Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Sosok misterius


__ADS_3

" Mommy!"


Tawa Clarissa pecah mendengarkan teriakkan sang putra. Dia memang sengaja memasukkan boneka Pikachu itu kedalam daftar seserahan untuk calon mantunya.


" Ini boneka Pikachu aku kan?" tanya Darren sambil menunjuk boneka berwarna kuning itu yang sudah terbungkus dengan cantiknya.


" Enak aja, itu mommy beli di mall kemarin"


" Mana ada, boneka Pikachu yang ini cuma dua di produksi di dunia Mom"


" Masa sih? perasaan sama deh dengan yang ada di mall-mall"


" Itulah mommy nggak tau. Pikachu yang besar itu mempunyai berlian di dadanya"


" Berlian?"


" Hhmm"


" Kok mommy nggak liat"


" Coba aja liat"


Clarissa melihat boneka Pikachu itu dengan teliti. Dan benar apa yang di bilang sama putranya itu. Di dada boneka itu ada berliannya.


" Benar kan ada berliannya"


" Bagus kalau begitu. Karena seserahan untuk calon mantu mommy harus yang mahal dan wah"


" Tapi aku ingin memberikan sendiri boneka ini pada princess"


" Boleh, nanti kamu sendiri yang berikan seserahan itu. Ok"


" Iya, tapi lain kali mommy jangan curi aja"


" Idih siapa yang mencuri coba"


" Udah ada buktinya, mommy masih menyangkalnya"


" Tadi itu mommy udah minta izin ya sama kamu"


" Kapan?"


" Semalam"


" Aku kan nggak tidur di mansion semalam"


" Masa, terus mommy izin sama siapa dong semalam? nggak mungkin sama hantu kan?"


" Ngaco ah" kata Darren sambil berlalu pergi meninggalkan sang mommy.


" Kamu mau kemana?"


" Tidur"


" Udah sore masa mau tidur "


" Terus mau ngapain?"


" Apa kamu nggak ada niat mau kasih surprise untuk calon mantu mommy gitu?"


" Maksud mommy?"


" Ck,, kamu payah banget sih, nggak seperti daddy kamu"


" Emang aku nggak sama. Kalau sama aku mana mau nikah sama cewek kek mommy yang bawel"


" Dasar anak nggak ada akhlak kamu. Bawel-bawel gini Daddy kamu cinta mati sama mommy"


" Ya,, ya,,, aku tau, makanya sampe sekarang Daddy nggak menikah lagi"


" Daddy!" teriak Clarissa.


Darren sampai terlonjak mendengarkan teriakkan sang mommy. Begitu juga dengan para pelayan yang ada di sana.


Jonathan yang mendengar teriakkan sang istri, bergegas menghampiri sang istri. " Iya mommy sayang. Kenapa teriak-teriak seperti di hutan"


" Anak kamu yang nggak ada akhlak itu bilang kalau aku bawel"


Mulai deh dramanya. Gumam Darren dalam hati.


" Darren! beraninya kamu bilang istri Daddy bawel. Tapi benar juga sih"


" Daddy"


" Eh, nggak sayang. Kamu itu nggak bawel"


Darren menutup mulutnya supaya tawanya tidak lepas. Bisa-bisanya sang daddy keceplosan.


" Mommy bukannya lagi menyiapkan seserahan. Terus kenapa bisa berantem sama bocah nakal ini"


" Istri daddy tu curi boneka calon istri aku"


" Nggak, anak nakal itu aja yang sensi sama mommy"


" Mana ada, mommy yang mengusik barang aku duluan"


" Sudah-sudah! sekarang kamu pergi ke kamar, terus tidur" titah Jonathan pada sang putra.


" Kok di suruh tidur sih Dad"

__ADS_1


" Nggak apa-apa, daripada dia di sini ganggu mommy terus"


" Ajarin dia supaya bisa romantis kek daddy" kata Clarissa dengan nada manja.


Darren memutar bola matanya. Mommy dan daddy-nya selalu tak kenal tempat untuk bermesraan.


Ehem.


" Dilarang bermesraan di depan mata polos ku" kata Darren.


" Ah iya lupa, disinikan ada bocah di bawah umur" kata Jonathan.


" Ya udah mommy sama daddy lanjut aja mesra-mesraan nya aku mau tidur"


" Nggak boleh, kamu harus menyiapkan surprise untuk calon mantu mommy. Jadi minta ajarin sama daddy"


" Mommy tenang aja, aku udah punya rencana sendiri" kata Darren sambil berlalu pergi ke kamarnya.


" Ck,, bocah ini, selalu saja bikin mommy-nya darah tinggi"


" Sudah-sudah, Daddy percaya sama kemampuan putra kita"


" Baiklah, sekarang Daddy bantuin mommy mengecek seserahan untuk calon mantu kita"


" Siap istriku sayang"


Clarissa kembali mengecek seserahan yang akan di bawa nanti malam. Dia bantu sang suami dan juga para pelayan yang ada di mansion-nya.


Darren merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya. Dia memikirkan ide untuk surprise yang akan dia berikan pada wanitanya nanti. Kalau di kasih barang-barang mewah itu sudah biasa. Dia ingin surprise-nya beda dari yang lain.


Ia tersenyum setelah mendapatkan ide yang cemerlang. Darren segera mengambil ponselnya dan mencari kontak calon mertuanya.


" Hallo, assalamualaikum" terdengar suara lembut dari seberang sana.


" Wa'alaikum salam Tante. Ini aku, Darren"


" Oh calon mantu, tumben telpon Tante?"


" Aku butuh bantuan Tante "


" Bantuan apa"


(.….….....)


" Ok, akan Tante siapkan"


" Sebelumnya terima kasih Tante"


" Sama-sama, apa ada yang lain lagi"


" Untuk sekarang nggak Tan, sekali lagi terima makasih"


" Aku tutup telponnya dulu Tan, assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam "


Panggilan telepon pun berakhir. Darren meletakkan kembali ponselnya di atas nakas. Sekarang dia tinggal menyiapkan dirinya untuk acara nanti malam.


Malam hari.


Semua seserahan yang akan di bawa sudah di masukkan ke dalam mobil. Clarissa dan suaminya juga sudah cantik dan juga tampan. Sekarang mereka hanya menunggu sang putra.


" Kemana sih anak nakal itu" kata Clarissa.


" Sabar Mom, bentar lagi dia juga turun"


" Gara-gara daddy nih yang suruh dia tidur tadi, jadi telat kan kita"


Saat Clarissa sedang ngomel-ngomel, salah satu bodyguardnya datang. " Nyonya, tuan ayo berangkat"


" Kamu nggak liat anak nakal itu belum turun"


" Maaf Nyonya, tuan muda sudah berangkat daritadi"


" Apa! bagaimana bisa?"


" Iya Nyonya, soalnya tuan muda harus menyiapkan sesuatu terlebih dahulu "


" Ayo Dad kita berangkat. Awas saja anak nakal itu nanti mommy cincang-cicang "


Jonathan terkekeh mendengar ucapan sang istri. Ya istrinya selalu saja bicara seperti itu, tapi belum pernah sekalipun ucapannya itu terlaksana.


Dua orang bodyguard membukakan pintu untuk tuan dan juga nyonya besarnya. Setelah itu mobil mewah itu pun melaju meninggalkan mansion utama, diikuti oleh lima mobil mewah lainnya.


Iring-iringan mobil mewah itu menjadi pusat perhatian para pengendara lain. Mereka bertanya-tanya kemana mobil-mobil mewah itu akan pergi.


Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit. Akhirnya rombongan keluarga Narendra pun tiba di kediaman orang tua Kiran.


Satpam membukakan pintu gerbang supaya mobil dari keluarga Narendra bisa masuk menuju rumah utama. Setelah pintu gerbang terbuka, Mobil-mobil mewah itu masuk kedalam menuju rumah utama milik keluarga Vandy.


Mereka pun sampai di rumah utama. Clarissa dan Jonathan takjub melihat rumah kediaman orang tua Kiran. Rumah bergaya Eropa itu sangat indah.


" Selamat datang tuan dan nyonya Jonathan" ucap Vandy.


" Terima kasih "


" Apakah wanita cantik ini mommy-nya Kiran?" tanya Clarissa.


" Nyonya bisa saja mujinya. Ya saya Anggun, mommy-nya Kiran"

__ADS_1


" Pantas saja putrinya sangat cantik, orang tuanya aja tampan dan juga cantik"


" Nyonya juga cantik, makanya Darren juga tampan"


" Mari masuk tuan, nyonya"


" Panggil Clarissa saja"


" Baiklah Clarissa. Mari masuk"


Mereka semua masuk kedalam rumah utama. Para pelayan ikut masuk dengan membawa seserahan untuk calon nona muda mereka.


Clarissa dan suaminya berkenalan dengan semua keluarga besar calon besan mereka. Kiran mencari seseorang yang akan jadi calon imamnya.


" Darren kemana sih? apa dia nggak datang"


Saat Kiran sudah mulai frustrasi karena pangerannya belum menampakkan diri. Tiba-tiba lampu ruang keluarga mati.


Aaaaa..


Semua orang yang ada di sana berteriak.


" Kok lampunya mati sih!"


Tak berselang lama ada lampu sorot, menampakkan seseorang yang sedang bermain piano. Semua mata tertuju pada sosok yang sedang duduk di kursi depan piano. Beberapa detik kemudian terdengar bunyi piano dan suara orang bernyanyi.


***


Dengarkanlah wanita pujaanku


Malam ini akan kusampaikan


Hasrat suci kepadamu dewiku


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


Tuk yang pertama


Dan terakhir


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Dengarkanlah wanita impianku


Malam ini akan kusampaikan


Janji suci satu untuk selamanya


Dengarkanlah kesungguhan ini


Aku ingin mempersuntingmu


Tuk yang pertama


Dan terakhir


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu


Akulah yang terbaik untukmu


Oh oh oh oh oh


Song by. Yovie & Nuno.


To be continue.


Lanjut nggak nih. Kalau lanjut kasih hadiah dulu dong πŸ€— πŸ€—


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2