Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Sisi iblis


__ADS_3

Sekarang Kiran sudah seperti wanita yang habis dianiaya. Darren tidak habis pikir dengan istrinya itu. Wajah cantik sang istri sekarang sudah dekil.


" Aku liatnya kok geli gitu ya, yank" kata Darren.


" Geli gimana?"


" Ya wajah cantik kamu udah berubah kek Upik abu"


" Walaupun wajah aku kek Upik abu kek gini, tapi kamu tetap cinta kan?"


" Cinta, banget malah"


" Ya udah jangan protes lagi"


" Tapi aku geli liatnya"


" Jangan diliat kalau geli" kata Kiran ketus.


" Idih marah dia"


Para penjahat itu hanya menonton perdebatan pasutri itu. Tidak berapa terdengar bunyi deru mesin mobil. Darren segera bersembunyi di balik drum bekas yang berjejer rapi di sana.


Kiran dan para penjahat itu siap memainkan peran mereka masing-masing.


Terdengar langkah kaki yang semakin mendekat ke ruangan tempat Kiran di sekap. Kiran segera menutup matanya, karena Monica sudah sampai di depan pintu.


" Selamat datang nona" sapa bos penjahat itu.


" Wah, kalian benar-benar berhasil menangkap wanita manja ini" kata Monica sambil berjalan menghampiri Kiran.


" Tentu saja, kami ini kan penjahat yang sangat mahir dalam culik menculik "


" Bagus, nanti saya akan bayar sisa pembayarannya. Apa wanita bodoh ini sudah mati?"


" Belum nona, dia hanya pingsan"


" Cepat bangunkan dia" titah Monica.


" Tidak perlu" kata Kiran.


Aaaaaa...


Monica kaget mendengar suara Kiran bicara. Sedangkan Kiran tersenyum melihat ekspresi terkejut dari wanita yang ingin dia lenyap dari muka bumi ini.


" Kaget ya " kata Kiran.


" K-kau kenapa sudah bangun"


" Karena aku masih hidup"


" Tapi sebentar lagi kau tidak akan bisa melihat indahnya dunia lagi" kata Monica sambil tertawa.


" Benarkah? apa kau akan membunuhku?" tanya Kiran dengan nada pura-pura takut.


" Ya, dan kau bebas memilih mau mati dengan cara apa?" kata Monica.


" Sebelum saya mati. Bolehkah saya bertanya sesuatu padamu?"


" Karena kamu sebentar lagi mau mati, jadi kau boleh bertanya untuk yang terakhir kalinya"


" Kenapa kau ingin membunuhku?"


" Karena aku membencimu, sangat membencimu. Kau hanya gadis manja yang lemah. Tapi kau malah mendapatkan cinta dari dua orang lelaki tampan itu. Bahkan kau juga membuat Daffin membenciku!"


" Daffin membencimu bukan karena saya. Tapi karena kau berselingkuh darinya. Kau itu perempuan serakah!"


Plak.

__ADS_1


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Kiran. Darren mengepal tangannya menahan emosi. Berani sekali ulat keket itu menampar istrinya.


" Berani sekali wanita yang sudah mau mati seperti mu bicara seperti itu"


" Justru orang mau mati seperti ku bisa menjadi malaikat maut untuk mu"


Lagi-lagi Monica tertawa mendengar ucapan Kiran. " Aku rasa otak mu bermasalah. Apa itu efek ketakutan karena sebentar lagi akan meninggalkan dunia yang indah ini? Baiklah, aku akan menyegarkan otak kamu. Hei kalian ambilkan saya satu ember air"


" Baik nona" kata salah satu penjahat itu.


Tak berselang lama anak buah penjahat itu kembali dengan membawa satu ember air.


" Ini nona airnya"


" Cepat siramkan pada wanita bodoh itu"


Byuuurr..


" Kenapa kau malah menyiram ku. Dasar bodoh" umpat Monica.


Ya penjahat itu menyiram air itu ke tubuh Monica. Alhasil tubuh Monica basah kuyup karena air itu. Dan bukan hanya basah, tapi tubuh Monica juga menjadi bau.


" Air apa yang kau siramkan ke tubuhku! kenapa bau?!"


" Itu air selokan nona"


" Apa!"


Semua orang yang ada di sana tertawa, termasuk Kiran. Darren terpaksa menutup mulutnya supaya tawanya tidak lepas.


" Bau itu sangat cocok untuk mu" kata Kiran sambil membuka tali yang melilit tubuhnya.


" Ke-kenapa kau bisa melepaskan diri?"


" Tentu saja bisa. Bukankah saya sudah katakan tadi, kalau orang yang akan mati ini bisa menjadi malaikat maut mu"


Para penjahat itu hanya diam di tempat mereka masing-masing. Tidak ada satu pun dari mereka yang mau menuruti perintah Monica.


" Kenapa kalian cuma diam saja, cepat ikat wanita itu!"


Dua orang penjahat itu maju. Mereka menangkap Monica, kemudian mengikat nya di kursi tempat Kiran tadi.


" Lepas! kenapa kalian malah mengikat ku. Cepat lepaskan!"


" Mereka tidak akan mengikuti perintah mu" kata Kiran.


" Kenapa mereka tidak mau, yang membayar mereka itu aku!"


" Kau coba saja, apa mereka mau mendengarkan perintah mu"


" Hei! cepat lepaskan ikatan tali ini!"


Lagi-lagi para penjahat itu hanya diam ditempat mereka masing-masing. Mereka seperti orang tuli yang tidak bisa mendengar apa-apa.


" Kau liat, mereka hanya diam di tempat. Tapi kau liat ini. Hei kamu, tampar ulet keket ini"


Plak.


Monica meringis kesakitan karena tamparan yang di berikan penjahat itu sangat kuat. Sampai pipinya terasa perih dan pasti sekarang sudah memerah.


" Kau liat, mereka hanya patuh pada perintah ku"


" Ke-kenapa bisa mereka patuh pada mu. Padahal aku yang sudah membayar mereka"


" Tentu saja bisa, karena mereka semua orang-orang ku"


" Nggak! nggak mungkin"

__ADS_1


" Apa kau mau mencoba lagi. Silakan?" kata Kiran.


Monica harus menelan pil pahit. Lagi-lagi perintahnya diabaikan sama para penjahat itu. Dia benar-benar tidak menyangka dengan sekejap orang-orang itu berpihak pada Kiran.


" Apa jangan-jangan orang-orang ini dari awal ingin menjebak ku" gumam Monica, tapi masih didengar oleh Kiran.


" Benar. Saat kau mengirim mereka semalam ke rumah ku, saat itulah mereka menjadi orang-orang ku"


" Dasar kalian pengkhianat!" pekik Monica.


Plak.


" Berisik..! " kata Kiran art mendaratkan satu tamparan ke pipi Monica.


" Berani sekali kau menamparku!"


" Tentu saja saya berani. Bahkan melakukan hal yang tak bisa kau bayangkan sekalipun aku berani. Misalnya memotong tangan yang kau gunakan untuk menampar, mau coba?" kata Kiran sambil mengambil pisau yang dia selipkan di kakinya tadi.


Gleg.


Monica susah payah menelan ludahnya. Dia tidak tau seperti apa wanita yang ada di hadapannya itu. Bukankah dia hanya wanita yang manja.


" Kau ingin ukiran seperti apa di wajah kau ini" kata Kiran sambil menggores sedikit pipi Monica.


Aaaawww.


" A-apa yang kau lakukan?!"


" Mau mengukir wajah mu yang tebal seperti tembok ini"


Para penjahat meringis melihat melihat Kiran menggores wajah Monica tadi. Mereka tidak menyangka wanita cantik yang terlihat lemah lembut itu, bisa melakukan hal yang ekstrim seperti itu.


" Sekarang bagian mana lagi ya yang akan kita ukir? apa kau mau request bagian mana yang akan di ukir?" tanya Kiran pada Monica.


" Tidak! jangan lakukan itu di wajah gue" kata Monica.


" Kenapa? di sini tempat yang sangat menarik untuk di ukir" kata Kiran sambil menggores tangan Monica.


Aaaagggkk.


" Kau wanita iblis, Kiran!"


" Benar sekali. Jadi jangan sekali-kali kau membangunkan sisi iblis ku itu!"


Aura di dalam ruangan itu seketika berubah menyeramkan. Para penjahat itu bergidik ngeri melihat tatapan mata Kiran. Begitu juga dengan Darren. Da tidak menyangka istrinya punya aura seperti ini.


Apa ini aura kamu yang sesungguhnya honey. Ah sungguh luar biasa.


" Waw,, aura yang sangat bagus, honey" kata Darren yang keluar dari persembunyiannya.


" Darren, kamu di sini untuk menyelamatkan aku?"


" Tidak! aku di sini ingin melihat pertunjukan istriku"


" Dia bukan manusia Darren, apa kau tidak melihat. Dia itu iblis!" kata Monica.


" Memang kenapa kalau dia iblis. Aku tetap cinta, malahan istriku terlihat lebih cantik dengan aura seperti ini"


Monica dan para penjahat itu kaget mendengar ucapan Darren tadi. Mereka tidak menyangka lelaki tampan itu suka dengan aura yang menyeramkan seperti itu.


" Kau dengar, suami tetap cinta" kata Kiran sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


Apa wanita ini mempunyai kepribadian ganda. Kenapa wajahnya bisa berubah secepat ini. Kemana aura dan wajah yang menyeramkan seperti tadi.


To be continue.


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2