Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Halal


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Setelah acara lamaran yang amazing dilakukan Doni. Sekarang tibalah hari bersejarah dalam hidupnya. Ya hari ini ia akan melangsungkan pernikahan bersama pujaan hatinya.


" Tuan "


" Hhmm"


" Apa setelah menikah saya masih bisa menjadi bodyguard anda?"


" Kalau itu terserah kamu. Karena saya tidak punya hak untuk memaksa kamu untuk tetap jadi bodyguard saya. Apapun keputusan kamu saya akan selalu mendukung. Lagi pula aku sudah menganggap kamu adik saya"


" Terima kasih tuan. Tapi saya lebih besar dari anda tuan"


" Kamu kecil dari saya "


" Mana bisa seperti itu tuan "


" Tentu saja bisa, karena saya bosnya di sini"


" Baiklah"


" Yuk ke depan, yang lain sudah pada nungguin"


Doni mengikuti langkah tuan mudanya. Ia sangat beruntung mempunyai majikan seperti Darren dan juga keluarganya.


" Lama amat sih kalian berdua" kata Romy.


" Nih calon manten lama amat dandannya" kata Darren.


" Kek cewek aja lo Don pake dandan segala"


" Enak aja lo nyamain gue kek cewek. Gue itu lelaki tulen"


" Lelaki tulen kok dandan. Lagian nggak bakal tampan juga kalau Lo dandan"


" Gue emang udah tampan dari Sononya kali. So nggak perlu dandan lagi"


" Sudah-sudah, cepat masuk kedalam mobil" kata Darren.


" Siap bos" ucap Romy dan Doni berbarengan.


Doni dan Romy masuk kedalam mobil. Darren masuk ke dalam mobil yang satu lagi. Kerena ia ingin satu mobil bersama istri dan anaknya. Tapi belum sempat ia masuk kedalam mobil, tangannya sudah di tarik sama seseorang.


" Kamu satu mobil sama Romy dan Doni"


" Mommy "


" Apa?"


Ya yang menarik tangan Darren tadi adalah mommy-nya.


" Aku mau satu mobil sama istri aku"


" Nggak bisa, karena mommy mau satu mobil sama mantu dan juga cucu mommy"


" No, mommy sama daddy. Lagian mommy punya mobil sendiri, ngapain mommy naik mobil aku"


" Mommy mau cobain rasanya naik mobil kamu. Minggir!"


Dimana-mana Mak tiri ini selalu ada.


Darren pun mengalah. Ia masuk kedalam mobil Doni. Kiran tersenyum melihat suaminya yang kesal karena tidak bisa satu mobil dengannya.

__ADS_1


" Bukannya lo satu mobil sama istri lo? terus kenapa Lo nyasar ke sini?" tanya Romy.


" Berisik "


Romy tertawa, ia tau sahabatnya itu lagi kesal karena tidak bisa satu mobil dengan istrinya.


Setelah perdebatan antara ibu dan anak itu selesai, mobil pun melaju meninggalkan mansion mewah milik Darren.


Suasana di mobil begitu hening. Mereka larut dalam pikiran masing-masing. Doni masih menghafal ijab kabul di dalam hatinya. Karena ia takut lupa nantinya.


" Kenapa wajah Lo tegang kek gitu?" tanya Romy.


" Gue gugup banget nih "


" Nggak usah gugup gitu, santai aja"


" Gue takut nggak bisa mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan nafas"


" Kamu pasti bisa. Dulu saya juga gugup seperti kamu. Tapi setelah saya berdoa rasa gugup itu langsung hilang. Jadi kamu nanti sebelum mulai berdoa dulu" kata Darren.


" Baik tuan"


" Kamu dengerin tu Don, kata senior" kata Romy.


" Ini juga di dengerin "


Tanpa terasa mobil mewah itu berhenti di sebuah mesjid terbesar di kota itu. Ya acara akad nikah akan dilaksanakan di masjid. Para tamu yang datang pun tidak banyak. Hanya keluarga dan kerabat saja.


Mereka semua masuk kedalam masjid. Beruntung suasana di masjid sepi dan hanya ada mereka saja. Jadi baby twins tidak perlu bersembunyi.


Anggun dan suaminya sudah berada di dalam masjid. Mereka berdua bertugas sebagai walinya Serly. Nadia pun juga sudah ada di sana dengan mamanya. Mereka langsung menyambut besan sekaligus wali dari Doni.


" Apa kami terlambat?" tanya Clarissa.


Mereka semua berjalan menuju tempat Pak Penghulu. Karena sebentar lagi akad akan dimulai. Mereka semua duduk di atas karpet.


Doni duduk di hadapan Vandy. Yang lain duduk di belakang, karena mereka akan menjadi saksi untuk pernikahan Serly dan Doni.


Serly pun datang bersama Nadia. Ia duduk di samping calon suaminya. Sedangkan Nadia bergabung dengan yang lain.


Doni terpesona dengan kecantikan calon istrinya. Kebaya modern itu sangat cocok dengan dipakai oleh Serly. Aura kecantikan calon istrinya sangat terpancar.


Tidak hanya Doni, Serly juga terpesona dengan ketampanan calon suaminya itu. Walaupun Doni sering memakai jas. Tapi jas yang di pakai sekarang sungguh menambah ketampanannya.


" Bisa kita mulai tuan, soalnya setelah ini saya mau menikahkan orang lagi" kata Pak penghulu.


" Bisa Pak" kata Vandy.


" Apakah calon mempelai pria sudah siap?" tanya Pak penghulu"


" Siap Pak"


" Baiklah, silakan "


Vandy mengulurkan tangannya. Kemudian Doni menyambut uluran tangan Vandy.


" Santai aja ya Don, jangan gugup " kata Vandy saat merasakan tangan Doni dingin dan juga bergetar.


" Ia Om"


" Kita mulai ya. Tarik nafas dulu, kemudian buang. Itu bisa menghilangkan rasa gugup kamu"


Doni pun melakukan apa yang di katakan Vandy tadi. Benar saja rasa gugupnya sudah mulai berkurang.

__ADS_1


" Kita mulai ya"


" Iya Om"


" Saya nikah dan kawinkan engkau Ananda Doni bin Usman dengan Serly binti Abraham dengan mas kawin satu set perhiasan berlian di bayar tunai"


" Saya terima nikah dan kawinnya Serly binti Abraham dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"


" Bagaimana saksi, sah "


" Sah"


" Alhamdulillahirabbil'alamin"


Serly menitikkan air mata. Ia sangat bahagia dan juga bangga karena Doni bisa mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan nafas. Sekarang statusnya sudah berubah menjadi seorang istri.


" Selamat, sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri" ucap Pak penghulu.


" Terima kasih Pak"


" Sekarang berikan mahar pada sang istri"


Doni pun menyerahkan maharnya pada istrinya. Serly menerima mahar yang diberikan oleh suaminya. Ia mencium punggung tangan sang suami dan Doni membalas dengan mengecup kening sang istri.


Pak Penghulu pamit undur diri. Karena setelah ini dia akan menikahkan orang lagi. Sekarang tinggallah para keluarga dan sanak famili saja yang ada di sana.


" Selamat ya Ser, sekarang udah jadi sah jadi istri bodyguard tampan" kata Nadia.


" Makasih Nad"


" Selamat ya Ser, sekarang tidurnya udah nggak sendirian lagi" ucap Kiran.


" Makasih princess. Sekarang gue udah punya guling yang anget"


" Ntar habis dari sini jangan langsung unboxing" kata Darren.


" Kenapa?" tanya Doni dan Serly berbarengan.


" Karena ntar malam acara resepsi. Apa kamu mau, istri kamu jalan kek bebek"


" Ya nggak mau tuan"


" Makanya di tahan dulu"


" Tapi kalau cium boleh dong?" kata Serly.


" Gue takut" kata Kiran.


" Takut kenapa?" tanya Nadia.


" Bukan Doni yang unboxing Serly, tapi Serly yang unboxing Doni"


" Benar juga kamu, melihat teman kita yang satu ini agak aktif"


" Saya nggak keberatan kalau Serly unboxing saya nona" kata Doni sambil tersenyum tanpa dosa.


Kiran dan yang lainnya hanya bisa menghela nafas. Mereka tidak menyangka kalau Doni akan bicara seperti itu. Pantas saja mereka berjodoh, itulah yang ada di dalam pikiran mereka sekarang.


To be continue...


Kira-kira tema resepsi manten baru ini apa ya?.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2