Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Amarah Presdir


__ADS_3

Kiran belum di bolehkan pulang oleh dokter. Itu semua karena ulah suaminya. Ya Darren meminta dokter untuk menahan istrinya si sana untuk sementara waktu menjelang ia kembali dari luar kota.


" Bukankah saya baik-baik saja Dok, tapi kenapa saya tidak boleh pulang?"


" Ini demi kebaikan nona"


" Baiklah Dok"


Dokter itu keluar dari ruang rawat Kiran. Kiran menatap langit-langit kamarnya, ia tidak tau apa yang harus ia katakan pada suaminya nanti.


" Doni "


" Iya nona"


" Kamu liat ponsel saya?"


" Ini nona" kata Doni sambil memberikan ponsel milik nona mudanya.


Kiran melihat tidak ada panggilan masuk dari ponselnya itu. Walaupun tadi suaminya sudah menelepon, tapi entah kenapa ia ingin mendengar lagi suara suaminya. Ia langsung menghubungi nomor suami itu. Tidak ada jawaban dari seberang sana, kecuali suara dari operator seluler.


" Dia kemana sih! awas aja nanti"


Kiran meletakkan ponselnya di atas nakas. Ia sangat bosan di rumah sakit. Jelas-jelas tadi dokter itu bilang kalau dia baik-baik aja, tapi kenapa ia belum bisa pulang. Ia pun memilih untuk beristirahat.


Di tempat lain.


Darren dan Romy sedang di dalam perjalanan menuju cabang perusahaannya. Ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya, karena ia tidak sabar ingin memastikan kehamilan sang istri.


" Lo ke sambet dimana tadi?" tanya Romy.


" Maksud lo apa?" tanya balik Darren.


" Kenapa lo dari tadi senyum-senyum gaje begitu"


" Gue lagi happy Rom"


" Dapat durian runtuh?"


" Ini lebih berharga dan lebih mahal dari apapun yang ada di dunia ini"


" Oh ya, apa?"


" Rahasia"


" Ck,, pake rahasia segala"


" Gue harus pastikan dulu kebenarannya, setelah itu baru gue kasih tau sama Lo"


" Kasih tau sekarang aja ya?"


" Kagak"


" Pelit amat lo"


" Udah fokus aja sama nyetirnya"


Romy yang malas berdebat pun memilih fokus ke jalan. Karena kalau tidak bisa-bisa mereka akan mengalami kecelakaan. Tak berapa lama mereka sampai di cabang perusahaan.


Kedatangan pemilik perusahaan itu langsung di sambut oleh direktur perusahaan. Ya orang itu merupakan salah satu orang kepercayaan Darren.


" Selamat datang Pak"


" Apa semuanya sudah berkumpul?" tanya Darren.


" Sudah Pak, mereka sudah berada di ruang meeting"


" Baiklah kita langsung ke sana"


Darren berjalan dengan penuh wibawa. Aura yang dipancarkan sangat luar biasa. Sosoknya yang begitu tampan menjadi magnet tersendiri untuknya. Romy dan juga direktur perusahaan mengikuti langkah kaki Darren dari belakang.


Para karyawan mulai berbisik-bisik ketika lelaki tampan itu melewati divisi tempat mereka bekerja. Para karyawan itu memang sudah mendengar kalau Presdir mereka akan datang.


" Ternyata Presdir kita masih muda dan juga tampan"

__ADS_1


" Iya. Sungguh lelaki yang sempurna, tapi sayang udah punya istri"


" Presdir udah menikah?"


" Udah, apa lo nggak liat di tv "


" Di tv?"


" Iya, pernikahan mereka di tayangkan live di televisi"


" Gue juga liat, mana istrinya cantik banget lagi"


" Bener, pokoknya mereka sangat cocoklah. Yang satu ganteng dan satu lagi cantik"


" Istrinya dari kalangan atas juga nggak?"


" Jelas. Istrinya itu putri dari orang terkaya di Asia"


" Benarkah?"


" Iya. Tamu undangan yang datang juga banyak"


" Wajar sih banyak tamu yang datang, secara mereka itukan sultan"


Banyak lagi bisik-bisik tetangga yang di dengar oleh Darren. Tapi ia tidak menghiraukannya karena tujuan dia datang ke cabang perusahaannya itu untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di sana.


Para manager semuanya berdiri menyambut kedatangan Presdir tampan dan juga asistennya itu. Darren langsung duduk di kursi kepemimpinannya.


" Selamat siang semuanya"


" Siang Pak"


" Kalian tau kenapa saya kumpulkan di sini?"


" Tidak Pak "


Ya mereka semua memang tidak tau maksud kedatangan Presdir itu ke perusahaan. Tapi jika Presdir sudah datang ke sana berarti sudah terjadi sesuatu di perusahaan.


" Baik tuan. Kedatangan Presdir ke perusahaan cabang sekarang untuk menangkap pengkhianat yang sudah membocorkan informasi perusahaan ke luar"


Semua petinggi ya ada di sana kaget. Mereka saling melirik satu sama lain. Suasana di ruangan itu menjadi riuh, karena para petinggi itu mulai saling menuduh satu sama lain.


Brak..


Semua yang di sana kaget sampai memegang dada mereka masing-masing. Suasana di ruangan itu tenang kembali. Mereka masih bertanya-tanya siapa pengkhianat yang ada di kantor ini.


Aura yang dipancarkan Presdir tampan itu sangat mengintimidasi mereka yang ada di ruangan itu. Keringat dingin pun mulai mengucur dari kening mereka.


" Kalian tau peraturan yang ada di perusahaan ini?"


Semuanya menganggukkan kepala.


" Dan kalian pasti juga tau apa hukuman untuk pengkhianat?"


Lagi-lagi mereka menganggukkan kepala.


" Jawab! jangan cuma menganggukkan kepala!"


" Ta-tau Pak"


Darren sudah tau siapa orang yang membocorkan informasi perusahaannya. Ia hanya ingin melihat, apakah orang itu mau jujur untuk mengatakan sendiri di depan semua yang ada di sana.


" Jadi saya akan memberikan hukuman untuk pengkhianat itu"


Wajah pelaku sudah mulai pucat. Ia meneguk air putih yang ada dihadapannya itu sampai habis. Semua gerak-geriknya tidak luput dari pandangan Darren.


Sebenarnya Darren tidak percaya saat Romy mengatakan kalau orang ini akan berkhianat, karena ia termasuk salah satu orang yang sangat dia percaya di sana. Jadi untuk itu ia ingin melihat, apakah orang ini akan akan jujur padanya.


" Maafkan saya Pak" ucap seorang petinggi di perusahaan itu. Orang itu langsung bersimpuh di kaki Darren.


Semua orang yang ada di sana kaget bukan main. Pasalnya lelaki yang bersimpuh itu, orang kepercayaan Presdir di perusahaan itu.


" Apa kau yang membocorkan informasi perusahaan ini pada pihak luar?" tanya Darren.

__ADS_1


" I-iya Pak, saya melakukan itu karena terpaksa"


Brak.


Lagi-lagi semua orang yang ada di dalam ruangan itu kaget. Karena Presdir tampan itu menggebrak meja untuk kedua kalinya.


" Apapun alasannya tidak di benarkan membocorkan informasi perusahaan! apa kau tau itu!"


" Ta-tau Pak"


" Lantas kenapa kau melakukan itu? apa selama ini saya tidak memperlakukan kamu dengan baik?"


" Ti-tidak Pak. Anda sangat baik kepada saya. Jadi saya mohon maafkan saya"


" Apa dengan kata maaf darimu bisa mengembalikan semua kerugian yang dialami perusahaan ini? tidakkan..!"


Lelaki itu hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia benar-benar terpaksa melakukan itu, karena istri dan anaknya dalam bahaya.


" Kau salah satu orang kepercayaan saya. Tapi saya tidak menyangka, justru orang kepercayaan sayalah yang berkhianat!"


" Saya mohon Pak, kasih saya kesempatan sekali lagi" kata lelaki itu dengan nada memohon.


Darren menatap lelaki yang masih bersimpuh di kakinya itu. Ingin rasanya ia melenyapkan lelaki itu, tapi dia ingat keluarganya. Kalau ia membunuh lelaki itu, otomatis istrinya akan menjadi janda dan anaknya akan kehilangan sosok ayah.


" Apa alasanmu melakukan semua ini?"


" Anak dan istri saya di sandera sama mereka Pak. Jadi mereka meminta informasi perusahaan ini untuk ditukar dengan istri dan anak saya"


" Kenapa kau tidak memberi tau saya?!"


" Saat itu saya takut Pak. Karena gerak-gerik saya di pantau orang itu Pak"


" Rom, kau tau apa yang harus kau lakukan pada pengkhianat ini"


" Jangan! Pak tolong maafkan saya" kata lelaki itu sambil memeluk kaki Darren.


Dia tau bagaimana kinerja lelaki itu di perusahaannya. Ini sungguh keputusan yang sulit untuk dirinya. Darren menghela nafasnya.


" Berdiri"


" Tidak, sebelum Bapak memaafkan saya"


" Saya bilang berdiri!"


Lelaki itu pun berdiri.


Bugh.


Satu pukulan mendarat di wajah lelaki itu.


Bugh .


Bugh..


Lelaki itu hanya pasrah menerima setiap pukulan yang di berikan oleh Darren padanya. Karena ia tau ini memang kesalahannya.


Semua orang yang ada di sana meringis melihat wajah lelaki itu yang dihajar habis-habisan oleh Presdir. Mereka semua memegang wajah mereka seperti ikut merasakan pukulan itu.


" Kali ini kau selamat karena istri dan anak mu. Jika nanti kau masih melakukan hal yang sama. Maka aku tidak akan berbelas kasih lagi"


" Terima kasih Pak, terima kasih"


" Ini peringatan kecil dariku. Bukan cuma untuk dia, tapi untuk kalian semua yang ada di sini. Jika kalian melakukan hal-hal yang akan merugikan perusahaan, maka siap-siap saja kalian menerima konsekuensinya. Mengerti!"


" Me-mengerti Pak"


Darren segera meninggalkan ruangan itu. Karena kalau masih di sana ia bisa saja menghabisi pengkhianat tadi. Romy mengikuti langkah kaki bosnya dari belakang.


To be continue.


Sorry ya kemarin nggak up, soalnya lagi sibuk banget πŸ™πŸ»πŸ™πŸ». Tapi insya Allah hari ini Feby akan up 2 bab. Jadi boleh dong minta vote dan hadiahnyaπŸ€—πŸ€—


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2