
Kiran senang karena sahabatnya bisa memaafkan mamanya. Ia harap setelah ini sahabatnya itu akan selalu bahagia.
Romy juga ikut bahagia, karena sang istri bisa bersama lagi dengan mamanya. Walaupun kemarin mereka sempat ada masalah, tapi sekarang masalah itu sudah terselesaikan.
Mereka semua kembali ke tempat pesta, karena masalah antara ibu dan anak itu sudah selesai. Itu semua berkat Nadia yang berjiwa besar untuk memaafkan sang mama.
Nadia mengenalkan mamanya pada kedua orang tua Kiran dan juga kedua orang tua Darren. Karena mereka lha yang membantu untuk menyiapkan pernikahannya dengan suaminya itu.
" Terima kasih sudah mau menjaga anak saya " ucap Sandra pada Anggun.
" Sama-sama. Nadia sudah saya anggap seperti putri saya sendiri" kata Anggun.
Sandra benar-benar bersyukur karena putrinya bisa di terima dengan baik oleh keluarga Anggun. Kiran membantu anaknya tidak setengah-setengah. Bahkan kedua orang tuanya pun sangat baik pada putrinya.
" Oh iya, apa anda akan kembali lagi ke Korea?" tanya Anggun pada Sandra.
" Tidak. Saya akan di sini bersama dengan Nadia"
" Syukurlah, saya senang mendengarnya. Kapan-kapan berkunjunglah ke rumah kami"
" Baik, nanti saya akan minta Nadia untuk mengantarkan saya ke rumah nyonya"
" Panggil Anggun saja"
" Main ke mansion saya juga ya" kata Clarissa.
" Iya nyonya"
" Kok nyonya. Panggil saja Clarissa"
" Baiklah"
Para orang tua itu menghabiskan waktu untuk mengobrol. Para anak-anak juga mengobrol bersama. Sedangkan para manten baru sedang sibuk menyalami tamu.
" Kita ikut mengantre yuk " ajak Serly.
" Kalian berdua saja. Soalnya aku nggak kuat berdiri lama-lama " kata Kiran.
" Oh iya lupa, kamu kan lagi bawa drum"
" Tuh kamu tau"
" Ya udah, gue ama bodyguard tampan ke sana dulu ya"
" Kamu manggil nama pasangan yang mesra dikit napa?"
" Itu panggilan mesra gue untuk dia"
" Mesra apaan. Aneh yang ada"
" Panggilan mesra kami itu beda dari yang lain. Sayang, honey, cinta, Rangga, lovely, Bee dan lain-lainnya. Itu sudah biasa"
" Ya,, ya serah lo dah "
Serly dan Doni pun itu mengantre di antara para tamu. Sekarang hanya tinggal pasutri itu yang duduk santai di sana.
" Sayang, mending kita istirahat aja "
" Ini kan udah istirahat By"
" Maksud aku tidur sayang"
" Aku belum ngantuk By"
" Tau, tapi kamu itu udah kelelahan. Yuk kita ke kamar"
" Nggak enak sama Nadia dan Romy"
" Nggak apa-apa kok, mereka pasti ngerti. Ntar aku keloniin "
" Hhmm "
__ADS_1
" Iya. Sekarang kita ke kamar ya "
Kiran menganggukkan kepalanya.
Darren membantu istrinya untuk berdiri. Mereka pun berpamitan sama kedua orang tua dan juga mertua.
" Mom bilangin sama Romy dan juga Nadia, aku sama Kiran mau istirahat dulu"
" Ya, ntar mama sampaikan"
" Makasih Mom, kita pamit istirahat dulu"
" Oke, selamat istirahat. Ingat ya Ren istirahat, jangan ngerjain mantu mommy. Kasihan nanti mantu mommy"
" Iya Mom, aku tau"
Pasutri itu berlalu pergi meninggalkan tempat pesta. Mereka akan beristirahat di salah satu kamar hotel. Karena kalau mereka pulang ke mansion akan memakan waktu yang lama.
Sesampainya di kamar hotel Kiran langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk itu. Sedangkan Darren pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Kiran mencari posisi yang nyaman. Karena perutnya yang semakin membesar itu membuat dia sulit untuk mendapatkan posisi yang nyaman. Akhirnya posisi miring ke kanan lah yang membuat ia nyaman.
Selesai membersihkan dirinya. Darren menghampiri sang istri. Ia tau istrinya itu belum tidur. Ia pun ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri.
" Sayang"
" Hhmm"
" Kirain udah tidur?"
" Gimana mau tidur kalau kamu panggil terus"
Darren memeluk istrinya dari belakang. Ia mengelus perut istrinya dengan lembut. Seperti biasa calon baby twins itu merespon belaian Daddy-nya. Kiran agak meringis karena tendangan baby twins sangat kuat.
" Sakit ya?"
" Dikit"
Kiran tersenyum mendengar ucapan suaminya. Sang suami memang selalu bicara seperti itu. Ajaibnya baby twins mendengarkan apa yang di bilang sama suaminya.
" By"
" Hhmm"
" Aku mau ke kamar mandi"
" Sini aku bantu"
Darren membantu istrinya untuk bangun. Kemudian ia membantu sang istri ke kamar mandi.
" Kalau udah selesai, panggil ya"
" Hhmm"
Kiran masuk kedalam kamar mandi, sedangkan sang suami menunggu di depan kamar mandi. Ya dia harus menjadi suami siaga. Karena sewaktu-waktu bisa saja istrinya melahirkan.
Dengan sabar ia menunggu sang istri di depan pintu kamar mandi.
Tok.
Tok.
Tok.
" Sayang, udah belum"
" Sebentar By"
" Dia nggak melahirkan di dalam kamar mandi kan?"
Ceklek..
__ADS_1
Darren segera menghampiri sang istri ketika pintu kamar mandi sudah terbuka. Tampaklah sang istri yang seperti orang kebingungan.
" Kamu kenapa? apa ada yang sakit?" tanya Darren dengan nada khawatir.
" Aku nggak apa-apa kok By"
" Terus kenapa wajah kamu kek nahan rasa sakit kek gitu"
" Tadi pas aku buka celana, ada darah nempel di sana?"
" Da-darah? mana, coba aku liat "
" Ih apaan sih By" kata Kiran sambil menepis tangan suaminya.
" Aku mau liat sayang"
" Nggak mau, malu. Lagian darahnya nggak banyak kok "
Darren mulai panik. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada istri dan juga calon anaknya.
" Nggak usah "
" Sayang jangan keras kepala? aku benar-benar khawatir"
Kiran menangkup wajah suaminya. " Hubby, aku baik-baik saja. Jadi jangan panik gitu ya"
" Kamu berdarah sayang, berdarah?"
" Iya, hubby juga ada darah"
Darren menarik rambutnya frustrasi. Istrinya masih saja bercanda pada saat seperti ini.
" Aku telpon Doni dulu untuk menyiapkan mobil. Kita akan ke rumah sakit"
" Nggak mau!"
" Sayang?"
" Hubby, aku beneran nggak apa-apa"
Darren menghela nafasnya. Ia tidak bisa marah sama istrinya itu. Walaupun sekarang sang istri membuat dirinya kesal.
" Ya sudah, tapi kalau sakit bilang"
" Hhmm"
Kiran memeluk suaminya itu. Ia benar-benar baik-baik saja, suaminya aja yang lebay kek gitu. Tapi disisi lain ia sangat bahagia karena suaminya itu selalu siap siaga.
" Sekarang kita istirahat ya"
Kiran menganggukkan kepalanya.
Pasutri itu pun memutuskan untuk istirahat kembali. Dengan posisi Darren memeluk sang istri dari belakang. Tak berapa lama pasutri itu pun terlelap dalam tidurnya.
πππ
Acara resepsi pernikahan Nadia dan Romy berjalan dengan lancar. Para tamu undangan sudah mulai meninggalkan hotel. Sekarang hanya tinggal keluarga inti saja.
" Sekarang kalian berdua istirahat di kamar yang sudah di siapkan khusus untuk manten baru" kata Anggun.
" Terima kasih Tante" ucap Nadia.
" Sama-sama. Dan Mbak Sandra bisa tidur di salah satu kamar yang ada di sini. Nanti kuncinya diantarkan pelayan"
Manten baru pun pamit duluan, karena mereka berdua sudah sangat lelah menyambut para tamu yang datang. Anggun dan yang lain pun pergi menuju kamar mereka masing-masing.
To be continue.
Manten baru.
__ADS_1
Happy reading ππ