
Waktu berjalan begitu cepat, sekarang usia kandungan Kiran sudah tujuh bulan. Anggun pun melakukan acara tujuh bulanan atau mitoni untuk putrinya itu. Para keluarga besar sudah berkumpul di mansion Kiran.
Dimana acara mitoni ini merupakan sebuah doa agar pertolongan datang pada si bunda yang sedang mengandung. Selain mohon doa akan kelancaran bersalin, acara mitoni ini juga disertai doa agar si anak kelak menjadi pribadi yang baik dan berbakti.
Para pelayan dan juga bodyguard sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Darren pun ikut turun tangan untuk menyiapkan acara tujuh bulanan istrinya yang akan di adakan sebentar lagi.
" Dek, duduk sama Kak Melodi gih. Abang takut liat kamu bolak-balik ke gitu dengan perut yang udah kek drum gitu" kata Kenzo.
" Ih Abang nyebelin banget sih. Namanya adek juga hamil, ya jelas perutnya kek drum lha"
" Makanya duduk di sana. Daripada nanti melahirkan sebelum waktunya"
" Iya, nih juga mau duduk"
" Good girl. Abang mau ke sana dulu, bantuin yang lain dulu"
" Hhmm"
" Sayang, aku ke sana dulu ya" kata Kenzo pada istrinya.
" Iya Yank"
Kenzo pun meninggalkan kedua wanita cantik itu. Sekarang tinggallah Kiran dan kakak iparnya.
" Abimanyu mana Kak?" tanya Kiran.
" Lagi main sama Varo. Mereka berdua sangat aktif" kata Melodi.
" Nggak nyangka Abi sama Varo udah gede aja"
" Iya, bentar lagi mereka berdua mau punya adik" kata Melodi.
" Kak Mel nggak mau hamil lagi"
" Untuk saat ini belum Dek, soalnya Abang kamu masih takut liat kakak kesakitan saat melahirkan kemarin"
" Emang sakit banget ya Kak?"
" Iya Dek. Tapi rasa sakitnya akan hilang saat melihat baby kita udah lahir"
"Kok adek jadi takut gini ya Kak"
" Nggak usah takut. Lagian sakitnya saat nunggu pembukaan aja kok"
" Benarkah?"
" Hhmm"
Tak berselang lama Fira ikut bergabung juga dengan kedua keponakannya. Ia membawa piring yang berisi buah yang sudah di potong kecil-kecil.
" Tante bawa apa?" tanya Kiran.
" Buah, adek mau ?" tawar Fira.
" Maulah"
Fira meletakkan piring yang berisi potongan buah itu di atas meja. Ketiga wanita cantik itu pun mengobrol sambil menikmati buah segar yang sudah di potong kecil-kecil oleh Fira tadi.
Saat mereka asik mengobrol. Dira dan Keyra datang. Mereka bergabung dengan ketiga wanita cantik itu.
Acara prosesi tujuh bulanan pun segera di mulai. Darren membantu istrinya untuk duduk di kursi yang sudah di siapkan.
__ADS_1
Acara pertama di mulai dengan siraman. Acara siraman dilakukan sebagai prosesi penyucian si ibu dan anak. Air diambil dari tujuh sumber. Yang melakukan siraman juga ada tujuh.
Kiara dan Diana, selaku Oma dan nenek Kiran mendapatkan giliran pertama. Setelah itu Anggun dan Clarissa selaku orang tua dan mertua Kiran. Dan dilanjutkan oleh Fira dan Melodi dan yang terakhir dilakukan oleh Darren selaku suami dari Kiran.
Acara demi acara pun sudah dilaksanakan. Acara di tutup dengan prosesi jualan dawet dan rujak.
" Minum dulu "kata Darren sambil memberikan segelas air putih pada istrinya.
" Makasih By"
Kiran meneguk sampai habis air putih itu. Setelah itu ia memberikan gelas kosong itu pada suaminya.
" Mau istirahat di kamar?" tanya Darren.
" Ntar aja. Lagian nggak enak sama yang lain"
" Nggak apa-apa, lagian mereka pasti mengerti kalau kamu capek"
" Istirahat di sini aja dulu ya By"
" Ya udah kalau nggak mau di kamar"
Kiran selonjoran di atas karpet bulu yang ada di ruang TV. Darren ikut selonjoran di sebelah sang istri.
" Sini aku pijitin kakinya?"
" Emang hubby bisa mijit?"
" Bisa sayang, tapi mungkin tak seenak orang tukang pijit profesional. Gimana? mau coba?"
" Boleh deh"
" Hhmm"
Darren mulai memijat kaki istrinya yang udah mulai membengkak. Ia memijat dengan sangat lembut.
" Enak By pijatannya"
" Benarkah?"
" Hhmm, kenapa hubby nggak buka panti pijat aja?"
" Emang kamu mau aku pijit kaki wanita lain?"
" Ya nggak lha, emang hubby mau pijit kaki cewek, begitu?"
" Ya kan tadi kamu suruh aku buka panti pijat"
" Iya, tapi aku nggak bilang pijat kaki cewek. Apa hubby emang suka nyentuh cewek lain?"
" Ya nggak lha, lagian kamu lebih segalanya dari wanita diluar sana"
" Idih gombal. Padahal dalam hati hubby bersorak gembira tuh"
" Iya bersorak gembira karena bisa pijitin kaki kamu"
" Bukan kaki aku, tapi kaki wanita lain"
" Nggak sayang, kamu ngaco deh kalau ngomong"
" Udah ah, aku mau bilang sama mommy Clarissa kalau hubby mau pegang-pegang cewek lain"
__ADS_1
" Jangan ngaco kamu" kata Darren sambil menahan tangan sang istri.
" Lepasin By"
" Nggak akan"
" Lepas nggak! kalau ng--"
Kiran tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena suaminya membungkam mulutnya dengan ciumannya.
Darren menahan tekuk sang istri. Ia memperdalam ciumannya. Kiran yang tadinya meronta, akhirnya terbuai oleh ciuman suaminya. Diapun membalas ciuman suaminya. Hot Daddy itu tersenyum saat istrinya membalas ciumannya.
" Astagfirullah, dasar anak nakal" kata Clarissa sambil menjewer telinga Darren.
Aawwww...
" Sakit Mom"
" Kamu ya, udah jelas istri lagi hamil gede kek gitu, mau di perkosa juga"
" Perkosa istri sendiri nggak dosa lagi Mom. Lagian siapa juga yang mau perkosa?"
" Kamu lha, masa demit"
" Kita tu lagi ciuman Mom, bukan mau ngadon " kata Darren.
Kiran menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya. Ia sangat malu karena kedapatan sedang ciuman panas dengan suaminya.
" Yuk sayang ikut sama mommy, nanti suami kamu perkosa kamu lagi"
" Nggak bisa, istri aku mau istirahat karena dia kecapean"
" Sudah jelas istri lagi capek, tapi masih aja di tindih"
Wajah Kiran semakin merah karena malu mendengar ucapan mommy-nya yang nggak di filter itu.
" Mommy jangan ngomong gitu lagi dong. Liat tu wajah istri aku udah merah kek kepiting rebus"
" Yuk sayang kita ke dapur. Mommy akan buatkan jus yang segar dan juga sehat untuk kamu"
" Aku juga mau"
" Kalau mau bikin aja sendiri" kata Clarissa sambil berlalu pergi membawa menantunya.
Kiran hanya pasrah saat mertuanya membawa dia pergi dari sana, dan meninggalkan suaminya sendirian di sana.
" Dasar Mak tiri, kejam banget"
Darren menghela nafasnya. sekarang hanya dia seorang diri yang tinggal di ruang tamu itu. Ia pun memutuskan untuk berkumpul dengan kakak ipar dan juga para sahabatnya.
Di tempat lain.
Seseorang sedang mengamati pintu gerbang mansion Darren dari dalam mobil. Ia memarkirkan mobilnya agak jauh dari mansion mewah itu. Matanya memancarkan kemarahan yang sangat besar.
Tidak lama lagi, gue akan merusak kebahagiaan kalian. Nikmati waktu kalian yang tinggal sedikit.
Setelah di rasa cukup ia melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah itu. Ia akan menyusun rencana yang untuk membalas pasutri itu.
To be continue.
Happy reading ππ
__ADS_1