Mengejar Cinta Nona Muda

Mengejar Cinta Nona Muda
Bodyguard dan asisten beralih profesi


__ADS_3

Hingga sore hari pekerjaan manten baru itu juga belum selesai. Serly masak untuk makan malam. Sedangkan Doni menyetrika pakaian yang sudah kering tadi.


Karena sudah terbiasa menyetrika pakaian saat masih bujangan dulu. Jadi pekerjaan itu tidaklah terlalu susah untuk Doni. Tangan dengan lihat memegang setrika.



Ia me-maju mundurkan setrikanya dengan sangat baik. Pakaian yang tadinya kusut langsung rapi oleh lelaki tampan itu.


Satu persatu pakaian sudah selesai di setrika. Doni menyusun kaos sama kaos dan kemeja sama kemeja. Susunan kain Doni juga tidak kalah rapi dari perempuan.


Setelah selesai menyetrika. Doni melihat istrinya ke dapur. Ia ingin tau, apakah istrinya itu sudah selesai masak. Kalau belum, dia akan membantu sang istri memasak.


" Yank"


" Udah selesai belum masaknya?"


" Udah Yank. Nih tinggal nata di meja makan"


" Sini aku bantu bawa"


" Manis banget sih suami aku?"


" Yang manis itu kamu sayang bukan aku"


" Kalau gitu, kita sama-sama manis"


Selesai menata makanan di atas meja. Doni dan Serly memutuskan untuk mandi. Tubuh mereka sudah sangat lengket karena keringat. Mereka berdua memutuskan untuk mandi bersama.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Kiran dan Darren baru sampai di mansion. Suasana di mansion masih sepi. Karena para pelayan masih belum kembali dari liburan pendek mereka. Kenapa dibilang pendek, karena libur mereka cuma satu hari.


" By nanti mau makan malam sama apa?"


" Apa aja deh sayang"


" Masak ayam teriaki, mau nggak?"


" Mau"


" Ya udah, aku masak teriaki sama oseng tempe aja ya "


" Ok sayang"


Kiran langsung menuju dapur. Ia akan mengeksekusi bahan-bahan yang ia perlukan untuk masakan dia tadi. Tak lupa Kiran memberi tugas untuk kedua lelaki tampan beda usia itu.


" Hubby bersihin ayam, dan Nando potong kecil-kecil tempe ini"


" Siap bos" jawab Darren dan Nando berbarengan.


Kedua lelaki tampan itu langsung mengerjakan tugas yang sudah di berikan Kiran tadi. Darren langsung menuju wastafel untuk mencuci bersih ayam. Kemudian Nando mengambil pisau dan mulai memotong kecil-kecil tempe yang sudah di siapkan kakaknya tadi.


Kiran mulai menyiapkan bumbu-bumbu yang dia perlukan untuk membuat ayam teriaki. Bumbunya tidak terlalu sulit. Bawang putih, merica bubuk, garam, gula, bawang bombay, saus tiram, tepung maizena dan terakhir saus teriaki.


" Sayang, daging ayamnya udah selesai di bersihkan nih"


" Tarok di atas meja aja dulu By"

__ADS_1


" Aku juga udah selesai memotong tempenya Kak"


" Tarok sebelah ayam ya Nan, tempenya"


" Ada lagi, yang bisa aku bantu"


" Untuk sekarang nggak ada. Makasih ya By, adek udah mau bantuin"


" Sama-sama Kak. Apa ada yang bisa Nando bantu lagi Kak"


" Untuk sekarang udah nggak ada"


" Kalau gitu aku ke kamar dulu ya Kak, mau mandi"


" Iya Dek, sekali lagi makasih ya"


Nando hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya. Setelah itu ia pergi ke kamarnya untuk segera membersihkan diri.


Darren masih setia menunggu istrinya. Ia duduk di kursi mini bar yang ada di sana. Ia menonton live acara memasak sang istri, sambil menikmati buah mangga yang sudah dia potong kecil-kecil.


Di kediaman Romy.


Romy sedang melihat YouTube. Ia sedang melihat cara membuat bubur sumsum. Karena istrinya lagi pengen makan bubur sumsum buatannya.


" Nanti kalau rasanya nggak seperti kek yang di jual sama ibu-ibu tadi gimana?"


Ya, sepulang dari rumah sakit tadi Nadia melihat ibu-ibu penjual bubur sumsum. Dan ia langsung meminta suaminya untuk membeli bubur sumsum itu.


Entah benar atau tidak keinginan sang cabang bayi, atau cuma akal-akalan sang istri. Tiba-tiba saat sampai di rumah istrinya itu ingin dibuatkan bubur sumsum. Dan jadilah sekarang ia menjadi chef dadakan.


" Yakin nggak apa-apa? ntar kalau rasanya nggak sama, kamu suruh bikin lagi?"


" Nggak Bee. Aku yakin bubur buatan kamu pasti enak"


" Aku akan berusaha, supaya bubur buatan aku enak dan bisa dimakan"


" Pasti bisa dimakan Bee"


" Mudah-mudahan ya sayang"


Romy memasukkan bahan-bahan sesuai instruksi yang ada di video itu. Ia mendengar dan melihat dengan teliti takaran bahan-bahannya. Kalau tidak, bubur sumsumnya akan gagal total.


Nadia sudah tidak sabar untuk mencicipi rasa bubur sumsum buatan suaminya. Calon bayinya pun juga tidak sabar ingin merasakan bubur sumsum buatan papanya.


" Bee, manisan gulanya jangan terlalu manis ya"


" Iya sayang"


" Gulanya pake gula aren atau gula tebu "


" Gula aren aja"


" Ok "


Bubur sumsumnya sudah hampir jadi. Sekarang Romy akan membuat manisan gula aren. Untuk teman makan bubur sumsum. Karena kalau tidak pake itu rasanya kurang enak.


Aroma wangiangi dari gula aren yang sudah di lelehkan tadi sudah tercium oleh indra penciuman Nadia. Ia sudah bisa membayangkan betapa manisnya gula merah yang sudah di lelehkan itu.

__ADS_1


" Buburnya masih lama ya Bee"


" Nggak kok. Ini udah mau jadi"


" Wah udah nggak sabar pengen coba"


" Sabar ya, buburnya harus didinginkan dulu"


" Iya Bee. Aku selalu sabar menunggu "


Romy mematikan kompornya karena bubur dan manisan gulanya udah jadi. Supaya cepat dingin, Ia memindahkan bubur sumsum kedalam mangkok. Sekarang mereka tinggal menunggu bubur sumsumnya dingin.


15 menit kemudian.


Akhirnya bubur sumsum buatan suaminya sudah dingin. Ia sudah tidak sabar ingin mencicipinya. Romy memberikan bubur sumsum buatannya pada sang istri.


" Silakan di cicipi sayang"


" Makasih Bee"


Mata Nadia berbinar melihat bubur sumsum yang ada didepannya itu. Suaminya memberikan garnis daun pandan di atas bubur sumsum itu.



Nadia mulai memasukkan suapan pertama kedalam mulutnya. Romy sangat deg-degan. Ia takut kalau bubur buatannya tidak enak seperti nasi goreng yang ia buat kemarin.


" Gimana rasanya?"


" Enak"


" Jangan bohong"


" Beneran. Kalau kamu nggak percaya coba aja"


Romy mengambil satu sendok bubur sumsum itu. Ia sangat ragu untuk memasukkan bubur itu kedalam mulutnya.


" Buruan coba"


Romy memasukkan satu sendok bubur sumsum itu kedalam mulutnya. Matanya membulat sempurna. Ia tidak menyangka rasanya akan seperti ini.


" Enak kan?"


" Iya. Tumben aku masaknya bener "


" Kan kamu sudah menonton video cara membuatnya tadi"


" Iya, tapi tetap aja aku takut rasanya nggak enak"


" Tapi sekarang udah nggak takut lagi kan, kalau rasanya nggak enak"


" Hhmm"


Mereka berdua pun saling menyuapi. Romy sangat senang karena ia berhasil membuat bubur sumsum untuk istrinya yang lagi ngidam.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2