Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Oleh-oleh


__ADS_3

Kiran sangat senang karena suaminya akan pulang hari ini. Ia akan melakukan perawatan khusus untuk menyambut kedatangan suaminya itu. Dan sekarang ia sedang menunggu kedatangan orang dari salon.


" Nona orang salon sudah datang"


" Suruh masuk aja Bik"


Tiga wanita cantik masuk kedalam mansion mewah itu. Mereka benar-benar takjub melihat dekorasi interior di setiap ruangan yang ada di dalam mansion itu sangat menarik.


" Selamat sore nona" ucap manager salon itu.


" Sore, selamat datang di mansion saya"


" Terima kasih nona. Kami sangat senang bisa di undang ke mansion mewah ini"


" Anda bisa saja mujinya. Mari ke ruangan spa"


Kiran mengajak ketiga wanita cantik itu keruangan spa yang ada di mansion-nya. Ya Kiran memang punya tempat spa di mansion-nya. Tapi jarang di pake, karena ia lebih suka ke salon.


Lagi-lagi mereka dibuat tercengang dengan dekorasi ruangan spa itu. Ruangan spa itu lebih mewah dari tempat spa yang ada di tempatnya. Dan di sana juga terdapat banyak merek lulur yang kualitasnya tidak diragukan lagi.


" Silakan berbaring nona"


Kiran berbaring di atas kasur khusus spa. Kiran sudah lama juga tidak melakukan perawatan. Ya setelah melahirkan, ia baru dua kali melakukan spa.


Lilin aromaterapi sudah di nyalakan. Dua orang karyawan salon mulai menunjukkan bakat mereka dalam memijat. Mereka berdua memang yang sudah ahlinya. Karena Kiran adalah tamu VIP mereka.


Kiran sangat menikmati pijatan tangan kedua orang profesional itu. Rasanya sungguh menyenangkan. Semua rasa penat yang dia rasakan, hilang seketika"


Tok..


Tok..


Tok..


Pintu ruangan itu diketuk.


" Masuk"


" Nona, ada non Serly"


" Suruh ke sini Bik "


" Baik nona"


Tak berselang lama, sahabatnya itu pun datang.


" Wah, Lo lagi spa?"


" Hhhmm"


" Gue juga mau dong?"


" Boleh, ganti baju Lo"


" Siap bos"


Serly sangat semangat. Akhir-akhir ini Ia juga jarang pergi ke salon. Karena pekerjaan di kantor yang sangat banyak. Ia hanya sendiri, sedangkan Nadia udah cuti.


" Gimana perusahaan?"


" Lancar dan banyak perusahaan mau mengajukan kerja sama"


" Maaf ya"


" Kenapa lo minta maaf. Emang Lo punya salah sama gue?"


" Iya, karena sekarang Lo sendirian yang mengerjakan pekerjaan kantor"


" Nggak apa-apa. Lagian Lo masih dalam pemulihan. Sedangkan Nadia lagi hamil"


" Makasih ya Ser. Lo udah mau menghandle semua pekerjaan di kantor"

__ADS_1


" Sama-sama. Lagipula itu memang sudah tugas gue kan?"


" Tapi Lo tenang aja. Bulan besok gue udah bisa ke kantor"


" Terus baby twins gimana?"


" Gue bawa"


" Apa nggak apa-apa bawa mereka ke kantor"


" Nggak apa-apa, lagian mereka tidak setiap hari ikut"


" Oh iya, dalam satu Minggu ini kok gue merasa ada yang aneh ya pada diri gue?"


" Aneh gimana?"


" Iya, sekarang itu gue gampang nangis. Dan lagi gue suka suruh laki gue yang aneh-aneh. Terakhir kali gue suruh Doni mukul penjahat yang ada di drama yang gue tonton"


" Wah parah banget lo. Tapi mendengar cerita Lo tadi, kemungkinan lo hamil deh?"


" Ha-hamil?"


" Iya. Waktu gue hamil baby twins juga kek gitu. Coba nanti lo beli test pack "


" Datang bulan gue emang udah telat sih "


" Itu juga salah satu tandanya tu. Buruan deh lo beli test pack nya"


" Ntar gue beli"


Serly berharap apa yang dikatakan sahabatnya itu benar. Mudah-mudahan didalam perutnya sudah tumbuh benih cintanya dengan suaminya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Darren sedang mengemas barang dan juga pakaiannya. Sebentar lagi dia akan berangkat ke Jakarta, karena pekerjaannya di sini sudah selesai.


" Selesai, saatnya berangkat"


" Lama amat sih lo berkemasnya"


" Cerewet! yuk jalan"


Kedua lelaki tampan itu berjalan menuju lift , dengan membawa koper masing-masing.


" Lo udah kasih kabar istri lo kalau kita pulang hari ini?"


" Udah, tapi dia tidak tau kalau kita berangkatnya sore ini"


" Bagus. Berarti kita masih bisa mampir ke mall"


" Ngapain ke mall"


" Istri gue lagi ngidam, dan ngidamnya itu aneh banget tau nggak Lo?"


" Emang dia ngidam apaan?"


" Minta di beliin satu set perhiasan"


" Mungkin mahar yang lo kasih kemarin kurang kali. Makanya sekarang dia ngidam kek gitu"


" Nggak tau juga. Perasaan bini lo kemarin kalau ngidam nggak kek gini amat"


" Namanya juga ngidam Rom, ya wajar lha. Tapi gue juga bingung sih, kenapa istri gue kemarin ngidamnya nggak pernah minta beliin barang-barang mewah"


" Makanya gue heran. Bini lo aja yang sultan ngidamnya nggak pernah minta barang mahal, lha bini gue kenapa ngidamnya mahal kek begitu ya?"


" Ya nggak apa-apa kali Rom. Lagian Lo cari duit juga buat istri dan keluarga Lo"


" Iya sih"


Ting.

__ADS_1


Pintu lift terbuka. Kedua cowok tampan itu langsung keluar dari lift. Mereka langsung menuju meja resepsionis untuk check out dari hotel itu.


Mobil milik Darren sudah terparkir di depan hotel. Ya mereka kemarin memang pergi dengan mobil. Kedua cowok tampan itu memasukkan koper mereka kedalam bagasi.


Romy melajukan mobilnya meninggalkan hotel termewah di kota itu. Mobil itu melaju menuju mall. Karena Romy akan membelikan oleh-oleh untuk istrinya. Daripada nanti anaknya ileran saat lahir karena ngidam Emaknya tidak dipenuhi.


...............................


Suasana Mall sore itu cukup rame. Kedua cowok tampan itu menjadi pusat perhatian para pengunjung di sana. Tapi Darren dan Romy tidak menghiraukan tatapan orang-orang itu, mereka terus berjalan menuju salah satu toko perhiasan yang ada di sana.


" Selamat datang tuan. Ada yang bisa saya bantu?"


" Saya mau cari satu set perhiasan"


" Kami mempunyai beberapa koleksi yang paling bagus" kata pramuniaga itu sambil memperlihatkan perhiasan yang ada di tokonya.


Saat Romy sedang memilih perhiasan. Darren pun memutuskan untuk melihat kalung untuk ia berikan pada istrinya. Karena ia juga sudah lama tidak membelikan istrinya perhiasan.


Mata Darren tertuju pada kalung berlian berbentuk hati. Kalung itu pasti terlihat indah jika dipake sang istri.


" Mbak, saya mau kalung ini dong"


" Wah, pilihan anda bagus sekali tuan. Ini kalung terbaru dari toko kami"


Pelayan itu langsung memasukkan kalung itu kedalam kotak beludru bewarna merah. Setelah itu ia masukkan ke paper bag.


Darren menyerahkan black card untuk membayar kalung yang ia beli tadi. Pramuniaga itu langsung menggesek black card milik Darren. Setelah selesai ia mengembalikan black card itu.


Romy juga sudah mendapatkan satu set perhiasan untuk istrinya. Ia pun menyerahkan black card miliknya pada pramuniaga.


Gila! kedua lelaki tampan ini punya black card. Pantas beli perhiasan yang harganya mahal semua. Sultan memang beda.


" Terima kasih sudah belanja di toko kami"


" Sama-sama"


Darren dan Romy pun pergi meninggalkan toko perhiasan itu. Saat melewati toko pakaian bayi. Darren langsung teringat sama baby twins. Ia pun mampir dan membelikan beberapa baju untuk anak baby twins.


" Wah bajunya imut-imut semua Ren"


" Iya. Kalau istri gue ada di sini, pasti langsung kalap dia"


Darren melihat lelaki pakai jas hitam yang berdiri tidak jauh dari tempat dia sekarang. Ia seperti mengenal postur tubuh itu. Tapi dia tidak ingat postur tubuh siapa.


" Kenapa Lo?"


" Gue kek kenal postur tubuh orang pake jas hitam itu"


" Mana?"


" Noh, di seberang kita"


Romy langsung menoleh kearah yang dimaksud sahabatnya. " Sepertinya orang itu berprofesi sebagai bodyguard?"


" Sepertinya begitu"


" Udah buruan pilih, ntar kita kemalaman pulangnya"


Darren pun mengambil beberapa potong pakaian untuk baby twins. Setelah itu ia pergi ke kasir untuk membayar semua belanjaannya. Setelah selesai mereka pun pergi meninggalkan toko pakaian bayi itu.


To be continue.


Kalung yang di beli hot daddy.



Satu set perhiasan yang di beli Romy.



Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2