Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Segel pertama


__ADS_3

Ucapan selamat dari keluarga pun sudah di terima oleh pasangan yang baru saja resmi menyandang status suami istri itu.


" Selamat kesayangan daddy, sekarang adek sudah jadi seorang istri" ucap Vandy sambil memeluk putrinya.


Tidak terasa air mata Kiran jatuh membasahi pipinya. " Terima kasih Daddy"


Vandy memeluk putri kesayangannya itu. Rasanya baru kemarin dia menggendong putrinya itu. Tapi sekarang sang putri sudah menjadi seorang istri.


Darren yang melihat keakraban ayah dan putri itu juga terharu dan juga bahagia. Dia berjanji akan membahagiakan sang istri hingga ajal menjemputnya.


" Selamat datang di keluarga besar kami adik ipar " kata Kenzo kakak ipar Darren.


" Terima kasih Bang"


" Tolong jaga dan bahagiakan princess"


" Pasti Bang"


" Kalau kau berani menyakitinya sedikit saja, maka kau akan berhadapan langsung denganku"


" Abang tenang saja, aku tidak akan pernah menyakiti istriku"


" Ok, aku pegang ucapan mu adik ipar. Yuk gabung sama yang lain"


Kenzo memperkenalkan adik iparnya sama keluarga besarnya den dan juga para sahabatnya. Darren dengan senang hati mengikuti kakak iparnya itu.


" Kita nggak nyangka mahar kamu akan se wow itu Ren" kata Gian.


" Aku cuma ingin mahar yang beda dari biasa yang orang kasih Bang" kata Darren.


" Kapan-kapan boleh ya kita main ke pulau milik kalian" kata Dira.


" Iya, kita juga ingin lihat seperti apa pulau yang jadi mahar itu " kata Dira.


" Boleh Kak, kapan pun kakak-kakak mau ke sana nggak ada yang larang"


" Asik, honeymoon ke dua kita " kata Keyra dan Dira.


Melodi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Sempat-sempat nya mereka kepikiran sama honeymoon kedua. Sedangkan yang baru nikah aja belum honeymoon.


Darren sangat senang bisa kenal dengan para sahabat Abang iparnya itu. Mereka semua orang-orang yang sangat mengasyikkan.


Kiran datang menghampiri suaminya. Ia membawa buah yang sudah di potong-potong kotak.


" Mau nggak?" tawar Kiran pada Darren.


" Mau, tapi suap-in ya" kata Darren.


" Malu, banyak orang" kata Kiran sambil melirik abang-abang dan juga kakak-kakaknya.


" Tenang princess, Abang Tian nggak liat kok" kata Tristan sambil menutup matanya.


" Benar, Abang Ian juga nggak liat kok" kata Gian yang ikut menutup matanya juga.


" Apalagi Abang Dek" kata Kenzo yang ikut-ikutan menutup matanya.


Melodi dan kedua sahabatnya juga ikut menutup mata mereka. Sekarang mereka tidak bisa melihat manten baru itu.

__ADS_1


" Buruan suap-in" pinta Darren.


Karena tidak ada yang melihat lagi, barulah Kiran menyuapi buah itu kedalam mulut Darren. Dengan senang hati lelaki tampan itu menerima suapan buah yang di berikan oleh istrinya.


" Gimana?"


" Manis kek kamu"


" Dasar gombal"


" Aku bukan tipikal cowok yang pandai menggombal, honey"


" Udah cepat habiskan buahnya"


Darren sangat senang mendapatkan perhatian kecil seperti ini dari istrinya. Tak berselang lama buah yang dibawa oleh Kiran tadi habis tak bersisa.


" Sampai kapan Abang mau tutup mata" kata Kiran.


" Udah selesai suap-suapan nya " kata Kenzo.


" Hhmm"


" Manten baru bikin kita iri aja" kata Gian sambil melirik sang istri.


" Manten baru itu Kiran Bee, ngapain kamu liat kearah aku"


" Gian pengin di suap-in juga tu Key" kata Melodi.


" Suami tampan aku mau di suap-in juga?" tanya Keyra pada suaminya.


" Ck,, sok manja banget lo Ani. Udah tua juga " kata Tristan.


" Bilang aja Saroh iri" kata Gian.


" Iri sama lo. Ogah banget" kata Tristan.


" Cie..cie Maisaroh iri" ledek Gian.


" Nggak banget iri sama lo Ani" kata Tristan.


" Berisik!" kata Kenzo.


" Roma mulai aktif ya Saroh" kata Gian.


" Iya, mulai meresahkan calon Daddy" kata Tian.


" Ngomong lagi gue kirim lo berdua ke Amazon" kata Kenzo.


" Sekalian aja lo kasih kita ke ikan piranha" kata Gian.


" Ide bagus. Permintaan lo, gue kabulkan Ian" kata Kenzo.


" Ternyata Mak tiri itu memang kejam ya" kata Tristan.


" Kalau nggak kejam bukan Mak tiri namanya" kata Kenzo.


Darren melongo melihat tingkah absurd Abang iparnya. Ia tidak menyangka kalau ketiga lelaki tampan itu bisa bersikap seperti anak kecil yang berebut mainan.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Para sahabat Kenzo pamit undur diri untuk pulang beristirahat. Begitu juga dengan manten baru itu, karena nanti mereka akan bersiap untuk acara resepsi.


Kiran membawa suaminya ke kamarnya. Ini kali pertamanya Kiran membawa lelaki ke kamarnya selain keluarganya, tapi sekarang Darren adalah suaminya. Begitu juga dengan Darren, ini kali pertamanya dia ke kamar sang istri.


Ceklek.


Pintu kamar Kiran terbuka, menampakkan pemandangan kamar sang istri. Kamar itu di dominasi warna putih dan juga biru. Darren sangat suka dengan desain kamar sang istri. Desain kamar itu sangat elegan.


Darren tersenyum ketika melihat boneka Pikachu yang dia berikan dihari pertunangannya berada di posisi depan. Itu artinya Pikachu pemberiannya menjadi pemimpin di sana.


Foto-foto sang istri dari bayi dan juga sampai masa sekolah ada di kamar itu. Istrinya itu memang cantik dari lahir. Foto bersama keluarga besarnya juga ada dengan figura yang sangat besar. Sebentar lagi foto pernikahan mereka juga akan ada di antara figura itu.


Namun matanya tertuju pada satu foto, dimana istrinya berpelukan dengan lelaki yang dia kenal.


" Boleh nggak foto ini di buang aja?"


" Foto yang mana?" tanya balik Kiran.


" Ini, bikin esmosi tingkat dewa" kata Darren sambil menunjuk foto yang di maksud.


" Kamu cemburu?" tanya Kiran lagi.


" Ya, sangat " jawab Darren.


" Ntar aku minta bibik untuk pindahin ke gudang" kata Kiran sambil tersenyum pada suaminya.


" Kamu nggak marah aku suruh singkirkan foto itu"


" Kenapa harus marah"


" Karena lelaki itu pernah kamu cintai"


" Iya di masa lalu, tapi sekarang sudah tidak lagi. Karena masa depan aku sama kamu bukan sama dia"


Seulas senyum terukir dibibir lelaki tampan itu. Kata-kata istrinya barusan seperti oasis di tengah gurun pasir. Apa istrinya sudah mencintainya.


Darren menatap istrinya, begitu juga dengan Kiran. Mata mereka saling mengunci satu sama lain. Darren bisa melihat cinta di mata sang istri. Apa dia benar-benar sudah berhasil masuk ke dalam hati sang istri.


Tidak ada jarak lagi di antara mereka. Darren membelai pipi putih bak susu milik sang istri. Pipi itu sangat lembut seperti kulit bayi. Matanya tertuju pada bibir merah alami seperti Cherry itu. Bolehkah dia khilaf!.


Perlahan tapi pasti, dia menempelkan bibirnya di bibir sang istri. Ada sensasi aneh dalam tubuhnya. Rasanya seperti tersengat listrik ribuan volt. Ini kali pertamanya bibirnya menempel dengan bibir lawan jenis. Apa sekarang bibirnya sudah tidak perjaka lagi?.


Mata Kiran membulat sempurna. Ini kali pertamanya dia berciuman. Tapi dia senang karena suaminya lah orang yang pertama menciumnya. Lelaki yang sudah halal baginya. Ia memejamkan matanya.


Darren memberanikan diri ******* bibir milik sang istri. Lembut dan juga manis, itulah yang dirasakan olehnya. Dia memperdalam ciumannya.


Kaku, ya karena ini sama-sama pertama bagi dua insan manusia itu. Jadi wajar permainannya agak sedikit kaku. Darren sudah mulai aktif dan juga meresahkan.


Setelah pasokan oksigen mereka berkurang, Darren melepaskan ciumannya. Ia menempelkan keningnya dengan kening sang istri. Akhirnya bibir mereka sudah buka segel pertama.


" I love you, Zanna Kirania Dwipangga "


To be continue.


Segitu aja dulu ya🀭


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2