
Riana dan putrinya bingung, karena mereka di bawa masuk ke dalam hotel. Pikiran wanita paruh baya itu langsung tertuju pada lelaki yang dia temui beberapa menit yang lalu.
" Apa kalian suruhan tuan Darren?"
" Kami tidak ada hak untuk menjawab pertanyaan anda nyonya. Kami hanya mendapatkan perintah untuk membawa anda "
Mereka pun sampai di salah satu kamar hotel. Tapi Riana tau itu bukan kamar hotel tempat Darren menginap. Jadi siapa orang yang menculik mereka.
Salah satu bodyguard memencet bel yang ada di sana. Tak berselang lama pintu pun terbuka menampakkan seorang lelaki bertubuh kekar. Dan ia pun memakai jas berwarna hitam.
" Cepat masuk, kalian berdua sudah membuat nyonya saya menunggu lama"
Bodyguard itu langsung mendorong tubuh ibu dan anak itu. Karena saking kuatnya bodyguard itu mendorong, hingga tubuh mereka tersungkur ke lantai.
" Jangan terlalu kasar Jhon" ucap Wanita cantik yang sedang duduk di sofa yang ada di kamar itu.
" Maaf nyonya. Saya terlalu bersemangat"
" Si-siapa anda nyonya? dan kenapa kau menculik kami?"
" Saya hanya seorang ibu, yang ingin menuntut balas"
" Apa maksud anda? menuntut balas apa?"
Plak..
Satu tamparan cukup kuat mendarat di pipi Riana. Hingga membuat wanita itu meringis karena menahan sakit.
" Saya rasa anda sudah gila nyonya!"
" Ya, saya emang bisa gila kalau ada yang menyakiti putra saya. Apa kau lupa siapa lelaki yang kau temui di hotel ini tadi?"
Deg.
Riana menatap wanita cantik yang ada dihadapannya itu. " Ja-jadi anda ini?"
" Ya, saya Clarissa. Mommy dari lelaki yang kau tampar tadi. Putra kesayanganku!"
" Putra anda yang salah, karena sudah melecehkan saya" kata Jesica.
Plak.
Satu tamparan mendarat di pipi Jesica. Hingga wanita itu meringis menahan pedih, karena sudut bibirnya robek.
" Kau pikir saya tidak tau apa yang kau lakukan pada putraku. Bukankah kau ingin menjebak putra ku dengan memasukkan obat perangsang ke dalam minumannya?"
" Obat perangsang?" tanya Riana.
" Ya. Putrimu ini ingin menjebak putraku. Dia ingin naik keatas ranjang putraku dengan trik kotor dan murahan seperti itu"
Riana menatap tajam putrinya itu. Sungguh putrinya sudah membuat dia malu untuk kesekian kalinya.
" Kau sangat beruntung karena putraku tidak mempermalukan putrimu di acara pesta itu. Karena dia masih menghargai suamimu. Tapi dengan tidak tau malunya putri mu ini malah menuduh putraku"
" Maafkan saya nyonya "
" Untung menantu saya tidak tau masalah ini. Kalau dia tau, saya tidak tau apa yang akan terjadi pada putrimu ini. Kau tau kan menantuku itu anak dari siapa?"
" Ta-tau Nyonya"
" Emang siapa dia? dan pastinya keluarga dia tidak sekaya keluarga ku" kata Jesica.
__ADS_1
Plak.
Satu tamparan mendarat lagi di pipi Jesica. Dan itu dilakukan oleh mamanya sendiri.
" Diam! sudah cukup kau membuat masalah untuk mama dan juga papamu. Dan satu lagi, keluarga Wiguna dan Dwipangga itu tidak bisa kita singgung. Karena mereka orang terkaya nomor satu dan juga dua di Asia"
" Bagus kalau Anda tau. Jadi saya tidak perlu memberitahu kalian lagi siapa menantu saya. Jhon antar mereka keluar"
" Baik nyonya"
Jhon menyeret ibu dan anak itu keluar dari kamar itu. Setelah itu ia kembali ke tempat nyonya-nya.
" Apa kita akan ke tempat tuan muda, nyonya?"
" Tidak, nanti dia bilang saya ngikutin dia lagi"
" Bukankah nyonya memang mengikuti tuan muda sampai ke sini?"
" Jhon, apa kamu udah bosan hidup?"
" Maaf Nyonya"
Ya Clarissa memang sengaja mengikuti putranya Karena ia punya firasat buruk dua hari yang lalu. Jadi tengah malam, ia meminta Jhon untuk mengantarkannya ke luar kota.
Firasatnya sebagai seorang ibu memang benar. Putranya itu hampir saja di jebak oleh wanita ular. Untung anak nakalnya itu tidak kena jebakan wanita ular itu. Dan tadi pagi ia berniat untuk menemui putranya, ia malah melihat adegan yang membuatnya tambah emosi. Putranya di tampar tepat di hadapannya.
Untung putranya tidak menyadari kehadiran dirinya. Kalau tidak bisa gagal misi balas dendamnya pada duo wanita ular itu.
" Terus kita sekarang mau ngapain Nyonya?"
" Kembali ke Jakarta. Lagipula anak nakal itu akan pulang hari ini"
" Ah, aku kangen cucu-cucuku. Kita ke mall dulu Jhon. Beli oleh-oleh untuk kedua cucuku itu"
" Siap nyonya. Apa Nyonya tidak membelikan oleh-oleh untuk tuan besar"
" Tidak! dia sudah tua, jadi untuk apa memberikan hadiah"
Saat mereka akan pergi, tiba-tiba ponsel Clarissa berbunyi. " Coba kamu liat Jhon, pasti Pak tua itu sudah merindukan aku"
Jhon hanya tersenyum mendengar ucapan sang Nyonya. Ia tau kalau nyonya besarnya juga kangen sama suaminya.
" Assalamualaikum Dad"
" Wa'alaikum salam. Sayang kamu kapan pulang? aku sudah bosan tidur sama guling"
" Sabar, istrimu ini akan pulang satu Minggu lagi"
" What! jangan bercanda dong sayang. Masa kamu tega liat aku tidur setiap malam sama guling?"
" Biasanya juga pernah sampai dua Minggu tidur sama guling"
" Pulang hari ini aja ya. Lagian kamu kenapa pake nyusul Darren segala sih. Dia kan udah gede"
" Walaupun dia sudah besar, tapi bagiku dia tetap putra kecilku"
" Kasihanilah suami mu ini sayang. Joni juga udah kangen sama sarangnya"
" Ssssttt,, jangan ngomongin burung dulu. Ada Jhon di sini. Ntar dia minta di cariin bini lagi"
" Bagus dong, itu tandanya dia masih normal"
__ADS_1
" Emang biasanya dia nggak normal?"
" Nggak tau juga sih"
Jhon hanya bisa mengelus dada mendengar obrolan tuan dan nyonya besarnya. Bisa-bisanya pasutri itu ghibah in dirinya di depan orangnya langsung.
" Sudah dulu ya Dad, mommy mau cari burung baru nih"
" Jangan macem-macem Mom"
" Cie..cie jealous"
" Tentu dong. Jadi jangan macam-macam, kalau nggak Daddy akan susul ke sana?"
" Iya-iya, mommy cuma satu macam aja kok Dad. Lagian mana mungkin mommy tinggalkan suami kaya kek Daddy"
" Iya, hanya Daddy yang bisa memenuhi hobi gila mommy itu"
" Tentu. Daddy suami yang terbaik dari yang terbaik"
" Ya udah, cepat pulang istriku. Hati-hati di sana"
" Daddy juga baik-baik saja di sana. Ya walaupun mommy tau Daddy nggak akan baik-baik saja tanpa mommy"
" Tuh mommy tau"
" Ya udah, mommy tutup telponnya dulu ya Dad"
" Iya Mom"
" Nggak usah pake kiss ya, kasian yang jomlo"
Panggilan pun berakhir.
Clarissa menyimpan kembali ponselnya kedalam tasnya.
" Kamu dengarkan Jhon, apa yang suami saya bilang tadi?"
" Yang mana nyonya?"
" Itu lho, suami saya suruh kamu cari bini"
" Ini juga lagi berusaha cari nyonya, tapi belum menu-menu"
" Kamu carinya di tanah Abang sih. Coba carinya di pulau gebang pasti banyak"
" I-iya Nyonya. Tapi saya taunya cuma pulau kapuk nyonya"
" Pantas kamu nggak pernah nemu bidadari surga kamu. Carinya di pulau kapuk"
" Saya ikut take me out aja deh nyonya"
" Boleh juga. Yuk jalan, ntar kita ketahuan sama anak nakal itu lagi"
" Ok nyonya"
Jhon melajukan mobilnya meninggalkan hotel termewah itu. Mereka akan pergi ke mall dan setelah itu kembali ke Jakarta.
To be continue.
Happy reading ππ
__ADS_1