Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Sekamar


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam. Akhirnya perawatan yang di tumpangi Darren dan Kiran mendarat dengan selamat di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai.


" Honey bangun" kata Darren sambil membelai rambut Kiran.


Mmm..


" Udah nyampe ya"


" Hhmm"


Darren dan Kiran bangkit dari duduknya, mereka keluar dari pesawat. Mereka harus antre menuruni tangga pesawat.


" Mau langsung ke villa atau mau makan siang dulu?" tanya Darren.


" Makan siang dulu deh, soalnya udah laper banget"


" Ya udah, kita cari taxi dulu"


" Hhmm"


Mereka berdua berjalan menuju pintu keluar. Darren mencari taxi untuk mengantarkan mereka ke villa milik tuan James. Setelah mendapatkan taxi mereka berangkat menuju restoran terdekat untuk mengisi perut mereka yang sedang kosong.


Taxi itu berhenti di salah satu restoran terkenal di kota itu. Darren mengajak sopir taxi itu makan siang bersama dengan mereka. Dia tidak tega melihat Bapak itu menunggu mereka yang sedang makan.


Kiran tidak menyangka lelaki yang terkenal dingin dan Arrogant itu mempunyai hati yang lembut bak hello Kitty. Entah kenapa dia mulai mengagumi sosok lelaki tampan itu.


Desain restoran itu sangat bagus dan juga unik. Mereka memilih duduk di saung bambu yang di sekelilingnya itu sawah. Pasti enak makan sambil menikmati pemandangan sawah.


Darren melihat buku menu yang ada di sana.


Mereka memesan beberapa menu makanan khas Bali. Seperti, sate lilit, ayam betutu dan juga ikan asap sambal matah.


Setelah mencatat pesanan Darren, pelayan itu pamit undur diri untuk membuatkan pesanan Darren. Sambil menunggu pesanan datang mereka mengobrol ringan.


" Bapak sudah lama jadi sopir taxi?" tanya Darren.


" Sudah 25 tahun Nak"


" Waaw,, sudah lama sekali ya"


" Iya Nak"


" Maaf sebelumnya Pak, penghasilan Bapak sehari berapa?" tanya Darren lagi.


" Nggak tentu sih. Kadang 200, kadang 250 ribu"


" Itu udah semuanya untuk Bapak?"


" Nggak, harus disetor sama yang punya mobil 150 ribu. Selebihnya baru untuk Bapak"


Kiran dan Darren kaget mendengar penghasilan yang di dapat Bapak itu. Kalau dapat uangnya 200 dan 150 disetor, berarti uang untuk Bapak itu cuma 50 ribu. Miris sekali.


" Cukup nggak untuk makan?"


" Ya cukup nggak cukup sih"


" Bapak punya anak?"


" Punya, anak Bapak ada 5 orang"


" Sekolah semua?"


" Alhamdulillah sekolah, yang besar kelas 3 SMA dan yang kecil masih TK"

__ADS_1


Darren berpikir, kalau punya anak 5 dan bersekolah semua. Sedangkan penghasilan Bapaknya cuma 50 ribu sehari, itupun kalau ada dapat penumpang. Kalau nggak, berarti tidak ada membawa uang.


" Bapak nggak ada niat mau cari kerja lain?"


" Ada. Tapi apa daya, Bapak cuma tamatan SMP"


" Kalau saya kasih uang untuk modal usaha mau nggak?"


Bapak itu kaget mendengar ucapan Darren barusan. Begitu juga dengan Kiran. Wanita itu tidak menyangka Darren akan berbuat sejauh itu. Tapi dia sangat senang karena Darren mau berbagi.


" Mau nggak Pak?" tanya Darren lagi.


" Ma-mau Nak"


" Nanti setelah kami sampai di villa, saya akan berikan untuk modal Bapak"


" Terima kasih Nak"


" Sama-sama Pak"


Pesanan mereka pun datang. Para pelayan itu menata makanannya di meja. Setelah selesai pelayan itu pamit undur diri. Sepeninggal pelayan, mereka mulai menyantap makanan yang ada di depan mata itu.


Darren melihat ada sisa makanan di sudut bibir Kiran. Dia segera mengambil tissue, kemudian mengusap sudut bibir Kiran.


Deg.


Kiran kaget mendapatkan perhatian seperti itu dari Darren.


" Makanya kek anak kecil" kata Darren.


" A-aku bisa sendiri" kata Kiran sambil merebut tissue dari tangan Darren.


" Udah selesai kok" kata Darren sambil menahan tangan Kiran.


Beberapa menit kemudian makanan yang ada di atas meja itu sudah habis tak bersisa. Darren membayar bill yang di serahkan pelayan padanya.


Selesai makan siang, mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju villa tuan James, mereka di suguhkan sama pemandangan alam yang sangat indah.


Mereka pun sampai di villa mewah milik tuan James. Kiran dan Darren turun dari taxi yang mereka tumpangi. Seperti janji Darren tadi, kalau sampai di villa ia akan memberikan modal untuk usaha Bapak tadi.


" Ini Pak uang yang saya janji kan tadi" kata Darren sambil memberikan amplop berisi uang.


" Ini beneran Nak?"


" Iya Pak, mudah-mudahan setelah membuka usaha, Bapak bisa mempunyai penghasilan yang lebih untuk anak dan istri Bapak"


" Terima kasih Nak"


" Sama-sama Pak"


Setelah mengeluarkan koper milik Darren dan juga Kiran dari mobil. Sopir taxi itu pun melaju mobilnya meninggalkan villa itu. Sedangkan Darren berjalan menuju pintu masuk villa.


" Selamat datang tuan Darren dan juga nona Kiran" sapa tuan James.


" Terima kasih tuan James"


" Saya pikir kalian berdua tidak jadi datang?"


" Tentu saja kami datang"


" Mari masuk" ajak istri tuan James.


Kiran takjub melihat bangunan villa milik tuan James. Villa mewah itu di buat dari kayu berkualitas tinggi. Villa itu di kelilingi pemandangan yang indah.

__ADS_1



Mata Kiran menatap kolam berenang yang sangat besar dan juga airnya sangat jernih. Kolam renang itu di kelilingi sama pohon-pohon dan juga bunga.


" Ntar kita berenang bareng di kolam renang itu" bisik Darren di telinga Kiran.


" Si-siapa juga yang mau berenang sama kamu"


" Yakin nggak mau berenang sama cowok tampan kek aku"


" Ck.. pede banget bilang ganteng"


" Harus pede dong. Lagian kalau aku nggak ganteng, mana mau kamu deket-deket sama aku"


" Iya juga ya"


" Ya iyalah, maka dari itu kamu harus segera terima cinta aku. Kalau nggak ntar aku di culik sama wanita yang ada di Bali"


" Ck,, nggak ada yang akan mau culik kamu"


" Apa kamu nggak liat tatapan mata para wanita saat melihat cowok tampan kek aku lewat. Mereka terpesona dengan ketampanan aku"


Ada benarnya juga sih yang di bilang Darren itu. Kemana saja dia pergi, dia selalu jadi pusat perhatian orang-orang. Kiran juga tidak memungkiri itu.


" Bagaimana honey, apa kamu sudah mau mempertimbangkan lelaki tampan ini"


" Berhenti bicara omong kosong Darren" kata Kiran sambil berlalu pergi meninggalkan Darren.


" Ck..dasar kepala batu"


Mereka sudah sampai di dalam villa. Lagi-lagi Kiran dibuat takjub sama dekorasi dalam villa itu. Walaupun villa itu terbuat dari kayu, tapi kalau di buat sama orang yang ahli tentu akan jadi bagus.


" Ini kamar kalian berdua" kata istri tuan James.


" Ma-maksud anda, kami akan tinggal sekamar?" tanya Kiran.


" Iya nona, karena di villa ini hanya ada dua kamar. Satu untuk saya dan suami, satu lagi untuk anda dan tuan Darren.


Kiran kaget mendengar jawaban istri tuan James itu. Bagaimana bisa dia satu kamar dengan Darren. Kiran melirik Darren untuk meminta bantuan. Tapi Darren memalingkan wajahnya.


" Ini kunci kamar kalian, silakan beristirahat dulu. Saya tau kalian pasti kecapean karena perjalanan jauh" kata tuan James sambil memberikan kunci kamar itu pada Darren.


" Terima kasih tuan James" ucap Darren.


" Sama-sama, kalau gitu kami permisi dulu. Selamat beristirahat"


James dan istrinya berlalu pergi meninggalkan Darren dan juga Kiran. Setelah tuan James dan istrinya tidak terlihat lagi, barulah Darren membuka pintu kamar itu.


" Silakan masuk honey"


" Apa benar kita akan tidur sekamar?"


" Off course baby "


Dengan berat hati Kiran masuk kedalam kamar itu. Sedangkan Darren tersenyum penuh kemenangan. Karena dia akan sekamar dengan wanita yang dia cintai.


To be continue.


Cie yang bakal sekamar sama babang tampan 🀭


Kiran.


__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2