Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Drama baby twins


__ADS_3

Keesokan harinya.


Axel dan Alexa merangkak menuju pintu, saat melihat Nando datang. Ya Nando baru selesai dari olahraga pagi. Baby twins itu seperti bertanding siapa yang duluan sampai ke tempat Nando.


" By coba liat Axel sama Alexa"


" Sebentar sayang?"


" Buruan liat"


Darren pun menghentikan pekerjaannya memakai sepatu. Ia melihat kearah yang dimaksud sang istri. Ia melihat kedua anaknya sedang lomba merangkak. Dan itu sungguh pemandangan yang sangat lucu menurut dirinya.


Alexa menangis saat Axel mendahuluinya. Sepertinya ia tidak ingin saudara kembarnya itu mendahuluinya, karena ia harus jadi pemenang. Dan rencananya itu berhasil membuat Axel berhenti merangkak.


Kiran dan Darren tertawa melihat tingkah si bungsu. Pasutri itu tidak menyangka putri kecil mereka sudah pintar berbuat licik. Dan entah darimana dia belajar hal seperti itu.


Axel yang merasa dikibuli sama sang kakak, langsung mengejar sang kakak. Ia merangkak dengan cepat.


Tingkah baby twins itu mengundang gelak tawa semua orang yang ada di mansion itu. Bahkan para pelayan itu sangat gemas melihat tingkah kedua bayi itu.


" Nona kecil sangat pintar ya?"


" Tuan kecil juga"


" Kalau sudah besar nanti, pasti tuan kecil akan kewalahan menghadapi sikap nona kecil"


" Sepertinya begitu. Tapi sifat nona kecil menurun dari siapa ya?"


" Tentu saja dari tuan muda"


" Betul. Aku masih ingat bagaimana nyonya besar kewalahan menghadapi sikap tuan muda waktu kecil dulu"


Banyak lagi ucapan para pelayan itu saat mengenang Darren waktu kecil dulu. Dan sekarang sifat itu menurut ke baby twins.


" Kalian bertiga, lagi ghibah-in saya ya"


" Ti-tidak tuan muda"


" Terus kalian membicarakan apa?"


" Kita lagi cerita bagaimana tuan muda waktu kecil dulu"


" Tuh kan bener lagi ghibah "


" Nggak tuan muda, kita teh cuma cerita buka ghibah"


" Sama aja. Sekarang kembali bekerja"


" Ba-baik tuan muda"


Ketiga pelayan yang ketahuan tadi langsung mengambil langkah seribu. Mereka lebih baik disuruh kembali bekerja, daripada di pecat dengan tidak hormat.


" Kenapa By?"


" Nggak apa-apa sayang"


" Terus kenapa mereka pergi"


" Karena mereka mau melanjutkan pekerjaan mereka"

__ADS_1


" Oh"


Pasutri itu kembali fokus pada baby twins. Baby Alexa sudah sampai di dekat Nando, sedangkan baby Axel ketinggalan dibelakang. Nando tidak langsung menggendong Alexa, karena ia lagi berkeringat karena habis olahraga tadi.


" Paman nggak bisa gendong baby Alexa, soalnya lagi berkeringat"


Baby cantik itu sepertinya tidak menghiraukan. Ia terus saja mengangkat tangannya supaya di gendong.


" Gendong aja Dek. Alexa juga belum mandi" kata Kiran.


Nando pun menggendong baby Alexa. Karena kalau tidak baby cantik itu akan menangis.


Axel hanya melihat Alexa di gendong sama Nando hanya diam tanpa ekspresi. Mungkin kedua sifat baby twins menurun dari Daddy-nya.


Darren berjalan menghampiri putra kecilnya itu. Ia tau sang putra lagi bersedih, tapi ia tidak ingin menunjukkan kesedihannya.


" Axel biar daddy yang gendong, ya?"


Hot daddy itu pun menggendong putra tampannya itu. Axel merebahkan kepalanya di bahu Daddy-nya. Mungkin itu ekspresi sedih versi baby Axel.


" Sepertinya Axel sedih?"


" Sepertinya begitu"


Alexa sangat senang karena di gendong sama Nando. Ya baby twins memang sangat dekat dengan paman angkat mereka itu. Apalagi baby Alexa, ia akan manja sekali bersama Nando. Mungkin bayi itu tau kalau pamannya tampan.


" Axel sini sama mommy. Daddy mau berangkat kerja "


Kiran mengambil ahli baby Axel dari suaminya. Karena suaminya akan pergi ke kantor. Tapi baby Axel tidak mau lepas dari Daddy-nya. Bayi itu masih setia merebahkan kepalanya di bahu sang daddy.


" Biarkan saja dulu. Sepertinya suana hatinya masih buruk"


" Tapi kamu mau kerja By"


" Ada"


" Siapa?"


" Mom Clarissa"


" Sekarang Mak tiri itu tidak di sini. Dia berlibur sama suaminya"


" Bukan liburan By. Mereka ngurus perusahaan yang ada di London"


" Iya sayang. Tapi mereka kerja sambil liburan"


" Apa jangan-jangan mereka mau bikin adek untuk kamu ya By"


" Ngaco kamu Yank. Aku udah punya anak gini masa iya mau punya adek. Apa kata netizen "


" Ya siapa tau Dad Jhonatan nggak mau kalah sama kamu"


" Kalau Daddy melakukan itu, maka aku akan pecat dia jadi Daddy "


" Bukan kamu yang mecat dia, tapi yang ada kamu yang akan dipecat sebagai anak sama Daddy"


" Iya juga ya"


" Sepertinya baby Axel udah tenang"

__ADS_1


Kiran mengambil ahli Axel dari gendongan suaminya. Dan bayi tampan itu tidak menolak seperti tadi. Itu tandanya ia suasana hatinya sudah membaik.


" Daddy berangkat kerja dulu ya"


Darren mengecup pipi baby Axel dan juga kening sang istri. Kemudian ia juga pamit sama putri cantiknya.


Kiran dan putranya mengantarkan suaminya sampai ke teras.


" Daddy jalan dulu ya"


" Hati-hati di jalan Daddy"


Darren melambaikan tangannya pada istri dan putrinya. Kiran memegang tangan Axel dan melambaikannya ke arah suaminya.


" Dah Daddy"


" Dah kesayangan daddy"


Darren melajukan mobilnya meninggalkan mansion-nya. Setelah mobil suaminya menjauh, barulah Kiran dan putranya masuk kedalam mansion.


" Dek kamu mandi dulu gih. Ntar kamu telat ke sekolahnya"


" Iya Kak"


Nando memberikan baby Alexa pada si mbak yang biasa menjaga baby Alexa. Dan sepertinya baby cantik itu mengerti kalau paman tampannya mau mandi. Buktinya ia tidak menangis saat diambil sama pengasuhnya.


Remaja tampan itu pun pamit ke kamarnya. Karena ia akan membersihkan dirinya. Begitu juga dengan baby twins. Mereka juga akan mandi.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sama seperti Kiran. Nadia juga sedang menikmati masa-masa menjadi seorang ibu. Sekarang ia sedang menyusui bayi tampannya itu. Sedangkan Romy masih terlelap. Maklum semalam ia bergadang menjaga baby Farel.


Nadia sangat bersyukur memiliki suami seperti suaminya. Semalam ia juga rela bergadang karena baby Farel menangis karena popoknya basah dan juga kehausan.


" Romy masih tidur?"


" Iya Ma. Mungkin karena semalam sampai subuh ia nggak tidur"


" Apa Farel rewel semalam?"


" Rewelnya karena haus sama popoknya basah aja"


" Romy nggak pergi kerja?"


" Nggak Ma, dia masih cuti"


" Beruntung sekali ia punya bos seperti Darren. Kalau orang lain belum tau mau kasih cuti selama ini"


" Iya Ma. Mungkin karena Darren pernah begadang juga dulu sewaktu baby twins baru lahir. Jadi dia tau gimana capeknya Romy sekarang ini"


" Mama bersyukur kamu di kelilingi orang-orang baik. Mama menyesal karena pernah menyakiti kamu dulu"


" Sudah Ma, jangan di ingat-ingat lagi. Biarkan itu menjadi bagian masa lalu aku. Lagipula kalau tidak mengalami hal itu, aku tidak akan pernah bertemu dengan suami dan juga sahabat aku. Dan mungkin ini juga bagian dari rencana Tuhan untuk aku "


" Terima kasih karena kamu mau memaafkan kesalahan mama"


" Seharusnya aku yang berterima kasih sama mama, karena mama sudah mau melahirkan aku dan juga membesarkan aku"


Sandra memeluk putrinya. Sungguh ia sangat bersyukur memiliki putri yang berhati mulia seperti putrinya. Ia berdoa agar putrinya akan selalu bahagia bersama keluarga kecilnya.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2