Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Mansion Pikachu


__ADS_3

Mobil mewah milik Darren sudah sampai di depan pintu gerbang mansion-nya. Dia membunyikan klakson mobilnya, seketika pintu gerbang pun terbuka. Perlahan mobil mewah itu melaju masuk menuju mansion.


Suasana jalan menuju mansion Darren itu sangat sejuk. Karena banyak pohon-pohon Pinus yang di tanam sepanjang jalan.


Kiran membuka kaca jendela mobil. Dia menghirup udara segar yang ada di sana. Mata Kiran berbinar ketika melihat berbagai macam jenis bunga tumbuh dengan subur di taman yang ada di mansion itu.


" Apa kamu yang menanam bunga-bunga itu?" tanya Kiran.


" Tidak, semua bunga itu di tanam tukang kebun. Kamu suka?"


" Hhmm"


" Nanti semua bunga-bunga itu kamu yang akan mengurusnya "


" Aku" tunjuk Kiran ke dirinya.


" Iya, karena kamu akan tinggal di mansion ini nanti. Jadi kamulah yang akan mengatur semua yang ada di mansion ini"


" Emang aku ada pernah bilang mau tinggal di mansion kamu?"


" Mau nggak mau, kamu harus mau tinggal di mansion aku. Karena sebentar lagi kan kita akan menikah"


Kiran tersenyum, apa yang dikatakan lelaki tampan itu emang benar. Tidak lama lagi mereka akan menikah.


Mobil itu berhenti di depan pintu utama mansion. Seperti biasa para bodyguard sudah berbaris rapi di depan pintu mansion itu. Salah satu bodyguard itu membukakan pintu untuk tuan mobil untuk tuan muda mereka.


Alangkah kagetnya bodyguard itu saat yang turun dari mobil itu bukan tuan muda mereka, melainkan gadis cantik.


Sejak kapan tuan muda jadi perempuan.


Darren keluar dari pintu kemudi. Para bodyguard itu terperangah. ternyata tuan muda mereka masih laki-laki. Terus perempuan cantik ini siapa?. Ya bodyguard yang ada di mansion itu belum kenal dengan Kiran.


" Perkenalkan ini calon nona muda kalian"


"Eh!" kaget para bodyguard itu.


" Kenapa kalian kaget begitu. Bukankah kalian selalu bertanya kapan saya akan membawa nona muda kesini? sekarang saya bawa kalian malah kaget"


" Ma-maaf tuan muda"


" Yuk honey kita masuk"


Darren menggenggam tangan kekasihnya masuk kedalam mansion miliknya. Kiran takjub saat memasuki mansion mewah milik Darren.


Di sana para pelayan juga sudah menyambut kedatangannya. Tepatnya menyambut tuan muda mereka. Sama dengan para bodyguard tadi, para pelayan itu juga kaget melihat tuan muda mereka membawa seorang wanita cantik.


" Wah,, siapa wanita cantik yang datang bersama tuan muda?"


" Iya, mereka sangat cocok"


Begitulah terdengar oleh telinga Kiran bisik-bisik para pelayan Darren.


" Beri salam pada calon nona muda" titah Darren.


" Eh" kaget para pelayan itu.


" Nggak usah kaget begitu, cepat beri salam"


" Selamat datang nona muda"


" Terima kasih" ucap Kiran sambil tersenyum pada para pelayan itu.


Cantik sekali nona muda. Apalagi kalau tersenyum seperti itu.

__ADS_1


" Apa kalian membersihkan semua barang milik nona muda?" tanya Darren.


" Iya tuan muda, semuanya bersih tanpa debu"


Kiran mengeyitkan alisnya. Dia tidak mengerti apa yang di bicarakan Darren. Dia baru pertama kali datang ke mansion itu, lalu bagaimana mungkin dia memiliki barang-barang di sana.


" Yuk honey kita ke atas. Aku akan memperlihatkan sesuatu untuk kamu"


" Baiklah"


Kiran juga penasaran, sebenarnya apa yang ingin Darren perlihatkan padanya. Sejoli itu berjalan menaiki tangga menuju kamar Darren. Diikuti para pelayannya di belakang.


" Kalian ngapain ikut juga?" tanya Darren pada para pelayan itu.


Sontak para pelayan itu menghentikan langkah kaki mereka. " Ka-kami mau ikut melihat juga tuan muda"


" Tidak! kalian hanya merusak waktu ku berduaan dengan nona muda"


Seketika wajah para pelayan itu menjadi murung. Kiran yang melihat itupun merasa tak tega.


" Biarkan saja mereka ikut" kata Kiran.


Wajah para pelayan itu langsung berseri mendengar ucapan calon nona mudanya. Mereka tidak menyangka kalau nona muda mereka akan memperbolehkan mereka ikut.


" Mereka nanti mengganggu kita honey"


" Nggak akan"


Darren pun mengalah. Dia memang tidak bisa menolak permintaan wanitanya itu. " Baiklah, kalian boleh ikut. Tapi hanya sampai pintu kamar saya"


" Ba-baik tuan muda"


Mereka melanjutkan kembali menaiki anak tangga itu. Setelah menaiki anak tangga yang lumayan banyak, barulah mereka sampai di lantai tiga mansion mewah itu.


" Di sini ada lift?" tanya Kiran saat tak sengaja melihat lift tak jauh dari tempatnya berdiri.


" Kenapa kita nggak naik lift aja tadi"


" Kan kamu nggak tanya"


" Dasar menyebalkan!"


Darren tertawa mendengar umpatan wanitanya. Para pelayan tersenyum melihat tuan muda mereka tertawa seperti itu. Ini kali pertama mereka mendengar tuan mudanya tertawa lepas seperti itu.


" Udah ngambeknya, sekarang kita ke kamarku"


Darren menarik tangan Kiran dengan lembut. Sampai di depan pintu kamarnya, ia menghentikan langkahnya.


" Kok berhenti?"


" Sebelum kita masuk, kamu harus tutup mata dulu"


" Kenapa harus tutup mata?"


" Udah lakukan saja"


Kiran menutup matanya. Setelah memastikan wanitanya tidak bisa melihat apapun, barulah Darren membuka pintu kamarnya dengan perlahan. Dia membawa Kiran masuk ke kamarnya.


" Jangan di buka dulu matanya sebelum aku bilang buka"


" Hhmm"


Setelah mereka berdua berada di tengah-tengah kamar itu.

__ADS_1


" Buka matanya"


Kiran membuka matanya perlahan.


" Ini?"


Mata Kiran berkaca-kaca, menatap ratusan ribu boneka Pikachu yang tertata rapi di dalam lemari yang terbuat dari emas itu. Kiran melirik lelaki tampan yang ada di sampingnya itu. Dia tidak menyangka kalau lelaki itu menyimpan begitu banyak boneka Pikachu.


" I-ini kamu yang menyiapkan semuanya?"


" Ya, sejak kita berebut boneka kuning itu di mall"


Kiran memutar memori di dalam otaknya. Dia tersenyum tatkala mengingat kejadian di mall waktu itu.


" Aku dari dulu ingin melihatkan koleksi aku ini pada kamu, tapi baru hari ini terwujudkan. Apa kamu suka"


" Sangat suka, makasih"


" Sama-sama honey" kata Darren sambil mengecup lembut kening Kiran.


" Boleh aku memegang boneka-bonekanya?"


" Of course honey "


Darren menekan tombol yang ada di samping lemari itu. Lemari itu terbuka dengan otomatis, tanpa perlu capek-capek membukanya.


Kiran mengambil salah satu dari boneka Pikachu itu. Dia melihat tidak ada debu sedikit pun yang menempel di boneka-boneka itu.


" Kamu merawat boneka ini dengan sangat baik"


" Tentu saja, seperti aku menjaga kamu dengan baik"


Blush.


Pipi Kiran merona mendengar ucapan yang terdengar tulus itu. Entah sejak kapan kata-kata Darren itu bisa membuat jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.


" Coba liat ke dinding itu?" tunjuk Darren.


Kiran melihat kearah yang dimaksud oleh lelaki tampan itu. Mata Kiran membulat dengan sempurna. Lagi-lagi Darren memberikan surprise yang sangat wow untuknya.


Foto dia waktu kecil dulu, terpampang jelas di sana. Foto itu di cetak dengan ukuran yang sangat besar. Dia tidak tau darimana Darren mendapatkan fotonya itu.


" Itu aku ambil saat datang ke acara pertunangan Abang kamu"


" Iya aku tau, karena gaun yang aku pakai itu merupakan salah satu gaun kesayangan aku"


" Benarkah?"


" Hhmm"


" Tapi aku nggak ingat kamu pernah datang ke sana?"


" Aku nggak sempat menemui kamu, karena tepat di malam itu aku juga membuat keputusan dengan daddy ku"


" Keputusan?"


" Hhmm"


" Keputusan apa?"


" Kalau aku bersedia untuk sekolah di luar negeri"


Aku belajar dengan giat di sana supaya nantinya bisa pantas bersanding dengan wanita secantik dan sehebat kamu. Apakah sekarang aku sudah pantas untuk bersanding dengan mu gadis kecil ku?.

__ADS_1


To be continue.


Happy Reading 😚😚


__ADS_2