokter!"


" Baik tuan muda"


Kiran mengedipkan matanya ke Serly. Akhirnya rencana mereka berhasil. Tapi demi rencananya itu. Ia juga harus merasakan sakit di jidatnya karena terkena meja.


Ya bunyi dentuman keras tadi adalah bunyi jidat Kiran yang mencium meja. Mungkin tadi dia kurang hati-hati, lalu ia terpeleset. Atau mungkin azab karena berniat membohongi suami. Tapi terlepas dari itu ia bersyukur, karena rencananya berhasil.


Darren segera menggendong istrinya ke rumah Doni. Karena sekarang rumah Doni lokasi yang paling dekat dari tempat istrinya pingsan.


Kiran juga tidak tega melihat ekspresi wajah suaminya. Nampak jelas, kalau suaminya itu sangat khawatir. Tapi mau gimana lagi, daripada suaminya itu menghukum para bodyguard tampan itu.


" Sebentar lagi dokter akan datang tuan muda"


Mendengar kata dokter. Giliran Kiran yang panik. Suaminya tidak boleh tau kalau dirinya hanya pura-pura pingsan. Ia harus segera memikirkan cara. Dia harus segera bangun sebelum dokter itu datang.


Aaaawww..


Darren langsung menghampiri istrinya. Karena mendengar suara rintihan sang istri.


" Kamu sudah sadar? kamu baik-baik ajakan? mana yang sakit? "


" Apa kamu ingat siapa aku?"


Apa maksudnya nanya kek gitu? ya jelas aku ingat lha, emang kamu pikir aku amnesia. Tunggu, amnesia? sepertinya ide bagus.


" Kamu siapa?"


Deg.


" Sayang, jangan bercanda?"


" Kamu siapa? dan kenapa kamu memanggil aku sayang?"


Makin panik aja tuan muda Narendra. Mendengar perkataan istrinya. Bagaimana tidak panik, baru tadi pagi mereka melakukan kegiatan panas. Tapi sekarang istrinya sudah lupa siapa dirinya. Sedangkan Kiran dan Serly susah payah menahan tawanya.


" Don, bagaimana ini. Istri saya tidak mengenali siapa saya?"


" Mungkin nona muda amnesia"


" Amnesia?"


Darren menatap istrinya. Apa benar yang dikatakan Doni, kalau istrinya itu amnesia. Tapi bagaimana mungkin istrinya amnesia.


" Sayang, kamu benar tidak mengenali siapa aku?"


" Tidak. Emang kamu siapa?"


" Aku suami kamu"


" Suami?"


" Iya sayang, bahkan kita sudah punya baby twins"

__ADS_1


" Baby twins?"


" Iya, apa kamu ingat?"


" Tentu saja aku ingat baby twins. Tapi kamu siapa?"


" Sayang, jangan bercanda? masa kamu nggak ingat suami kamu yang tampan dan kaya raya ini?"


Kiran susah payah menahan tawanya. Dalam keadaan seperti ini suaminya itu masih sempat menunjukkan narsis nya. Ya walaupun yang dikatakannya itu semuanya memang benar.


" Kamu suami aku?"


" Iya aku suami kamu. Apa kamu sudah ingat?"


" Tidak"


Tubuh Darren merosot ke lantai. Ia tidak menyangka kalau dirinya akan dilupakan oleh istrinya itu.


Sedih?


Tentu saja dia sedih. Bahkan ia sangat shock, karena tidak dikenali sama orang yang ia cintai.


Kiran tidak tega melihat suaminya seperti itu. Ini kali pertamanya ia melihat suaminya seperti orang yang tidak berdaya.


" Hubby"


Darren mendongak ke atas. Ia melihat istrinya tersenyum padanya.


Cup.


Darren mengejapkan matanya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan. Bukankah istrinya amnesia? tapi kenapa sekarang istrinya menciumnya.


" Ka-kamu mencium aku?"


" Kenapa? apa ada larangan mencium suami sendiri?"


" Suami? tunggu! apa kamu sudah mengingat siapa aku?"


" Tentu saja aku ingat sama suamiku yang tampan dan juga kaya raya ini" kata Kiran sambil mengecup kembali bibir sang suami.


" Bukankah tadi kamu amnesia?"


" Kata siapa aku amnesia?"


" Tadi bukannya kamu tidak mengenali siapa aku? apa jangan-jangan tadi kamu mengerjai aku?"


" Iya, maaf"


Darren bangkit dari duduknya. Ia pergi begitu saja dari sana. Ia benar-benar tidak menyangka istrinya akan mengerjainya dengan cara seperti itu. Padahal tadi dia sangat panik.


Apa hubby marah beneran.


Kiran segera menyusul suaminya itu. Ia tidak menyangka kalau suaminya akan marah beneran sama dirinya.


" Apa kamu juga tau soal ini?" tanya Doni pada sang istri.


" I-iya"


Doni pun pergi meninggalkan istrinya. Ia tidak menyangka kalau istrinya juga ikut terlibat. Serly pun pergi menyusul suaminya.


To be continue.


Nah lho marah beneran kan?.


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2