
Pesawat yang di tumpangi Romy dan Nadia sudah mendarat dengan selamat di bandara internasional Soekarno-Hatta. Manten baru yang baru pulang honeymoon itu langsung turun dari pesawat.
" Kita di jemput, atau naik taksi Bee?"
" Katanya di jemput sama Doni"
" Emang dia nggak kerja?"
" Kerja, tapi sekarang dia lagi istirahat"
" Enak ya kerja jadi bodyguard"
" Enak. Tapi resikonya juga besar "
" Iya sih. Ah kangen baby twins"
" Kiran kan udah pulang ke mansion"
" Tau, kan kemarin aku sempat telponan sama dia"
" Yuk jalan, Doni udah nyampe di parkiran"
" Kenapa nggak jemput di sini aja"
" Tau tu. Yuk jalan"
Pasutri itu pun berjalan menuju parkiran. Sesampainya di parkiran, mereka melihat Doni sedang bersandar di mobilnya sambil memainkan ponselnya.
" Coba liat itu, dia sedang asik main ponsel. Sedangkan kita capek-capek bawa koper"
Romy menggelengkan kepalanya. Sepanjang jalan, istrinya selalu mengomel, karena Doni tidak menjemput di depan bandara saja. Jadi ia tidak capek-capek jalan ke parkiran.
" Don"
Doni menoleh saat mendengar ada yang memanggil namanya. " Hai bro, wah tambah seger aja nih setelah pulang honeymoon"
" Lo kata gue jeruk, seger"
" Sini kopernya"
" Dari tadi kek, berat nih" kesal Nadia.
" Istri Lo kenapa, pulang honeymoon wajahnya jutek kek gitu?"
" Kurang puas mungkin semalam"
Doni menggelengkan kepalanya mendengar jawaban sahabatnya itu. Ia memasukkan koper milik Romy dan juga Nadia kedalam bagasi.
Setelah Romy dan Nadia masuk kedalam mobil, Doni pun melajukan mobilnya meninggalkan bandara internasional Soekarno-Hatta.
" Kalian mau langsung ke rumah, atau ke mansion dulu?"
" Ke rumah dulu " jawab Nadia.
" Oh iya Don, bagaimana kepulangan baby twin?"
" Aman dan lancar. Walaupun banyak wartawan yang menunggu kepulangan baby twins, tapi mereka tidak bisa mengambil fotonya"
" Syukurlah, karena bahaya kalau mereka mendapatkan foto baby twins"
" Iya. Sampai di mansion pun semua keluarga besar nona datang untuk menyambut kedatangan baby twins"
" Wah rame dong di mansion sekarang?"
" Iya, rencananya tuan besar mau bikin acara aqiqah untuk baby twins"
" Wah bagus dong"
" Iya. Tapi yang akan hadir mungkin keluarga besar sama sahabat-sahabat nyonya, tuan besar dan juga teman nona muda"
" Nggak apa-apa. Ini demi keamanan Axel dan Alexa. Kalau mengundang tetangga bisa berabe. Lo tau lha mulut tetangga kek apa"
" Kek lebah lagi bikin sarang"
__ADS_1
" Betul. Kapan acara Aqiqahannya?"
" Minggu depan"
Tanpa terasa mereka sampai di rumah Nadia. Diteras rumah, Nando dan mama Nadia sudah menunggu kepulangan manten baru itu.
" Selamat datang kembali anak dan mantu mama"
" Makasih Ma"
" Gue langsung cabut ya Rom"
" Nggak ngobrol sama ngeteh dulu kita"
" Lain waktu deh, soalnya gue masih ada kerjaan"
" Ya udah. Makasih ya udah jemput kita tadi"
" Sama-sama bro. Tante pamit dulu"
" Iya, hati-hati Nak Doni"
Setelah berpamitan, Doni melajukan mobilnya meninggalkan rumah sahabatnya. Sekarang ia akan ke mall untuk membeli cincin untuk melamar Serly.
πππ
Kiran sedang memperhatikan mommy dan mertuanya yang sedang memandikan baby Alexa dan Axel. Karena nanti ia harus bisa menandikan baby twins-nya.
Alexa dan Axel tampak anteng saat di mandikan sama Oma dan Grandma-nya. Bahkan baby twins itu terlihat tersenyum saat tubuh mereka di siram sama air.
" Gemes banget Oma melihat Axel yang anteng kek gini" kata Anggun.
" Iya, rasanya pengen culik" kata Clarissa.
" Mommy nggak akan pernah bisa culik anak aku"
" Kenapa nggak bisa?"
" Mommy nggak liat keamanan di mansion ini?"
" Kalau di mansion mommy mungkin mommy. Tapi ini kan di mansion aku, jadi aku yang berkuasa di sini"
" Siapa bilang mommy tidak bisa berkuasa di mansion kamu. Apa kamu mau bukti?"
" Dad, coba liat istri Daddy yang kejam melebihi Mak tiri itu"
" Mommy harus kejam jika sama anak nakal dan durhakim kek kamu"
" Enak aja, aku ini anak yang paling berbakti sejagat raya"
" Nggak! kamu anak durhakim"
" Berbakti Mom"
" Durhakim "
" Berbakti"
" Durhakim"
" Stop! mommy sama Darren sama-sama durhakim" kata Jonathan.
" What!" teriak Clarissa dan Darren.
" Daddy bilang mommy durhakim?"
" Hhmm"
" Kalau begitu, nanti malam tidur di kamar tamu"
" Tuh buktinya, mommy suruh Daddy tidur di kamar tamu"
" Uda Dad, cari mommy baru aja. Lagian kan Daddy masih tampan"
__ADS_1
" Benar juga kamu"
" Coba aja kalau berani. Mommy bikin burung Daddy nggak bisa berkicau lagi"
Gleg.
Jhonatan menelan saliva-nya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana burungnya tidak bisa berkicau lagi. Ia pun melirik miliknya yang masih anteng di sana.
" Nanti mommy juga yang akan rugi"
" Mommy bisa cari burung diluar sana"
" Tapi nggak akan ada yang seperti burung Daddy"
" Iya juga ya"
" Iya. Burung Daddy ini sangat mahal dan juga sangat bagus di antara burung yang lain"
" Stop! jangan ngomong masalah burung di depan baby twins. Lagian di sini masih ada mertua aku Mom, Dad" kata Darren.
" Emang kenapa kalau ada mertua kamu?"
" Malu Mom"
" Mertua kamu juga gitu, kalau Daddy mertua kamu bikin ulah. Iya kan Nggun?"
" Benar sekali. Kapan perlu aku suruh puasa selama satu bulan" jawab Anggun.
" Kok Mas dibawa-bawa sih sayang. Kan Mas dari tadi cuma diam aja"
" Aku cuma kasih tau, kalau Mas macam-macam "
" Mas cuma satu macam kok sayang"
" Bagus. Kalau berani macam-macam, siap-siap junior kamu aku potong"
" Jangan dong. Ntar kamu juga yang susah kalau di potong"
Daddy sama Daddy mertua sama aja. Takut sama mommy. gumam Darren dalam hati.
" By, bantuin pake baju Alexa dong"
" Siap sayang"
Darren pun segera menghampiri istrinya. Daripada ia harus mendengarkan perdebatan masalah burung. Mending ia membantu istrinya memakaikan pakaian baby-nya.
Dengan telaten Darren memakaikan baju pada baby Alexa. Ia melihat mommy-nya sewaktu di rumah sakit. Jadi sekarang ia sudah bisa mengganti popok dan juga baju untuk baby-nya.
Kiran sangat bersyukur mempunyai suami seperti suaminya. Walaupun suaminya itu laki-laki, tapi ia tidak segan untuk membantu mengerjakan pekerjaan perempuan.
" Aku tau kalau aku tampan, jadi liatnya nggak usah kek gitu banget"
" Emang nggak boleh?" tanya Kiran.
" Boleh, tapi nanti aku takut khilaf kalau kamu liat aku kek gitu"
" Dasar mesum"
" Aku mesumnya cuma sama kamu" kata Darren sambil memeluk istrinya.
" Makasih ya By"
" Makasih untuk apa?"
" Karena udah mencintai aku dengan sangat besar"
" Seharusnya aku yang minta makasih, karena sudah melahirkan baby twins"
" I love you hubby "
" Love you more my wife " kata Darren sambil mencium bibir sang istri. Kiran pun membalas ciuman suaminya. Mereka pun menyalurkan rasa cinta mereka melalui ciuman.
" Darren!"
__ADS_1
To be continue.
Happy reading ππ