
Kiran berjalan menuju ruangan suaminya. Sekretaris Darren yang melihat istri sang pemilik perusahaan datang langsung membungkukkan badannya.
" Siang Buk"
" Siang. Apa suami saya ada di dalam?"
" Bapak lagi di ruang meeting Buk. Mungkin sebentar lagi keluar"
" Baiklah, saya tunggu suami saya di dalam saja" kata Kiran sambil berlalu masuk kedalam ruangan suaminya.
Kiran takjub melihat ruangan yang di dominasi warna coklat muda itu. Ruangan itu juga tertata dengan rapi. Matanya kemudian tertuju pada pigura yang ada di hadapannya. Ia tersenyum melihat foto pernikahan mereka tergantung cantik di dinding ruangan itu.
Kiran meletakkan Bekal makan siang yang ia bawa tadi di atas meja. Ia berjalan menuju dinding kaca besar yang ada di sana. Dari sana ia bisa melihat pemandangan kota.
Darren dan Romy baru kembali dari ruang meeting. Ia kaget melihat ada seorang perempuan yang masuk ke dalam ruangannya. Tapi ia mengenal postur tubuh wanita itu.
" Sayang"
Kiran yang mendengar suara yang sangat familiar di telinganya itu langsung menoleh. Ia tersenyum pada lelaki tampan yang sedang terpaku di depan pintu masuk.
" Kok nggak bilang mau kesini?" tanya Darren sambil berjalan menghampiri sang istri.
" Sengaja, mau kasih surprise. Apa hubby nggak senang aku datang ke sini?"
" Tentu saja senang, banget malah" jawab Darren sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
Ehem!
Darren tersadar kalau di sana tidak cuma ada di dan istrinya. Tapi sahabatnya sekaligus asistennya itu juga ada di sana.
" Ups,, sorry bro. Gue nggak sadar kalau lo ada di sini"
" Ck,, bilang aja lo sengaja" kata Romy.
Kiran menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya. Ia malu karena, lagi-lagi Romy melihat mereka berciuman. Ralat bukan ciuman, tapi kecupan.
" Kamu kesini sama siapa? nggak bawa mobil sendiri kan?"
" Nggak By. Aku dianterin sama Doni "
" Syukurlah. Aku nggak mau ya kamu tu bawa mobil dulu"
" Iya. Hubby sudah makan siang?"
" Belum, kamu?"
" Belum, kebetulan aku udah bawa makan siang untuk hubby"
" Yuk Rom makan" ajak Darren.
" Gue makan di kantin aja deh. Gue nggak mau jadi obat nyamuk di sini" kata Romy sambil berlalu meninggalkan ruangan sahabat sekaligus bosnya itu.
" Rom, ntar sore Nadia ke mansion" kata Kiran sebelum Romy menghilang di balik pintu.
" Emang beneran Nadia mau ke mansion?" tanya Darren setelah mereka duduk di sofa.
" Iya sama Serly juga"
" Siapa itu Serly?"
" Sahabat sekaligus orang kepercayaan aku juga di perusahaan yang ada di London"
" Terus di sini dia ngapain?"
" Bantu Nadia untuk mengurus perusahaan aku yang di sini"
" Oh iya, gimana interview karyawan barunya?"
" Nadia bilang sih berjalan dengan lancar"
" Syukurlah, jadi kamu cuma sesekali aja datang ke perusahaan"
" Ya kan hubby maunya kek gitu?"
" Iya, karena aku nggak mau kamu dan calon anak-anak kita kenapa-napa"
" Ya udah yuk makan"
" Suap-in"
" Dasar manja "
" Biarin"
__ADS_1
" Lagian yang butuh dimanja itu aku lho By. Soalnya yang lagi hamil itu aku. Ini malah kamu yang bermanja-manja sama aku"
" Aku kan juga pengin di manja sayang"
Kiran pun menyuapi suaminya. Darren dengan senang hati menerima suapan yang diberikan oleh istrinya itu. Entah mengapa makanan yang sederhana itu terasa sangat nikmat.
" Kamu nggak makan sayang?"
" Nggak By"
" Kenapa? apa kamu nggak lapar?"
" Aku nggak selera makan makanan ini"
" Terus maunya makan apa?"
" Ayam geprek boleh?"
" Boleh. Aku pesankan dulu ya" kata Darren sambil mengambil ponselnya.
" Asik, aku pesan yang pedasnya level 5 ya By"
" No, level 2 aja"
" Nggak mau!"
" Level 5 terlalu pedas sayang, nanti kamu sakit perut"
" Bukan aku yang mau kek gitu, tapi baby twins" kata Kiran sambil memperlihatkan mata puppy eyes-nya.
Kalau sudah begitu Darren sudah tidak bisa menolak lagi. Istrinya itu selalu punya cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Huuufftt..
Darren menghembuskan nafasnya. Istrinya itu selalu menjadikan calon anaknya sebagai kambing hitam untuk memenuhi semua keinginannya.
" Yakin baby twins yang pengin"
" Yakin" kata Kiran sambil menganggukkan kepalanya.
Mau tak mau Darren pun memesan ayam geprek yang pedasnya level 5. Karena kalau di tolak pasti istrinya itu akan merajuk terus bilang. ' Hubby nggak sayang sama aku lagi '
" Udah aku pesan, minumnya apa?"
" Cuma itu aja? nggak ada yang lain lagi?"
" Ada, aku juga mau tenpura "
" Ada lagi?"
" Nggak itu aja"
Setelah memesan semua makanan dan juga minuman yang diinginkan istrinya. Darren menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Pas bangun tadi, muntah lagi nggak?"
" Nggak"
" Berarti mual sama muntahnya pagi aja"
" Hhmm"
" Maaf " ucap Darren tiba-tiba.
Kiran mengeyitkan alisnya. Ia tidak mengerti kenapa suaminya tiba-tiba minta maaf. Apa dia sudah melakukan kesalahan.
" Apa hubby melakukan kesalahan?"
" Iya sayang"
Deg.
" Kesalahan apa?"
Jangan jawab selingkuh. Kalau iya, habis kamu By. batin Kiran dalam hati.
" Sudah bikin kamu hamil" jawab Darren.
" Jadi kehamilan aku hubby anggap suatu kesalahan. Begitu?"
" Bukan sayang"
" Lantas?!"
__ADS_1
" Aku senang dan bahagia mendengar kamu hamil. Tapi Karena hamil kamu jadi mengalami mual dan juga muntah. Maaf"
Kiran bernafas lega. Ia pikir suaminya menyesal karena telah membuatnya hamil. Ia menggenggam tangan suaminya.
" Nggak apa-apa By. Aku senang dan bahagia bisa mengandung pewaris keluarga Narendra. Walaupun harus merasakan mual dan juga muntah. Tapi kalau nggak ada mual dan muntah, mungkin kehamilan aku nggak seru kali By"
Darren tersenyum mendengar ucapan sang istri. " Makasih sayang, karena sudah mau mengandung pewaris keluarga Narendra"
" Sama-sama By"
Darren benar-benar bersyukur mempunyai istri seperti istrinya. Sudah cantik, baik, bisa beladiri juga. Benar-benar paket komplit.
" Aku lanjut kerja dulu ya sayang " kata Darren sambil melihat jam tangannya.
" Iya By. Aku mau keliling perusahaan, boleh?"
" Boleh, tapi harus hati-hati"
" Oke bos"
Kiran keluar dari ruangan suaminya, setelah sang suami kembali fokus pada tumpukan dokumen yang ada di atas mejanya.
Wanita cantik itu memulai misi mengelilingi perusahaan sang suami. Ia akan mulai misi pertamanya, yaitu mengunjungi semua divisi yang ada di perusahaan itu.
Perusahaan suaminya yang di Indonesia memang perusahaan cabang juga. Sedangkan yang intinya berada di London. Sama dengan perusahaannya.
Kiran sampai di divisi marketing. Ya dia akan melihat bagaimana kinerja para divisi marketing yang ada di perusahaan suaminya.
Semua karyawan yang ada di divisi marketing kaget melihat istri bos mereka berada di sana. Begitu juga dengan managernya. Mereka semua berdiri untuk menyambut kedatangan istri bos mereka.
" Nona" sapa manager marketing.
Kiran membalas dengan senyuman sapaan dari manager marketing itu. " Silakan lanjutkan pekerjaannya, saya hanya melihat-lihat"
Para karyawan yang ada di sana memuji kecantikan istri dari bos mereka. Apalagi karyawan laki-laki, mata mereka tidak lepas memandang wajah wanita cantik itu.
" Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna" puji karyawan laki-laki.
" Iya. Bos sangat beruntung bisa memiliki istri cantik seperti istrinya"
Kiran hanya tersenyum mendengar ucapan para karyawan lelaki itu. Ia terus berjalan melewati meja-meja para karyawan itu.
" Buk" sapa salah satu karyawan wanita.
" Ya"
" Bisakah ibuk mengelus perut saya?"
Semua karyawan yang ada di sana kaget mendengar ucapan karyawan wanita itu. Mereka tidak menyangka kalau wanita itu berani bicara seperti itu.
Kiran menetap wanita itu. Kemudian matanya tertuju pada perut karyawan itu. Kiran tersenyum. " Tentu saja boleh"
" Terima kasih"
" Sama-sama"
Kiran mulai mengelus perut karyawan wanita itu yang sudah terlihat membuncit. Ia tidak hanya mengelus, Kiran juga mengajak baby yang ada didalam perut itu berbicara. Ya karyawan wanita itu sedang hamil.
" Sudah berapa bulan mbak kandungannya?"
" Sudah masuk enam bulan Buk"
" Panggil Kiran saja "
" Tidak Buk, nanti saya di pecat sama Presdir"
" Tidak akan. Lagian kalau dipanggil Buk, kesannya saya udah tua" kata Kiran sambil tersenyum.
Lagi-lagi para karyawan itu dibuat terpesona karena melihat senyum istri Presdir. Tidak hanya itu istri Presdir tidak hanya cantik parasnya, tapi hatinya juga cantik.
" Semoga lancar ya pas lahirannya. Dan doakan saya juga semoga kandungan saya juga sehat seperti kandungan Mbak"
" Apa Kiran juga sedang hamil?"
" Iya" jawab Kiran sambil menganggukkan kepalanya.
" Selamat ya, semoga ibu dan calon bayinya selalu sehat"
" Aamiin, makasih Mbak"
Setelah puas berkeliling dan juga mengobrol dengan beberapa karyawan di sana. Kiran pun pamit undur diri dan kembali ke ruangan suaminya. Ia juga sudah mulai capek karena berkeliling tadi.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading ππ