
Sinta memeluk Daffin. Sudah lama ia tidak bertemu dengan putranya itu. Sang putra sangat sibuk mengurus perkebunan sayur miliknya. Ia harus berterima kasih pada mommy Darren, karena sudah membawa Daffin.
" Kamu semakin kurus sekarang?"
" Masa sih Ma. Perasaan aku tambah berisi deh"
Sinta tersenyum mendengar jawaban putranya. Ia tau putranya itu belum sepenuhnya bisa melupakan putri dari sahabatnya itu. Tapi mau gimana lagi, sekarang gadis itu sudah bahagia dengan keluarga kecilnya.
" Mama sama papa sehat kan?"
" Alhamdulillah mama sama papa sehat"
" Bagaimana cara nyonya Clarissa membawa kamu kesini?" tanya Aldi.
Daffin mulai menceritakan bagaimana dia bisa sampai ke sana. Sinta dan Aldi mendengarkan putranya bercerita.
***
Para buruh yang ada di perkebunan Daffin kaget sekaligus takut melihat kedatangan beberapa orang berjas hitam. Salah satu dari mereka langsung memanggil Daffin.
" Juragan! juragan!"
" Ada apa Pak?"
" I-itu di kebun ada orang berjas hitam"
" Orang berjas hitam?"
" Iya juragan. Para pekerja pada takut"
" Yuk kita lihat Pak"
Daffin dan Bapak itu segera pergi ke kebun. Ia ingin tau ada keperluan apa orang-orang itu datang ke kebunnya. Perasaan ia tidak pernah menyinggung orang.
" Ada apa ini?" tanya Daffin setelah sampai di depan orang-orang berjas hitam itu.
" Maaf mengganggu tuan. Kami kesini mau bertemu dengan tuan Daffin"
" Ya saya sendiri. Ada apa Om-om ini ingin bertemu dengan saya?"
" Bisakah tuan ikut kami"
" Ikut kemana? dan kenapa saya harus ikut kalian?"
" Perkenalkan, saya Jhon bodyguardnya keluarga Narendra" kata salah satu bodyguard yang diketahui bernama Jhon.
Narendra? bukankah itu keluarga Darren?. Lalu kenapa bodyguardnya ingin membawa dia pergi. Padahal ia tidak ingin ada urusan dengan keluarga yang telah merebut kekasihnya.
" Apa anda disuruh Darren datang ke sini?"
" Tidak. Kami datang ke sini atas permintaan nyonya Clarissa"
" Mommy-nya Darren?"
" Betul tuan. Karena nyonya kami ingin bertemu dengan anda"
" Dengan saya?"
" Hhhmm"
Daffin berpikir lagi. Kenapa mommy Darren ingin bertemu dengannya. Apa dia melakukan kesalahan, sehingga nyonya dari keluarga terkaya di Eropa itu ingin bertemu dengannya.
" Bagaimana tuan?"
" Tolong beri alasan yang kuat, kenapa saya harus ikut dengan kalian"
" Apa anda tidak ingin bertemu dengan keluarga anda?"
" Maksud anda?"
" Sekarang keluarga anda sedang berlibur di pulau milik nona muda kami"
Daffin memang sudah lama tidak bertemu dengan kedua orang tuanya. Begitu juga dengan Abang nya. Ini kesempatan yang bagus untuk dirinya. Ia akan bertemu dengan keluarganya.
" Baiklah saya ikut dengan kalian"
" Mari tuan ikut kami"
Daffin mengikuti Jhon ke mobilnya. Tapi sebelum itu, ia menitipkan kebunnya pada orang kepercayaannya. Jadi sekarang ia tidak perlu khawatir lagi soal kebunnya.
...***...
" Gitu lho Ma, Pa ceritanya "
" Apa kamu baik-baik saja di sana?"
" Tentu saja baik. Apa terlihat tidak baik?"
" Tidak, mama cuma bertanya. Dan mama harap kamu selalu baik-baik saja"
" Oh iya, dimana Elina?"
" Dia lagi main sama Abimanyu, Darel dan juga Twins"
" Anaknya princess?"
" Iya. Kiran sudah punya anak, kamu kapan akan memberikan mama cucu?"
Daffin tersenyum mendengar pertanyaan sang mama. Dia juga ingin memberikan cucu untuk mamanya, tapi dia belum menemukan pengganti Kiran.
" Kiran sudah bahagia. Sekarang giliran kamu untuk mencari kebahagiaan mu"
" Iya Ma, aku juga lagi mencari kebahagiaan ku"
" Mama tau ini sangat sulit bagi kamu. Tapi kamu harus mencoba untuk membuka hati kamu untuk wanita lain"
__ADS_1
" Iya Ma, aku akan berusaha"
" Jadikan semua ini pelajaran. Sekarang melangkah lha ke depan. Seperti yang mama mu katakan tadi, Kiran sudah bahagia. Jadi kamu juga harus melepaskannya dari hati kamu" nasihat Aldi.
" Baik Pa"
Aldi kasihan melihat putranya. Tapi ini semu juga karena kesalahannya. Karena dulu ia tidak melihat ketulusan hati Kiran. Ia berdoa semoga putranya mendapatkan wanita yang baik sama seperti Kiran.
Daffin melepaskan rindu dengan keluarganya. Sedangkan di sudut lain seorang ibu sedang berdebat dengan putranya.
" Kenapa mommy membawa kunyuk itu kesini?"
" Biar dia bisa bertemu dengan keluarganya"
" Bertemunya kan bisa di rumah dia. Bukan malah di sini dan mengacaukan suasana romantis yang sudah sudah aku buat dengan susah payah"
" Romantis-romantisnya dalam kamar aja. Jangan di tempat umum"
" Daddy, istri daddy ini harus di ruqyah"
Aaaawww
" Sakit Mom"
" Makanya jangan sembarang ngomong. Bilang mommy harus di ruqyah. Emang kamu pikir mommy sedang ketempelan jin"
" Emang. Masa mommy kasih aku surprise yang membuat aku kesal kek gitu. Dimana-mana kalau mau kasih surprise itu yang bagus. Bukan malah bikin spaning naik"
" Bagus donk. Kalau surprise nya yang bikin orang bahagia, itu udah biasa. Mommy pengin kasih surprise yang beda dari yang lain"
" Kalau aku jantungan, terus mati gimana?"
" Ya tinggal dikubur lha"
" Ya Allah, bolehkah hamba tukar tambah mommy"
" Hus, sembarangan aja kamu mau tukar tambah mommy"
" Habis Mak tiri lebih kejam dari Mak kandung"
" Dimana-mana, Mak tiri itu memang kejam daripada Mak kandung. Gimana sih kamu"
" Iya juga ya"
" Dad, sepertinya putra kita tertukar di panti asuhan" kata Clarissa pada suaminya.
" Sayang, Mak tiri itu kejam sekali sama aku" adu Darren pada istrinya.
Kiran memeluk suaminya. Ia merasa kasihan sama suaminya. Karena daritadi mertuanya mem-bully suaminya itu.
" Ren"
" Aku nggak teman sama mommy"
" Tuh sayang, Mak tiri itu selalu saja bikin spaning aku naik?. Daddy, mending cari mommy baru aja"
" Rencananya sih gitu Ren" kata Jhonatan.
" Berani Daddy cari mommy baru?"
" Tentu saja berani. Bahkan dia sudah ada disini?"
" What! Daddy nggak salah ngomong?"
" Tentu saja tidak. Darren sendiri malah yang cari mommy untuknya"
" Wah, bapak sama anak minta di hajar nih" kata Clarissa.
Saat Clarissa mau memberi pelajaran pada suaminya. Ada suara perempuan yang memanggil Jhonatan.
" Mas Jhonatan"
Clarissa dan yang lainnya menoleh kearah si pemilik suara. Tidak ada satupun dari mereka yang mengenal si pemilik suara itu. Kecuali Darren dengan Jhonatan.
" Kamu sudah datang?" tanya Jonathan sambil mengulurkan tangannya pada seorang wanita cantik.
Belum sempat tangan wanita itu menyentuh tangan Jhonatan. Clarissa sudah lebih dulu menepis tangan wanita itu.
" Siapa kau?!" tanya Clarissa ketus.
" Saya istrinya Mas Jhonatan"
" Hah? anda lagi bermimpi?"
" Tidak. Kemarin kami sudah menikah sirih"
Clarissa menatap tajam suaminya. Lewat tatapan matanya yang tajam itu, ia minta penjelasan pada suaminya itu.
" Apa yang dikatakan Ines benar Mom. Daddy sudah menikah sirih dengannya"
Clarissa kaget mendengar jawaban suaminya. Bahkan suaminya tau nama wanita itu. Tapi ia bukan wanita bodoh, karena ia tidak akan percaya kalau tidak ada buktinya.
" Apa buktinya kalau Daddy sudah menikah sirih dengan wanita ini?!"
Jhonatan mengambil sesuatu dalam saku jasnya. Kemudian ia memberikan pada istrinya.
" Apa ini?" tanya Clarissa saat suaminya menyerahkan secarik kertas putih padanya.
" Baca aja, nanti mommy juga tau"
Clarissa agak ragu membuka kertas itu. Karena ia takut apa yang akan dia liat dan baca di kertas putih itu.
" Ayo buka. Kok malah bengong" kata Jhonatan.
Kiran masih bingung dengan apa yang terjadi sekarang ini. Apa benar mertua laki-lakinya punya istri lagi.
__ADS_1
" By, apa benar Daddy punya istri lagi?" bisik Kiran ke telinga suaminya.
" Menurut kamu Daddy akan melakukan itu?" tanya balik Darren.
" Ck. Aku bertanya, hubby malah balik nanya"
" Daddy tidak akan pernah selingkuh apalagi menikah dengan wanita lain"
Kiran menatap suaminya itu. Ia sekarang sudah mengerti dengan situasi sekarang ini. Dan ia yakin, ini pasti ulah suaminya itu.
" Apa ini rencana hubby?"
" Kamu memang istriku yang paling pintar"
Tepat seperti dugaannya, kalau suaminya lha yang merencanakan semua ini. Ia kasihan dengan mommy Clarissa.
" Kenapa belum dibuka juga?" tanya Jhonatan pada istrinya.
Clarissa pun memantapkan hatinya untuk membuka kertas yang ada di tangannya itu.
Happy birthday my wife.
" Ini?"
Jhonatan memeluk istrinya. Sungguh ia tidak tega melihat istrinya seperti tadi. Tapi demi misinya dengan putranya, ia harus kuat.
" Happy birthday sayang" ucap Jhonatan.
" Surprise untuk mommy. Happy birthday Mak tiri" ucap Darren sambil memeluk mommy-nya.
Luruh sudah air mata Clarissa. Ia tidak menyangka akan diberikan surprise seperti ini oleh putra dan suaminya.
Tak berselang lama, Anggun datang membawa kue berukuran besar. Bukan cuma Anggun tapi twins juga membawa kue dengan berukuran kecil untuk Grandma mereka.
Semua orang mengucapkan selamat dan juga doa untuk Clarissa. Tak terkecuali wanita yang bernama Ines tadi.
" Mommy, ayo potong kuenya" kata Kiran.
Clarissa pun memotong kue yang dibawa sama Anggun dan cucunya. Ia memberikan potongan kue yang pertama pada suami, dan kedua pada putra dan mantunya. Yang ketiga dan keempat pada cucu dan besannya.
" Terima kasih semuanya atas ucapan dan juga doa baik kalian untuk saya. Saya sangat senang bisa merayakan sisa umur saya bersama kalian semua. Tapi saya baru teringat, siapa wanita yang bernama Ines ini? Daddy cepat jawab?!"
" Daddy juga nggak tau Mom. Ini semua ide anak nakal itu " kata Darren.
Clarissa menatap tajam putranya.
" Dia itu putri yang punya toko kue ini Mom"
Clarissa menghela nafasnya. Ia benar-benar dibalas sama putranya itu. Niat hati ingin membuat putranya shock. Eh taunya dirinya lha yang dibuat shock sama putra dan suaminya.
" Baiklah, karena Daddy sudah bersekongkol dengan anak nakal itu. Maka malam ini daddy tidur diluar"
" Jangan dong Mom. Kalau Daddy kedinginan gimana?"
" Itu sih derita Daddy"
" Ren, ini gara-gara kamu"
" Daddy Jonathan benar. Karena kamu sudah ngajak daddy untuk ngerjain mommy, maka malam ini hubby juga tidur diluar" kata Kiran.
" Nggak bisa! lagian mommy yang duluan mengerjai aku" protes Darren.
" Protes lagi, maka akan aku tambah hukuman kamu, By" kata Kiran.
Darren pun terpaksa menutup mulutnya. Ia tau istrinya tidak pernah main-main. Apes banget nasibnya malam ini. Sudah adegan ciumannya gagal gara-gara mommy-nya mendatangkan lelaki masa lalu istrinya. Dan sekarang ia harus tidur di luar gara-gara Mak tiri.
Semua orang pun tertawa melihat ekspresi Darren. Tak terkecuali twins, walaupun mereka tidak tau apa yang ditertawakan oleh orang-orang dewasa itu.
Kiran dan Darren senang melihat semua orang yang ada di sana bahagia. Ia menarik tangan istrinya menjauhi kerumunan orang-orang yang ada di sana.
" By, kita mau kemana?"
" Surprise berikutnya menanti kamu sayang"
" Ada lagi?"
" Hhhmm"
Kiran hanya pasrah kemana suaminya akan membawanya. Ia pun penasaran dengan surprise yang akan diberikan suaminya.
Mata Kiran terpesona melihat ribuan atau bahkan ratusan kunang-kunang yang ada didepan matanya. Ia menatap suaminya dengan penuh tanya.
" Kamu masih ingat saat aku membawa kamu ke danau dan melihat kunang-kunang yang ada di sana?"
" Ya, aku ingat"
" Saat itu aku berjanji pada diriku, kalau aku akan memberikan sebuah pulau yang ada kunang-kunang nya untuk belahan jiwaku. Dan sekarang aku sudah menepati janjiku. Aku memang bukan lelaki yang sempurna, tapi maukah kamu menua bersama lelaki yang tidak sempurna ini?"
Kiran terharu mendengar ucapan suaminya. Ia tidak menyangka akan mendapatkan cinta yang begitu besar dari suaminya.
" Mau. Dan terima kasih karena sudah memberikan cinta yang sangat besar padaku dan juga twins. Kamu suami dan juga Daddy yang sempurna untuk aku dan twins. Love you Darren Evan Narendra"
" Love you more Zanna Kirania Dwipangga"
Kiran mencium suaminya. Darren tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia membalas ciuman istrinya. Mereka pun berciuman di saksikan oleh ratusan kunang-kunang.
Dulu Kiran merasa tidak akan pernah merasakan yang namanya jatuh cinta lagi setelah di kecewakan oleh orang yang dia cintai. Tapi takdir berkata lain, seorang lelaki yang dulu ia anggap sangat menyebalkan datang mengetuk pintu hatinya. Dan lelaki itu pun mau memperjuangkannya dan membuktikan cintanya hingga hatinya benar-benar di genggam oleh lelaki menyebalkan itu. Dan sekarang lelaki menyebalkan itulah yang menjadi pemilik hatinya. Dan menjadi cinta sejatinya.
Mungkin benar kata orang, kalau kita ingin melihat pelangi maka tunggulah hujan reda. Begitu juga dengan cinta. Jika kita ingin menemukan cinta sejati, maka kita harus tersakiti terlebih dahulu.
The End.
Gomawo untuk kalian semua yang sudah mau meluangkan waktu untuk membaca novel receh ini. Hingga akhirnya novel ini sudah sampai ending. Feby juga ingin mengucapkan Gomawo untuk reader yang sudah memberikan like, komen, vote dan juga hadiah untuk novel receh ini.
Sampai jumpa di novel berikutnya π€π€π€
__ADS_1