
Jhon menghentikan mobilnya tidak jauh dari warung tenda. Diikuti mobil yang di belakangnya. Dua orang pelayan turun dari dalam mobil, di kawal sama para bodyguard.
Kiran memberikan baby twins kepada pelayan tadi. Ia menyuruh mereka untuk membawa baby twins langsung pulang ke mansion. Kedua pelayan itu menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Mobil yang membawa baby twins langsung dikawal sama lima mobil bodyguard. Sisanya mengikuti mobil tuan muda mereka. Mobil pun melaju meninggalkan warung tenda itu.
" Bawa ke jalan yang agak sepi Jhon "
" Baik tuan muda"
Jhon melajukan mobil kearah jalan yang jarang di lalui sama kendaraan. Tiga mobil Jeep dan empat motor tadi masih mengikuti mobil Darren.
Jhon menghentikan mobilnya di jalan yang sepi. Di jalan itu mereka lebih leluasa untuk berkelahi, tanpa menggangu pengguna jalan lain. Orang yang mengikuti mobil Darren tadi pun menghentikan mobil mereka.
" Sayang, biar aku sama Jhon yang keluar duluan ya"
" Oke By"
Darren dan Jhon keluar dari mobil. Begitu juga dengan orang-orang yang ada dalam mobil Jeep dan motor. Mereka semua menghampiri Darren.
" Kalian!"
Orang-orang yang mengikuti Darren tadi tersenyum melihat ekspresi terkejut lelaki tampan itu.
" Apa kabar tuan"
" Alhamdulillah baik"
" Tuan muda kenal sama mereka?" tanya Jhon.
" Kenal"
" Hallo tuan, kenalkan nama saya Norman" kata seorang lelaki berbadan kekar itu.
" Ah, saya Jhon"
" Kenapa tuan berhenti di jalan sepi seperti ini?" tanya Norman.
" Tentu saja mau menghajar kalian"
" Mengajar kami. Emang salah kami apa tuan?"
" Kenapa kalian mengikuti mobil saya?"
" Karena kami ingin mengawal anda sampai ke rumah anda tuan"
" Untung saja Jhon tidak langsung menghajar kalian tadi"
" Maaf tuan kalau kami bikin tuan salah sangka"
Kiran melihat interaksi mereka dari dalam mobil. Ia bingung, kenapa suaminya belum juga bergelut. Padahal dia udah menunggu dari tadi. Ia pun memutuskan untuk turun dari mobil.
" Kalian"
" Eh nona"
" Jadi mereka yang ngikutin kita By"
" Iya sayang"
" Apa mereka minta foto lagi?"
__ADS_1
" Bukan. Mereka bilang mau kawal kita sampai ke mansion"
" Yeah nggak jadi gelut dong?"
" Sepertinya begitu"
Norman dan anak buahnya hanya tersenyum kikuk mendengar ucapan Kiran. Ini yang kedua kalinya mereka gagal bergelut.
" Oh iya, kami membawakan sedikit oleh-oleh untuk tuan"
" Oleh-oleh?"
" Iya tuan, kebetulan kami baru panen buah dan sayuran"
Norman meminta anak buahnya untuk mengambil buah dan sayuran yang mereka bawa dari rumah tadi.
Pasutri itu kaget melihat banyak buah dan sayur yang di bawah oleh Norman dan kawan-kawannya.
" Sebenarnya masih ada satu mobil pick up, tapi mobilnya kami parkir di rumah nona Nadia. Karena tuan Romy bilang anda tidak tinggal di sana lagi"
" Kami sudah pindah ke mansion"
" Ini semua hasil kebun kalian?" tanya Kiran.
" Iya nona"
" Saya senang melihat kalian sudah sukses"
" Terima kasih tuan. Ini semua juga berkat anda"
Norman dan anak buahnya sekarang sudah memiliki kebun yang luas. Dan itu semuanya pemberian dari Darren. Ya setelah pertemuan mereka beberapa tahun lalu. Saat mereka masih menjadi pembunuh bayaran.
Karena mereka ngefans sama dirinya, jadi mereka tidak jadi membunuh istrinya. Bahkan mereka mau bekerjasama dengan dia dan istrinya untuk menjebak orang yang membayar Norman dan kawan-kawannya.
" Bawa ke mansion saya saja, kalian ikuti mobil saya. Nanti kalian akan tau dimana mansion saya"
" Baik tuan"
Pasutri itu dan Jhon kembali masuk kedalam mobil. Begitu juga dengan Norman dan anak buahnya. Mereka akan mengawal mobil mewah itu sampai ke mansion.
Jhon melajukan kembali mobilnya. Melanjutkan perjalanan menuju mansion mewah milik tuan mudanya.
" Senang ya By liat mereka udah berubah"
" Iya sayang"
" Mereka nggak ngambil job sebagai pembunuh bayaran lagi kan?"
" Sepertinya tidak. Karena aku lihat, mereka tidak kekurangan uang"
" Lucu juga ya, mantan preman sekarang jadi petani"
" Kamu nggak minat jadi petani juga Jhon?"
" Untuk sekarang tidak tuan muda"
" Kalau kamu ingin jadi petani, saya akan belikan lahan yang luas untuk kamu"
" Terima kasih tuan muda"
Tanpa terasa mereka sampai di mansion. Saat mobil Jeep akan masuk kedalam mansion, alarm yang ada di mansion itu berbunyi. Para bodyguard yang berjaga di sekitar pintu gerbang langsung mengepung mobil Norman.
__ADS_1
" Kalian semua bubar, mereka itu tamu saya" kata Darren.
" Baik tuan muda"
Para bodyguard itu pun kembali ke tempat mereka masing-masing. Norman dan anak buahnya melajukan mobilnya masuk kedalam mansion mewah itu.
Norman dan anak buahnya takjub melihat bangunan mewah yang ada di hadapan mereka itu. Seumur-seumur mereka baru pertama kali melihat rumah mewah seperti ini.
Para bodyguard memberi hormat pada tuan dan nona muda mereka. Semua itu tidak luput dari pandangan Norman dan anak buahnya.
" Kira-kira berapa duit ya bikin rumah kek begini?" tanya salah satu anak buah Norman.
" Jangan di kira-kira, nanti kepala kalian bisa pecah. Karena uang yang diperlukan untuk membuat rumah gedong kek begini sangat banyak. Itu tidak akan terjangkau sama otak miskin kek kita" kata Norman.
" Kalian juga bisa punya mansion seperti ini. Asalkan kalian mau berusaha" kata Kiran.
" Kami tidak pernah bermimpi untuk memiliki rumah seperti ini nona"
" Mulai sekarang kalian harus bermimpi, dan wujudkan mimpi kalian itu"
" Baik nona"
" Yuk masuk"
Norman dan anak buahnya mengikuti pasutri itu masuk kedalam mansion. Sampai di depan pintu, Norman dan anak buahnya membuka alas kaki mereka.
" Eh kenapa di buka, pake aja"
" Jangan nona, sepatu kami kotor. Nanti lantainya jadi kotor"
" Nggak apa-apa, pake aja"
" Nggak usah nona, kami lebih nyaman seperti ini "
" Kalau gitu pake sandal yang ada di rak itu, biar kaki kalian nggak dingin"
" Terima kasih nona"
Norman mengambil sandal khusus di pake untuk di dalam mansion itu. Diikuti sama anak buahnya.
Lagi-lagi mereka takjub melihat keindahan yang ada didalam mansion mewah itu. Apa semua rumah orang kaya itu seperti ini. Itulah yang ada di dalam pikiran mereka.
" Bik, tolong buatkan minum dan juga camilan untuk saudara saya" titah Kiran pada kepala pelayan.
" Baik nona"
Norman dan anak buahnya kaget mendengar ucapan Kiran tadi. Wanita cantik itu bilang saudara. Mereka tidak menyangka kalau nona yang ingin mereka lenyapkan dulu, menganggap mereka saudara.
" Terima kasih banyak nona" ucap Norman tiba-tiba.
" Makasih untuk apa?"
" Karena sudah menerima kami di rumah mewah nona"
" Kalian tidak perlu berterima kasih. Kalian itu sudah saya anggap saudara. Bukan begitu By"
" Iya sayang"
Norman tidak kuasa menahan air matanya. Dia yang dari kalangan orang miskin dan juga jahat. Diterima dengan baik oleh kedua pasutri itu. Bahkan mereka juga mau membantu dia dan anak buahnya.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading ππ