
Nadia dan Romy bersiap untuk pergi ke bandara. Karena hari ini mereka akan pergi honeymoon ke Maldives. Semua koper sudah di masukkan ke dalam bagasi.
" Ada yang ketinggalan?" tanya Romy pada sang istri.
" Kayak nggak deh"
" Yuk masuk"
" Ma, kita berangkat dulu ya"
" Iya, hati-hati dijalan. Kalau udah nyampe kasih kabar"
" Siap Ma"
Setelah berpamitan sama mamanya, Nadia dan Romy masuk ke dalam mobil. Romy melajukan mobilnya menuju bandara.
" Darren udah di kasih tau Bee, kalau kita udah berangkat"
" Udah aku chat tadi "
" Ah, aku pasti akan merindukan keponakan ku yang baru lahir itu"
" Sebentar lagi kita juga akan punya baby imut seperti Alexa dan Axel"
" Gimana mau punya baby imut, malam pertama aja belum" kata Nadia.
" Di Maldives nanti kita akan menuntaskan semua yang tertunda"
Wajah Nadia bersemu merah mendengar ucapan suaminya barusan. Romy tersenyum melihat wajah istrinya yang bersemu merah seperti itu.
" Sampai di sana aku nggak akan biarkan kamu keluar dari kamar"
" Aku kan mau jalan-jalan Bee"
" Kita ke sana bukan mau pergi jalan-jalan sayang?"
" Terus mau ngapain?"
" Ngadon Romy junior" kata Romy sambil menaik turunkan alisnya.
" Dasar mesum"
Tak terasa mereka pun sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta. Romy menurunkan koper mereka dari dalam bagasi. Setelah itu mereka pun masuk kedalam bandara.
Romy dan Nadia langsung check in. Setelah itu mereka menunggu di ruang keberangkatan. Sambil menunggu pesawat mereka take off, pasutri itu memainkan game di ponsel mereka.
Setelah Sepuluh menit menunggu, barulah terdengar informasi keberangkatan mereka. Romy dan Nadia langsung masuk ke dalam pesawat yang akan membawa mereka ke Maldives.
Romy memberikan tempat duduk di dekat jendela. Supaya istrinya bisa melihat pemandangan dari atas pesawat. Sebelum pesawat take off, Nadia memberi kabar pada mamanya kalau mereka sudah berada di atas pesawat.
Romy memasang sabuk pengaman istrinya. Setelah itu barulah dia memasang sabuk pengaman untuk dirinya. Pesawat pun take off meninggalkan bandara internasional Soekarno-Hatta.
Ini kali pertamanya Nadia pergi bersama dengan seorang pria. Ia senang dan bahagia, karena pria itu adalah kekasih halalnya.
" Kamu kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Romy.
" Lagi senang aja"
" Senang kenapa?"
" Karena ini kali pertamanya aku pergi berdua sama seorang pria. Dan pria itu suami aku sendiri"
" Sama, aku juga pertama kali pergi dengan seorang wanita. Dan itu adalah istriku sendiri"
" Ah yang bener?"
" Bener lha. Biasanya aku selalu pergi sama Darren"
Nadia pun teringat sesuatu. " Perasaan aku pernah ketemu sama kamu deh Bee"
" Oh iya, dimana?"
__ADS_1
" Di bandara, waktu aku pertama kali kesini bersama Kiran "
" Kapan itu?"
" Sekitar dua tahun yang lalu"
Romy pun mencoba mengingat kejadian dua tahun terakhir. " Apa wanita yang ditabrak Darren waktu itu Kiran?"
" Bener banget"
" Wah,, ternyata jodoh emang nggak kemana"
" Emang Darren belum tau kalau wanita yang ditabrak itu adalah istrinya sendiri?" tanya Nadia.
" Nggak. Sepertinya sampai sekarang dia nggak tau "
" Masa?"
" Iya. Aku akan bilang sama dia nanti saat kita udah pulang dari Maldives. Kamu tau, Darren sangat kesal waktu itu"
" Benarkah?"
" Iya. Sampai-sampai aku pun kena semprot sama dia. Sepertinya aku punya ide untuk membalas dendam sama bos yang nggak ada akhlak itu"
" Ide apa?"
" Nanti kamu juga tau " jawab Romy sambil tersenyum licik.
" Jangan aneh-aneh Bee, ntar kamu sendiri yang kena batunya" pesan sang istri.
" Nggak aneh kok sayang. Ini akan menjadi pertunjukan yang sangat menarik"
" Terserah kamu aja, aku nggak ikutan ya" kata Nadia sambil memejamkan matanya.
Romy tidak sabar ingin melihat Darren disiksa habis-habisan sama Kiran nantinya.
πππ
Haciu..
" Hubby kenapa?"
" Nggak tau, sepertinya ada yang ngomongin aku"
" Mungkin mommy kali"
" Mungkin. Mak tiri itu selalu saja menyiksa aku. Nggak di depan nggak dibelakang, hobi banget ngomongin aku"
" Itu karena mommy sayang sama hubby"
" Mana ada sayang kek gitu. Setiap ketemu ngajak gelut mulu"
" Setiap orang tua itu beda-beda cara mengungkapkan rasa sayang mereka By"
Darren pun mengajak baby Axel bermain. Axel sangat anteng bersama Daddy-nya. Sedangkan baby Alexa sedang menyusu.
Darren baru bisa menggendong baby-nya, karena dari tadi mommy-nya menguasai baby twin. Jangankan menggendong, menyentuh baby-nya saja ia tak boleh.
" Sayang, kayaknya Axel haus deh"
" Bentar By, Alexa masih nyusu"
" Sekarang aku harus berbagi dengan baby twin"
Kiran mencubit pinggang suaminya. Bisa-bisanya suaminya itu bicara mesum seperti itu didepan baby twin.
" Kamu kerasukan kepiting dari mana sih sayang. Main cubit aja, mana sakit lagi cubitannya"
" Makanya jangan ngomong yang aneh-aneh di depan baby twin"
" Aku kan ngomong berdasarkan faktanya sayang"
__ADS_1
" Udah, sini baby Axel nya"
Darren menidurkan baby Alexa kedalam box nya. Setelah itu ia memberikan baby Axel untuk di susui oleh istrinya.
" By "
" Hhmm"
" Kapan Doni mau melamar Serly?"
" Nggak tau sayang"
" Coba kamu tanya sama dia. Cewek itu butuh kepastian By"
" Iya sayang, ntar aku tanyain"
Baby Axel pun sudah tertidur. Darren menidurkan baby Axel ke box bayi yang ada di di samping box Alexa.
" Sekarang baby twins udah tidur, giliran Daddy-nya yang di manja" kata Darren sambil membaringkan tubuhnya di samping sang istri.
" Dasar bayi besar" kata Kiran.
" Aku udah lama lho nggak kamu manja "
" Baru juga dua hari, udah bilang lama"
" Dua hari itu rasa dua tahun bagi aku sayang"
" Lebay"
Cup.
Satu kecupan mendarat di bibir Kiran.
" Cium bolehkan?"
" Itu udah tadi"
" Itu bukan cium, tapi kecupan"
" Sama aja By"
" Beda sayang, kalau cium tu kek gini" kata Darren yang langsung memagut bibir sang istri.
Rasa bibir istrinya masih sama saat pertama kali ia berciuman dengan sang istri. Kiran pun membalas ciuman yang diberikan oleh suaminya.
Sesuatu dibawa sana sudah on. Darren pun melepaskan ciumannya. " Kamu membuat aku gila sayang"
" Maaf ya By, belum bisa melayani hubby"
" Nggak apa-apa sayang. Aku masih bisa tahan kok"
" Kalau nanti hubby nggak bisa tahan, hubby nggak akan cari kesenangan di luar sana kan?"
" Ya nggak lha sayang. Kalau kamu belum bisa, aku masih bisa bersolo. Jadi jangan pernah berpikir kalau aku akan mencari kesenangan di luar sana. Karena tidak ada yang bisa menandingi permainan kamu"
Wajah Kiran memerah mendengar ucapan suaminya tadi. Darren tersenyum melihat wajah istrinya yang sudah memerah bak kepiting rebus.
" Aku menikahi kamu bukan untuk memuaskan ***** ku semata sayang. Tapi aku menikahi kamu untuk berbagi semuanya. Berbagi suka dan juga duka. Dan aku ingin hanya aku lha tempat kamu berkeluh kesah. Sekarang ini kamu dan baby twins adalah nyawaku"
Mata Kiran berkaca-kaca mendengar ucapan suaminya. Ia sangat bersyukur bisa berjodoh dengan suaminya itu.
" Makasih hubby sudah mencintai aku dengan begitu besarnya" ucap Kiran sambil memeluk suaminya. Darren pun membalas pelukan sang istri. Sesekali ia mengecup kepala istrinya.
To be continue.
Romy.
Nadia.
__ADS_1
Happy reading ππ