
Dua bulan kemudian.
Darren menikmati waktu luangnya bersama keluarga kecilnya. Sekarang umur baby twins sudah 4 bulan. Kedua bayi tampan dan cantik itu sudah bisa membalikkan badan ke kiri dan juga ke kanan.
Darren sedang mengajak baby twins bicara. Dan kedua anaknya itu seperti meniru ucapannya. Baby twins berceloteh dan yang membuat Darren takjub baby twins seperti bisa menyebut ' papa '.
" Sayang kamu dengar, baby twins bilang papa"
" Dengar By"
" Tapi kenapa papa? kenapa nggak Daddy?"
" Karena di umur 4 bulan, baby hanya bisa ngomong yang gampang. Seperti yang hubby dengar tadi, ada baba, papa, dan mama"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Kamu tau darimana?"
" Dari dokter dan juga baca berbagai artikel"
" Coba ulangi kesayangan daddy, bilang papa "
Baby twins pun melakukan apa yang di katakan sang Daddy. Darren mencium kedua anaknya itu. Sungguh sangat bahagia bisa melihat perkembangan kedua buah hatinya.
" Coba bilang 'mama' "
" Ma..ma"
" Uluh..uluh kesayangan mommy pintar sekali" kata Kiran sambil mencium seluruh wajah kedua bayinya.
Kedua orang tua itu sangat bahagia melihat setiap perkembangan kedua buah hati mereka. Walaupun hanya bisa mengucapkan kata mama dan juga papa, itu sudah membuat mereka bahagia.
" Sekarang waktunya mandi. Seperti biasa, mandinya gantian ya" kata Kiran.
Kiran menggendong si kakak untuk dimandikan. Sang suami menjaga si adek dulu. Jadi mereka selalu berbagi tugas. Kalau ia sedang memandikan salah satu baby twins, maka suami akan menjaga salah satu baby-nya.
" Sayang?"
" Hhmm"
" Kamu jadi besok pergi ke kantor?"
" Iya Bee"
" Kenapa nggak tunggu umur twins satu tahun dulu?"
" Aku maunya juga gitu Bee. Tapi hubby kan tau Nadia sama Serly lagi hamil. Bahkan sekarang Serly masih mual dan muntah. Jadi dia tidak bisa pergi kerja"
" Iya sih, tapi baby twins gimana?"
" Aku bawa By"
" Apa baby twins akan nyaman di sana?"
" Aku udah minta Nadia untuk mendekorasi ulang ruangan aku. Dan aku yakin baby twins akan nyaman di sana. Karena di sana ada box bayi juga"
" Bawa si mbak juga, biar kamu nggak kesusahan jaga baby twins sambil bekerja"
" Iya By"
" Udah nggak sabar nunggu kalian besar"
" Axel pasti akan dingin kek kamu "
" Aku dinginnya sama orang luar"
" Ya,, ya. Sekarang tolong ambilkan handuk untuk baby Alexa "
" Ok mommy. Sebentar ya Nak, Daddy ambilkan handuk untuk kakak Alexa dulu"
__ADS_1
Darren segera mengambil handuk untuk Alexa. Kemudian ia memberikan untuk sang istri. Saat akan kembali ke tempat baby Axel, Axel sudah tengkurap.
" Tampan Daddy baru ditinggal sebentar udah tengkurap "
Kiran membaringkan baby Alexa di atas kasur. Sekarang ia memandikan baby Axel, dan suaminya memakaikan baju untuk Alexa. Tapi sebelum memakaikan baju, ia memberi minyak telon dan juga bedak khusus bayi ke seluruh tubuh Alexa.
" Selesai. Sekarang putri Daddy sudah cantik dan juga wangi"
Darren membaringkan baby Alexa di kereta dorong yang sudah di beri mainan gantung. Alexa berusaha meraih mainan yang berbentuk bulat itu.
Namun ketika ia gagal meraih mainannya. Ia pun menangis dan itu tidak membuat Darren panik, karena putri kecilnya memang seperti itu. Kalau ia tidak bisa mendapatkan mainnya, ia akan menangis.
" Kalau sudah besar nanti, putri Daddy harus jadi gadis yang kuat seperti mommy"
" Emang aku kuat ya By"
" Iya. Apalagi kalau di ranjang"
Plak..
Kiran menepuk pundak suaminya. Axel tersenyum melihat itu.
" Eh, Axel tersenyum" kata Darren.
" Berarti dia senang melihat kamu tersakiti By"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Putra Daddy kejam banget sih, sama Daddy-nya" kata Darren sambil mencium pipi Axel.
Sontak Axel pun menangis karena di cium sama Darren. Ia tidak menyangka kalau putranya sekarang tidak mau dicium olehnya.
" Hubby"
" Maaf sayang. Padahal kemarin-kemarin Axel tidak menangis kalau aku cium. Tapi sekarang kok nangis ya?"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Daddy jadi cemburu "
" Baby twins sudah siap jalan-jalan nih daddy"
" Ok, sekarang kita jalan-jalan sekitar mansion"
" Kenapa nggak jalan-jalan keluar aja By?"
" Kamu mau jalan-jalan keluar?"
" Iya. Lagipula kita jarang jalan-jalan keluar"
" Baiklah kita jalan-jalan ke luar. Tapi kemana?"
" Keliling kompleks juga boleh By"
" Nggak seru sayang"
" Terus kemana?"
" Kita liat aja nanti, yang penting kita jalan dulu lha"
" Ok "
Darren menggendong baby Alexa. Axel merajuk karena ia cium tadi. Jadi Axel di gendong sama mommy-nya. Mereka pun masuk kedalam lift.
Pasutri itupun sampai di lantai bawah. Baby twins di baringkan di atas kereta dorongnya. Mereka siap untuk pergi jalan-jalan.
" Kakak mau kemana?"
__ADS_1
" Mau ngajak baby twins jalan-jalan. Kamu mau ikut nggak?"
" Emang jalan-jalan kemana?"
" Muter-muter aja"
" Daripada muter-muter, mending kita ke pantai aja Kak"
" Gimana By "
" Boleh"
Bodyguard membukakan pintu untuk nona dan tuannya. Darren memasukkan kereta dorong baby twins kedalam mobil. Nando juga masuk ke dalam mobil. Setelah itu barulah pasutri itu masuk kedalam mobil. Mobil melaju meninggalkan mansion mewah itu.
Sepanjang jalan baby twins terus mengoceh. Entah apa yang dibicarakan kedua anaknya itu. Nando bahkan merekam obrolan baby twins yang tidak ada jeda itu.
Ia memandang Alexa yang semakin hari semakin cantik. Apalagi pipinya yang gembul itu. Bikin semua orang gemas.
" Alexa kayaknya lebih cerewet ya Kak, dibandingkan sama Axel"
" Sepertinya begitu"
" Axel datar dan dinginnya mirip kek Abang"
" Iya, mungkin dia juga akan irit bicara nantinya"
" Padahal waktu aku kecil nggak kek gitu banget deh Yank?"
" Masa?"
" Iya, kamu liat aja foto aku waktu masih kecil. Malahan aku sering senyum"
" Kok pas udah gede jarang senyum?"
" Aku nggak suka memperlihatkan senyum ku pada semua orang. Apalagi sama cewek"
" Emang kenapa?"
" Karena cewek ngampang baperan"
" Nggak semua cewek itu baperan By"
" Iya. Kamu nggak masuk kategori itu. Karena kamu dulu susah di dapatkan"
" Emang. Yang ngejar-ngejar aku dari dulu kan juga kamu"
" Iya. Pas udah dapet, kamunya yang nempel terus sama aku"
" Cicak kali ah nempel"
" Kagak, perangko"
" Nanti sifat kamu jangan kek Abang Darren ya Nan"
" Bagus dong kalau sifat Nando kek aku"
" Bagus darimana coba?"
" Dari semuanya lha. Aku itu tampan, baik dan setia lagi"
" Setiap tikungan ada" kata Kiran.
" Nggak lha. Hati aku tu udah terpaut jauh sama kamu Yank"
" Gombal"
" Beneran "
Nando tidak mau mendengar perdebatan pasutri itu. Mending dia ngobrol sama baby twins. Tapi jauh didalam hatinya ia memang ingin seperti Darren. Karena ia sangat mengagumi sifat Abangnya itu. Sang Abang terlihat dingin diluar, tapi saat bersama keluarga, abangnya terlihat hangat. Dan lagi, Abangnya itu tipe lelaki setia.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading ππ